Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Selasa, 06 Maret 2012

RATUSAN BIOPORI DI HUT KE-15 KOTA BEKASI

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bekasi kembali menyelenggarakan lomba pembuatan lubang biopori dalam rangka peringatan HUT ke-15 Kota Bekasi. Kali ini, pesertanya merupakan guru dan kepala sekolah dari 36 SDN yang ada di Kota Bekasi. Bertempat di halaman kompleks pemerintahan Kota Bekasi, Selasa (6/3), setiap regu yang masing-masing beranggotakan tiga orang berlomba membuat sebanyak mungkin lubang biopori dalam waktu sejam. Regu yang paling banyak membuat lubang dan rapi pengerjaannya dinobatkan sebagai juara. "Meskipun berlomba, tapi peserta jangan sampai mengabaikan kerapian lubang serta kesesuaian ukuran yang diwajibkan. Sebab jika tidak sesuai ukuran, lubangnya tidak akan berfungsi maksimal," kata Sekretaris BPLHD Kota Bekasi Riswanti. Ukuran ideal lubang ialah berdiameter 10 cm dan mencapai kedalaman satu meter. Selain menampung air kala hujan turun, hingga bisa dimanfaatkan saat musim kemarau, lubang biopori juga bisa digunakan untuk tempat pembuatan kompos. "Lubangnya tinggal ditutup dengan sampah dedaunan. Mikroba di dalam tanah akan memprosesnya secara alami. Dua atau tiga bulan kemudian kompos sudah bisa dipanen," katanya. Kegiatan yang dilakukan dengan sekolah sebagai leading sector sendiri menurut Dadang Hidayat, Kepala BPLHD) kota Bekasi, diharapkan ada pembelajaran bagis siswa-siswi dil;ingkungan sekolah dasar (SD). "Pembuatan biopori itu penting, karena air itu penting bagi masyarakat," kata mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kota Bekasi tersebut. Dari kegiatan yang diikuti seratus siswa-siswi dalam pembuatan bio-pori dihitung Dadang berhasil membuat 250 biopori. Dengan demikian secara tidak langsung akan membuat kantong-kantong cadangan air di wilayah kota Bekasi. Ada cadangan air tentunya, menurut Dadang, akan menguntungkanbagi masyarakat kota Bekasi dalam waktu jangka panjang. Dengan ada berapa ratus biopori, maka kota Bekasi akan memiliki ratusan kantong-kantong cadangan air. "Saya berharap ini menjadi gerakan masyarakat untuk membuat biopori-biopori disetiap lingkungan rumah mereka," kata Dadang. Semestinya, tambah Dadang Hidayat, kewajiban tiap-tiap rumah untuk menyediakan atau menyiapkan biopori-biopori di rumah masing-masing. "Sehingga air sebagai kebutuhan utama bagi masyarakat dapat dibuat cadangannya dengan pembuatan biopori tiap-tiap rumah," jelasnya. (Pra/Don).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar