Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Jumat, 08 Juni 2012

PELAKU PERAMPOKAN TEWAS DITEMBAK MATI DI BANTARGEBANG

Satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) tewas ditembak petugas Polsek Metro Bantar Gebang di Kampung Bantar Gebang Rt. 01/08 Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (7/6/2012) malam sekira pukul 22:30 WIB. Pelaku yang tewas bernama Muhamad Oki Saputra, 22 tahun, tewas dengan luka tembak di dada kiri. Satu pelaku lagi Jamaludin, 25 tahun, kini ditahan di Mapolsek Metro Bantar Gebang. Kedua pelaku berasal dari Dusun VI Rt. 12/13 Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Lampung Timur. Informasi dari Polsek Metro Bantar Gebang menyebutkan pada saat dua anggota Polsek Metro Bantar Gebang tengah melaksanakan observasi wilayah, petugas melihat dua orang berboncengan sepeda motor yang mencurigakan. Kedua orang tersebut selanjutnya dibuntuti dan setelah tiba di lokasi, pengendara sepeda motor dihentikan. Namun, secara tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api daugan menembakkan ke arah petugas. Tembakan pelaku tidak mengenai petugas. Karena keselamatan petugas terancam, petugas pun membalas dengan tembakan ke arah pelaku dan mengenai dada kiri salah satu pelaku bernama Muhammad Oki Saputra. Petugas juga berhasil menangkap satu pelaku lainnya. Dari pelaku, Polisi menyita barang bukti sepucuk senjata api revolver rakitan berikut 5 butir peluru, sebilah pisau, 4 buah kunci Letter T dan satu sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nopol B-6723-PQF. Jenazah pelaku yang meninggal dunia dikirim ke RSUD Bekasi untuk dilakukan visum dan satu pelaku lainnya kini tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Bantar Gebang. (pmj).

PENINGKATAN KASUS PERCERAIAN DI KOTA BEKASI, ALAMAT APA?

Perceraian sepertinya sedang mewabah di Kota Bekasi. Masyarakat mulai biasa dengan kata cerai. Hal ini tampak dari retribusi kutipan perceraian Warga Negara Indonesia (WNI) yang melampaui target. Target yang ditetapkan adalah sebesar Rp 6.337.500. Namun realisasinya pada bulan ini sudah mencapai Rp 8.677.500 "Berarti sudah mencapai 136,92 persen. Ada kelebihan dari target sebesar Rp 2.340.000," kata anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi, Haryekti Rina Wuryandari. Hal ini menindikasikan adanya peningkatan kasus perceraian di Kota Bekasi. "Jumlahnya fluktuatif. Tapi ada kecenderungan meningkat semakin tahun. Dinas ini sebetulnya hanya mencatat. Keterangan jumlah sebenarnya ada di Pengadilan Umum dan Pengadilan Agama," kata Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Mochamad Kosim. Putusan cerai dikaluarkan pengadilan agama untuk kalangan muslim, dan pengadilan negeri untuk non muslim. Menurut catatan Dinas Dukcapil sampai Kamis (7/6), ada 77 kasus perceraian yang mendapat akte. Perceraian umum sebanyak 49, sedangkan istimewa 28 kasus. Perceraian umum adalah kasus yang segera didaftarkan untuk memperoleh akte, setelah putusan cerai dikeluarkan pengadilan. Sedangkan istimewa adalah, bila kasus tidak segera didaftarkan untuk memperoleh waktu. Waktu tenggat biasanya dalam hitungan tahun. Untuk kasus perceraian umum dikenakan biaya Rp. 97.500. Total pemasukan yang diperoleh adalah Rp. 4.777.500. Sedangkan untuk kasus perceraian istimewa dikenakan biaya Rp. 195.000. Total pemasukan mencapai Rp. 5.460.000. Total keduanya mencapai Rp.10.237.500. Jumlah ini melebihi yang dilaporkan kepada DPRD beberapa waktu lalu. Tingginya kasus perceraian sesungguhnya memprihatinkan. Menurut data dari Pengadilan Kota Bekasi, jumlah perceraian sejak 2010 mengalami peningkatan. Pada 2010 tercatat ada 196 kasus perceraian. Tahun 2011 jumlah tersebut meningkat jadi 212 kasus. Untuk 2012 sampai Kamis (7/6), tercatat ada 35 kasus. "Kalau begini siapa yang bisa disalahkan? Target tercapai berarti banyak yang cerai. Rumah tangga tidak bahagia. Target yang tercapai bisa jadi indikasi, banyaknya rumah tangga yang kurang harmonis," ujar Kosim. (Leo).

ACHMAD ZULNAENI TERMOTIVASI SANG "IDOLA", SBY

Achmad Zulnaeni, diiringi oleh pendukungnya dari Forum Komunikasi Putra-Putri purnawirawan TNI (FKPPI) datang ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat untuk mendaftar sebagai calon Walikota dari Partai Demokrat. "Pak haji Achmad Zulnaeni datang diantar keluarga Besar FKPPI untuk mendaftar di Partai Demokrat kota Bekasi," kata Teten Arief salah satu pimpinan FKPPI kota Bekasi (7/6). Terlihat dari panitia penjaringan DPC partai Demokrat, Sodikin dan Zaiman Makmur Affan, menyalami seluruh pengantar H. Achmad Zulnaeni yang memenuhi pelataran DPC Demokrat. Mereka terlihat bercengkrama sesaat sebelum panitia menyerahkan formulir pendaftaran yang harus diisi bakal calon yang mendaftar untuk selanjutnya dikembalikan. Achmad Zulnaeni sendiri sampai saat ini masih menjabat sebagai ketua FKPPI kota Bekasi yang memiliki anggota lebih dari 10.000 orang. "Kami datang untuk mendukung ketua FKPPI maju dalam pemilu walikota Bekasi, pak Achmad Zulnaeni memiliki pengalaman paripurna sebagai birokrat Kota Bekasi," kata Teten. Dengan baju batik biru khas Indonesia, Achmad Zulnaeni datang menggunakan mobil Kijang Inova ditemani kader FKPPI dan beberapa orang dekatnya. Dari pihak Panitia Penjaringan sendiri terlihat Sodikin, Heri Parani, Zaiman Makmur Affan dan Ayuni Mirlina yang menyambut dengan diiringi mars Partai Demokrat. Saat diberi kesempatan berbicara oleh tim penjaringan partai Demokrat, H. Achmad Zul secara tegas menyampaikan ingin berpartisipasi dalam pemilu walikota Bekasi. "Tidak lain ingin ikut berpartisipasi dalam pemilu walikota Bekasi melalui partai Demokrat," kata direktur utama Tirta Patriot tersebut. Achmad Zul sendiri menjadi pendaftar dengan nomor urut 3 dalam pendaftaran balon walikota Partai Demokrat kota Bekasi. "Terima kasih atas penerimaan yang baik dari panitia penjaringan, Demokrat! Jaya! Demokrat! Jaya! Demokrat! Jaya! SBY! Yes! Achmad Zulnaeni! Ok!," katanya yang termotivasi seperti SBY, bersih Jujur dan Bijaksana. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

POSKO PSB ICW UNTUK COVER SISWA KESULITAN MASUK SEKOLAH

Indonesia Corruption Watch (ICW) akan membuka posko pengaduan proses penerimaan siswa baru (PSB). Posko menyediakan bantuan advokasi kepada orangtua siswa yang menghadapi kesulitan memasukkan anaknya ke sekolah dan pengaduan pungutan liar alias pungli. "Pihak sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA, selalu menjadikan penerimaan siswa baru sebagai momen menarik pungli dari orangtua," kata Anggota Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Siti Juliantari, Kamis 7 Juni 2012. Menurut Tari, pungli-pungli itu hadir dari beragam bentuk. Mulai dari uang pembangunan, penambahan atau perbaikan fasilitas sekolah, penjualan seragam serta buku-buku sekolah, dan lain-lain. Padahal, sekolah tidak boleh berdagang. "Kalau awal-awal mungkin tidak. Tapi pas anaknya sudah masuk tiga-empat minggu, baru biasanya pihak sekolah mengajak orangtua siswa rapat. Di situ baru diberitahu adanya sumbangan untuk pengadaan fasilitas, misalnya AC di ruang kelas," ujar dia. Sejak 2 Januari 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan di Tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Namun Tari melihat, peraturan itu masih berpotensi dilanggar pihak sekolah. Alasannya, Kemendikbud sampai saat ini masih kurang melakukan pengawasan-pengawasan di sekolah. "Tapi harusnya mereka terjun langsung mengawasi ke sekolah-sekolah. Karena kemungkinan peraturan-peraturan itu banyak dilanggar pihak sekolah," ujar Tari. Salah satu kasus yang terjadi di SMAN 1 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Shinta Aulia Dewi, calon murid baru yang juga juara olimpiade Biologi tiga tahun berturut-turut tingkat SMP di Kabupaten Bekasi, gagal masuk ke salah satu SMAN favorit di Bekasi itu. "Padahal total nilai tes seleksi di SMAN 1 Cikarang Utara mencapai 8,75. Salah satu guru penyeleksi juga kaget. Padahal, nilai 6 saja sudah cukup membuat calon murid diterima di sekolah ini," kata kakak Shinta, Mega Indira Puspa. Shinta bukan hanya juara Biologi, tapi juga memiliki nilai Ujian Nasional rata-rata 8,5 di setiap mata pelajarannya. Dikonfirmasi hal ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Utara, Asep Saepulloh membantah adanya tuduhan suap dalam penerimaan siswa baru. Menurut Asep, bila terbukti ada suap- menyuap, dirinya siap dilaporkan ke polisi. "Kalau ada bukti suap masuk murid baru senilai Rp. 8 juta, saya akan beri Rp. 100 juta. Saya siap dilaporkan ke penegak hukum," kata Asep saat dihubungi melalui telepon. Asep menjelaskan, proses seleksi sudah dilakukan sesuai prosedur. "Ada juga tes bilingual.". Soal prestasi calon siswa, Asep hanya menjawab, "Kami tidak menyeleksi juara olimpiade." (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

ISMAIL IBRAHIM KEMBALIKAN FORMULIR PENCALONAN, DIDUKUNG KAUM TUA PDI-P

Ismail Ibrahim mengembalikan formulir pencalonan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diantar mantan kabid Informasi dan Komunikasi (Infokom), Rikky Tambunan. Ibrahim tampak tenang saat memasuki ruang desk pilkada PDI-P di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P jalan Chairil Anwar Nomor 3, Bekasi. Ditemui Darius Dolog Saribu, Sudirman Miman dan Dedi Wahyudin selaku panitia penjaringan di partai berlambang kepala banteng moncong putih. "Ibrahim salah satu kader terbaik PDI-P yang layak didukung untuk menjadi calon yang diusung pada pemilu walikota Bekasi," kata Rikky Tambunan (7/6). Rikky berharap kader PDI-P dapat mendukung Ismail Ibrahim karena mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi tersebut sangat berpotensi. "Ismail Ibrahim punya track record yang baik, sampai saat ini calon-calon diluar PDI-P belum ada yang seperti dia," tambah Rikky. Diakui kader-kader lama PDI-P secara konsensus mendukung pencalonan Ismail Ibrahim yang dikenal tidak banyak bicara dan banyak bekerja. Sebagai mantan sekretaris DPC PDI-P kota Bekasi, Ismail Ibrahim salah satu kader yang banyak berkontribusi dalam membesarkan PDI-P kota Bekasi. Rikky yakin dengan kemampuan Ismail dengan pengalaman 2 periode di DPRD kota Bekasi yang diantaranya sempat menjadi pemimpin dewan kota Bekasi. "Melihat pengalamannya, saya yakin Ismail akan mendapatkan dukungan dalam pencalonan walikota Bekasi 2012," katanya. (DON). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Kamis, 07 Juni 2012

METLAND SIAPKAN ANGGARAN RP. 200 MILYAR BANGUN G TOWER

Rencana PT Metropolitan Land (Metland) Tbk membangun perkantoran dan apartemen M Gold Tower di Bekasi sempat beberapa kali mundur dari jadwal. Namun, pihak memastikan, pembangunan keduanya akan segera direalisasikan pada semester dua mendatang. "Gambaran kasar desainnya sudah ada," ungkap Sekretaris Perusahaan Metland Olivia Surodjo, Rabu (6/6/2012) kemarin. Sebelumnya, pembangunan M Gold Tower memang ditunda karena mengalami redesain. Sekadar informasi tambahan, Metland sudah menyiapkan investasi senilai Rp. 200 miliar untuk membangun M Gold Tower. Menempati lahan seluas 4.135 meter persegi (m2), M Gold Tower terdiri dari dua menara, masing-masing untuk perkantoran dan apartemen strata title. Luas area kantor yang bisa dijual adalah 13.434 m2, sedangkan apartemen 5.732 m2. Olivia bilang, harga jual akan dibuka mulai dari Rp. 15 juta per m2. Namun, dia belum bisa memastikan kapan pemasaran akan dimulai. Target utama perkantoran maupun apartemen M Gold Tower adalah perusahaan asing di kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan sekitarnya. "Di sana banyak pabrik, tapi belum ada kantor yang memadai," ujar Olivia. Nantinya, M Gold Tower akan berdiri di depan mal yang sedang dibangun oleh Metland, yaitu Grand Metropolitan Mall. "Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 30%," ujar Olivia. Dia menargetkan, mal ini bisa beroperasi bulan April-Mei tahun depan. Di samping M Gold Tower, di semester dua nanti Metland juga akan memulai pembangunan hotel budget @HOM di tiga kota, yaitu Cirebon, Tasikmalaya, dan Bandung. Pembangunan hotel di Cirebon dan Tasikmalaya direncanakan di kuartal tiga lantaran desainnya sudah hampir final. Sementara itu, untuk pembangunan di Bandung akan menyusul pada kuartal empat. Setiap hotel @HOM membutuhkan lahan seluas 800 m2-1.200 m2 untuk 80-100 kamar. Investasi untuk membangun masing-masing hotel berkisar antara Rp 20 milikar-Rp 25 miliar, belum termasuk tanah. (Adisti Dini Indreswari)

BAYI KEMBAR SIAM MEIFRIYANTI DIBIAYAI JAMPERSAL SELAMA DI RSUD KOTA BEKASI

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan melibatkan tim ahli dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk perawatan bayi kembar siam dalam satu tubuh. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mendapat bantuan tim ahli dari Bandung mengingat keterampilan kami masih terbatas," kata Dirut RSUD Kota Bekasi Titi Masrifahati di Bekasi, Minggu (3/6/2012). Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan tersebut lahir pada 31 Mei 2012 di Rumah Sakit Kartika Husana, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibat belum memenuhi syarat perawatan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, maka dirujuk untuk sementara ke RSUD Kota Bekasi. Bayi tersebut merupakan anak pasangan Oni (39) yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum dan Meifriyanti (28) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, warga Jalan Manggo RT 06/02, Mekarsari Timur, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Menurut Titi, pasien kembar siam dalam satu tubuh itu merupakan kasus perdana yang ditangani pihaknya, sehingga butuh penanganan yang ekstra cermat. "Kami sedang upayakan stabilisasi kondisi klinis, dan lakukan observasi organ-organ tubuh bagian dalam untuk mengetahui penyatuan organnya mana saja," katanya. Menurut dia, pembiayaan selama di RSUD akan dibebankan pada anggaran Jaminan Persalinan (Jampersal) dan sedang dibuatkan usulan agar mendapat bantuan dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kementerian Kesehatan. "Rencananya sampai besok, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dapat kami upayakan. Setelah lengkap, baru akan diputuskan langkah selanjutnya bersama-sama dengan pihak keluarga," ujarnya. Menurut dia, hingga Minggu malam, kondisi pasien masih relatif stabil. Penanganan dilakukan dengan penuh kecermatan mengingat belum diketahui pasti kelengkapan organ dalam dari pasien tersebut. Wali kota Bekasi Rahmat Effendi, mengimbau tim medis RSUD untuk memberikan pelayanan yang terbaik meski yang bersangkutan berasal dari keluarga tidak mampu. "Bayi tersebut termasuk lahir dengan berat rendah, maka perlu pananganan dan pemantauan khusus," ujarnya. (ANT).