Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Minggu, 16 September 2012

DUA RAMPOK GASAK YAMAHA VIXION DI TAMBUN

Dua orang perampok motor menembak Supanto (37) di depan rumah korban di Kampung Pekopen, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu kemarin (15/9/2012) sekitar pukul 19.30.

Kronologi kejadiannya, malam itu korban dan keluarga ada di dalam rumah. Lalu, mereka mendengar suara-suara mencurigakan dari luar rumah. Supanto pun keluar untuk mengecek. Begitu pintu rumah dibuka, ia melihat ada dua orang laki-laki tidak dikenalnya tengah mengambil motor miliknya.

Supanto pun menghalanginya. Lalu seorang pelaku menodongkan senjata api ke arahnya dan menembak. Peluru rampok itu mengenai paha kanan korban. Korban masih berupaya mengejar. Baru sejauh 10 meter, korban tersandung dan jatuh.

Pelaku kabur dengan motor korban, perampok membawa kabur motor Yamaha Vixon B 3138 FIE. Setelah itu para tetangga korban berdatangan menolong korban dengan membawanya ke sebuah rumah sakit. (Coen).

PT SINAR MAS LAND TAWARKAN WATER SPRING CLUSTER


PT. Sinar Mas Land Tbk meluncurkan cluster baru di kawasan Grand Wisata Bekasi. Cluster yang diberi nama Water Spring tersebut berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dan 240 unit rumah ada di Cluster tersebut.  "Pembangunan cluster water spring ini untuk memenuhi minat terhadap rumah tapak di kawasan Bekasi yang semakin meningkat. Di kawasan Grand Wisata sendiri, dari 3.800 rumah yang telah dibangun sekitar 70-80 persennya sudah dihuni dan sebagian besar penghuninya adalah warga kelas menengah dan menengah ke atas," kata Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra dalam siaran persnya, Minggu (16/9/2012).

Seperti cluster-cluster sebelumnya di kawasan Grand Wisata, cluster water spring mengusung gaya tropical modern. Namun demikian, desain rumah cluster water spring terasa lebih eksklusif dengan aksen kotak-kotak pada pijar dan susunan lingkaran kecil-kecil diatas jendela lantai bawah.

Tipe rumah yang ditawarkan di kawasan cluster water spring terdiri dari 124/144 sampai dengan 340/405 dengan dua pilihan rumah yaitu split level atau rumah tingkat biasa, dan juga tersedia rumah hoek (sudut). "Semua tipe rumah yang ditawarkan sama-sama memiliki 4 kamar dengan 1 kamar pembantu. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau untuk keluarga muda yaitu mulai 1,1 milliar per unit," kata Ishak.

Cluster water spring juga dilengkapi dengan club house yang memiliki kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, taman bermain anak dan jogging track. Supaya para penghuni cluster ini merasa semakin nyaman dan aman, petugas keamanan telah disiagakan 24 jam penuh.

Diterangkan Ishak, Cluster Water Springs ini akan resmi diluncurkan pada tanggal 23 September 2012 di Marketing Office Grand Wisata, Tambun Bekasi. “Jadi buat anda yang memang merasa cocok dengan kawasan timur Jakarta seperti Bekasi, segeralah berdiskusi dengan keluarga anda untuk tinggal di Grand Wisata The Natural Gateway to Excitement. Dengan reputasi pengembang seperti Sinar Mas Land, anda tak perlu khawatir untuk berinvestasi di Grand Wisata,” katanya. (Coen).

AZIB BERES, TANGGAL 10 OKTOBER PENETAPAN CALON DAN TANGGAL 12 OKTOBER PENGUNDIAN NOMOR

Tubagus Hendy Irawan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, menyampaikan bahwa seluruh pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, Jawa Barat, telah melengkapi persyaratan sebagai peserta pemilihan kepala daerah 2013. "Dua pasangan terakhir yang sudah melengkapi syarat pencalonan hari ini, (15/9) atau waktu terakhir penyerahan berkas ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi adalah Rahmat Effendi-Ahmad Saikhu (PAS) dan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib)," ujarnya (15/9).

Diterangkan Hendy, tiga pasangan yang lebih awal menyerahkan berkas persyaratan adalah Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imanudin (SM2-Anim), Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum, dan Dadang Mulyadi-Lucky Hakim. Penyerahan kekurangan yang dilakukan kemarin secara resmi kelima pasangan telah memenuhi kewajibannya untuk penyerahan berkas persyaratan. 

Lebih lanjut Hendi menyampaikan, bahwa Andi Zabidi menyerahkan berkas pencalonan berupa surat tidak aktif sebagai pimpinan DPRD (non aktif), tanggal lahir berdasarkan akta berbeda dengan tanggal lahir pada ijazah sekolah dasar (SD) yang diperbaiki. Sedangkan Awing Asmawi, telah lebih dulu melengkapi berkas pencalonan seperti yang diatur dalam ketentuan persyaratan pencalonan.

Dalam penyerahan Pasangan Rahmat Effendi, Pasangan Akhmad Syaiku tersebut menyerahkan 17 item berkas pencalonan seperti laporan kekayaan, surat tanda bukti bahwa tidak memiliki beban pajak, visi dan misi belum ada, rekening dana kampanye, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai pengusung. Pasangannya, Akhmad Syaiku, juga melengkapi 18 syarat pencalonan yang diserahkan ke KPU, dengan item yang sama dengan Rahmat Effendi.

Dengan demikian, masyarakat kota Bekasi hanya menunggu saat penetapan calon walikota dan wakil walikota yang akan dilaksanakan KPU pada 10 Oktober 2012. Pengundian nomor urut pasangan calon akan dilakukan pada tanggal 12 Oktober dengan sosialisasi gambar pasangan calon beserta nomor setelahnya untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yang akan dilaksanakan pada 16 Desember 2012. (Coen).

SIDANG PERTAMA PERKARA PORKAS TANGGAL 19 SEPTEMBER

Porkas Pardamean Harahap, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Kadistarkim) Kabupaten Bekasi, akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Bandung pada Rabu (19/9/2012) dengan dugaan korupsi proyek Depo Arsip. Jadwal persidangan perkara Porkas dan majelis hakim yang akan menangani perkaranya pun telah ditetapkan oleh pengadilan Tipikor Bandung.

Keterangan resmi yang disampaikan Panitera Muda Pengadilan Tipikor Bandung, Susilo Nandang Bagio, menyebutkan nama I Gusti Lanang sebagai ketua Majlis Hakim persidangan perkara Porkas. "Nanti yang akan jadi Ketua Majelis Hakim yaitu I Gusti Lanang. Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan dijadwalkan 19 September 2012," kata Susilo (16/9).

Berkas Porkas sendiri diterima oleh Pengadilan Tipikor Bandung berdasarkan pelimpahan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang pada Senin (10/9/2012), minggu lalu dengan No berkas 60 Pid.Sus/TPK/2012 PN Bandung. Porkas diduga telah menyelewengkan dana kegiatan pembangunan gedung Depo Arsip dalam DPA-SKPD Distarkim Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2010 dimana ia menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komutmen (PPK). (Coen).

PENCULIK BAYI NY. SYIFA MENGAKU SUSTER RSIA SITI ZACHROH TAMBUN

Diduga lalai, bayi laki-laki berusia empat hari di Tambun Bekasi diculik seseorang yang mengaku sebagai suster RS. Bayi laki-laki itu diambil dari ruang rawat ibu pasca melahirkan di ruang 10 lantai 2 RSIA SA di Tambun, Bekasi. Anak pertama korban yang belum diberi nama itu lahir pada 12 September 2012 siang di rumah sakit ibu dan anak tersebut.

Sedangkan ibu bayi, Ny Syfa Maisyatul (20), Sabtu (15/9/2012) malam, melapor ke Kepolisian Resor Kota Bekasi bahwa bayinya hilang diculik dari ruang perawatan pasca melahirkan Sabtu siang kemarin. Ny Syfa masih menggedong bayinya di ruang perawatan RSIA SA, Tambun, Bekasi.

Karena ingin buang air kecil ke toilet, bayinya lalu diserahkan dan di titipkan ke Ny Icut. Ny Syfa lalu ke toilet, dan lima menit kemudian Ny Syfa kembali ke ruangannya dengan sang bayi sudah tidak digendong Ny Icut lagi.

Ny Icut mengatakan, bayinya diambil seseorang, yang mengaku sebagai suster. Suster itu mengatakan, sang bayi akan diperiksa dokter. Ny Icut tanpa curiga menyerahkan bayi Ny Syfa kepadanya.

Ny Mariam, kerabat Ny Syfa, yang melihat seorang suster membawa bayi itu akan keluar dari rumah sakit juga sempat bertanya ke suster tersebut, dan mendapat jawaban, bayi tersebut mau diserahkan ke ibunya.

Ny Mariam lalu mencari bayi Ny Syfa ke kamar rawat bayi. Dan, ternyata sang bayi tidak ada di kamar tersebut. Orang yang mengaku-aku suster pun, tidak ditemukan dan tidak ada petugas rumah sakit yang mengenalnya.(Coen).

Sabtu, 15 September 2012

DISDIK SEGERA EVALUASI KEPSEK SMPN 1 BABELAN


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi harus segera mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan.

Demikian ditegaskan H. Muhtadi Muntaha Lc, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, terkait penahanan ijasah dan raport sejumlah siswa SMPN 1 Babelan.

Dijelaskan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), pihaknya selalu mendapat pengaduan melalui SMS telepon selullarnya dari orang tua siswa tentang penahanan ijasah dan raport miskin di SMPN 1 Babelan tersebut. “Banyak SMS dari orang tua siswa yang mengadu tentang adanya penahanan ijasah dan raport,” ungkap Muhtadi.
        
Jika begini terus, Muhtadi khawatir, siswa miskin akan berhenti sekolah. “Kalau Kepala Sekolah itu tidak dievaluasi, saya khawatir akan banyak orang miskin yang stop sekolah,” tegasnya yang juga aktivis di sejumlah organisasi.

Seperti diberitakan Koran Kota edisi 101 lalu, sejumlah siswa tidak bisa mengambil ijasah dan raport saat mencapai kelulusan. Sehingga para siswa kesulitan untuk mengikuti jenjang sekolah berikutnya (hanya diberi foto kopi ijasah dan raport).

Salah satunya dialami siswi Nur SW lulusan SMPN 1 Babelan kelas 3 11 pada tahun 2012 ini. Hingga kini ijasah dan raportnya masih ditahan pihak SMPN 1 Babelan, hanya karena belum membayar biaya Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Buku Album Kenangan Siswa yang dikeluarkan pihak sekolah.

Padahal Nur SW, tergolong pintar namun dari keluarga yang tidak mampu, bahkan ayahnya sudah meninggal dunia beberapa tahun silam. Karena dia bisa lulus seleksi dan kini menjadi siswi SMKN 1 Kota Bekasi. (bd)

KORBAN PENEMBAKAN DI JATI SARI, DIRAWAT DI RS MITRA CIBUBUR

Niat Eman (27), karyawan toko material yang nyambi menjadi polisi cepek alias Pak Ogah, melerai cek-cok malah terkapar bersimbah darah lantaran ditembak seorang pengendara sepeda motor yang saat itu terjadi cekcok mulut akibat bersenggolan dengan motor lain di depan Perumahan Dirgantara, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (13/9)  sekitar pukul 23.00 Wib.
 
Luka tembak di bagian dada kanan dengan peluru masih bersarang, membuat Eman harus mendapat perawatan di Rumah Skit (RS) Mitra Keluarga Cibubur.  Sedangkan pelaku kabur  setelah menembak dirinya.  Kini  kasus penembakan itu ditangani Polresta Bekasi Kota dan Polsek Jatiasih.
 
Eman, yang ditemui  di RS Mitra Keluarga Cibubur mengatakan,  sekitar pukul 23.00 Wib,  saat ia mengatur arus lalu lintas di Jalan Jatisari yang sedang dilakukan pengecoran jalan, tiba-tiba dua pengendara sepeda motor rebut, karena sepeda motor yang mereka tumpangi dari arah berlawanan bersenggolan. Terjadi cekcok mulut hingga saling dorong.
 
Salah satu pengendara yang didorong terjatuh. Saya datang bermaksud melerai. Tapi pengendara yang bertubuh tinggi besar malah marah,terang  Eman. Elo nggak usah ikut campur!, hardik pelaku yang ditirukan korban. Saat Eman terdiam. tiba-tiba si pengendara yang menghardik tadi mengeluarkan senjata dari dalam tas. Dorr.. sekali letusan mengenai dada kanan karyawan toko material ini.
 
Eman tersungkur mengerang kesakitan. Sementara pengendara yang menembak maupun yang bertikai tadi malah kabur. Warga berdatangan menolong korban membawanya ke RS Mitra Keluarga Cibubur, karena kondisi Eman yang lemas, banyak mengeluarkan darah akibat luka  tembak di bagian dada sebelah kanan, Eman pun harus segera di operasi, namun pihak keluarga Eman yang memang tak mampu mendapatkan kendala mengenai biaya rumah sakit.
 
Pihak rumah sakit meminta uang sebesar Rp. 14 juta untuk biaya operasi dan hingga kini belum di ketahui nasib Eman.
 
Sementara petugas Polsek Jati Asih dan Polresta Bekasi Kota yang mendapatkan laporan tentang adanya penembakan tersebut , langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) , petugas identifikasi Polresta Bekasi Kota langsung melakukan olah TKP, petugas kepolisian langsung memintai keterangan saksi-saksi.
 
Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat yang langsung datang ke TKP mengatakan , hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penembakan tersebut. Dikatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan jenis senjata yang di gunakan pelaku, karena peluru yang digunakan pelaku masih menempel di dada korban. (bd)