Laman


Prabowo Subianto For Presiden

Jumat, 23 Maret 2012

DAVID TAGA: KONVENSI BALON PARTAI GERINDRA TIDAK PROSEDURAL, SAYA SIAP DIGANTUNG DI MONAS DAN HAMBALANG

Boy David Taga, agak tegang ketika membalas pesan singkat (SMS) pertanyaan terkait pelaksanaan konvensi Bakal Calon (Balon) Walikota/ Wakil Walikota Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi. Beberapa tudingan tentang konvensi yang bernuansa politik uang dan hanya main-main ditangkisnya dengan serius. David Taga bahkan mengajak orang yang menuduh untuk bertemu dan melakukan cek secara benar rekening sekretaris DPC Partai GERINDRA tersebut. "Tolong mas hubungi orang yang menuduh saya, kita ketemu dan akan saya bawa buku tabungan kalau perlu cetak biru rekening saya," katanya (23/3). Menyeruaknya tuduhan karena informasi sebelumnya pertengahan dan akhir maret sudah ada hasil konvensi yang akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat. Namun sampai menjelang akhir bulan Maret 2012 belum ada hasil apapun terkait upaya penjaringan melalui konvensi yang diadakan partai GERINDRA DPC Kota Bekasi. Dalam kesempatan klarifikasi, David Taga menyampaikan bahwa hasil konvensi calon yang diadakan DPC Partai GERINDRA Kota Bekasi baru akan diserahkan akhir Mei 2012 nanti. "Proses yang dijalani masih sesuai prosedur dan mekanisme, dan DPC hanya melakukan penjaringan," katanya David yakin bahwa konvensi yang dilakukan DPC Partai GERINDRA Kota Bekasi tidak mungkin gagal karena menurut petunjuk pelaksanaan memang baru akhir Mei hasilnya. "Menurut juklak memang baru Mei hasil diserahkan ke DPD Jawa Barat," kata Sekretaris yang mengaku siap di gantung di Monas dan Bumi Hambalang kalau menggunakan uang dari kegiatan konvensi. (Don).

PD MIGAS KOTA BEKASI BUTUH KRITIKAN

Ir. Dudi Setyabudi selaku Badan Pengawas (BP) perusahaan Daerah (PD) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) menyampaikan bahwa kritikan dari seluruh masyarakat Kota Bekasi sangat dibutuhkan. "Kritik masyarakat sangat membantu," katanya (23/3). PD Migas kota Bekasi dinilai terlalu tertutup sehingga dinilai tidak jelas sebagai sebuah perusahaan daerah (PD). Bahkan ketika ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih diemban almarhum H. Azhar Laena pernah diusulkan untuk ditutup. Perusahaan yang dipimpin Zubaidi Asnan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, semakin hari semakin membuat banyak pihak pesimis. Di internal perusahaan tersebut sudah mulai terjadi gejolak agar segera terjadi perubahan direksi perusahaan. Dudi dalam pesan singkat hanya berharap agar kritik yang diberikan dalam rangka membangun perusahaan lebih baik. "Masukan akan sangat membantu untuk perbaikan ke depan," katanya. Perusahaan yang bermodalkan suntikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kota Bekasi tersebut membutuhkan dukungan modal besar untuk eksplorasi yang sampai saat ini belum ada rasanya. "Ya, silahkan beri masukan," kata Dudi yang mantan Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Daerah Kota Bekasi. (Don).

YUSUF NASIH: KONFLIK TIDAK ADA GUNA

Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi, Yusuf Nasih S. Sos., mengatakan bahwa konflik dalam bentuk bentrok warga tidak ada gunanya. "Konflik hanya akan menghasilkan perpecahan dan kehancuran di tengah masyarakat," katanya saat ditemui di DPRD kota Bekasi (22/3). Yunas, sapaan akrab Yusuf Nasih, menyesalkan kejadian yang terjadi di Rawa Bambu, Kali Baru, Kecamatan Medan Satria awal minggu ini. "Seharusnya kita Membangun kerukunan antar warga masyarakat di wilayah manapun di Kota Bekasi," katanya yang mengingatkan Bekasi sebagai daerah penyangga Daerah Khus Ibu (DKI) Kota Jakarta. Kejadian di Rawa Bambu tak pelak menjadi perhatian luas karena bulan April nanti direncanakan akan ada kunjungan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel ke Bekasi. Situasi kondusif sangat diharapkan sekali, penjelasan Yunas, mengingat wilayah kota Bekasi terdiri dari ratusan suku dari seluruh Indonesia. Kemampuan masyarakat untuk membentengi diri dari perselisihan, himbau Yunas, sangat diharapkan dalam membangun masyarakat bermartabat dan cinta damai. "Kita butuh kesadaran dari masyarakat untuk terciptanya lingkungan yang cinta damai, karena damai itu Indah," katanya. Lebih lanjut Yunas berpesan, agar seluruh aparatus pemerintahan tingkat kelurahan agar membangun sinergi bersama masyarakat dalam melakukan komunikasi yang lebih baik. "Tanpa itu, kita hanya membual ketika sama-sama berjuang meraih piala adipura bersama-sama dengan derai air mata palsu," tandasnya. (Don).

Kamis, 22 Maret 2012

FOKE AKAN RESMIKAN FEEDER BUSWAY

Feerder bus way kota Bekasi akan dibuka dalam waktu dekat oleh Fauji Bowo atau biasa disapa Foke. Foke akan naik bus way dari pool HIBA UTAMA di Cakung ke terminal Bekasi tanggal 28 Maret 2012. Hal itu disampaikan Budiman Sopandi selaku kepala dinas Perhubungan (Dishub). "Adanya feerder bus way di kota Bekasi akan diresmikan Foke," katanya.
Feeder bus way Kemang merupakan embrio adanya transportasi massa di kota Bekasi sejak tahun 2008. Pemerintah kota Bekasi sedang menerapkan program untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi massal. Peresmian feeder bus way sendiri, menurut Budiman, merupakan program pemerintah DKI Jakarta. Selain terminal Bekasi Foke juga akan melakukan perjalanan menuju terminal kampung Rambutan dan terminal Blok M. Feeder sendiri merupakan lokasi perhentian bus way yang nantinya akan berhubungan dengan koridor bus way. "Dengan adanya bus way akan memudahkan masyarakat untuk akses transportasi massa yang kedepan dibutuhkan sekali di kota Bekasi," kata Budiman. Budiman yakin alat transportasi massal akan mampu mengatasi persoalan transportasi masyarakat Kota Bekasi. Menurut Budiman, bus way salah satu solusi akan kebutuhan transportasi massa. Sambutan kehadiran feeder bus way datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. "Sebagai wakil rakyat kota Bekasi saya menyambut baik rencana tersebut," kata wakil ketua 3 DPRD Kota Bekasi tersebut. Menurutnya peningkatan jumlah penduduk kota Bekasi yang terus meningkat tentu membutuhkan alat transportasi yang lebih baik. "Apalagi sebagian besar warga kota Bekasi bekerja di pusat-pusat kota Jakarta. "Menjadi kewajiban pemerintah untuk menyiapkan fasilitas umum yang dibutuhkan," kata Yunas sapaan akrab penasehat fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi. Yunas berharap warga kota Bekasi memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas tersebut. Kebutuhan alat transportasi massal, menurut Yunas, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dengan ibu kota Jakarta juga. (Don).

MAIN AMAN, DEMOKRAT DAN PKS MIKIR-MIKIR JADI WAKIL RAHMAT EFFENDI

Banyak masyarakat mulai membincangkan peluang yang dapat diwujudkan dalam membangun pemilu kada Kota Bekasi Desember 2012. Banyak kandidat sudah disebut-sebut akan menjadi wakil dari partai-partai pendukung dalam persaingan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Partai-partai mulai sibuk melakukan konsolidasi untuk melakukan penjaringan bakal calon (BALON) Walikota dan Wakil Walikota Bekasi. Bahkan saat ini sudah ada yang melakukan verifikasi melalui tim khusus untuk calon terbaik yang akan diusung. Bersamaan dengan bergulirnya nama-nama yang dianggap layak, partai politik di kota Bekasi mulai melirik kandidat kuat agar target menang lebih menjadi Standard Operasional Prosedur (SOP) dalam menjaring pasangan. Dan akhirnya trik main aman lebih kelihatan pada pemilu kada kota Bekasi 2012 yang sedang dipersiapkan. Trik main aman justeru terlihat dari partai-partai dengan jumlah kursi Besar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi. Demokrat mulai berhitung dengan sungguh-sungguh, mereka tidak ingin jadi penggembira lagi seperti di pemilu kada Kota Bekasi 2008. Pasca ditahannya H. Mochtar Mohamad oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Partai Demokrat menganggap tidak ada lagi figure yang di-idola-kan masyarakat Kota Bekasi. Tapi mereka masih memikirkan kans Dr. H. Rahmat EFfendi yang dinilai berbagai kalangan merupakan tokoh sentral partai GOLKAR Kota Bekasi yang berpeluang mengakar di masyarakat. Demikian pula dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikabarkan bakal mengalah untuk kepentingan menjadi bagian pemenang di wilayah terdekat dengan DKI Jakarta sebagai ibu kota Negara. 5 calon yang masuk daftar seleksi; Hery Koeswara MA., Sutriono S. Pd., Nur Suprianto, Chairoman Putro Juwono M. Eng., dan Ustadz Syaikhu. Peluang terus digali sampai pimpinan sebuah fraksi besar juga mendiskusikan kemungkinan untuk membuat koalisi partai Kursi Gede antara PKS dan Partai Demokrat. Kita lihat saja kemana warna kota Bekasi ke depan, dan buka kotabekasinews.blogspot.com untuk meng-update kabar possibility pasangan partai dalam pemilukada kota Bekasi 2012 nanti. (Don).

HASIL POLLING PASANGAN DIAL HASAN MENURUT PUBLIK

Setelah mencoba bertahan dengan kondisi yang ada, saya akhirnya untuk menghentikan supporting pada Hj. Dial Hasan. Saya memutuskan untuk menyudahi "gerilya" kota yang sempat saya bantu dalam waktu 1 bulan. Popularitas beliau melonjak, namun sayang tidak ada evaluasi dan kesungguhan pribadi dalam menginisiasi peluang dalam bentuk team work. Sehingga planing mudah terbaca dan tidak solid team buatan berdasarkan permata kegiatan yang dilakukan. H. Chairoman Joewono Putro M. Eng. dalam polling yang dilakukan mendapatkan 11% dukungan sama seperti H. Yusuf Nasih S.Sos., H. Salih Mangara Sitompul SH. Sedangkan H. Awing Asmawi meraup dukungan 17%, H. Mochtar Mohamad yang sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meraup 26% suara dukungan. Dr. H. Rahmat Effendi dengan 35% dukungan dianggap pasangan yang tepat bagi master tekhnik lulusan UI, Hj. Dial Hasan. Menurut pengakuan terakhir, Dial dulunya merupakan kader GOLKAR karena ibunya merupakan wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan Jawa Timur dari partai GOLKAR. Dengan penghentian supporting sistem yang saya lakukan, polling ini akan dihentikan pula agar pihak Hj. Dial Hasan dapat menjalankan rulenya sendiri. Dan saya pun lebih objective dalam melihat persoalan pemilu kada kota Bekasi yang akan dilangsungkan Desember 2012. Saya ucapkan terimakasih pada para blogger yang mau menyempatkan diri menyumbangkan suaranya dalam polling tersebut. Saya lanjutkan Lagi dengan program political assistant pada fihak-fihak yang dapat diajak kerja sama untuk mewujudkan Kota Bekasi lebih baik. Baik itu dengan Dr. H. Rahmat Effendi, H. Yusuf Nasih, H. Heri Koswara MA., H. Wahyu Prihantono, H. Sutriono s.pD., maupun Drs. H. Andi Zabidi. (Don)

PASANGAN INCUMBENT LAYANGKAN GUGATAN

Kemenangan pasangan Neneng Hasanah Yasin dan Rohim Mintareja (NERO) di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Bekasi pada 11 Matret 2012 kemarin kembali menuai protes dari pesaingnya. Tidak hanya itu, kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) juga menuai kecaman. Hal itu terbukti dengan adanya gugatan yang dilayangkan oleh pasangan Darip Mulyana-Jejen Sayuti (Dahsyat) dan pasangan Sa’duddin-Jamalullail Yunus (SAJA) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perhitungan jumlah suara. Tim advokat pasangan Darip-Jejen melaporkan pada Selasa (20/03) yang dibuktikan dengan tanda terima No. 477-0/PAN.MK/III/2012 diterima oleh Dian Husni Khotimah. Didalamnya, disebutkan permohonan gugatan atas hasil Pilkada Kabupaten Bekasi. Sementara pasangan Sadudin-Jamal pada Senin (19/03) kemarin dengan surat pengajuan gugatan itu diterima dengan No. 476/PAN.MK/III/2012, dan langsung diterima oleh bagian Permohonan MK, Agus Nirwan Etra. ”Kami sudah ajukan permohonan gugatan ke MK. Semua syarat-syarat gugatan sudah kami penuhi. Dan tinggal menunggu persidangan satu pecan kemudian,” kata tim kuasa hukum Dahsyat Arkan Cikwan kepada wartawan kemarin. Dia menjelaskan, pegajuan gugatan ini sedikitnya melampirkan alat bukti P1 sampai P 14 sebanyak 12 eksemplar. Syarat-syarat dan dokumentasi diberikan juga sebanyak 12 eksemplar. Jika gugatan ini dikabulkan, maka ada dua pilihannya, mendiskualifikasi pasangan Neneng-Rohim dan melakukan Pemilihan Kepala Daerah ulang. Soal adanya kecurangan dalam Pilkada, 11 Maret lalu, Arkan mengaku, sangat besar. Terutama saat waktu pencoblosan, dugaan money politik sangat jelas. Misalkan, setiap RT/RW di organisir untuk memberikan uang kepada warga demi memilih satu pasangan tertentu.”Kami sudah berikan juga bukti itu ke MK,” papar Arkan. Bahkan, kata Arkan, bukti yang dianggap pelanggaran itu sangat sistematis. Pasalnya, ada beberapa warga yang kini sudah memberikan bukti itu sekarang dalam perlindungan advokasinya. ”Nanti dalam persidangan, kami akan ungkap semua bukti-bukti tersebut,” paparnya. Sementara itu, Ketua Advokasi Sadudin-Jamal, Hikmah Prihadi turut mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan gugatan juga ke MK Senin (19/03). Semua bukti yang diduga pelanggaran, kata dia, akan dibuka semua di pengadilan.”Kami sudah siapkan seluruh bukti terkait pelanggaran yang terjadi selama Pilkada. Sejauh ini, kasus masalah Pilkada Kabupaten Bekasi sudah diambil alih oleh DPP PKS. Dalam ajuan gugatan itu, kata Hikmat, termuat 12 eksemplar syarat utama, dan surat kuasa tim kuasa hukum. Soal bukti akan kami paparkan nanti dalam persidangan semuanya,” ungkapnya. Terpisah, Sekretaris KPUD Kabupaten Bekasi, Mumuh Mulyana mengatakan, kalau pihaknya masih menunggu materi gugatan itu. Jika memang hanya persoalan data, pihaknya akan mempersiapkan semua bukti data otentik yang dimiliki.”Kalau soal pelanggaran money politik itu bukan ranah kami, semuanya ada di Panwaslu,” ujarnya. Bahkan, kata Mumuh, pihak KPUD juga sudah mempersiapkan bantuan hokum. Hanya saja, kata dia, pihaknya belum mendapat tembusan. Menurut dia, prinsipnya hanya menunggu jika memang guguatan itu bergulir.”Kita tunggu saja,” paparnya. Menanggapi banyaknya gugatan ke MK, Ketua tim sukses pemenangan Neneng-Rohim, Mustakim mengatakan, semua gugatan itu syah-syah saja dilakukan pasangan lain. Dan dia mengaku, gugatan itu bukan ditujukan ke pasangannya, melainkan ke KPUD. ”Kami hanya terkait saja, bukan menjadi sasaran gugatan,” tandasnya singkat.(Dhin/Don).

UMK KARYAWAN PT. TADMASORI BELUM ADA TITIK TEMU

Karyawan PT.Tadmansori Karpet Indah adakan aksi mogok kerja. Aksi tersebut menyusul keinginan para pekerja, yang menginginkan Upah Minimum Kerja (UMK) dinaikkan. Meskipun sudah mediasi antara pihak pekerja dan pabrik, belum menemukan titik temu. Aksi yang dilakukan ratusan pekerja PT.Tadmansori menghentikan aktifitas produksi pabrik karpet ini. Minoto, koordinator aksi mengatakan pihaknya menginginkan kenaikan upah sebesar Rp. 195 ribu dari sebelumnya Rp.125 ribu kenaikan UMK berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat. “Pihak pabrik masih mempertimbangkan usulan kami dengan alasan, selama berproduksi tidak memiliki profit atau keuntungan maka dari itu belum bisa menyepakati. Padahal jika pabrik tidak punya profit produksi, seharusnya sudah bangkrut,”ujar Minoto geram usai mediasi. Lanjutnya, jika sampai hari terakhir mediasi belum menemukan titik temu, pihaknya akan meminta pihak pabrik untuk di audit keuangannya oleh pihak independen, agar jika ada kesalahan perhitungan keuangan bisa ketahuan. Pukul 13.00 pihak pekerja dan pabrik didampingi Kapolsek Bantargebang, Gunawan sampai perwakilan dari SPSI lakukan mediasi. Kapolsek Bantargebang, Gunawan mengatakan, dimungkinkan besok akan dilakukan aksi serupa dan mediasi kembali. “Sejauh ini mediasi cukup alot, dan belum menemukan kesepakatan. Besok siang kami akan mediasi kembali,”terang Gunawan. Gunawan mengupayakan agar para buruh bisa kembali kerja dan berproduksi kembali. Dia menambahkan, dari pihak pabrik sampai saat ini belum bisa mengabulkan keinginan pekerja dikarenakan adanya ketakutan pabrik akan tutup karena tidak sanggup untuk membayar upah pekerja.(Dhi/Don).

Rabu, 21 Maret 2012

ICUK SUGIARTO HADIRI PEMBUKAAN TURNAMEN USIA DINI

Icuk Sugiarto Juara Dunia dan All England hadir pada acara pembukaan turnamen bulutangkis Usia Dini yang di oleh PB Aulia, Jakasampurna bekerja sama dengan Pertamina. Turnamen yang secara resmi dibuka oleh Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi tersebut diikuti 650 pebulutangkis putra dan putri. Dalam sambutannya, Plt. Walikota berharap agar para atlet bulutangkis muda mau giat berlatih dan bertanding. "Kalian harus giat berlatih, karena prestasi tidak bisa didapatkan dengan jalan pintas," kata Dr. H. Rahmat Effendi (21/3). Bibit-bibit muda diharapkan juga dapat dihasilkan dengan kegiatan turnamen bulutangkis anak-anak usia dini dan Remaja. Bahkan Rahmat Effendi menjanjikan 2 sepeda untuk juara kelompok usia dini A dan B. "Kepada panitia nanti kelompok A dan B juaranya akan saya berikan sepeda," katanya. Rahmat memberikan hadiah untuk memotivasi para peserta agar lebih giat berlatih untuk prestasi yang didambakannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menelurkan bibit-bibit baru bagi kota Bekasi sehingga dapat mempertahankan juara umum cabang olahraga bulutangkis pada porda Jawa Barat tahun 2013. Seperti diketahui pada pekan olah raga daerah (Porda) se-Jawa Barat 2010, kota Bekasi berhasil meraih 3 emas, 1 perak dan 1 mendali perunggu. Dengan banyaknya turnamen usia dini seperti yang diadakan PB. Aulia, akan ada pebulutangkis baru dengan prestasi atau dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Icuk Sugiarto dalam kesempatan tersebut meminta pada atlet muda untuk berlatih dengan baik serta mengedepankan sportifitas. "Dengan giat berlatih adik-adik akan lebih mudah meraih prestasi dan menjunjung sportifitas sebagai atlet muda," katanya. Don.

KELUARGA DAN PENDUKUNG MOCHTAR MOHAMAD INGIN BERTEMU

Issue penangkapan H. Mochtar Mohamad di Bali menyeruak diantara kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) saat mereka berkumpul membaca Surah Yasin di Pendopo Rumah Dinas Walikota Bekasi. Dikabarkan bahwa petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya berhasil menangkap Wali Kota Bekasi nonaktif, Mochtar Mohamad, Rabu (21/3), untuk dieksekusi. Mochtar ditangkap di Seminyak, Bali, sekitar pukul 11.00 waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA). Hal ini seperti disampaikan Humas KPK, Johan Budi SP., saat ditanya wartawan kebenaran penangkapan Walikota Non Aktif tersebut. "Saya sudah dapat informasi dari Direktur Penuntutan KPK, tim sudah berhasil menangkap Mochtar di Seminyak, Bali," kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK. Dari informasi, Mochtar ditangkap di sebuah Vila dengan tarif tertentu. Selanjutnya, Mochtar akan segera dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan untuk menjalani hukuman 6 tahun penjara. "Kalau tidak dibawa ke Cipinang, Jakarta, mungkin di Bandung," ujar Johan. Tim KPK memburu Mochtar sejak kemarin setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan eksekusi. Padahal kuasa hukum Mochtar Mohamad, Sirra Prayuna mengatakan pihaknya sedang koordinasi karena selembar copy salinan putusan Mahkamah Agung belum mereka miliki. Saat dikonfirmasi, Sirra menanyakan salinan putusan yang semestinya ditujukan pada panitera PN Bandung. Namun sayang sampai berita ini diturunkan janji mem-forward foto salinan putusan MA tidak kunjung diberikan oleh kader PDI-P yang sempat mem-foto salinan putusan MA. Di Lokasi Rumah Dinas Walikota Bekasi, Hiu Hindiana mewakili kuasa hukum Mochtar Mohamad memberikan keterangan resmi mewakili keluarga Mochtar Mohamad. Hiu meminta seluruh pihak menghormati hak-hak keluarga Mochtar Mohamad. "Bagaimanapun kondisinya keluarga H. Mochtar Mohamad sangat ingin bertemu pak Mochtar," katanya. Hiu dan keluarga mengetahui berita penangkapan Mochtar Mohamad dari internet beberapa saat menjelang Dzuhur. Hiu mengucapkan terima kasih pada wartawan yang sudah mau bersabar menunggu keterangan resmi karena pihak kuasa hukum sendiri sampai saat ini tidak mengetahui keberadaan Mochtar Mohamad. "Kuasa hukum sampai saat ini masih melakukan koordinasi atas panggilan yang dilayangkan KPK, oleh sebab itu kami berkepentingan mengetahui kondisi bapak karena keluarga sangat cemas," katanya. (Don).

UJIAN NASIONAL (UN) DI KOTA BEKASI KONDUSIF

Hari pertama Ujian Nasional (UN) produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bekasi berlangsung kondusif. Seperti di SMKN 3 Kota Bekasi, baik pihak sekolah maupun para siswa telah mempersiapkan dengan matang ujian yang menentukan kelulusan siswa nantinya. Seperti dilansir kepala sekolah SMKN 3 Kota Bekasi Maman Sudiaman. “UN tahun ini insyaallah saya optimis kelulusan 100 persen, karena sebelumnya persiapan yang dilakukan pihak sekolah cukup matang. Baik itu dari tryout, bimbel,”tegas Maman di sela kesibukan mengawas ujian. Seperti layaknya harapan seluruh sekolah akan kesuksesan siswanya, para siswa SMKN 3 Kota Bekasi pun belajar keras untuk mendapatkan hasil maksimal. Bahkan sebelum pengumuman UN sudah ada beberapa siswa yang diterima di sekolah negeri melalui jalur SPMB. “Meskipun SMK merupakan siswa yang dipersiapkan untuk dunia kerja, namun tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta,”imbuhnya. Baik soal maupun lembar jawaban, Maman mengaku disalurkan tepat waktu dari pusat dan terdistribusi tanpa ada kebocoran. UN produktif yang berlangsung satu hari ini, Maman menghimbau para siswa untuk tidak berhenti untuk belajar. Hal tersebut dikarenakan UN teori maupun produktif belum usai pada hari ini. Tepatnya tanggal 16 April, seluruh Siswa-siswi SMA maupun SMK mengadu nasib dari hasil belajar selama 3 tahun di sekolah menengah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih lanjut dan dunia kerja. “Semoga tidak ada pelajar yang sengaja maupun tidak sengaja melakukan hal yang merusak kerja keras belajar selama 3 tahun menimba ilmu. Diharapkan para siswa belajar dengan maksimal untuk mencapai tujuan usai lulus dari SMK,”tutup Maman.(Dhi/Don)

MESKI SUDAH ADA KESEPAKATAN DAMAI, POLISI TETAP SIAGA

Setelah sebelumnya sempat memakan korban jiwa, pertikaian antara dua belah pihak di Medan Satria akhirnya menemukan titik temu. Pertikaian yang berlangsung sejak 2004 tersebut diduga berawal dari perselisihan di warung jamu. Pemicu keributan yang terjadi antar warga Kampung Rawa Bambu dan Warga Perumahan Tityan Indah konon didominasi warga Ambon. Dari pertikaian ini menyebabkan keributan yang terjadi pada malam minggu lalu, disebuah warung Jamu Dari informasi yang dilansir Abeng, warga sekitar mengatakan, sebelum rusuh warga Ambon diduga sedang mabuk. Kemudian warga dari Perumahan Ambon rusuh diwarung jamu tersebut dan melakukan kekerasan terhadap warga Rawa Bambu dengan cara memukul dengan botol dan warga yang melihat kejadian ini mencoba melerai. Akan tetapi warga lainnya bernama Nuni dan Purnadi malah ikut menjadi korban. “Kemarahan warga sudah memuncak, maka dari itu kami member perlawanan. Sebagian warga kami juga ada yang terkena panah beracun sampai sabetan samurai. Mungkin hari ini merupakan puncak dari emosi kami,”ujar Abeng. Warga pun memblokir sebagian ruas jalan, karena khawatir warga yang datang terkena imbas. Area Kelurahan Kalibaru Kecamatan Medan Satria sangat mencekam pada saat itu. Sejumlah warung tutup dan sekolah yang berada di sekitar area tersebut diliburkan. Setelah kedua yang terluka, kubu ambon ini pergi meninggalkan warung jamu tersebut yang berada didaerah Kampung Rawa Bambu. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa kedua korban ke RS untuk mendapatkan perawatan. Karena merasa tidak terima dengan aksi itu, warga Kampung Rawa Bambu pun melakukan perlawanan hingga akhirnya bentrok sempat pecah pada malam berikutnya. Hal ini dibenarkan oleh Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Priyo Widianto,”Bener, pemicunya salah paham disebuah warung jamu,”ujarnya singkat dilokasi. Terkait kasus ini sendiri Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Priyo Widiyanto mengatakan, pihaknya telah mngerahkan ratusan personel dari seluruh unit untuk berjaga di lokasi bentrok dua kelompok yang terjadi di depan Perumahan Tytyan Indah Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, dini hari tadi. Tidak hanya pasukan dari Polresta Bekasi tapi juga Polda Metro Jaya turun tangan. Provokator sudah diketahui. "Polresta Bekasi Kota untuk mengamankan wilayah, sementara Polda mengamankan proses penyidikan," kata Kapolres dilokasi. Untuk pengamanan lokasi kejadian, Polresta Bekasi Kota menerjunkan 120 personel. Tidak hanya itu, penjagaan juga dibantu 2 kompi Brimob Polda Metro Jaya dan 2 kompi dari Kodim 0507 Bekasi. Sejauh ini sudah ada dua orang yang diidentifikasi sebagai provokator pada bentrokan Selasa dinihari. "Sudah diketahui siapa-siapa yang terlibat, tapi mereka belum kita tetapkan sebagai tersangka dan belum tahan. Nanti kita mintai keterangan dulu," kata Priyo lagi. Sejauh ini polisi sedang memeriksa empat orang saksi jika dimungkinkan mendapatkan penemuan baru terkait perselisihan tersebut Sementara menanggapi dua orang yang terluka dalam bentrok yang terjadi pihaknya masih melakukan penyelidikan,”Kami sedang menyelidiki siapa pelaku yang melakukan aksi anarkis hingga dua korban tewas,”Kata Kapolres. Keduanya kini berada di ruang jenazah RSUD Kota Bekasi. Sedangkan korban luka berat dan ringan masing-masing tiga orang. Mereka dirawat di RS Ananda Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi.(Cha/Don).

LOKASI BENTROKAN SUDAH NORMAL KEMBALI

Pasca bentrokan yang terjadi di Rawa Bambu, situasi lebih kondusif dan terkendali. Dikatakan Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi, kerja aparat dan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah dapat kembali normal. Seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat menenangkan situasi wilayah bentrokan yang memakan korban 2 orang meninggal dunia tersebut. "Situasi keamanan kembali kondusif setelah ada pernyataan sikap dilakukan," kata Rahmat Effendi (21/3). Lebih lanjut plt. Walikota Bekasi mengajak agar masyarakat secara bersama-sama menciptakan situasi keamana yang lebih baik. "Kota Bekasi merupakan wilayah perkotaan yang heterogen, mari ciptakan suasana yang jauh dari anggapan kota rentan konflik," kata pengemban tugas walikota Bekasi tersebut. Sementara itu ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Roy Achyar menyampaikan keprihatinan atas kejadian bentrok warga. Roy berharap agar masyarakat mendukung program pemerintah tentang kerukunan di kota Bekasi. Roy meminta tokoh masyarakat dan pemerintah kota Bekasi lebih intens melakukan pendekatan. "Upaya plt. Walikota dan muspida dengan datang ke gang-gang dan pemukiman sekitar lokasi bentrok harus ditindaklanjut dengan berbagai kegiatan pengakuan keberagaman di kota Bekasi," kata Roy di ruang komisi A. Ditempat yang sama Arianto Hendrata, sekretaris komisi A, menyampaikan hal yang sama. Komunikasi yang intensif menurut Arianto harus dilakukan pemerintah kota Bekasi. Gejolak, menurut Arianto, sering terjadi karena kondisi masyarakat yang heterogen tetapi individulistik sudah membudaya. "Disinilah kita berharap pada pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang baik dalam membangun masyarakat," katanya. Kegiatan yang dapat merekatkan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir benih-benih konflik. "Peran tokoh pemuda, tokoh agama, aparat hukum dan pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas lingkungan," kata Ariyanto yang juga anggota fraksi PKS. Don.

Senin, 19 Maret 2012

TENDER PROYEK GEDUNG PEMKOT AKAN DISEGERAKAN

Kepala Dinas Bangunan dan Kebakaran (DINBANGKAR) Kota Bekasi, Ir. Syafrie Nasution, meminta doa restu masyarakat kota Bekasi untuk proses lanjuta pembangunan gedung pemkot 10 lantai dan stadion Patriot Bekasi. Gedung yang pada tahun anggaran 2011 hanya dapat dikerjakan dan menghabiskan anggaran Rp. 5 milyar dari keseluruhan Rp. 11 milyar. Keterbatasan anggaran membuat Syafrie berbicara agak rendah karena besarnya harapan masyarakat dan keterbatasan dana. "Pemkot Bekasi sudah berupaya ke pemerintah pusat, hanya kami belum tahu respon atas surat yang kami kirimkan," katanya (19/3). Syafrie menyampaikan aspektasi dinasnya pada tahun anggaran 2012 untuk pembangunan infrastruktur yang luar biasa banyak dan membutuhkan dana. Namun sayang anggaran terbatas sehingga pekerjaan proyek tidak dapat diselesaikan dalam waktu setahun atau dua tahun anggara. Dalam pekerjaan gedung 10 lantai untuk pusat pemerintahan kota Bekasi sendiri dibutuhkan anggaran Rp. 110 milyar untuk menyelesaikan. Dan tahun 2012 proyek tersebut dilanjutkan dengan biaya Rp. 18 milyar sebagai kelanjutan pekerjaan semi basement yang dilakukan tahun 2011. Pelaksanaan pelelangan proyek gedung pemkot Bekasi akan dipercepat dengan penyiapan yang matang agar tidak terulang kembali perubahan seperti tahun lalu. "Semua lelang akan dilelangkan melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) termasuk proyek lanjutan gedung 10 lantai," kata Syafrie. Sedangkan untuk stadion Patriot biaya proyek tahun 2011 sebesar Rp. 23 milyar dengan pembangunan tiang-tiang pancang stadion yang direncanakan berkapasitas 30 ribu penonton tersebut. Secara keseluruhan anggaran pembuatan stadion di jantung kota Bekasi tersebut sebesar Rp. 650 milyar dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekelilingnya. Saat ini pemerintah provinsi Jawa Barat membantu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2012 sebesar Rp. 50 milyar. "Kami terus berusaha agar proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai harapan masyarakat bersama," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DinLH) kota Bekasi tersebut. Kota Bekasi menjadi salah satu titik yang mendapatkan bantuan dari provinsi Jawa Barat untuk melengkapi infrastruktur stadion daerah-daerah strategis di Jawa Barat. Daerah lain yang juga mendapatkan bantuan adalah Sukabumi, Cirebon dan Tasikmalaya sebagai wilayah strategis. (Don).

PENGACARA PLT WALIKOTA GERAM DITUDING SUAP HAKIM PTUN

Pengacara Plt. Walikota Bekasi, Naufal Alrasyid SH., geram atas tuduhan yang dialamatkan pada pemkot terkait issue suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam sidang gugatan Mutasi 400 lebih Guru Kota Bekasi. Dirinya akan menggugat balik apa bila para guru yang menggugat/ perkara 02, 08 serta 011 di PTUN Bandung. Naufal mempersilahkan para penggugat untuk melakukan banding terkait putusan hakim PTUN dan bukan membuat fitnah dan pencemaran nama baik. "Mungkin justeru mereka yang terbiasa dengan budaya suap, jadi jangan melempar tuduhan padahal merekalah yang bisa begitu," katanya (19/3). Ketika ditanya kenapa pengacara pemerintah kota Bekasi, baik itu bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) kota Bekasi maupun pengacara Plt. Walikota membiarkan issue itu berkembang. Secara tegas Naufal menyampaikan rasa kasihan dan tidak ingin menodai hasil putusan hakim PTUN dengan membuat persoalan baru. Dirinya menghormati keputusan banding para penggugat karena pemerintah kota Bekasi fair dalam menyikapi sikap para penggugat. "Tapi jangan membuat masalah dengan melemparkan issue suap sehingga masyarakat bingung karenanya," kata Naufal. Langkah yang diambil oleh pemkot Bekasi, kata Naufal, adalah langkah-langkah hukum yang teruji dan memenuhi rasa keadilan. "Jadi bukan issue yang dibangun, karena hal itu bisa berakibat munculnya fitnah yang tidak mendasar sama sekali," terangnya. Seperti diketahui, hakim PTUN yang terlibat menangani perkara-perkara gugatan guru atas mutasi Surat Keputusan (SK) Walikota Bekasi Nomor 820/Kep-93-BKD/XII/2011 saat ini sedang diperiksa oleh Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia. Pemeriksaan dilakukan karena adanya tudingan tindak penyuapan yang dilakukan pemkot Bekasi agar hakim memenangi perkara. Dengan demikian SK Nomor 820/Kep-93-BKD/XII/2011 setelah putusan hakim PTUN Bandung secara otomatis berlaku dan para penggugat wajib melaksanakan dan mematuhi SK tersebut. "Sebelumnya sebenarnya mereka bisa lega karena SK tidak berlaku karena adanya Putusan penundaan pemberlakuan SK," kata Naufal. Namun Naufal sama sekali tidak merespon pertanyaan terkait upaya rekonsiliasi untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. "Rekonsiliasi menurut kami saat ini adalah proses hukum, selain itu tidak ada, Apalagi mereka sudah menuduh yang tidak-tidak," katanya. (Don).

PEMKOT BEKASI HENTIKAN BANTUAN ANGGARAN PERSIPASI

Persatuan Sepakbola Bekasi (PERSIPASI) diminta Plt. Walikota, Dr. H. Rahmat Effendi, dikelola dengan baik dan benar. Oleh sebab itu Rahmat Effendi meminta Rayendra Sukarmadji untun memanggil manajemen PERSIKASI untuk membicarakan kelangsungan tim sepak bola kebanggaan Warga Bekasi tersebut. Dalam aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 ada larangan pembiayaan klub sepak bola menggunakan dana dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Dalam permen 32 jelas dilarang, maka itu harus ada badan usaha yang mengelolanya secara profesional," kata Plt. Walikota Bekasi (19/3). Manajemen PEWRSIPASI baik itu manajer ketua klub maupun pengurus Persatuan Sepak bloa Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Bekasi diminta untuk memikirkan adanya badan usaha terpisah untuk pembiayaan PERSIPASI kedepan. Hal ini mengingat aturan dan tata kelola manajemen tim profesional, menurut Rahmat Effendi, tidak bisa lagi bergantung pada APBD. Terkait bentuk badan usaha yang akan mengelola klub peringkat 5 Besar Divisi Utama PSSI tersebut, Plt. walikota menyerahkan sepenuhnya pada manajemen dan PSSI kota Bekasi. "Terserah, apakah bentuknya Koperasi atau PT. badan usaha yang mengelola PERSIPASI nantinya," tambah pejabat yang juga menjabab Sebagai ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI kota Bekasi tersebut. Tugas dari badan usaha yang mengelola PERSIPASI nantinya, menurut Plt. Walikota, untuk memayungi tim sepak bola yang pernah mendapatkan piala Fair Play pada kompetisi tahun 2010. Tentu yang paling terlihat jelas badan usaha akan mencari dan menggalang dana untuk menghidupi kesebelasan kota Patriot tersebut. Ditanya kenapa desakan agar segera ada badan usaha serta lepas tangannya pemkot Bekasi akan nasib PERSIPASI, Rahmat menanyakan pihak yang mana akan bertanggungjawab karena adanya benturan aturan. "Siapa yang akan bertanggung jawab nanti kalau Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mempertanyakan pengeluaran anggaran padahal aturan yang ada melarangnya," katanya. Ditakutkan adanya penyalahgunaan anggaran sehingga dimungkinkan tidak ada satupun pejabat yang berani menanggung resiko. "PERSIPASI merupakan tim sepak bola profesional, sehingga pengelolaannya juga harus profesional. Anggaran dari KONI kota Bekasi sendiri untuk membiayai pengcab-pengcab olah raga yang amatir," imbuh Rahmat Effendi soal dana Rp. 7 milyar di Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI). Sebelum ada aturan tersebut, PERSIPASI mendapatkan suntikan dana dari Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) maupun Pengcab PSSI Kota Bekasi. "Sekarang kalau ada donatur ya berjalan, tapi kalau tidak ada ya kolap," terang Plt. Walikota menerangkan situasi saat ini. (Don).

Minggu, 18 Maret 2012

DIAL HASAN: PEMERINTAHAN SBY TIDAK KREATIF

Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) diketahui akibat tidak kreatifnya pemerintah Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebahai kekurang kreatifan pemerintah untuk mengatasi persoalan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Demikian dikatakan kepala Departemen Minyak dan Gas Bumi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), Hj. Alwiyah "DIal" Maulidiyah Hasan atau biasa dipanggil Hj. Dial Hasan. Pemerintahan SBY dinilai tidak mampu memaksimalkan pendapatan atau masukan dari sektor perdagangan gas dan Minyak Bumi sehingga pembiayaan APBN terkendala. "Semestinya pemerintah harus me-manage secara baik, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi," katanya usai Aksi Keprihatinan di lapangan kecamatan Rawalumbu (18/3). Dampak dari issue rencana kenaikan harga BBM harga telur saat ini naik menjadi Rp. 18 ribu, belum lagi bahan pokok yang akan membuat masyarakat kesulitan dalam menjalani hidup. Hj. Dial Hasan yang juga aktif di Forum Perempuan Bekasi (FPB) melihat kaum perempuan akan paling menjadi korban dari rencana bergulirnya kebijakan kenaikan harga BBM. Oleh sebab itu Dirinya sepakat dengan Aliansi Warga Masyarakat Perumahan se Bekasi untuk menolak kenaikan harga yang digulirkan pemerintahan SBY-Boediono. "Kenapa pemerintah tidak mempelajari kembali eksport minyak yang dilakukan ke Cina, sehingga hasilnya tidak impas atau rugi," Kata Dial. Dial mengusulkan agar undang-undang (UU) Migas dihapuskan saja karena tidak ada faedahnya bagi kemaslahatan kehidupan masyarakat. Hal ini juga diutarakan perwakilan aksi yang hadir antara lain Ivan, Rahmat "Pepeng" Hidayat, H. King Vidor, Ki Slamet, Harun Al Rasyid, Ahmad "Ozy" Fauzi, Ibnu Hajar Tanjung, dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Sastra Kali Malang (SKB). Penundaan rencana kenaikan harga menurut para perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pemuda Demokrat Indonesia (PDI), Aliansi Masyarakat Rawalumbu, Garda NASDEM, Gerakan Muda Indonesia (GEMINDO), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Forum Pemuda Perumahan Se-Bekasi, dan Forum Perempuan Bekasi (FPB) menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia. Mereka semua secara tegas menolak kenaikan harga yang pasti berimplikasi pada kenaikan tarif dan ongkos yang membebani masyarakat secara langsung. Solusi kompensasi dinyatakan semua perwakilan sebagai mimpi buruk karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada akhirnya hanya transit ke konter pulsa atau hal-hal yang tidak signifikan dalam mengatasi kesulitan yang menunggu lainnya. Aliansi meminta pemerintah menata APBN tanpa harus mengorbankan kepentingan mendasar masyarakat seperti dengan menurunkan gaji pejabat tinggi, mengurangi biaya perjalanan, memangkas anggaran tidak penting dan mengurangi anggaran tidak jelas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta Presiden-Wakil Presiden. Acara konsolidasi dihibur dengan pentas musikalisasi puisi Satra Kali Malang yang menyanyikan beberapa tembang keprihatainan dan gugatan. Diantaranya Bongkar, Bermimpipun Boro-Boro, Kalau Aku Diberi Kesempatan Memimpin, Galang Rambu Anarki, Manusia Seperti Binatang dan Puisi Kembalikan Indonesia Pada ku. (Don).

ALIANSI MAHASISWA BEKASI BUAT 6 POSKO KEPRIHATINAN

Aksi penolakan tegas terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bekasi semakin diintensifkan di kampus-kampus sebagai bentuk perlawanan. Minimal ada 6 kampus yang sudah menyiapkan pos komando (posko) keprihatinan atas rencana keluarnya kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintahan Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Keenam kampus itu adalah Kampus Budi Bhakti, STIE Mulya Pratama, STIE MIKAR, STIE Bani Saleh, Universitas Bhayangkara dan Universitas 45 (UNISMA). "Setelah evaluasi di kampus UNISMA kami putuskan akan melanjutkan gerakan dan aksi, salah satunya membuat posko keprihatinan," kata Philipus Antonius perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) (18/3). Posko ini akan mengkomando banyak slum area diwilayah Bekasi dengan mengkoordinasikan masyarakat miskin kota yang ada untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan BBM. "Masyarakat miskin adalah pihak yang paling menderita atas kenaikan harga BBM, kami hanya membantu korban agar mereka sadar situasi," tambah Philipus. Aliansi Mahasiswa Bekasi juga mempertanyakan rencana kompensasi yang dikeluarkan pemerintah atas kenaikan harga BBM yang direncanakan April 2012 nanti. "BLT sama sekali tidak mendidik rakyat, ini bukti kegagalan pemerintah memahami rakyatnya yang banyak hidup dalam kubangan persoalan ekonomi mendasar," tegas Philipus. Rencananya mahasiswa akan mengkonsolidasikan masyarakat miskin untuk berpartisipasi dalam upaya menggugat pemerintah SBY dengan melakukan aksi besar ke Jakarta. Seperti diketahui tanggal 21 Maret akan ada aksi penolakan kenaikan BBM yang akan dilakukan bersama 30 ribu masa di Ibu Kota Negara, Jakarta. (Don).