Sabtu, 11 Februari 2012
JALAN DEPAN GIANT PONDOK GEDE DIGENANGI AIR 30 CM
Jalan Jati Waringin dari arah pasar Pondok Gede terlihat agak tersendat pada pukul 20.30 WIB (11/2). Ada 2 kendaraan mogok disaat hujan turun deras sejak sore hari. Jalan sepanjang lebih dari 100 meter digenangi air setinggi 35 cm lebih.
Satu sedan dan satu angkot mogok ditengah jalan karena tak mampu bergerak di tengah genangan air 35 cm serta berjalan terlalu lambat. Banjir Besar ini tepat berada di depan pusat perbelanjaan Giant Pondok Gede.
Banyak kendaraan roda 2 memilih untuk menepikan kendaraannya karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilewati. Bukan hanya mogoknya kendaraan, tetapi memang genangan air sangat menghambat laju kendaraan dua arah tersebut.
Selain di Jalan Jati waringin kondisi serupa di jalan Pondok Gede arah Lubang Buaya tepatnya depan perumahan Pegawai Departemen Keuangan. Dua arah jalan juga lajunya terhambat akibat derasnya air yang mengalir dari arah tanjakan Pondok Gede Plaza.
Kemungkinan tidak berfungsi dengan baiknya drainase di sekitar tepian jalan depan Hypermart Bekasi. selain itu kemungkinan penuhnya Kali Sunter sekitar pintu masuk perumahan Elok mengakibatkan air menggenang di jalan. (Don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
ROSIHAN ANWAR: MEMANG POLITIS PROGRAM PEMERINTAHAN M2R
"SUARA PEREMPUAN PENENTU KEMENANGAN", HJ. DIAL HASAN KA. DEP. MINYAK DAN GAS BUMI DPP PARTAI GERINDRA
Drs. H. Rosihan Anwar, anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi, mengakui bahwa program pendidikan dan kesehatan memang politis. "Ya karena M2R dalam kampanyenya memang ingin berkepentingan mewujudkan peningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan dimasyarakat," katanya saat ditemui di DPRD Kota Bekasi (10/8).
Menurutnya tidak salah dengan apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang kini dilaksana tugaskan pada Dr. H. Rahmat Effendi, Plt. Walikota Bekasi. Semua berjalan dengan baik-baik saja dan bisa dirasakan oleh masyarakat manfaat program yang dilakukan. "Semua dilakukan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang terbaik dan kesehatan yang unggul bagi masyarakat kota Bekasi," tambahnya.
Hanya saja dalam perjalanannya ada item-item yang sudah ada dalam Rencana Jangka Panjang baik itu bangunan sekolah, fasilitas umum berupa jalan dan lainnya ada yang belum dilakukan. Lalu sudah ada mata anggaran-mata anggaran diluar dari kerangka acuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013.
Itu yang menurut Rosihan Anwar lebih relevan dalam melihat apa yang dilakukan pemerintah kota Bekasi dalam mengejawantahkan visi-misi Kota Bekasi, Bekasi Cerdas-Sehat dan Ihsan. "Kalau yang diberi tanda petik kata gratis, menurut saya itu dalam rangka realisasi visi-misi, pendekatan yang dilakukan demikian," katanya.
Menurut Rosihan, pemerintah kota Bekasi dengan programnya coba untuk melakukan dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas sehingga memberi kemudahan akses pendidikan. "Tentunya tidak hanya pendidikan gratis saja, suprastruktur pendidikan juga ditingkatkan dalam pelaksanaan program," katanya sebagai anggota Fraksi Golkar yang mendukung penuh program pemkot Bekasi.
Kalau dirasa kurang dalam pelaksanaan program kesehatan, pemerintah kota Bekasi tentu akan melakukan evaluasi dengan melihat kembali RPJMD. "Persoalan SILPA anggaran sebesar Rp. 240-250 milyar memang perlu dipikirkan," kata H. Rosihan yang masih melihat biasa-biasa saja.
Rosihan Anwar menyarankan agar pemerintah membuka kembali RPJMD untuk menginventaris kembali apa yang belum dilakukan, tidak bisa dilakukan, terhambat atau bukan prioritas. "Pemerintah kota Bekasi harus mengarus-utamakan program-program yang prioritas dalam RPJMD," tambahnya.
Sutriono S. Pd. selaku ketua DPRD kota Bekasi sementara yang mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis tidak ada perkembangan dan cenderung hanya melanjutkan kampanye pemilu kada 2008. Menurut Sutrriono tidak ada relevansinya antara gratis dengan visi Bekasi Cerdas, Sehat dan Ihsan.
Sutriono memandang apa yang dilakukan sejak tahun 2008 hingga sekarang tidak ada upaya percepatan/ akselerasi dalam pengembangan program yang dilakukan. "Selain itu diskriminasi justeru terjadi dengan tidak samanya apa yang diterima oleh sektor swasta baik pendidikan maupun kesehatan," katanya.
Dirinya melihat hal tersebut dapat membuat sekolah swasta tidak dapat mengembangkan institusinya dan terpaksa tutup. Sedangkan Rumah sakit swasta yang tidak diberi subsidi, dikatakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, tentu ada ketidakadilan terjadi dalam pelaksanaan programnya.
Gambaran bila setiap tahun Rp. 250 milyar tidak terserap digambarkan sebagai kekurang berhasilan pemerintah kota Bekasi dalam menjalankan program. "Perlu ada evaluasi menyeluruh dalam pelaksanaan pendidikan dan kesehatan gratis," menutup pembicaraan. (Don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
NUNG DARMAWAN BERJANJI AKAN PIMPIN KNPI KOTA BEKASI UNTUK BAWA PERUBAHAN
Nuryadi Darmawan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi yang baru saja terpilih dalam Musyawarah Kota (MUSKOT) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke - 4 mengatakan bahwa dalam kepemimpinannya KNPI Kota Bekasi akan melakukan perubahan peradaban. Dalam kepemimpinan saya kedepan KNPI akan melakukan perubahan peradaban dan kedaulatan pemuda dalam kontek dan konten yang jelas," katanya saat dihubung via telpon selular (11/2).
Hal itu, menurut Nung sapaan akrabnya, agar KNPI Kota Bekasi kedepan lebih kredible. "Perubahan itu sendiri tentu akan menuju ke arah perubahan yang lebih baik, konsisten dan responsif," katanya.
Menurutnya semua itu searah dengan visi dan misinya untuk menjadikan pemuda yang berani, berdikari, bermartabat dan memiliki intelektualitas. "Pemuda Kota Bekasi harus menjadi pemuda yang berani, berdikari, bermartabat dan berisi," jelas Nung.
Dalam formatur yang dipilih untuk menyusun program dan kepengurusan KNPI periode 2012-2015, terlihat ekspansi apa yang disampaikan Nung sangat jelas. Dalam formatur terdapat nama Siri Aisyah dari SriKandi Pemuda Pancasila (PP), Yudistira dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Jamal dari Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Bekasi Timur. Mari kita tunggu kabinet KNPI 2012-2015 yang akan disusun Nung dan formatur lainnya. (Don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID AL BARKAH
Pemkot Bekasi merayakan Maulid Nabi Muhamad SAW. sangat khidmat sekali di dalam Agung Masjid Al Barkah, Kota Bekasi. Dihadiri Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi beserta sekwilda kota Bekasi acara maulid Nabi terlihat cerah dan membuat hujan yang sempat mengguyur kota Bekasi sebagai berkah dari Allah S.W.T.
Dalam sambutannya Plt. Walikota Bekasi berharap seluruh aparatur masyarakat dapat mencontoh Nabi untuk dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat. "Hal itu saudah tidak bisa dilihat lagi dalam kasus di masyarakat tertentu yang sudah memiliki paham pokoknya," kata Dr. H. Rahmat Effendi (10/2).
Sedangkan Almukarom Dr. H. Mukhlis Hanafi MA., dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah manusia yang sempurna, Rasulullah adalah pribadi yang terbaik, menjunjung tinggi kehormatan dan Rahmat bagi semesta alam. " Rasulullah makhluk sempurna yang tidak perlu didoakan lagi," kata Dr. H. Mukhlis menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW.
Dalam kesempatan tersebut Dr. H. Mukhlis juga menyampaikan bahwa perbedaan dalam masyarakat saat ini telah terjadi sejak zaman Rasulullah ada, sehingga menurut beliau biasa. "Perbedaan yang ada dalam masyarakat dalam Islam dimaknai sebagai sebuah kekayaan," katanya. (Don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
Jumat, 10 Februari 2012
NURYADI DARMAWAN TERPILIH SEBAGAI KETUA KNPI KOTA BEKASI PERIODE 2012-2015
"SUARA PEREMPUAN PENENTU KEMENANGAN", HJ. DIAL HASAN KA. DEP. MINYAK DAN GAS BUMI DPP PARTAI GERINDRA
Nuryadi Darmawan terpilih dalam musyawarah kota (Muskot) ke-4 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Bekasi yang diadakan di aula Kyai Haji Noer Ali, Islamic Center. Nuryadi Darmawan mengucapkan terima kasih pada seluruh pemuda Kota Bekasi, tim pendukung serta keluarga atas dukungannya sehingga bisa terpilih dalam muskot.
Nuryadi terpilih dengan jumlah dukungan 53 suara dari 104 suara sah dalam pemilihan ketua KNPI periode 2012-2015 tahap dua. Suara Nuryadi hanya berselisih 2 suara karena Indra Hermawan Meraih 52 suara pada pemilihan yang demokratis.
Pada pemilihan pertama dengan 4 calon/kandidat, Indra unggul dengan perolehan suara sebanyak 39 suara. Perolehan tersebut unggul 1 suara dari Nuryadi yang mendapatkan 38 suara, lalu M. Furqon dengan 20 suara, Kadarisman Ruslan Siregar 3 suara dan 4 suara abstain.
Hasil ini sesuai perkiraan yang menempatkan Nuryadi sebagai calon pesaing Indra Hermawan dalam muskot ke-4 tersebut. "Terima kasih atas dukungan teman-teman pemuda Kota Bekasi yang telah memberikan dukungan pada saya," katanya (10/2).
Nuryadi dengan penuh semangat meneriakkan semangat perubahan bagi pemuda Bekasi seusai memberi sambutan kemenangannya. Walau singkat semangat dan optimisme pada masa depan pemuda kota Bekasi yang seperti sudah terbuka dengan kemenangannya.
Acara pemungutan suara pertama sendiri dimulai pada pukul 23.30 WIB, sedangkan putaran kedua dimulai pukul 01.45 WIB. Acara Muskot ke-4 KNPI kota Bekasi baru dapat diselesaikan pada pukul 03.30 WIB dihadiri Laelaty Zuria dari KNPI Jawa Barat.
Muhammad Dian, kolega Nuryadi di DPRD Kota Bekasi dari partai GERINDRA, mengucapkan selamat atas terpilihnya Nuryadi sebagai ketua KNPI Kota Bekasi. "Bagus itu untuk perkembangan kota Bekasi. Tidak selamanya penguasa menang," katanya. (Don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
GMBI TUNTUT PENUTUPAN MINI MARKET TANPA IZIN
Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Forum Warga Bekasi (FWB) melakukan unjuk rasa mendesak agar menghentikan pembangunan mini market dan waralaba yang marak terjadi di kota Bekasi. "Pemkot harus bertanggungjawab Atas maraknya pembangunan mini market dan pusat perbelanjaan modern di kota Bekasi," demikian Kata Kamto salah satu pimpinan GMBI saat berorasi (9/2).
Kamto melihat pemkot Bekasi melakukan pembiaran sehingga sektor usaha kecil di kota Bekasi terdesak dan kalah bersaing dengan swalayan yang ada. "Secara tidak langsung pemerintah kota Bekasi telah mematikan usaha Rakyat, masyarakat kota Bekasi yang memiliki aneka ragam usaha kecil," katanya.
GMBI dan FWB datang ke pemkot Bekasi dengan menggunakan puluhan kendaraan roda dengan belasan bendera besar serta satu Mobil komando beserta perlengkapan sound system. Mereka berteriak-teriak meminta pempinan pemkot Bekasi untuk menemui mereka guna penyampaian aspirasi.
Beberapa desakan yang mereka sampai adalah penutupan, penertiban dan membongkar bangunan-bangunan yang tidak memiliki izin. GMBI dan FWB juga meminta Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi untuk menangkap dan menghukum oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam mafia perizinan (MARINA).
GMBI juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi untuk segera membuat perda inisiatif tentang penataan dan pengawasan pembangunan mini market serta pasar modern. "Kami meminta aturan yang jelas tentang pembangunan mini market dan pusat perbelanjaan agar kota Bekasi tidak dibangun seenaknya," teriak Kamto saat orasi.
GMBI dan FWB selain melakukan aksi yang sama seperti di pemkot Bekasi dengan melakukan orasi di gedung DPRD kota Bekasi, jalan Chairil Anwar Nomor 112. Di DPRD kota Bekasi mereka diterima Zaiman Makmur Affan anggota Komisi A DPRD kota Bekasi yang juga pimpinan fraksi Demokrat Kota Bekasi.
Zaiman saat menemui para pengunjuk rasa mengatakan bahwa komisinya siap menerima aspirasi para pengunjuk rasa dari GMBI cabang Bekasi. "Aspirasi mereka kami terima melalui hearing di ruang rapat DPRD lantai 3," katanya.
Selain Zaiman, Haeri Parani yang juga berasal dari dari partai Demokrat serta Ariyanto Hendrata dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) juga terlihat antusias menemui para pengunjuk rasa yang dipindahkan ke ruang aspirasi DPRD kota Bekasi. "Kami Baru kali ini menerima aspirasi dari masyarakat tentang mini market," Kata Zaiman saat menerima aspirasi pengunjuk rasa.
Sedangkan Asep selaku sekretaris GMBI menampik kalau aksi mereka tentang mini market Baru kali ini. "Tanggal 15 Desember 2009 sudah pernah disampaikan aspirasi serupa tentang temuan yang dilakukan dan disampaikan pada DPRD kota Bekasi," Kata Asep.
Perwakilan pengunjuk rasa mempertanyakan kenapa sampai saat ini masih terjadi pembangunan tanpa izin yang terjadi di kota Bekasi. Tidak konsistennya pemerintah kota Bekasi terhadap persoalan perizinan sehingga perwakilan pengunjuk rasa curiga adanya permainan.
Hal tersebut dikatakan Abdul Rojak selaku ketua FWB yang mengatakan secara jelas bahwa persoalan tersebut sebenarnya menjadi persoalan Pemerintah Kota Bekasi. "Masyarakat akhirnya terkena imbas dari persoalan yang tidak dapat diselesaikan secara baik oleh pemerintah," Kata Jack panggilan akrab ketua FWB tersebut.
Sedangkan Konfirmasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GERINDRA bahwa sesuai pidato Politik Dewan Pembina Partai, Prabowo Subianto, akan menarik anggota DPRD seluruh Indonesia kalau tidak bisa menghentikan maraknya mini market. Anggota DPRD dari partai GERINDRA DPRD kota Bekasi ada 3 orang yang saat ini bergabung dengan fraksi Golkar DPRD kota Bekasi.
Maraknya pembangunan mini market dikatakan telah membunuh perekonomian Rakyat yang dibangun melalui sektor usaha kecil dan informal. "Kita akan minta Wakil Rakyat untuk ditarik atau diganti kalau mereka tidak bisa memperjuangkan hak-hak Rakyat yang dikalahkan dengan banyaknya pembangunan mini market disetiap gang seperti yang terjadi saat ini," Kata Prabowo Subianto. (don).
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
GMBI SIMBOLIS SEGEL BLU PLAZA
Seusai melakukan Hearing dengan Komisi A, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Forum Warga Bekasi (FWB) Melakukan penyegelan Blu Plaza yang juga berada di jalan Chairil Anwar. Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertulis "Gedung Ini Disegel" dan menempelkannya dipintu masuk sebagai upaya simbolis menutup bangunan tanpa izan ANDAL.
Dengan landasan surat Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) nomor 660.I/100.BPLH.AMDAL/I/2012 tertanggal 26 Januari 2012, GMBI dan FWB menyegel Plaza tempat Carefour Bekasi Tumur berada. Dalam surat tersebut menerangkan bahwa lokasi bangunan berada di daerah resapan air yang berkapasitas 75 ribu meter kubik.
Blu Plaza berada di Atas lahan seluas 2,5 hektar berada di daerah kelurahan Margahayu, kecamatan Bekasi Timur. Menurut para pengunjuk rasa mempersalahkan PT. Rekapastika Asri yang menurut surat tersebut tidak memiliki izin AMDAL.
Dalam surat tersebut jelas dinyatakan belum adanya revisi Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), RKL dan RPL PT. Rekapastika Asri. Selain itu surat Nomor 660.1/176.PLH.I/IV/2005 yang telah diberikan pada PT. Rekapastika ASri tentang kewajiban rencana pengelolaan lingkungan berupa pembuatan tendon air juga tertera.
Pengunjuk rasa yang ditemui managemen Blu Plaza yang ditemui Rozano, Lany dan Riko juga membawa surat Plt. Sekretaris Daerah sebagai legitimasi penyegelan blu Plaza. Surat tersebut pun menjelaskan bahwa rekomendasi AMDAL Atas nama PT. Rekapastika Asri tidak ada.
Dalam pertemuan tersebut diketahui Manajemen Blu Plaza akan menghadiri undangan pemerintah kota Bekasi besok (10/2). Sempat terjadi ketegangan antara perwakilan pengunjuk rasa dengan manajemen Blu Plaza tentang sikap Blu Plaza sehingga perwakilan pengunjuk rasa menanyakan apakah manajemen akan menutup sendiri atau disegel pengunjuk rasa
(Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT atas dukungan biaya komunikasi dari PDAM TIRTA BHAGASASI, PDAM TIRTA PATRIOT dan Dr. H. RAHMAT EFFENDI).
Langganan:
Postingan (Atom)






