Minggu, 02 September 2012
LEADERSHIP KAPALA DAERAH KEDAH SAE
Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita cermati, dalam membangun PEMERINTAHAN yang baik, seorang pemimpin harus bisa melihat potensi. Kesalahan terbesar bagi seorang pemimpin adalah ketika dirinya tidak bisa melihat potensi seseorang dan menempatkannya pada tempat yang tidak semestinya.
Ketidakmampuan pemimpin dalam hal ini hanya akan membuat masyarakat atau organisasi yang di pimpinnya menjadi tidak efektif dan efisien, bahkan tidak sedikit kesalahan pemimpin dalam hal ini menimbulkan kekacauan yang membawa kepada kehancuran.
Bisa mengasah potensi seseorang, selain seorang pemimpin bisa melihat potensi pada diri seseorang, seorang pemimpin dengan caranya yang paling baik bisa mengasah potensi mereka yang berada dalam kepemimpinannya. Mengasah potensi seseorang berbeda dengan "memaksa" seseorang untuk menjadi seseorang yang tidak di inginkannya.
Menempatkan seseorang sesuai dengan potensi yang ia miliki. "Right man in the right place", adalah ungkapan yang seringkali kita dengar. Bahwa menempatkan seseorang itu harus berada pada tempat yang paling tepat bagi orang tersebut serta penugasannya.
Mengatur setiap potensi dari mereka yang di pimpinnya menjadi satu kekuatan yang kokoh. Bangunan yang baik, kokoh dan indah tentunya tidak hanya terdiri dari satu elemen, tetapi terdiri dari berbagai elemen yang ada di dalamnya.
Tentunya, penempatan dan penggunaan masing-masing elemen itulah yang sangat mempengaruhi bagaimana sebuah bangunan itu. Perumpamaan sederhana ini bisa kita gunakan untuk memahami tugas seorang pemimpin dalam menempatkan, menggunakan mereka yang berada dalam kepemimpinannya.
AWING BERUSAHA AGAR ADA PEMERATAAN PENDIDIKAN
Calon Walikota dari Partai demokrat, Awing Asmawi, meminta pada Badan Perguruan Swasta di kota Bekasi untuk memperhatikan dunia pendidikan di Kota Bekasi. "Karena selain memiliki bidang usaha pendidikan, mereka juga harus punya peran sosial dalam rangka meratakan pendidikan di Kota Bekasi," katanya.
Awing mengingatkan, sudah diatur dalam undang-undang tidak ada lagi anak yang tidak sekolah terutama anak usia sekolah 9 tahun. Dikatakannya, hukum-nya wajib anak diseluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan formal.
Anak-anak usia sekolah, ditekankannya, harus sekolah dan tidak ada anak yang tidak sekolah bukan hanya di Bekasi, tapi diseluruh Indonesia. "Minimal dia harus lulus SMP, persoalan setelah itu adalah persoalan lain," kata Awing.
Biaya pendidikan dan persoalan lainnya semua dapat diselesaikan, persoalan pendidikan dasar yang biasanya terkendala persoalan transportasi, menurut Awing, bagaimana pemerintah daerah bisa menyediakan sarana pendidikan yang lebih dekat dan terjangkau.
Awing Asmawi meminta do'a pada seluruh masyarakat kota Bekasi, agar amanat dan kepercayaan yang diberikan sebagai calon Walikota, akan menjadi motivasi hingga terpilih dalam pemilu Walikota Bekasi. "Doakan kami, saya dan Andi Zabidi, kalau kami terpilih, insya Allah kami akan memprioritaskan bagaimana pendidikan bisa merata di Kota Bekasi," katanya.
Calon Walikota partai Demokrat tersebut nantinya akan meminta dinas pendidikan meninventarisir persoalan pendidikan yang ada di Kota Bekasi. "Berapa daya tampung, berapa sekolah SD sampai SMP di Kota Bekasi, berapa lulusan SD yang tidak tertampung disekolah negeri dan harus kemana mereka, ini tentunya problem-problem yang harus dipikirkan pemimpin kota Bekasi ke depan," kata Awing dengan semangat.
Sementara itu Andi Zabidi sebagai Calon Walikota pasangan Awing, juga memohon do'a restu masyarakat Kota Bekasi. "Saya diberikan mandat dan kepercayaan dari partai Demokrat untuk mendampingi Haji Awing Asmawi, tidak ada salahnya saya mohon doa restu menjadi pemimpin kuat dan amanah, Profesional, Tidak aji mumpung, menempatkan orang yang paling cocok pada bidangnya," katanya. (Don).
RORO YOEWATI; WAKTU MALAM TAK ADA MASALAH, WALIKOTA YANG LANTIK LANGSUNG
Dra. Roro Yoewati, M.Si., kepala Bidang Administrasi Pegawai Badan Kepegawaian daerah (BKD) Kota Bekasi, mengakui bahwa kepadatan acara sehingga pelaksanaan pelantikan 30 pejabat eselon III dan IV dilingkungan pemerintah kota Bekasi dilakukan malam hari (31/8/2012). "Tidak ada masalah pelantikan dilakukan malam hari," katanya saat dikonfirmasi via telpon selular.
Walikota Bekasi Rahmat Effendi melantik sebanyak 30 pejabat eselon III dan IV di lingkungan pemerintah Kota Bekasi bertempat di Balai Patriot, Bekasi, Jumat (31/8/2012). Konfirmasi Roro Yoewati yang dimutasi diantaranya Sekretaris Dinas Kebersihan, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum dan Kabag Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda).
Ada alasan menarik yang dilontarkan Kabid Administrasi Pegawai tersebut. Bahwa salah satunya karena adanya desakan untuk pelaksanaan pemilu Walikota Bekasi, sehingga mutasi dilakukan. "KPU-kan ada pekerjaan besar, desakan untuk menyegerakan mutasi karena mereka takut nanti akan problem dalam pelaksanaan kegiatan mereka," kata Roro.
Perombakan pejabat yang diselenggarakan, menurut sumber resmi pemerintah kota Bekasi tersebut, menunjukkan bahwa saatnya Pemkot Bekasi menata dan membenahi diri. Dikatakan juga penting adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dikelola oleh pemimpin yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis dan kognitif/logika.
Harapan agar pelaksanaan tata pemerintahan yang didukung kemampuan leadership yang tinggi dan kemampuan Emotional Quotient dan Spritual Quotient yang memadai, dikatakannya, menjadi kondisi ideal yang diidamkan.Pelaksanaan serta implementasi kebijakan strategis tersebut, menurut Roro, bukan perkara yang mudah karena harus berdasarkan pertimbangan yang komprehensif.
Hal menyangkut banyak aspek terkait kompetensi PNS yang bersangkutan dan sebagainya, terang Roro, sudah dilakukan melalui prosedur yang ada. "Ya inikan semua sudah kami komunikasikan, dan tentu telah melalui sistem penilaian yang merujuk ketentuan yang berlaku, dan Walikota yang langsung melantiknya," katanya.
Sementara itu Drs. Rudi Sabarudin M. Si., menerangkan bahwa pelaksanaan pemberian Satya Lencana kepada 200 lebih pegawai dengan masa kerja 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun baru akan dilaksanakan pada selasa (4/9/2012). "Kepadatan acara sehingga waktunya dipindah ke selasa, 4 September 2012," katanya.
Seperti diketahui, pada selasa (28/8/2012), lalu sempat beberapa pejabat sudah siap di Balai Patriot untuk mengikuti prosesi penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Sebenarnya mereka sudah mendapatkan konfirmasi penundaan penyerahan, entah kenapa mereka tetap datang dengan jas resmi, ditunda karena walikota Bekasi ingin menyerahkannya langsung," kata Rudi Sabarudin. (Don).
Sabtu, 01 September 2012
AWING DAN DEWI AKAN PERJUANGKAN MAKSIMAL ASPIRASI MASYARAKAT BEKASI DI DPRD JAWA BARAT
Dewi Syarifah Sukmaningsih, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, meminta masyarakat Kota Bekasi untuk memberi masukan pada wakilnya di DPRD Jawa Barat. "Dengan menyurati Ketua DPRD Jawa Barat, itu yang paling mudah dilakukan," katanya saat menghadiri pertemuan dengan warga Rukun Warga (Rw.) 08, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, terang Dewi, bisa berkirim surat ke DPRD Jawa Barat selain mengisi form aspirasi bila daerahnya didatangi anggota DPRD yang sedang melakukan reses. "Nantinya akan dibahas oleh pimpinan DPRD dan untuk selanjutnya akan direkomendasi dengan ditindaklanjut oleh komisi sesuai arahan pimpinan DPRD," kata Dewi.
Kavling Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di Rukun Warga (08), kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur berada didaerah yang terus berkembang maju. Di wilayah Rw. 08 tersebut terlihat beberapa proyek infrastruktur jalan dan saluran masih terlihat baru selesai dikerjakan.
Namun baru selesai dikerjakan sudah ada keluhan dari warga Rw. 08 terkait kualitas pekerjaan yang dikerjakan pelaksana proyek. Dewi meminta warga menuliskan keluhannya secara tertulis agar apa yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pembangunan dapat disampaikan. Dirinya mengingatkan apa yang disampaikan nantinya dapat menjadi usul yang bermanfaat bagi pembangunan di Provinsi Jawa Barat.
Dewi yang merupakan anggota Komisi A menerangkan bahwa nantinya keluhan terkait persoalan pembangunan akan disampaikan untuk dibicarakan di Komisi D yang membidangi pembangunan. "Kalau pendidikan mungkin disampaikan ke komisi E, Pembangunan Komisi D, terkait pemerintahan bisa disampaikan pada Komisi A, saya anggota Komisi A," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Awing Asmawi juga berjanji, bersama Dewi Syarifah akan memperjuangkan masukan masyarakat sehingga apa yang dikeluhkan warga dapat teratasi segera. "Bila perlu nanti kami usulkan untuk memanggil pengusaha yang mengerjakan proyek yang dikeluhkan kepada komisi D," kata ketua fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat tersebut.
Bersama Andi Zabidi, Awing meminta do'a dan restu warga masyarakat untuk pencalonan dirinya dan Andi sebagai calon walikotA dan wakil WalikotA Bekasi. Seperti Andi Zabidi, Awing Asmawi meminta warga tidak sungkan menyampaikan aspirasinya melalui stake holder dilingkungan mereka selain melalui media reses.
Terkait persoalan pendidikan yang mendapatkan perhatian besar dari beberapa warga, salah satunya ibu Marni seorang pengajar Pendidikan Anak Usia Dini, masyarakat dapat memberi masukan melalui dirinya langsung apabila warga memiliki usulan bidang pendidikan. "Saya dengan honor daerah nantinya akan juga diberikan kepada seluruh pendidik PAUD, dan yang membidangi pendidikan kebutulan di Komisi E, kami akan memperjuangkan secara maksimal di DPRD Jawa Barat," kata Awing. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
BUPATI BEKASI APRESIASI KEBERADAAN PGRI DALAM HALAL BI HALAL DI BABELAN
Bupati Bekasi, dr. Neneng Hasanah Yasin, menghadiri acara halal bi halal yang diselenggarakan Muspika Babelan bekerjasama dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Babelan, di Gedung PGRI Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Sabtu (1/9).
Hadir pula pengurus PGRI Kabupaten Bekasi, Rukmin M.Pd, Camat Babelan H. Suhup SH, MM, Kapolsek Babelan Kompol Didik, Danramil Babelan Kapten Inf Suharto, Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Babelan, Ketua dan pengurus PGRI Kecamatan Babelan, pengurus Partai Golkar Kecamatan Babelan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kecamatan Babelan.
Bupati Bekasi dr. Neneng Hasanah Yasin dalam sambutannya mengucapkan, selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Dikatakan, pihaknya sangat apresiasi dengan terselenggaranya halal bi halal yang digelar Muspika dan PGRI Babelan tersebut. “Saya sangat apresiate dan bangga dengan halal bi halal yang dilakukan oleh PGRI Kecamatan Babelan ini. Saya tidak berfikir kalau PGRI Kecamatan lain menyelenggarakan halal bi halal seperti ini, karena belum ada yang mengundang saya,” tegasnya seraya mengatakan, mungkin PGRI Babelan yang sangat aktif dibanding PGRI yang ada di 23 kecamatan. (bd)
PDAM TIRTAWENING AKAN GILIR DISTRIBUSI AIR
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung akan menggilir distribusi air ke ratusan pelanggan di kawasanan Jalan Nasution. Penggiliran dua hari sekali itu dilakukan karena debit salah satu sumber air menurun drastis di musim kemarau ini.
"Sumber air permukaan PDAM dari Sungai Cipanjalu menurun drastis dari 20 liter/detik menjadi 2,5 liter/detik," ujar Direktur Utama PDAM Kota Bandung Pian Sopian di kantornya, Jumat (31/8/2012).
Menurut Pian, akibat menurunnya debit air Sungai Cipanjalu, distribusi air ke sebagian pelanggan terpaksa digilir. "Sungai Cipanjalu melayani 2.800 pelanggan. Dalam keadaan begini, pelanggan sebelah utara Jalan Nasution digilir dua hari sekali," ujar Pian.
Dikatakannya, pelanggan yang terpaksa digilir berjumlah 600 rumah dengan masa distribusi air selama 14 jam. "Jadi 14 jam untuk dua hari, makanya harus hemat air, gunakan hanya untuk kebutuhan pokok," kata Pian.
Pian mengatakan, untuk mengatasi krisis air, PDAM menanggulanginya dibantu dari mata air Cisurupan sehingga total air yang dialirkan 25 liter/detik. "Untuk saat ini secara keseluruhan belum ada penurunan air baku yang diproduksi Badaksinga ataupun di Dago pakar," ujarnya.
PDAM juga, kata Pian, menyiapkan armada tangki air sebanyak sebelas unit untuk melayani warga. "Tangki tidak hanya untuk pelanggan PDAM, tapi nonpelanggan yang membutuhkan suplai air tetap dilayani," ujar Pian.
Selama beberapa pekan terakhir, permintaan air bersih di depot pengisian air bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung meningkat. Musim kemarau menyebabkan sumur air di rumah warga mulai kering. Warga yang meminta air bersih kebanyakan nonpelanggan PDAM.
Direktur Air Bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung, Tardan Setiawan, mengatakan, PDAM hanya bisa menyediakan air bersih di depot pengisian di Jalan Surapati.
"Permintaan air bersih meningkat dibanding hari biasa. Jika sebelumnya permintaan per hari paling banyak 20 tangki, saat ini bisa mencapai 30-40 tangki," ujar Tardan.
Di Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiagakan dua unit mobil tangki air. Mobil itu disiagakan selama 24 jam, khusus bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih pada musim kemarau saat ini. Satu unit mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.
Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan, ada 19 kecamatan di Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan, seperti di Kecamatan Baleendah, Pacet, dan Rancaekek. Selain bantuan mobil tangki, pihaknya juga akan memasang 19 tandon yang digunakan untuk menampung air pada saat kemarau.
"Saat ini kami masih menghitung kerugian akibat musim kemarau di beberapa lokasi. Angkanya sudah muncul. Kalau hitungan kasar kemarin ada sekitar Rp 11 miliar. Itu dampak dari kekeringan, seperti sawah dan air bersih. Pekan depan semoga penghitungan kerugian sudah selesai untuk diajukan ke BNPB," katanya ketika ditemui di Soreang, kemarin siang.
Langganan:
Postingan (Atom)




