Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Rabu, 17 Agustus 2011

AIRPORT AREA FOR LABOR INDONESIA (TKI) PRONE SMUGGLING


Flow repatriation of Indonesian workers abroad are very vulnerable to the smuggling of illicit goods, including drugs. Supervision and inspection of the workers who come up to thousands of people per day are considered to be very loose at the Soekarno-Hatta Airport.

They are not even required to undergo a scan with X-rays as well as any other passenger. "This huge gap is probably already widely used by international drug syndicates," said Head of Building Services Data Collection Departure Arrival TKI TKI National Agency for Placement and Protection of migrant workers (BNP2TKI), Adjunct Senior Commissioner Rolly Laheba, yesterday.

Rolly reveals oversight in the path of return migrants has been very lax. Since stepping off the plane, then take the luggage, waiting for the bus in the lounge, to arrive at the building BNP2TKI, the workers did not undergo an examination with a scanner.

According to Rolly, many workers who were arrested for alleged drug couriers or at least involved in the smuggling of illicit goods. One example is the arrest Yanuari Mariyanti, migrant workers from Singapore, in May.

Yanti revealed swallowed 54 capsules of heroin valued at USD 1.6 billion. Officers of the National Police Headquarters after being arrested Yanti information from Malaysian police about drug courier would entry into Indonesia.

Yanti was arrested at a hotel in Cikini, Central Jakarta, along with citizens of Ghana and lover named Tony Appiah Appiah a citizen of Indonesia. Police said at the time that Jackie brought heroin from Iran and he promised a wage of Rp 2 million.

Previously, WSD, 30 years old, male migrant worker from Malaysia, was arrested in April. He claimed the goods entrusted the form of two plastic bags and three boxes of chocolates by a stranger on a plane to leave to others who are waiting at the airport. Later it was revealed the package contained three kilograms of heroin valued at USD 3 billion.

Rolly says workers can be used to track drug smuggling at any time. The most vulnerable is when the workers go home, such as before Lebaran current, which in a day could reach more than 1,000 people. "The mafia must have been read and take advantage of this great opportunity," he said.

Lack of supervision at the airport recognized Lia and Lisdatul, migrant workers from West Java. They, each of which just returned from Saudi Arabia and Singapore, admitted to not undergo X-ray scanning. "If workers do not pass line through x-rays. Directly ngeloyor wrote, continues to ride the bus to the Building Data Collection," both said yesterday.

A spokesman for the National Narcotics Agency, Sumirat, admitted to having improved control during this homecoming. But it did not want to just focus on the track workers. "That means we do not notice the other passengers," he said separately yesterday.

Selasa, 16 Agustus 2011

METHANE GAS IN POWER PLANTS BURNING WASTE BANTAR GEBANG


Methane gas in power plants waste Bantargebang, Bekasi, West Java, on fire on Tuesday, at around 20:00 pm. Three workers who were to connect the vacuum pipe methane gas in zone 3 where the integrated waste management (TPST) suffered burns to the face and palms.

According to Director of PT Jaya Godang Parent, as manager TPST Bantargebang, Douglas Manurung, fire comes from diesel engines that use methane gas pipe heats workers who want to be connected. "Suddenly a spark and the three victims," he said yesterday.

All three victims were Deni Saputra, 27 years, Tony (36), and Samin (29). All three rushed to the Hospital Thamrin, Cullinan, Bogor Regency, and yesterday afternoon was working again.

Douglas said when the fire occurred, the officer immediately requested assistance TPST Bantargebang firefighters. Fire can be extinguished after a while.

PROVINCIAL GOVERNMENT BANTEN, 15 TEACHER ACHIEVEMENT TO SEND THE NATIONAL LEVEL


Banten Governor-Hj.Ratu Atut Chosiyah outstanding teacher took off 15 people to a national level in 2011 in Banten Governor Hall page. The plan to-15 teachers will represent Banten to follow the selection of teachers and principals at the national level began 12 to 18 August in Jakarta.

According to the Head of Education Banten-Muslim H.Ajak explain, some 15 teachers that achievement will be dispatched Juma't (12 / 8). They consist of outstanding teachers and principals from the level of kindergarten, elementary, junior high and vocational schools as many as 8 people, specially dedicated teachers as much as 3 people, tutor package C achievers 1 person (the origin of PKBM in Cilegon) as well as achievement at primary level supervisors / SMP / SMA / K 3 people.

The selection of teachers and principals at the national level will be held at Hotel Sahid Jaya Jakarta, while for the selection of vocational teachers and tutor achievement level C package implemented in the Millennium Hotel Jakarta. As for the election of the principal outstanding vocational / high school will be held at Hotel Atlet Century Park Jakarta.

Further, the 15 outstanding and dedicated teachers that have previously followed the election and selection at the level of Banten province, which was held on 13 to July 15, 2011 and then held at Shades of Bali Anyer. Selection of outstanding teachers have followed a number of 46 participants from the delegates districts / cities in Banten Province. For the category of outstanding teachers of primary school teachers are dedicated special / remote and dedicated special education teachers.

The categories for the selection of principals and supervisors perform originally followed 32 participants and principals whose election as many as 40 people were executed in stages starting from district to provincial level.

The process of selection and assessment, among others, performed by the jury, the team psikotest and scientific work of assessment teams from Bantam competent scholars. The rating I of the selection at the level of Banten province will be dispatched to the race at the national level. "Meanwhile Bantam last year received ratings of I to achieve a national watchdog on behalf Drs.Wawan Murwanto, MM" he explained.

Governor of the audience before the 15 teachers appreciate the positive achievement for the advancement of education and delivery of content as well as convey also educates the moral message that teachers bring the good name of Bantam at the national level. "I hope I will pray for the struggle and efforts of teachers can be achieved and can scent the Bantam in the national arena" he explained. (Don).

Senin, 15 Agustus 2011

JELANG HARI RAYA, PENJUALAN KUE KERING MENINGKAT


Penjualan kue kering di Kota Tangerang Selatan, Banten, mengalami peningkatan memasuki pekan ketiga bulan puasa. "Sejak akhir pekan lalu, permintaan kue kering meningkat dari biasanya," kata Yuliani (39), penjual kue kering di Pasar Ciputat, Senin (15/8).

Menurut Yuliani, saat awal puasa, penjualan kue kering relatif biasa. Dalam sehari, biasanya hanya terjual 10 toples. Namun, memasuki ketiga bulan puasa, permintaan kue kering meningkat tajam mencapai 50 persen dari hari biasanya. "Peningkatan kue kering akan lebih banyak lagi saat sepekan jelang lebaran. Saya biasanya berhasil menjual di atas 40 toples," kata warga Pisangan, Ciputat tersebut.

Yati, pedagang kue lainnya menambahkan, harga kue lebaran bervariasi mulai dari Rp18 ribu untuk setiap toples dengan ukuran 500 gram, hingga Rp. 35 ribu. "Kemasan kue lebaran harus terlihat mempesona dan bersih, selain rasa juga kualitas tetap dijaga. Hal itu untuk memikat pembeli supaya lebih tertarik," kata ibu tiga anak ini.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Dewanto mengatakan, pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat lebih teliti dalam memilih makanan kering siap saji. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi peredaran makanan tidak layak konsumsi atau kadalurasa yang kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. "Masyarakat harus jeli melihat makanan kering siap saji. Jangan tergiur dengan tampilan makanan namun belum diketahui kualitasnya," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan tetap melakukan pemantauan terhadap penjualan makanan kering di sejumlah tempat. "Petugas akan melakukan pengawasan secara intensif agar masyarakat tidak merasa kuatir terhadap makanan yang beredar," katanya.(Don).

PERSONEL GABUNGAN AMANKAN BANDARA


PT Angkasa Pura II menyiapkan 390 personel untuk mengamankan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta selama tujuh hari sebelum hingga tujuh Soekarno-Hatta selama tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Lebaran. Petugas keamanan yang dilibatkan berasal dari kepolisian (Brimob), TNI, petugas keamanan bandara, dan Satuan Polisi Pamong Praja. "Kami tempatkan mereka di berbagai titik," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S. Sunoko kemarin. Tri memperkirakan puncak arus mudik terjadi tiga hari menjelang Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 158.297 orang. Sementara itu, untuk arus balik akan terjadi empat hari setelah Lebaran dengan jumlah penumpang diprediksi mencapai 161.370 orang. (Aci/Don/FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/Koz/hp/08.)

Minggu, 14 Agustus 2011

KESIAPAN JALUR MUDIK TANGGERANG


Memasuki mingu-minggu pertengahan ramadhan 1432 hijriah, beberapa ruas jalan di wilayah kabupaten Tanggerang memasuki tahapan pelaksanaan kegiatan akhir pekerjaan. Setidaknya ada 12 jalan yang sempat terpantau sesuai sumber data pada kantor pengairan, dinas Bina Marga dan Pengairan pemkab Tanggerang, komplek pemda Kabupaten Tanggerang Tiga Raksa. Kesemuanya merupakan bagian dari lanjutan peningkatan jalan dan perbaikan jalan tahun 2011.

Sepintas apa yang disampaikan dalam papan pengumuman yang ditanda tangani KMS Darmajaya ST. MM., ketua panitia, merupakan jalan-jalan yang baru saja dilelang. diantara jalan itu adalah peningkatan jalan Sentul, Pelebaran jembatan pasar Kemis, peningkatan jalan Grafik Raya, Lanjutan peningkatan jalan Gabusan, lanjutan peningkatan jalan Dahlan Hafidz, peningkatan jalan Kp. Badak, lanjutan peningkatan jalan Kampung Teureup, peningkatan jalan Asem, lanjutan peningkatan jalan Pasir Gangsa. Saat akan dikonfirmasi kesiapan infrastruktur jalan, menurut seorang staf dinas, Dadi Juandi kepala bidang Pembangunan ada dinas luar.

Dinas Bina Marga dan pengairan Kabupaten Tanggerang dapat dikatakan lebih siap dari tahun sebelumnya. Seorang staf menyarankan agar menghubungi dinas perhubungan dan infokom untuk penjelasan cross check jalan dan titik kemacetan lalu lintas jelang hari raya.Dari pantauan, titik kemacetan pada arus mudik tahun 2011 diperkirakanakan akan terjadi di sepanjang jalan Serang Raya.

Pekerjaan jalan pada jalan utama mudik yang mungkin melayani pemudik ke daerah Sumatera ada di daerah sekitar fly over Tip Top. Pekerjaan jalan rigid dibawah fly over sudah memasuki tahapan pengerasan jalan sehingga lalu lintas agak terbatasi. Fly over yang berada pada perlintasan atau jalan Nasional itu menghubungkan Kota Tanggerang, akses tol Bitung Merak. Kemacetan terlihat di pintu masuk kawasan industri Jatake, jalan menuju Olaga food, toserba Aneka Subur dan daerah sekitar main dealer motor Wahana Honda.

Jalan-jalan alternatif selain jalan nasional, sudah dapat digunakan walau baru saja dikerjakan. Hal ini dikarenakan pekerjaan pengaspalan sudah selesai dan dapat langsung dimanfaatkan pengguna jalan. Kemacetan beberapa tempat lebih dikarenakan antrian kontainer yang keluar dan masuk kawasan industri Jatake maupun zona industri manis. terlihat pekerjalan dekat RS Anisa memperlancar arus lalulintas menuju Gapura selamat datang. (Don).

PEMKOT TANGSEL KEKURANGAN PETUGAS PEMERIKSA HEWAN


Pemkot Tangsel mengalami kekurangan petugas "check point" untuk memeriksa hewan yang masuk dari luar daerah disaat mendekati hari raya. Saat ini Tangsel hanya memiliki tiga petugas check point, yang bertugas untuk survey pasar dan pengambilan sample hewan. "Sebenarnya, Tangsel butuh dua petugas check point lagi untuk memeriksa hewan yang masuk dan melintas." Kepala Bidang Peternakan, Supartina Sri Nugraheni di Tangerang.

Beberapa kendaraan hewan tidak melintasi Cilenggang (lokasi check point) melainkan daerah lain. Dia juga menjelaskan, idealnya setiap jalan alternative memiliki petugas untuk memeriksa unggas atau hewan yang masuk dan melintasi sebuah daerah. "Banyak jalan alternative pelintasan yang dilalui oleh mobil pengangkut hewan sehingga harus ada petugas, petugas tersebut nantinya bekerja secara shift untuk memeriksa setiap mobil pengangkut hewan yang melintas," katanya.

Tak hanya itu, saat ini Tangsel hanya memiliki satu kontrol kesehatan ternak yang hanya ada di Cilenggang. Padahal semestinya memiliki lebih mengingat tidak semua lalu lintas unggas melewati Cilenggang. "Lalu lintas unggas umumnya dari Sukabumi, tasikmalaya, Bandung, hingga Ciamis. Tidak semuanya melewati Cilenggang," jelas Supartina.

Selain di cek kesehatan, unggas dari luar daerah yang melewati Tangsel seharusnya di check point atau disemprot vaksin serta diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH. "Selain itu idealnya diperiksakan secara sampling," katanya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, meminta pedagang ayam untuk mewaspadai peredaran unggas tidak sehat. "Belum lama ini, muncul kasus flu burung di Kabupaten Lebak. Maka, perlu dilakukan kewaspadaan dini bagi pedagang ayam di Kota Tangerang Selatan bila ada pasokan dari luar daerah," katanya.

Menurut Supartina, para pedagang ayam juga diharapkan dapat mengetahui mengenai unggas yang terjangkit penyakit. Dengan demikian, nantinya pedagang tidak hanya sekedar menerima pasokan unggas dari pemasok, tetapi juga dapat mengetahui kondisi yang ada. "Mereka harus dilatih memahami bagaimana cara agar unggas terbebas dari penyakit termasuk menerima unggas yang tidak sehat," katanya.