Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Rabu, 19 September 2012

BEKASI AKAN MENJADI SUMBER AIR BAKU JAKARTA

Kepala Badan Pendukung Penyehatan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Rachmat Karnadi mengatakan, usulan rencana pembangunan sumber air baku di Bekasi sebesar 26 kubik per detik, yang diperkirakan akan mulai operasi pada tahun 2013 mendatang.  Usulan itu sudah disampaikan ke kementerian PU dan Bappenas pekan lalu, dan pada prinsipnya sudah diterima.

Pemerintah mengubah rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk kawasan Jakarta, Bekasi dan Karawang, yang semula bersumber dari air baku di Jatiluhur Jawa Barat, menjadi sumber air di Bekasi Jawa Barat.

Rahmat Karnadi mengatakan dengan adanya perubahan itu dapat memangkas biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunannya. Pasalnya, dengan sumber air dari Bekasi, total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp. 1,8 triliun. Sedangkan jika sumber air dari Jatiluhur investasinya diperkirakan mencapai Rp. 4 triliun. "Investasi jauh lebih murah karena cenderung konstruksi tidak terlalu berat karena jarak antara Bekasi dan Jakarta dan Bekasi Karawang tidak terlalu jauh. Ini menjadi salah satu pertimbangan utama kami," ujarnya, Rabu (19/9/2012). 

Menurut Rachmat, selain rendahnya biaya konstruksi, maka beban biaya tarif jual airnya juga bisa ditekan. Jika semula diperkirakan mencapai Rp3.000-6.000 liter per detik untuk wilayah Jakarta, maka dengan sumber air di Bekasi harganya mencapai Rp2.100 per detik. "Saat ini, kami masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian PU, Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Untuk memutuskan usulan penggunaam sumber air ini," tambahnya.(Coen).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar