Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Rabu, 02 Mei 2012

PEPRES STRANAS PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI SEGERA DITEKEN PRESIDEN

Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) sudah masuk pada tahap finalisasi,dan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai hal ini akan diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pekan depan. ”Targetnya minggu kedua bulan Mei sudah bisa diterbitkan Perpresnya,” ujar Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, di Istana Wakil Presiden, hari ini. Stranas PPK ini untuk jangka menengah (2012-2014) dan jangka panjang (2012-2025). ”Ini menjadi induk dari berbagai macam Instruksi Presiden yang sudah terbit atau yang akan diterbitkan dalam periode tahunan untuk memantau kemajuan kita dalam upaya pencegahan dan pemeberantasan korupsi,” kata Kuntoro, usai rapat finalisasi Stranas PPK yang dipimpin oleh Wapres Presiden Boediono. Pemerintah juga akan tetap menerbitkan Perpres yang akan menjabarkan rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi secara tahunan. Setelah Perpresnya dikeluarkan, semua pemerintah kota dan pemerintah kabupaten harus mengikuti format standar pelaporan delapan kolom yang selama ini dipakai oleh lembaga pemerintah dalam melaporkan pencapaiannya ke UKP4. ”Ini tantangan yang cukup berat,” ujar Kuntoro. Menurut Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisyahbana, Perpres yang akan diterbitkan mengatur, antara lain, mekanisme pelaporan pencapaian target-target Stranas, termasuk juga persiapan pelaksanaan di berbagai instansi dan daerah. Yang baru dari Stranas ini adalah cakupannya yang menjangkau seluruh pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di Indonesia. ”Stranas ini nanti akan diperinci menjadi rencana-rencana aksi nasional dan juga rencana aksi seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Rencana aksi ini harus rampung Juni 2012," kata Armida,sambil menambahkan setelah itu akan masuk tahap sosialisasi hingga Desember 2012. Hadir pada rapat Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menkeu Agus Martowardoyo, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, Menpan -RB Azwar Abubakar, Jaksa Agung Basri Arif, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepala BPN Joyo Winoto, Wamendik Musliar Kasim, Wamenhub Bambang Susantono, Wamenkes Ali Ghufron Mukti dan Inspektur Jenderal Kemendagri Maliki Heru Santoso. (BERPOLDOTCOM). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar