Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Kamis, 29 September 2011

FIRASAT BURUK IBU PENGIDAP HIV

Tangis haru mewarnai pemakaman Muhammad Rafli Zidane, balita berusia 4,5 tahun yang menjadi korban perilaku ayahnya yang seorang pecandu narkoba. Rafli harus meregang nyawa atas penyakit mematikan virus HIV (human immunodeficiency virus) di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Ibunda Rafli, Zubaidah sudah mempunyai firasat sebelum Rafli meninggal. Dia mengalami tabrakan motor sehari sebelum Rafli meninggal. “Perasaan saya sudah enggak enak sejak kemarin, saya tabrakan motor terus jatuh kena stang motor, ternyata nyawa anak saya mau diambil,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/9/2011). Puluhan tetangga Zubaidah mengantar kepergian Rafli ke tempat terakhirnya. Pemakaman Rafli membawa makna tersendiri bagi Zubaidah, karena meninggalnya Rafli hampir bertepatan dua tahun meninggalnya ayahnya, Sugianto pada 2 Oktober 2009 akibat penyakit yang sama karena narkoba jarum suntik. "Rafli meninggal bertepatan hampir dua tahun ayahnya meninggal. Saya tidak menyangka bisa bertepatan waktunya," ujarnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok seolah acuh tak acuh dengan kabar meninggalnya Rafli. Dia pun mengaku belum memiliki rencana untuk mengunjungi rumah orangtua Rafli di Mampang, Pancoran Mas, Depok meski hanya sekadar menyampaikan rasa duka cita. “Saya belum dengar tuh, ya enggaklah, kami kan hanya mengurusi yang hidup saja, urusan itu biar diurus pihak pemakaman saja, kan ada bagian-bagiannya,” tukas Hardi. (Don).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar