Minggu, 01 Januari 2012
TAHUN BARU, TANGGERANG SEPI
Pergantian tahgun pukul 00.00 Waktu Indonesia Bagian Barat dini hari tadi terlihat kesemarakan diberbagai tempat di seluruh Indonesia. Hal serupa juga terlihat di Summarecon Serpong Tanggerang, Banten.
Nyala kembang api yang terbang ke angkasa terlihat sangat meriah dan luar biasa hiruk pikuk dihampir seluruh sudut jalan-jalan di Summarecon Serpong. Hampir seluruh lapisan masyarakat yang khusus datang ke Summarecon Serpong bersuka cita dengan pergantian tahun 2011 menuju 2012.
Namun disiang hari terlihat senyap tidak seperti biasanya banyak lalu-lalang kendaraan melintasi Summarecon, Jalan Borobudur dan jalan-jalan menuju Perempatan Kantor. Rintik hujan di pagi hari mungkin membuat masyarakat enggan keluar rumah.
Neri (45 th) salah satu warga Tanggerang kebingungan mencari makan siang disekitar jalan Perempatan Kantor, Tanggerang. Dirinya dihari libur mencari Mie Banyumasan yang biasanya ada di Jalan Beringin ternyata tidak buka.
Menurut Neri, menikmati kuliner biasanya dihari libur banyak yang buka. Ternyata di hari pertama tahun 2012 banyak toko makanan yang tutup, tidak berdagang. "Makan mie ayam untuk menghilangkan rasa lapar di hari pertama tahun baru.", kata ibu 4 anak yang tinggal di sekitar jalan Perumahan Umum (perum) 1 Tanggerang.
Neri akhirnya memesan beberapa mie untuk dibawa pulang dan satu mangkuk dia makan di kedai Mie beberapa ratus meter dari kantor Cabang Pembantu Bank Tabungan Negara (BTN) Perum. "Aneh, padahal semalam gelap-gelap, tapi ramai sekali. Kok siang ini sepi sekali Tanggerang.", katanya. (Don).
Sabtu, 31 Desember 2011
HISTORICAL TIME LINE 2011 NEWS JERSEY
Selama tahun 2011, News Jersey: 29.355 Riwayat penayangan sepanjang waktu. Bulan Oktober 2011 menjadi rekor tersendiri dengan 4.274 kali penayangan. Sampai laporan ini dibuat, bulan Desermber 2011 sudah terjadi 3.307 kali penayangan.
Berita "RENOVASI STADION PATRIOT BEKASI RP 400 MILYAR, yang dibuat 27 September 2011 menjadi berita yang paling disukai pembaca News Jersey. Kemudian diikuti oleh berita "WH-IRNA SIAPKAN 20 PENGACARA GUGAT PILGUB BANTEN" yang diupload tanggal 23 Oktober 2011 dan berita "TIANG PANCANG PERTAMA RENOVASI STADION BEKASI" yang rilis tanggal 14 Oktober 2011.
Rata-rata pembaca mencari atau membukanya melalui www.google.co.id sebanyak 14.211, dari www.facebook.com 2.455, www.google.com 1.791, m.facebook.com 771, domar.ru 64, pu.gg 63, images.google.com 61, www.bing.com 53, id.search.yahoo.com 40, www.blogger.com 38 dan lain-lain.
Dibuka oleh netter Indonesia 23.242, Amerika Serikat 1.331, Kanada 531, Rusia 231, Jerman 112, Malaysia 110, Korea Selatan 52, Jepang 35, Prancis 34, India 29 dll.
Aplikasi peramban yang digunakan adalah Chrome sebanyak 4.517 (16%), Opera 2.712 (9%), Internet Explorer 2.592 (9%), Mobile Safari 674 (2%), Safari 513 (1%), Flock 161 (<1%), Java 97 (<1%), Jakarta Commons-HttpClient 54 (<1%), Mobile phone 54 (<1%) dll.
Dan system operasi yang digunakan terdiri dari Windows 23.601 (88%), BlackBerry 1.419 (5%), Linux 701 (2%), Nokia 285 (1%), Macintosh 263 (<1%), Android 240 (<1%), iPhone 67 (<1%), iPad 62 (<1%), Other Unix 59 (<1%), dan Other Mobile 47 (<1%). (Don).
PLT. WALIKOTA DAN GUBERNUR JABAR DIGUGAT APINDO KOTA BEKASI
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi akan mengaji ulang rencana melayangkan gugatan pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi yang dinilai menyalahi prosedur. Sebab dari ratusan perusahaan yang berdomisili di Kota Bekasi hanya 17 perusahaan saja yang sudah menyerahkan kuasa pada Apindo untuk melayangkan gugatan tersebut.
"Sisanya masih belum jelas, apakah akan melayangkan gugatan juga atau tidak. Minimnya respons ini agak mengecewakan karena semula sepertiga dari total perusahaan yang keberatan dengan penetapan tersebut akan menggugat," kata Ketua Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi ketika dihubungi Jumat (30/12).
Purnomo menduga, perusahaan yang urung memperkarakan perihal UMK ini ke meja hukum dikarenakan khawatir akan sejumlah hal. Di antaranya, takut usaha yang dijalankannya akan terhambat secara birokratis jika menggugat pemerintah. Mungkin juga perusahaan yang khawatir akan munculnya gejolak di kalangan karyawan hingga berujung pada terhambatnya proses produksi.
Apindo saat ini belum mengambil langkah lanjutan terkait hal ini. Sebab Apindo masih membuka kesempatan pada perusahaan lain yang akan turut mengajukan gugatan. Batas akhir keikutsertaan ialah Jumat (30/12). "Kami lihat dulu berapa total yang akan menggugat. Baru nanti dibicarakan langkah selanjutnya," ucapnya.
Purnomo khawatir jika gugatan tetap dilanjutkan meskipun perusahaan yang keberatan hanya sedikit, langkah Apindo nantinya dianggap hanya menyuarakan pihak minoritas. "Tapi di sisi lain, suara anggota tetap harus diperjuangkan," katanya.
Jika pada akhirnya gugatan tersebut batal dilayangkan, perusahaan anggota Apindo yang keberatan dengan penetapan UMK itu akan mengambil langkah lain untuk tetap menjalankan roda usahanya. Bisa dengan menggunakan mesin yang lebih banyak untuk menunjang proses produksi. "Dengan adanya mesin tambahan, mungkin beberapa karyawan akhirnya dirumahkan. Bukan bermaksud tak adil, tapi itu yang bisa dilakukan perusahaan supaya bisa bertahan," katanya. (Pra).
KOESWARA: BANGUNAN PASAR LIAR MENJADI TANGGUNGJAWAB BERSAMA
Dinas Tata Kota (distako) kota Bekasi tidak mau bertanggungjawab pada kasus banyaknya bangunan liar di Pasar Baru Bekasi. Hal itu dikatakan Koswara pejabat teras distako kota Bekasi saat dikonfirmsi banyaknya bangunan liar tersebut.
Namun, Koswara mengkonfirmasi, distako akan mendata keberadaan lahan tersebut, siapa pemiliknya dan bagaimana perizinannya. "Distako sebenarnya hanya melayani pengurusan izin agar pengurusannya lebih baik.", katanya kemarin (29/12).
Koeswara juga mengingatkan bahwa tanggungjawab penanganan kasus itu menjadi tanggungjawab bersama. Dirinya justru menunjuk dinas Bangunan dan Kebakaran (disbangker) sebagai Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang harus bertanggungjawab.
Seperti diketahui, keberadaan bangunan liar di pasar Baru Bekasi rawan menimbulkan konflik seperti yang sudah terjadi. Lahan yang dikelola PT. CIPTA PERDANA itu setelah diselidiki tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan.
Ketiadaan izin dan banyaknya bangunan liar di kota Bekasi sering melahirkan polemik kesemrawutan kebijakan pemerintah daerah. Dan tentu pada akhirnya pemerintah daerah dirugikan dengan keberadaannya yang liar serta menyalahi aturan.
Oleh sebab itu, menurut Koswara, akan dilakukan koordinasi antar SKPD terkait untuk penyelesaiannya. Baik distako, disbangker, Dinas Perekonomian Rakyat (dispera), dinas Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DPKAD), Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) dan para pemilik bangunan liar.
Koswara sendiri menolak persepsi adanya permainan yang dilakukan oknum diintertnal distako. Karena semua hubungan dinasnya dan keberadaan bangunan liar tersebut tidak ada kaitannya. "Justeru distako yang akan membantu proses IMBnya." terang Koswara.
Saling lempar tanggungjawab ini diketahui setelah Plt. Walikota mengetahui adanya bangunan liar di pasar Baru Bekasi. Sampai saat ini kejelasan aset pemerintah kota Bekasi masih menjadi pertanyaan besar yang tidak kunjung terselesaikan. (don).
ABUDIN H.R.: PEDAGANG PASAR SELALU KAMI BINA
Persoalan Pasar tradisional yang semakin terpinggirkan membuat Kepala Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi menyalakan optimisme pada tahun 2012 pemerintah kota Bekasi akan semakin menguatkan potensi yang dihadapi para pedagang pasar. "Hanya saja, mohon perhatian pemerintahan di wilah kerja mereka untuk lebih perhatian pada persoalan yang ada.", demikian komentar adik mantan Walikota Bekasi 2003-2008, H. Akhmad Zurfaih.
Dirinya menjelaskan betapa pemerintah kota Bekasi sejak lama mendukung potensi pedagang pasar tradisional diseluruh kota Bekasi yang makin hari makin tergerus perkembangan perkulakan besar. Menurut Abudin, persoalannya hanya kesempatan menangkap peluang untuk menjadikan pasar tradisional sebagai basis usaha rakyat.
Abudin mengatakan, pemerintah kota Bekasi pada tahun 2012 akan memberikan kembali bantuan yang besarnya Rp. 100 jutaan kepada komunitas pedagang yang ada di kota Bekasi. "Baik itu pedagang kaki lima, pedagang umum, kelompok tani maupun ikan yang ada di Kota Bekasi agar mereka kuat dan mampu.", katanya saat ditemui di pelataran dispera (30/12).
Semakin tersisihnya para pedagang di kota Bekasi berakibat mereka "terusir" dari pasar tempat mereka usaha dan harus bertransaksi di pingir jalan seperti di Pondok Gede. Political will Plt. Walikota Bekasi yang amat concern pada persoalan pegagang kecil, diharapkan Abudin, dapat menjadi kredit point bagi perkembangan usaha rakyat. (Don).
RORO YOEWATI: PNS KOTA BEKASI BUTUH PENGAYOM
Dra. Roro Yoewati, Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/12) mengatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bekasi membutuhkan pengayom. Oleh sebab itu dirinya berharap pemerintah provinsi Jawa Barat segera menetapkan pejabat Sekretaris daerah (sekda) defenitif Kota Bekasi.
Sampai saat ini memang tidak ada suri tauladan yang dapat menjadi panutan setelah sekda Kota Bekasi H. Tjandra Utama Effendi ditahan terkait kejadian Cikutra Bandung 2010. Roro menconbtohkan keseharian PNS saat ini terkesan terkotak-kotak karena ketiadaan figure pemimpin dalam birokrasi pemerintah daerah.
Dirinya berdoa agar segera ada sekda defenitif yang dapat membuang jauh aras politik praktis dalam membangun harmoni birokrasi kota Bekasi. "Saya berharap Gubernur Jawa Barat segera menetapkan Pak Rayendra Sekarmaji sebagai Sekretaris Daerah Kota Bekasi.", katanya.
Perempuan yang ditetapkan News Jersey sebagai Kota Bekasi, "Women of the Year 2011" itu mengingatkan agar PNS kota Bekasi harus kompak menghadapi problematika yang ada. "Hanya dengan soliditas PNS, kota Bekasi dapat kita bangun dengan baik sesuai visi Cerdas, Sehat dan Ihsan.", kata Pejabat penting di Kota Bekasi asli Pacitan itu. (Don).
DINAS BANGKER OPTIMIS PEKERJAAN 2011 SELESAI
Dinas Pembangunan dan Kebakaran (Bangker) Kota Bekasi optimis memenuhi harapan Plt. Walikota Bekasi, H. Rahmat Effendi. Hal itu disampaikan Ir. Safri Nasution saat ditemui di ruang kerjanya jalan H. Djuanda 100, Kota Bekasi.
Dirinya sudah mendapatkan laporan perkembangan seluruh pekerjaan yang dilakukan dinas Bangker selama tahun 2011. Safri juga melaksanakan amanat Plt. walikota Bekasi untuk lebih effektif dan effesien dalam pelaksanaan Anggaran Pembangunan dan Belkanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2011.
Hampir seluruh pekerjaan dapat dituntaskan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan kontrak yang dibuat kuasa anggaran dengan mitra kerja/ pengusaha. "Kami juga melakukan beberapa addendem dengan pengusaha yang belum bisa mnengerjakan karena persoalan non tekhnis.", kata orang Bekasi turunan Sumatra Utara ini.
Pekerjaan-pekerjaan yang tidak selesai, pembangunan gedung 10 lantai, akan dibayar sesuai bobot pekerjaan yang sudah dilakukan. Hal ini dapat mengacu pada progres pekerjaan yang dilakukan pengusaha sebagai mitra kerja pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Safri menyatakan, diharapkan agar tidak ada penekanan pada pengusaha yang sudah berupaya maksimal sesuai kontrak kerja. "Mereka sebenarnya ingin sekali menyesuaikan dengan kontrak kerja, namun karena kendala non tekhnis mereka dirugikan.", katanya. (Don).
Langganan:
Postingan (Atom)








