Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Minggu, 18 Juli 2010

KEBANGKITAN KOPERASI INDONESIA DARI BEKASI






Kebangkitan koperasi Indonesia digelorakan warga kota Bekasi dengan kegiatan peringatan Hari Koperasi bertempat di Plaza Patriot dan areal lapangan Gelanggang Olah raga (GOR) Kota Bekasi, 18/7. Sekitar 5.000 lebih anggota koperasi, pelajar dan tokoh masyarakat memulainya dengan gerak jalan massal yang dilepas walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, di depan Plaza Patriot. Didampingi Komandan Komando distrik Militer (Dandim) 0507 dan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi, Mochtar melepas gerak jalan santai yang start di Kantor walikota dan finish di GOR.

Dalam sambutannya Walikota Bekasi mengucapkan terima kasih pada seluruh anggota Koperasi dan Kementerian Koperasi dan UKM yang datang serta bersama-sama mendengungkan kebangkita Koperasi di Kota Bekasi. Dalam catatannya walikota Bekasi memberi aprisiasi tinggi keberadaan 898 Koperasi sudah eksis dalam masyarakat Kota Bekasi yang secara bertahap membenahi perekonomiannya. Saat ini di Kota Bekasi terdapat 112 ribu anggota Koperasi dengan tingkat keaktifan tinggi dan diharapkan dapat berkembang dengan rencana koperasi tingkat Rukun Warga (RW).

Walikota Bekasi menyampaikan secara terbuka bahwa keberhasilan koperasi di Kota Bekasi telah melahirkan semangat pada pemerintah Kota untuk menjadikannya sebagai awal kebangkitan Koperasi 2010 Kota Bekasi. Kekuatan modal sendiri yang dimiliki koperasi di Kota Bekasi sudah mencapai Rp. 78,2 milyar dengan volume modal usaha senilai Rp. 347,3 milyar. Kepercayaan akan kebangkitan koperasi di Kota Bekasi, kata walikota, juga ditandai dengan adanya modal perkuatan dari investasi dari luar koperasi sebesar Rp. 102,5 milyar. Sungguh keberhasilan akan pencapaian yang diyakini dapat memotivasi masyarakat untuk menumbuhkan perekonomian rakyat yang saat ini sedang lesu dan merana.

Dalam kesempatan tersebut, Mochtar mengingatkan, pokok-pokok pikiran untuk membangun koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengikis praktek-praktek renternir dimasyarakat, meningkatkan penggunaan produk-produk lokal, meningkatkan akses pembiayaan, menjadikan koperasi sebagai pekerjaan utama membangun ekonomi, kurikulum penting disekolah, memfasilitasi terbentuknya koperasi diseluruh RW yang ada dan mewujudkan koperasi sebagai laboratorium ekonomi. "Saya menghibau pada DPRD Kota Bekasi turut mendukungnya dengan persetujuan pada program penguatan penyertaan modal pada koperasi-koperasi yang yang akan dibentu." pintanya.

Kesempatan yang baik itu juga digunakan Menteri Koperasi dan UKM Dr. Syarief Hasan MM., MBA. untuk mengajak semua yang hadir, teruma kaum perempuan, untuk sama-sama membangun perekonomian nasional dengan kegiatan-kegiatan produktif bersama koperasi. Menteri menyambut baik deklarasi kebangkitan koperasi di Kota Bekasi, dengan diinstruksikan koperasi dapat berkembang di 958 RW. di Kota Bekasi. Menteri juga menyampaikan rasa salut dengan sambutan publik kota Bekasi yang antusias pada perkembangan koperasi.

Di Indonesia sendiri saat ini ada 155 ribu koperasi dan mulai berkembang mencapai angka 175 ribu sampai 201 ribu koperasi diseluruh nusantara. Revenue dari perkembangan koperasi tersebut sudah mencapai Rp. 82 trilyun dengan persentase yang membantu Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 55%. Kemampuan lain yang duitunjukkan koperasi adalah serapan tenaga kerja yang telah mencapai 97% dari yang dibutuhkan. Dengan koperasi, Syarief Hasan katakan, apa yang diharapkan lebih tepat sasaran.

51 juta tenaga kerja merupakan bagian dari koperasi Indonesia yang besar luar biasa. Menteri mengharapkan kedepan koperasi dapat menggerakkan usaha-usaha di masyarakat, mengelola keuangan dan bahkan sampai rumah tangga. "Semoga kredit usaha dapat tercapai sesuai target agar dapat mengembangkan koperasi lebih baik." imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar