Sabtu, 21 Juli 2012
EDY ZULKIFLI MAMBO; KONTRIBUSI PKL UNTUK PAD KOTA BEKASI BESAR SEKALI JUMLAHNYA
Ikatan Pedagang Kaki Lima (IPKL) dan Angkutan Barang (AB) Kota Bekasi akan bantu anggota dengan melakukan sidak selama bulan suci ramadhan. Dikatakan oleh ketua IPKL dan AB, Edy Zulkifli Mambo selaku ketua, bahwa kondisi para pedagang saat ini masih baik-baik saja.
Hanya saja Edy Mambo berharap pemerintah mau mendengarkan keluhan para pedagang kaki 5 dan buruh angkutan Barang terkait pungutan liar dan retribusi. "Kalau dihitung satu hari Rp. 1.000 dikalikan 5.000 orang anggota IPKL sudah Rp. 5 juta satu hari, kenapa Walikota tidak mau menemui peagang kaki 5 yang kontribusinya untuk Pendapatan Asli Daerahnya besar," katanya.
Persoalan apakah masuk kedalam kas daerah, retribusi yang ditarik menurut Edy Mambo rutin dilakukan, atau hilang justru hal itu yang ingin disampaikan IPKL dan AB pada pemerintah daerah kota Bekasi. Disampaikannya, pada 1-2 tahun lalu bahkan sempat menjadi persoalan hukum yang sempat ditangani kejaksaan negeri kota Bekasi terkait devisiasi yang terjadi pada pemasukan dari retribusi.
Edy Mambo mencoba meyakinkan pemerintah daerah bahwa keberadaan kaki 5 tidak selamanya menjadi masalah, tidak selamanya menghasilkan kekotoran dan ketidak tertiban. "Kalau ditata dengan baik, PKL pasti bisa dan mau, dan kenapa dibeberapa daerah lain di Indonesia justeru keberadaan kemunitas PKL menjadi bagian dari wisata belanja dan penyumbang pendapatan yang besar bagi pemda setempat," katanya yang berharap dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan bersama pemkot dan berbagai instasi yang berhubungan. (Don).
Jumat, 20 Juli 2012
ALEX SALIM YAKIN RE DIDUKUNG PENUH KADER GOLKAR
Haji Alex Salim, adik Wakil Ketua Majelis Pimpinan Cabang/MPC Pemuda Pancasila (PP) kota Bekasi Chairul Anwar, yakin dukungan partai Golongan Karya (GOLKAR) sudah diberikan pada Rahmat Effendi atau Dr. Rahmat. "Kalau koalisinya saja sudah jelas, mau bicara apa lagi, hanya sudut pandang berbeda saja yang akhirnya terbangun opini bahwa bukan hanya Rahmat Effendi," katanya.
Menurut Alex, pada pertemuan di Toton Baho, Pekayon, RE nantinya akan didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hati Nurani Rakyat (HANURA), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). "Saya sendiri belum tahu kapan rekomendasi akan disampaikan sekretaris DPD Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kota Bekasi, tapi kalau partai lain akan dukung penuh masa kader GOLKAR-nya setengah-setengah?," katanya lagi saat ditemui gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai GOLKAR Kota Bekasi.
Acara Toton Baho (20/6/2012) sendiri, menurut Alex Salim, persiapan pentasbihan Dr. Rahmat Effendi sebagai satu-satunya yangakan didukung kader partai GOLKAR kota Bekasi. Lalu informasi surat Nomor 820/GOLKAR/VII/2012 tertanggal 17 Juli 2012, sekilas mirip surat mutasi kepsek tahun lalu, semakin membuat Alex yakin bahwa sesungguhnya GOLKAR dengan tata laksana organisasinya mencoba memberi legitimasi yang kuat pada kader yang akan didukungnya pada pemilihan umum Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi.
Argumentasi elektabilitas 47-48% yang sering dikemukakan Dr. Rahmat Effendi, menurut Alex, tentunya menjadi pertimbangan tim pilkada Pusat Partai GOLKAR, DPD Jawa Barat dan DPD Partai GOLKAR Kota Bekasi. "Di partai GOLKAR hasil survey menjadi pegangan acuan dalam merekomendasi figure atau kader yang akan didukung, mungkin itu juga dasar PPP, HANURA, PKB dan GERINDRA mendukung pak Rahmat," imbuhnya saat ditemui disekitar pemkot Bekasi (18/7).
Alex Salim mengingatkan bahwa keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Mekanisme Bakal Calon Walikota Berdasarkan Juklak 13 DPP Partai Golkar sudah dipahami kader partai. Sehingga Alex tidak berharap ada kasak-kusuk lagi. Beberapa informasi masih digadangnya figure tertentu agar bukan hanya RE yang dipertimbangkan DPP Partai GOLKAR dan adanya motif tertentu (berupa janji) agar dukungan tunggal pada Rahmat Effendi penuh, bahkan beberapa orang akan mengkajinya. (Don).
DISIDAK PAK AMIT RIYADI, HARGA DAGING MERANGKAK NAIK
Harga daging sapi dan daging ayam mulai merangkak naik. Daging sapi yang semula harganya Rp. 75 ribu naik per kilogram menjadi Rp. 80 ribu rupiah per kilogram. Sementara daging ayam naik Rp. 4 ribu, yang tadinya Rp. 18 ribu menjadi Rp. 22 ribu/ kg. Pantauan harga tersebut dilakukan di pasar baru Bekasi oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) bersama kepolisian dan perwakilan pemkot. Kamis (19/7)
Sementara harga telur malah turun, dari Rp. 20 ribu rupiah per kg menjadi Rp. 19 ribu/ kg. Permintaan terhadap telur pun tak meningkat tajam. Dari keterangan yang didapat dari salah seorang penjual telur, Eli mengatakan bahwa biasanya telornya laku 15-20 peti per hari. Dan, pada satu hari menjelang Ramadhan juga tidak banyak permintaan. "Sama saja sih, nggak ada penambahan stok karena pembelinya juga nggak meningkat. Biasanya saya jual 15-20 peti per hari sekarang juga sama sekitar itu aja. Tapi kalau harga biasanya Rp. 20 ribu per kg, skrg malah turun jadi Rp. 19 ribu per kg,"kata Ely.
Amit Riyadi, Kepala Disperindagkop mengatakan tim sidak lanjut ke mal-mal seperti di hypermart harga juga meningkat. Seperti daging sapi yang dipasar harganya Rp. 80 ribu, di hypermart harganya mencapai Rp. 90-95 ribu. Kelayakan barang dan masa berlaku makanan, dari pengecekan yang dilakukan tidak ditemukan makanan maupun bahan makanan yang sudah kadaluarsa.
Sementara di pasar baru Bekasi, ditemukan makanan kaleng yang kemasannya sudah tidak baik. "Kalau di mal, tidak ada temuan apapun, bahkan semua makanan seperti sosis, bakso, dan minuman serta makanan instan masih dalam masa berlaku. Beda dengan di pasar, tadi ada makanan kaleng yang kalengnya sudah penyok, tapi kita himbau agar tidak dijual kalau kemasannya rusak,"ujar Amit.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan hati-hati dalam membeli makanan terutama dilihat masa berlaku boleh dikonsumsinya. (TIBO).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
SEJUMLAH MAKANAN DI PASAR KOTA BEKASI MASIH BERFORMALIN
Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) bersama kesmafet (kesehatan masyarakat feteriner) menemukan sejumlah makanan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin. Makanan tersebut adalah tahu besar atau yang sering orang sebut dengan tahu Cina. Dari dua lapak yang diperiksa sampelnya dengan mencampurkan zat kimia, tahu tersebut diindasikan mengandung formalin sebagai bahan untuk mengawetkan, Kamis (19/7/2012)
Pasalnya, dalam pemeriksaannya didapati hasil pencampuran tahu dengan zat kimia yang digunakan oleh pemeriksa, tahu berubah menjadi warna ungu. Sementara tahu kecil, berwarna putih bersih. Sehingga tim sidak menyimpulkan bahwa tahu tersebut mengandung formalin. Sang penjual tahu, Wahyu menjelaskan dirinya membeli tahu dari Karawang dan pabriknya sendiri di Rengasdengklok.
Tahu Cina tersebut dijual seharga 200 per biji dan biasanya bertahan sampai 2 hari. Jika tidak habis, tahu akan dikembalikan kepada sang distributor. Di lapak lain, juga ditemukan tahu berformalin, hanya saja pabriknya berasal daru Jelambar, Jakarta Barat. "Saya nggak tahu kalau tahunya mengandung zat kimia. Untuk pembelian tahunya, saya sudah langganan ngambil di Karawang di dsitributornya, kalau pabriknya di Rengasdengklok,"kata Wahyu (19/7).
Untuk mengantisipasi peredaran tahu tersebut, pihak tim yang disampaikan oleh Nandi Surjakandi, asistem pembangunan dan kemasyarakatan pemkot Bekasi akan segera mengeluarkan surat edaran kepada para pedagang untuk tidak lagi menjual makanan yang berbahaya. Mereka akan segera dipanggil untuk memberikan keterangan terkait tahu yang mereka jual. Nandi menyanyangkan jika makanan tersebut tetap dijual dipastikan akan membahayakan kesehatan bagi konsumennya. Terlebih formalin yang digunakan kadarnya berlebihan karena setelah dicek sampel tahu berubah warna ungu tua.
Selain tahu, lanjut Nandi yang dibenarkan oleh Amit Riyadi, Kepala Disperindagkop, memeriksa kelayakan daging sapi dan daging ayam yang dijual. Dan, keduanya tidak ditemukan zat kimia berbahaya. "Keduanya masih dalam batas aman, setelah kita cek keduanya tidak terindikasi zat kimia berbahaya seperyi halnya yang terdapat dalam tahu cina tadi. Artinya masih layak konsumsi," pungkasnya. (TIBO).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Kamis, 19 Juli 2012
PEMUDA DEMOKRAT INDONESIA DAN REKAN MINTA REVISI PERDA, WALIKOTA BEKASI BERHARAP MASYARAKAT PAHAMI PPDB ONLINE
Sekitar 30 orang kader Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan unjuk rasa di depan kantor pemkot Bekasi, Jalan A. Yani nomor 1, Bekasi, menuntut dilakukannya revisi peraturan Nomor 05 tahun 2007, PERATURAN DAERAH (Perda) TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI KOTA BEKASI serta peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2005.
Hal revisi sendiri dikatakan Uca S. Budiyanto koordinator aksi seusai diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi di ruang Sekda kota Bekasi (19/7/2012). "Kita Pemuda Demokrat Indonesia Bekasi bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan bersama-sama mendorong revisi perda tersebut," katanya (19/7).
Massa aksi mendesak agar Perda segera direvisi karena takut kembali terulang penyimpangan pelaksanaan Siswa Baru (PSB) yang dilakukan melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online. "Kita berharap dengan direvisinya perda akan meminimalisir percaloaan yang terjadi selama ini dan tidak akan terjadi ditahun-tahun berikutnya," kata Uca.
Bahwa sebagai tindak lanjut dari Keputusan Walikota Bekasi tentang pendidikan kota Bekasi Tahun dipandang perlu untuk mengatur pedoman teknis agar penyimpangan tidak terjadi lagi. Seperti diketahui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menurut Uca, sudah jelas arah dan tujuannya.
Massa aksi menilai Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 05 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kota Bekasi perlu dilakukan revisi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, serta mengejar ketertinggalan. " Percaloan dapat hilang di segala aspek kehidupan, dalam rangka menyesuaikan diri dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mewujudkan visi serta misi Kota Bakasi," kata Uca lagi.
UU sistem sendiri disahkan pada tanggal 11 Juni 2003 Pemerintah telah mensahkan Undang-undang Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang baru, sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal tersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang marak sejak tahun 1998.
Sementara itu Sekda kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, yang dimintai perwakilan menemui pengunjuk rasa mengucapkan terima kasih atas masukan Pemuda Demokrat dan perwakilan mahasiswa lainnya. "Saya mengucapkan terima kasih, dan nanti akan dibicarakan dengan pejabat berwenang dan stake holder pendidikan juga DPRD kota Bekasi," katanya.
Saat dihubungi via telpon selular, Rahmat Effendi walikota Bekasi mengingatkan bahwa peraturan walikota dan dinas sebenarnya merupakan break down Perda yang dimaksud dapat digunakan untuk pengaturan secara teknis. "Saya justru melihat aspek pemahaman masyarakat terhadap PPDB online yang dibutuhkan sehingga tidak salah dalam memahami sistem pendidikan itu sendiri," katanya. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
WALIKOTA DIMINTA TIDAK ABAIKAN HAK ANAK
RM. Purwadi SH. MH., Kepala Divisi Hukum Garda Bekasi 1, menyampaikan bahwa pemkot Bekasi bertanggungjawab pada kelalaian yang diakibatkan dengan masih adanya anak-anak usia 0-17 tahun yang putus sekolah, terpaksa bekerja, dan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi. "Menurut saya dengan membaca UU nomor 23 tahun 2001 tentang hak anak pemerintah, Walikota Bekasi, sudah melanggar undang-undang," katanya saat ditemui di Balai Patriot (18/7).
GARDA Bekasi 1, dijelaskan Purwadi, akan melakukan advokasi terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi, khususnya berhubungan dengan kekerasan yang diterima anak-anak di kota Bekasi. "Coba buka UU KDRT," katanya tentang pelanggaran yang dilakukan pemerintah dengan mengabaikan masih adanya tindak kekerasan yang terjadi pada anak-anak di kota Bekasi.
Langkah GARDA Bekasi 1 kedepan akan melakukan peningkatan ssosialisasi dan mendorong pemerintah melakukan sosialisasi lebih intensif agar masyarakat dan aparatus pemerintah paham tentang hak-hak anak. "Ssosialisasi dibutuhkan agar masyarakat kita paham akan pentingnya perlindungan dan penghapusan tindakan yang salah pada anak-anak di kota Bekasi," katanya. (Don).
SURAT-SURAT SINGKAT UNTUK TANYAKAN RENCANA KERJA SAMA PASCA KUNJUNGAN DUBES SCOT MARCIEL KE BEKASI
Beberapa waktu lalu saya mencoba untuk mengkonfirmasi tindaklanjut kungjungan Duta Besare Amerika Serikan untuk Indonesia, Scot Marciel, ke Bekasi. Saya coba dengan berkirim pesan singkat ke handphone Benny Junito, Asisten politik kedutaan (local asistent).
Lalu saya bertelpon dengan yang bersangkutan yang mungkin sedang menikmati suasana malam Jakarta di lokasi hiburan di Jakarta (saya mendengar House Music cukup saat telpon). Saya diberi Nomor Indra yang menurut Benny Junito akan membantu saya tentang agenda selanjutnya pasca kunjungan kerja Dubes.
Lalu saya kirim pesan singkat lagi, dan mendapatkan jawaban, "Oh...maaf kalau begitu. kalau untuk pers/wartawan nanti bapak atase pers yang akan menjawabnya. Silakan kirimkan daftar pertanyaannya ke email: @state.gov nanti akan saya sampaikan pada bapak atase pers," balasnya dari beberapa pesan singkat yang saya terima.
Saya berharap ada tindaklanjut yang dapat dilakukan oleh pihak kedutaan seperti yang pernah mereka katakan tentang pembicaraan program dan kerjasama yang akan dilakukan untuk kota Bekasi pada khususnya dan Bekasi pada umumnya. Seperti R. A. Kartini bertulis pesan pada teman-temannya di Belanda, saya coba beri kabar terus tentang pendidikan, pembangunan, kesehatan dan berbagai hal agar mereka memiliki "mapping" sederhana yang mungkin dapat mereka perbuat bersama pemimpin-pemimpin kota Bekasi.
Mungkin bantuan untuk pesantren dan pondok yatim-piatu, mungkin dinas pendidikan dan kesehatan, mungkin pada organisasi-organisasi pemuda dan perempuan, mungkin pada Gerakan Masyareakat Bawah Indonesia dan Pemuda Pancasila, mungkin kerja sama dengan Kompos/ BCL/ SMUTs untuk meningkatkan program kota ramah lingkungan dll. (Don).
Langganan:
Postingan (Atom)





