Sabtu, 12 Mei 2012
SERIBU LIMA RATUS PEREMPUAN MAKAN GABUS PUCUNG DI BCP
Hj. Dial Hasan dan Gerakan Perempuan Penentu Kemenangannya memulai "senam" revolusionernya dengan kegiatan senam yang akan dilakukan ribuan ibu-ibu dan anak perempuan serta anggota keluarganya di Bekasi Cyber Park (BCP). Kegiatan ini sendiri, menurut Kancil salah satu anggota yang menyiapkan perangkat kegiatan di BCP (12/5), dijadikan bagian dari Kegiatan Utama yang mengambil Tema "Seribu lima ratus Perempuan Bekasi Makan Gabus Pucung" dan sekaligus pemecahan rekor MURI.
Kegiatan akan dilaksanakan pada hari minggu, 13 Mei 2012, bertempat di halaman muka Bekasi Cyber Park jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Menurut Kancil, dirinya dan teman-temannya menyediakan kursi bagi seribu lebih tamu undangan yang diharapkan akan hadir ke lokasi acara tersebut. Kegiatan bersifat massif lain yang dilakukan adalah jalan sehat 5.000 orang yang dilakukan pada kegiatan satu hari tersebut.
Informasi yang kami terima dari ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDRA) bahwa hari ini merupakan hari baik bagi DPC Partai GERINDRA Kota Bekasi untuk menyerahkan 6 nama kandidat calon kepala daerah/ wakil Kepala daerah ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GERINDRA Jawa Barat. Salah satu kandidat yang ikut konvensi partai GERINDRA DPC Kota Bekasi adalah Hj. Dial Hasan.
Ada keyakinan gerakan yang dilakukan Hj. Dial Hasan merupakan ruh dari kerja keras DPC Partai GERINDRA Kota Bekasi untuk melakukan penjaringan bakal calon melalui konvensi. "Enam nama yang akan diajukan ke DPD Jawa Barat termasuk Hj. Dial Hasan dan minus Muhammad Dian yang tidak mengembalikan berkas pencalonan," kata Tanjung.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari ide Hj. Dial Hasan bersama Forum Perempuan Bekasi (FPB) dengan gerakan Seribu Langkah Perempuan=nya. Dial Hasan digadang-gadang dapat melanjutkan trend perempuan menjadi kepala daerah di Indonesia dan sekitar Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta khususnya setelah dr. Neneng Yasin berhasil menjadi Bupati Kabupaten Bekasi. (Don).
Jumat, 11 Mei 2012
SPOT IKLAN DI KOTA BEKASI AKAN DITATA ULANG
Pemkot Bekasi untuk mencapai target pencapaian APBD Rp. 19 milyar, spot periklanan akan ditata ulang. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DP2PJU) Bekasi, Mardani. "Akan ditata ulang. Spot yang ada berikut persoalannya merupakan warisan zaman dulu," katanya, Jumat (11/5).
Saat ini penataan tersebut masih dalam proses perencanaan. Mardani mengatakan, proses itu akan selesai pada akhir pekan depan. Perencanaan tersebut akan secepatnya diimplementasikan.
Salah satu spot yang akan ditata ada di area rel stasiun Bekasi. "Perencanaan tersebut sampai detail. Misalnya ukuran baliho. Mungkin digunakan 10x5 meter, bisa juga lebih besar. Jarak antar baliho juga diatur, mungkin tiap tiga meter," kata Mardani.
Selain untuk mencapai target, penataan spot iklan juga mengatur keindahan kota. Spanduk dan baliho yang dipasang sembarangan tidak sedap dipandang. Malah bisa menutup lambang kota. Misalnya di perempatan jalan menuju tol Bekasi Barat. Di lokasi ini ada tugu lima, yang merupakan lambang kota Bekasi. Sayangnya lambang ini tertutup spanduk iklan rokok. (*).
TIGA KIOS DI CIKETING LUDES TERBAKAR
Tiga kios di Kampung Ciketing, Mustika Jaya, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, ludes terbakar, Kamis (10/5) malam.
Akibat kebakaran ini, seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.
Kios di Kampung Ciketing RT 12/RW 03 yang terbakar itu merupakan rumah makan, tambal ban, dan penjual bensin eceran.
Kobaran api dapat dipadamkan dalam dua jam oleh dua unit mobil pemadam kebakaran Kota Bekasi.
Menurut Jainal, warga Ciketing, diduga api berasal dari kios tambal sekaligus penjual bensin eceran milik Bungaran Manalu. Kios itu juga menjadi tempat tinggal keluargha Manalu.
"Kami tahu ada kebakaran saat istri pemilik tambal ban teriak minta tolong kepada warga. Api keluar dari kios tambal ban dan terdengar dua kali ledakan," tutur Jainal.
Malang, anak perempuan Bungaran, Rosliana tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di lantai atas kios. Sedangkan, Bungaran dan adik Rosliana mengalami luka bakar serius sehingga harus dirawat di RS Permata Mustika Jaya.
Kapolsek Bantar Gebang Komisaris Gunawan menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab insiden tersebut. (*).
PPDB SMAN 5 DIMULAI TANGGAL 11 MEI
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Umum/ Jalur Test di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bekasi dimulai hari Jum'at, 11 Mei 2012 sampai dengan 16 Mei 2012, pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Para Pendaftaran dan Penyerahan berkas dapat dilakukan tanggal 11 Mei - 16 Mei 2012.
Sedangkan Wawancara untuk Orang Tua dan Test Speaking untuk siswa Peserta Test PPDB dilakukan tanggal 19 Mei - 23 Mei 2012 yang dimulai Pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB. Lalu Psikotest dilakukan tanggal 24 Mei 2012 mulai Pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.
Seleksi Akademik yang terdiri dari Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Test Kemampuan Bahasa Inggris dilakukan pada tanggal 25 Mei 2012 Pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB.
Dan Pengumuman Hasil seleksi melalui web site dilakukan tanggal 06 Juni 2012 yang dilanjutkan dengan daftar ulang bagi yang diterima. (Don).
RS GLOBAL AWAL BROS BANTAH USIR PASIEN MELAHIRKAN
Dua dokter RS Global Awal Bros datang menemui walikota Bekasi untuk melaporkan kejadian meninggalnya anak Yatendra karena tidak mampu menyelesaikan kewajiban administratif. Selama 45 menit dokter yang disinyalir sebagai direktur RS Global tersebut, tidak banyak menyampaikan informasi seputar meninggalnya pasien persalinan.
Sang dokter enggan menyebutkan secara rinci kejadian persalinan anak Yatendra dikarenakan pemberitaan seputar kasus tersebut terlalu kabur. "Tidak ada apa-apa sebenarnya, hanya pemberitaan yang berlebihan yang kami sayangkan atas kejadian kemarin," kata salah satu dokter yang tampak terburu-buru (10/5).
Didapat informasi seputar anak pasangan Yatendra meninggal seusai persalinan di RS Global Awal Bros pada rabu (9/5/2012). Informasi didapat bahwa pihak RS Global Awal Bross melakukan penyanderaan terhadap anak kembar pasangan Yatendra.
Menurut sebuah sumber, akibat kejadian tersebut, anak pasangan Yatendra yang ditahan di RS Global Awal Bros meninggal dunia. Istri Yatendra sendiri terpaksa diusir dari RS karena keluarganya tidak bisa menyelesaikan biaya persalinan di RS.
Namun direktur RS Awal Bros menyampaikan bahwa pasien sendiri masih dalam perawatan rumah sakit dan tidak seperti diberitakan. RS. Global Awal Bros sendiri sampai saat ini, menurut pernyataan dr. Ali salah satu dokter, berkomitmen untuk membantu meringankan biaya pasien tidak mampu.
Biaya tersebut diselesaikan dengan komitmen 10 persen kewajiban rumah sakit pada pasien-pasien tidak mampu. "Diantaranya soal kewajiban 10 persen tersebut yang menjadi pembicaraan dengan walikota Bekasi," kata direktur yang enggan disebut namanya.
Pembicaraan yang lain adalah seputar jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di kota Bekasi dan komitmen RS swasta. Walikota Bekasi, tidak bisa dihubungi untuk klarifikasi pertemuan dengan direktur dan dokter RS Global Awal Bros. (Don).
TABUS GAS 3 KG MELEDAK DI JABABEKA
Peristiwa ledakan tabung gas 3 kg kembali terjadi. Kali ini terjadi di kawasan industri Jababeka II, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. 5 Orang terluka.
"Lima orang pekerja mengalami luka-luka setelah tabung gas meledak di PT Matra Teknik, perusahaan yang bergerak di reparasi tabung gas 3 kg," kata Humas Polda Metro Jaya dalam situsnya, Kamis (10/5/2012).
Tabung gas meledak sekitar pukul 11.00 WIB. Korban yang terluka yakni Aja (35), Rosad Suherman (23), Erwin (19), Barna (20), dan Nurjaman (19).
"Semuanya karyawan bagian pembersih di perusahaan tersebut," ujarnya.
Salah satu korban, Erwin, mengaku saat ledakan terjadi, ia dan teman-temannya sedang bekerja. Mereka mendengar suara ledakan disertai semburan api.
"Saya kaget dan meliat empat orang dekat saya pada jatuh sambil berteriak," kata Erwin.
Kesaksian teman Erwin, Barna, sebelum ledakan dan semburan hawa panas terjadi, ia melihat Aja, temannya, membuka tutup palet (bagian atas) tabung.
"Aja yang paling parah. Luka bakarnya di sekujur tubuh," tutur Barna.
Mendengar ledakan yang cukup hebat itu, para karyawan perusahaan tersebut langsung berhamburan dan beberapa menolong korban yang terluka. Korban yang luka parah dibawa ke RS Mediros, Cikarang. Sedangkan yang luka ringan diobati di pabrik.
Kasus ini ditangani Polsek Metro Cikarang Selatan. (*).
GREEN CAMPUS DISUGUHKAN ITSB
Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) menyuguhkan "Green Campus", sebagaimana terlihat di gedung pertama berlantai empat di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Gedung ini mendapat Design Recognition Gold Rating Green Campus dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
Rektor ITSB Ari Darmawan Pasek menuturkan, gedung ini dinilai ramah lingkungan berdasarkan tinjauan terhadap beberapa aspek.
"Ini antara lain menyangkut efisiensi dalam penggunaan energi dan kecukupan porsi luas daerah terbuka hijau," ujarnya saat presentasi pada sela-sela menerima kunjungan wartawan pendidikan ke Kampus ITSB di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi, Kamis (10/5/12).
Dijelaskan dia, konsumsi energi di gedung pertama ITSB seluas lebih kurang 4.000 meter persegi ini memang di bawah rata-rata. Selain itu, kualitas udara dikontrol.
Sebagaimana diamati, di gedung yang telah diresmikan pada Desember 2011 itu terdapat fasilitas bersepeda, penggunaan material yang ramah lingkungan, dan adanya manajemen pengolahan sampah. "Saat ini mahasiswa kita baru tiga angkatan (2009, 2010, dan 2011, red.)," ujarnya didampingi oleh Wakil Rektor ITSB Sugiarto.
Menurut catatan, ITSB sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Institut Teknologi dan Sains Bandung (Yayasan ITSB). Dukungan penuh berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Sinar Mas.
ITSB juga merupakan Feeder University bagi ITB, dimana mahasiswa berprestasi prima dapat melanjutkan studinya di ITB sebagai mahasiswa ITB dan lulus sebagai sarjana ITB.
Menurut Ari, beasiswa pun ditawarkan kepada para calon mahasiswa. Dan, pada tahun ini terdapat program studi Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas (D-4), melengkapi yang sudah ada, seperti Teknologi Pengolahan Sawit (D-3).
Selain itu, dirintis Teknologi Pengelolaan Batubara dan Teknologi Pengelasan.
Sedangkan pada jenjang strata-1 antara lain program studi Teknik Perminyakan, Teknik Metalurgi dan Material, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Desain Produk Industri. (*).
Langganan:
Postingan (Atom)






