Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Sabtu, 01 September 2012

PDAM TIRTAWENING AKAN GILIR DISTRIBUSI AIR

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung akan menggilir distribusi air ke ratusan pelanggan di kawasanan Jalan Nasution. Penggiliran dua hari sekali itu dilakukan karena debit salah satu sumber air menurun drastis di musim kemarau ini. "Sumber air permukaan PDAM dari Sungai Cipanjalu menurun drastis dari 20 liter/detik menjadi 2,5 liter/detik," ujar Direktur Utama PDAM Kota Bandung Pian Sopian di kantornya, Jumat (31/8/2012). Menurut Pian, akibat menurunnya debit air Sungai Cipanjalu, distribusi air ke sebagian pelanggan terpaksa digilir. "Sungai Cipanjalu melayani 2.800 pelanggan. Dalam keadaan begini, pelanggan sebelah utara Jalan Nasution digilir dua hari sekali," ujar Pian. Dikatakannya, pelanggan yang terpaksa digilir berjumlah 600 rumah dengan masa distribusi air selama 14 jam. "Jadi 14 jam untuk dua hari, makanya harus hemat air, gunakan hanya untuk kebutuhan pokok," kata Pian. Pian mengatakan, untuk mengatasi krisis air, PDAM menanggulanginya dibantu dari mata air Cisurupan sehingga total air yang dialirkan 25 liter/detik. "Untuk saat ini secara keseluruhan belum ada penurunan air baku yang diproduksi Badaksinga ataupun di Dago pakar," ujarnya. PDAM juga, kata Pian, menyiapkan armada tangki air sebanyak sebelas unit untuk melayani warga. "Tangki tidak hanya untuk pelanggan PDAM, tapi nonpelanggan yang membutuhkan suplai air tetap dilayani," ujar Pian. Selama beberapa pekan terakhir, permintaan air bersih di depot pengisian air bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung meningkat. Musim kemarau menyebabkan sumur air di rumah warga mulai kering. Warga yang meminta air bersih kebanyakan nonpelanggan PDAM. Direktur Air Bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung, Tardan Setiawan, mengatakan, PDAM hanya bisa menyediakan air bersih di depot pengisian di Jalan Surapati. "Permintaan air bersih meningkat dibanding hari biasa. Jika sebelumnya permintaan per hari paling banyak 20 tangki, saat ini bisa mencapai 30-40 tangki," ujar Tardan. Di Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiagakan dua unit mobil tangki air. Mobil itu disiagakan selama 24 jam, khusus bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih pada musim kemarau saat ini. Satu unit mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan, ada 19 kecamatan di Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan, seperti di Kecamatan Baleendah, Pacet, dan Rancaekek. Selain bantuan mobil tangki, pihaknya juga akan memasang 19 tandon yang digunakan untuk menampung air pada saat kemarau. "Saat ini kami masih menghitung kerugian akibat musim kemarau di beberapa lokasi. Angkanya sudah muncul. Kalau hitungan kasar kemarin ada sekitar Rp 11 miliar. Itu dampak dari kekeringan, seperti sawah dan air bersih. Pekan depan semoga penghitungan kerugian sudah selesai untuk diajukan ke BNPB," katanya ketika ditemui di Soreang, kemarin siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar