Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Senin, 07 Mei 2012

TANTOWI ANWARI DIANIAYA DI LOKASI IBADAH HKBP

Aktivis sekaligus jurnalis dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Tantowi Anwari, dianiaya saat berada di tempat ibadah HKBP Filadelfia, KecamatanTambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 6 Mei 2012. Peristiwa pemukulan terhadap pria yang biasa dipinggil Thowik itu dilakukan sekelompok orang yang tidak setuju dengan ibadah yang dilakukan HKBP Filadelfia di lingkungan tempat tinggal mereka. Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeirry Sumampow, mengatakan, peristiwa pemukulan itu terjadi saat sekitar 500 orang, berkumpul di depan klinik Medika Jelalen Jaya, Bekasi, untuk mendatangi jemaat HKBP Filadelfia yang ingin beribadah. "Pada saat yang sama, massa dari Front Pembela Islam (FPI) Tambun tiba-tba menyeret paksa Thowik, " kata Jeirry Sumampow di Gedung GPI Jakarta. "Tidak itu saja, mereka juga membuat tuduhan bernada rasis kepada Thowik," katanya. Massa kemudian menyerang dan memaksa Thowik untuk membuka bajunya. Sejumlah polisi yang berada di tempat itu langsung mengevakuasi korban. Tapi pelaku penganiaya tidak tertangkap. Saor Siagian, kuasa hukum jemaat Filadelfia, memastikan akan melaporkan aksi kekesaran ini ke Polda Metro Jaya. Dan pada kesempatan sama, Thowik membenarkan bila dirinya dianiaya. "Saya dipaksa melepas kaos dan saya diseret dalam keadaan telanjang dada," ujarnya Sementara Ketua DPW FPI Bekasi Raya, Murhali Barda, membantah dengan tegas telah mengerahkan massa untuk menghadang ibadah jemaat HKBP Filadelfia. Sejauh ini, FPI baru dalam tahapan memantau aksi penolakan warga terhadap kegiatan ibadah jemaat HKBP Filadelfia. "Tidak ada FPI, semua itu murni masyarakat. Apa ada yang melihat atribut FPI di sana. Jangan dulu menuduh seperti itu, FPI belum tentu bisa langsung turun karena tidak sedikit juga masyarakat yang menerima FPI," katanya. Murhali menambahkan, FPI masih menyerahkan persoalan ini kepada pemerintah daerah Bekasi yang akan menerapkan aturan yang berlaku. "Masih ada Satpol PP, polisi. Kita tidak bisa langsung turun tangan. Dan kalau sudah ada perintah, tentu tidak akan sedikit akan turun," Terkait dengan kejadian pemukulan itu, Kepala Bagian Humas Polresta Bekasi, Ajun Komisaris Bambang Wahyudi, memastikan tidak ada pelaporan terkait kejadian itu. "Kami tidak mendengar adanya pemukulan anggota aktivis HAM oleh ormas saat berlangsungnya pengamanan Jemaat HKBP Filadelfia," kata Bambang. Bambang memperjelas, pihaknya bersama aparat gabungan lainnya tidak mendapat temuan adanya pemukulan tersebut di lapangan. Salah satu petugas dari satuan Intel Reskrim Polresta Bekasi yang berada di lokasi pengamanan juga memastikan tidak ada aksi pemukulan. Tetapi ada sekompok orang yang meminta aktivis bernama Tantowi Anwarimembuka kaos yang dikenakannya. Karena situasi yang mulai kurang kondusif dan untuk menghindari terjadinya konflik, saat itu juga, Tantowi langsung diamankan polisi ke Polsek Tambun Selatan. (*).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar