Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Kamis, 28 Juni 2012

PRABOWO SUBIANTO TAMPIL DI MEGAWATI INSTITUTE INGATKAN CITA-CITA BUNG KARNO

Menurut Prabowo Subianto, kendati orang tuanya berseberangan dengan Bung Karno, bahkan pernah memberontak, namun selalu mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa ayah Megawati Soekarnoputri itulah yang menyatukan bangsa Indonesia. "Kendati berbeda pandangan politik, tapi tidak boleh lupa siapa yang mendirikan bangsa. Dari kecil saya diajarkan orang tua saya bahwa Bung Karno adalah pendiri bangsa," kata Prabowo. Dia juga mengingat pesan sang ayah bahwa Bung Karno selain pendiri bangsa juga sebagai takdir sejarah. Sebab, kalau tidak ada Bung Karno, mungkin sejarah Indonesia bisa lain. "Sangat sulit dalam sejarah peradaban manusia ada negara yang berhasil dengan seperti itu. Bung Karno-lah yang memersatukan bangsa di tengah 300 tahun dijajah bangsa lain," kata Prabowo. "Jangan Bung Karno hanya jadi ikon yang kita agung-agungkan saja, tapi ajaran, filosofi dan contoh tidak kita ambil dan terapkan," ingat Prabowo. Dia juga mengingatkan, Indonesia menuju negara gagal sekarang ini karena bertentangan langsung dengan cita-cita pendiri bangsa. Apa yang dihadapi di bidang ekonomi, menurut dia, sesungguhnya sudah diwarning Bung Karno puluhan tahun lalu. "Ternyata setelah merdeka, kekayaan kita masih terus mengalir ke luar negeri. Kekayaan tidak dinikmati rakyat. Yang ditinggal hanya UMR, untungnya dibawa ke luar negeri," tegasnya. Prabowo mengungkapkan, sekarang tinggal pilih apakah mau jadi negara terhormat berdiri di atas kaki sendiri sebagaimana cita-cita Bung Karno atau mau kembali terjajah. "Bung Karno jangan jadi ikon yang dipuja-puja tapi kita sendiri pura-pura tidak tahu dan anggap itu masa lalu," katanya. #dON#. (JPNN: Sarasehan yang digelar "Megawati Institute" dalam rangka kegiatan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno yang dibuka Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Rabu 27/6, di Jakarta.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar