Selasa, 25 September 2012
MENATAP CODE SMUTs VERSI FACEBOOK, MELONGOK KGB RDP DENGAN SARDI EFFENDI
Seperti pelana kuda dan mirip lekuk pulau jawa sebelah Utara, itu kesan saya pada perkembangan CODE SMUTs versi facebook. Menarik, karena semua lahir usai Wahyu Prihantono dipermalukan oleh Neneng dan Rahmat Effendi dengan pemberhentian sepihak.
Kredibilitas seseorang dihancurkan hanya karena kepentingan sesaat yang membuat saya tertantang untuk menjatuhkan Rahmat Effendi dengan cara yang lebih gentlemen. Dan sudah saya lakukan, saya berhentikan dia dari harapan-harapan yang baik dari setiap alur komunikasi dan informasi serta mungkin edukasi yang akan di share di jaringan SMUTs. Rahmat Effendi di Drop Out dari CODE SMUTs!
Satu hal yang membuat saya tertarik untuk memberi contoh, kegigihan Komite Guru Bekasi (KGB) dalam memperjuangkan nasib seluruh anggota dan hak "ulayat" mereka. "Kami dari KGB sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi kami tentang adanya diskrimasi yang dialami Tenaga Kerja Kontrak (TKK) 2008," kata Muklis koordinator perwakilan KGB di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi (25/9).
Diungkapkan Muklis, bahwa pembedaan terjadi dengan melihat apa yang diterima TKK tahun 2010. TKK 2010 diperpanjang dan selalu update perbaruan Surat Keputusan (SK), sedangkan TKK tahun 2008 justeru tidak pernah diperpanjang. "Selain itu pembedaan transport dan gaji, TKK 2008 hanya menerima total tigaratus ribu rupiah, sedangkan TKK tahun 2010 menerima sebesar delapan ratus ribu rupiah perbulan," katanya yang sudah mendatangi BKD dan disdik kota Bekasi.
KGB bertemu dengan komisi D DPRD Kota Bekasi, diwakili M. Sardi Effendi, berharap dapat menguatkan kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya. Dihapusnya diskriminasi, dan anggaran untuk guru honor pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kota Bekasi, ada mata anggaran yang dijanjikan untuk mereka. Benar saja, M. Sardi Effendi dengan tegas akan memperjuangkan aspirasi para guru untuk mengawal aspirasi agar dapat diwujudkan DPRD Kota Bekasi.
Dalam keterangannya, M. Sardi Effendi menekankan, bahwa komisinya akan segera mengirimkan nota dinas tentang hal-hal yang disampaikan oleh perwakilan guru. "Segera akan kami kirimkan nota dinas terkait kesimpulan dalam pertemuan, dengan ditandatangani pimpinan DPRD, kepada dinas pendidikan kota Bekasi," katanya.
Selain status, dikatakan Sardi, terkait hak-hak dari guru berupa tunjangan yang belum diberikan akan menjadi poin-poin penting untuk disampaikan DPRD Kota Bekasi. "APBD perubahan ini baru saja dibahas oleh DPRD mungkin akhir September ini sudah dapat diparipurnakan dan mereka dapat segera mendapatkan haknya," katanya.
CODE SMUTs versi facebook diperkaya dengan pemberitaan-pemberitaan yang secara kebetulan ditemukan, dapat diketahui atau terdengar dengan juga didukung akses berita dari jaringan yang dimilikinya. Selamat berjuang KGB, semoga kita dapat menghapus berbagai jenis dan bentuk diskriminasi yang masih terjadi ditengah perubahan masyarakat yang sedemikian cepat. (Don).
CODE SMUTs 100 RIBU KALI DIBUKA, MELIHAT M2 DARI JAUH DAN MENDEKATKAN 16 DESEMBER 2012
Senang menuliskan lagi beberapa informasi yang saya dengar dari berbagai tempat dengan situasi lapangan yang semakin tidak kondusif. Saya tahu, karena tanggal 16 Desember 2012 nanti kota Bekasi akan mengadakan hajatan besar; Pemilihan Umum (Pemilu) Walikota dan Wakil Walikota untuk periode 2013-2018. Seratus ribu kali dibukanya laman-laman di blog kotabekasinews.blogspot.com saya persembahkan pada M2 dan para pemilik saham CODE SMUTs disaat kota Bekasi menjelang pemilu 16 Desember 2012.
Namun percuma kalau saya mengumpat seperti di yahoogroups seperti sebelum pemilu 2008 lalu ketika saya belum kenal FB dan Twitter. Karena kali ini sebenarnya masih seperti saat itu, tapi ada Sumiyati Mochtar dan Andi Zabidi, saya mencoba lebih tenang dan tidak ekspansif. Lebih baik memanfaatkan ruang FB yang dikabarkan menurun terus sahamnya, dan memainkan twitter dengan umpan blog.
Kenapa demikian? Wajahnya pemilu 16 Desember 2012 hampir mirip dulu, karena Rahmat Effendi itu menang, tapi sayang Walikotanya Tetap Mochtar Mohamad (M2). Artinya yang menang buat saya adalah M2 dan impiannya yang luar biasa, sampai hari ini harus diakui, semua pembangunan adalah mimpi-mimpi M2.
Kedua, Wajah Akhmad Syaikhu sebagai yang nyaris menang adalah tetap kalah karena M2 lah Walikota terpilih. Wajah beliau, seseorang yang malas saya panggil H. depannya, nanti usai tanggal penetapan (10-12 Oktober 2012) pasti saya lihat lagi.
Ketiga, Awing Asmawi pasangan mas Ronny Hermawan yang kebetulan belum beruntung di pemilu walikota 2008. Senangnya saya melihat Trio Macan tampil di lapangan Multiguna, kala itu belum setenar "Iwak Peyek", namun dengan penuh hormat saya datangi kampanye atas senyum Andi Zabidi.
Lalu apa lika-liku-laki-laki-luka-luka? Fenomena M2 mampu memahami jeritan batin masyarakat Kota Bekasi dari tempat kejauhan dan menterjemahkannya dalam tutur kata yang lembut dan penuh bijak bertawakal “Watawa Saubil Haq Watawa Saubis shobr”. Biarlah seluruh wilayah senyap ketika Rahmat Effendi mengunjungi setiap tikungan, gang dan tempat yang dulu riuh dengan tukar-pikiran-ala-rakyat.
Biarlah fenomena dan trend perempuan menjadi kepala daerah menjadi mimpi buruk sang incumbent. Saya tidak banyak bermimpi bahwa setiap tulisan saya di dua bulan terkhir menjadi syndrome yang paling menyakitkan bagi Rahmat Effendi. Setiap langkah Rahmat Effendi, tentu M2, dalam tidur saya seperti menjadi jalan cerita mimpi yang sering membuat saya dan mereka bertemu dalam setiap kemungkinan perbedaan.
Tapi M2 dan kejadian terpilihnya Airin di Tangsel, Nurmahmudi yang perkasa mengalahkan Badrul yang "kalah lagi-kalah lagi", jatuhnya kekuasaan kabupaten Bekasi ketangan Neneng Hasanah Yasin , Bu Sri memimpin Surabaya mengangkangi Bambang DH "sangsi Walikota Surabaya", indahnya pak Yance"Irianto MS Syafiudin" tentang istrinya jadi bupati Indramayu dll. adalah cerita yang membangun mimpi tentang SM2 dan Andi Zabidi. Biarlah yang baru kali ini calon dan belum kalah membangun mimpinya dengan kerja keras untuk mewujudkannya menjadi nyata seperti Dadang-Lucky serta SALAM.
Saya tidak mau menggugat kenapa M2 tidak mau dekat saya, saya tidak mau tahu lagi kenapa Rahmat Effendi sedemikian sombong dan beringasnya pada saya. Biarkan kawan saya M2 menjadi korban akselerasi bapak Presiden SBY yang sampai saat ini pun belum mampu menyelesaikan skenarionya turun dari tahta. Hanya menyisakan mimpi yang hanya M2 saja bisa mewujudkannya, kala dirinya mau bertemu dan berbicara dengan masyarakat biasa, kala setiap protes rakyat sederhana diupayakan untuk dijawab dalam kebijakan pemerintahan, kala M2 bersama Almarhum H. Akhmad menancapkan keberanian mengembangkan layar pembangunan walau banyak somasi datang, dan kala kekuatan ku menulis tak kan habis walau nasihat-nasihat itu tak digubris. (by; Muamar De Armos= Pemimpin Pasukan Khusus).
Namun percuma kalau saya mengumpat seperti di yahoogroups seperti sebelum pemilu 2008 lalu ketika saya belum kenal FB dan Twitter. Karena kali ini sebenarnya masih seperti saat itu, tapi ada Sumiyati Mochtar dan Andi Zabidi, saya mencoba lebih tenang dan tidak ekspansif. Lebih baik memanfaatkan ruang FB yang dikabarkan menurun terus sahamnya, dan memainkan twitter dengan umpan blog.
Kenapa demikian? Wajahnya pemilu 16 Desember 2012 hampir mirip dulu, karena Rahmat Effendi itu menang, tapi sayang Walikotanya Tetap Mochtar Mohamad (M2). Artinya yang menang buat saya adalah M2 dan impiannya yang luar biasa, sampai hari ini harus diakui, semua pembangunan adalah mimpi-mimpi M2.
Kedua, Wajah Akhmad Syaikhu sebagai yang nyaris menang adalah tetap kalah karena M2 lah Walikota terpilih. Wajah beliau, seseorang yang malas saya panggil H. depannya, nanti usai tanggal penetapan (10-12 Oktober 2012) pasti saya lihat lagi.
Ketiga, Awing Asmawi pasangan mas Ronny Hermawan yang kebetulan belum beruntung di pemilu walikota 2008. Senangnya saya melihat Trio Macan tampil di lapangan Multiguna, kala itu belum setenar "Iwak Peyek", namun dengan penuh hormat saya datangi kampanye atas senyum Andi Zabidi.
Lalu apa lika-liku-laki-laki-luka-luka? Fenomena M2 mampu memahami jeritan batin masyarakat Kota Bekasi dari tempat kejauhan dan menterjemahkannya dalam tutur kata yang lembut dan penuh bijak bertawakal “Watawa Saubil Haq Watawa Saubis shobr”. Biarlah seluruh wilayah senyap ketika Rahmat Effendi mengunjungi setiap tikungan, gang dan tempat yang dulu riuh dengan tukar-pikiran-ala-rakyat.
Biarlah fenomena dan trend perempuan menjadi kepala daerah menjadi mimpi buruk sang incumbent. Saya tidak banyak bermimpi bahwa setiap tulisan saya di dua bulan terkhir menjadi syndrome yang paling menyakitkan bagi Rahmat Effendi. Setiap langkah Rahmat Effendi, tentu M2, dalam tidur saya seperti menjadi jalan cerita mimpi yang sering membuat saya dan mereka bertemu dalam setiap kemungkinan perbedaan.
Tapi M2 dan kejadian terpilihnya Airin di Tangsel, Nurmahmudi yang perkasa mengalahkan Badrul yang "kalah lagi-kalah lagi", jatuhnya kekuasaan kabupaten Bekasi ketangan Neneng Hasanah Yasin , Bu Sri memimpin Surabaya mengangkangi Bambang DH "sangsi Walikota Surabaya", indahnya pak Yance"Irianto MS Syafiudin" tentang istrinya jadi bupati Indramayu dll. adalah cerita yang membangun mimpi tentang SM2 dan Andi Zabidi. Biarlah yang baru kali ini calon dan belum kalah membangun mimpinya dengan kerja keras untuk mewujudkannya menjadi nyata seperti Dadang-Lucky serta SALAM.
Saya tidak mau menggugat kenapa M2 tidak mau dekat saya, saya tidak mau tahu lagi kenapa Rahmat Effendi sedemikian sombong dan beringasnya pada saya. Biarkan kawan saya M2 menjadi korban akselerasi bapak Presiden SBY yang sampai saat ini pun belum mampu menyelesaikan skenarionya turun dari tahta. Hanya menyisakan mimpi yang hanya M2 saja bisa mewujudkannya, kala dirinya mau bertemu dan berbicara dengan masyarakat biasa, kala setiap protes rakyat sederhana diupayakan untuk dijawab dalam kebijakan pemerintahan, kala M2 bersama Almarhum H. Akhmad menancapkan keberanian mengembangkan layar pembangunan walau banyak somasi datang, dan kala kekuatan ku menulis tak kan habis walau nasihat-nasihat itu tak digubris. (by; Muamar De Armos= Pemimpin Pasukan Khusus).
DUDUNG ABDUL GOPAR; KETERPADUAN SELURUH KOMPONEN HARUS JADI SKALA PRIORITAS WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TERPILIH
Dudung Abdul Gopar, kader dan Fungsionaris partai Demokrat Kota Bekasi, berharap agar Walikota Bekasi yang terpilih mampu menyatukan seluruh elemen dan komponen warga masyarakat kota Bekasi. "Skala prioritas Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yang terpilih adalah menyatukan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pembangunan Kota Bekasi secara bersama-sama," katanya (25/9).
Menurut Dudung, pemerintah daerah harus mengayomi seluruh masyarakat kota Bekasi dengan pembangunan yang dilakukannya. Seperti diketahui, masih ada dikotonomi dalam masyarakat yang mengakibatkan benih perpecahan justeru lahir sesudah pemilu kada.
Salah satu contoh adalah rantai konflik pasca pemilukada 2008, mulai dari peristiwa Ciketing Udik sampai dengan Rawa Bambu yang bergejolak dan menjadi perhatian nasional. "Pemerintah Kota Bekasi dibawah kepala daerah terpilih nanti, tidak hanya merangkul minoritas saat jelang dan saat kampanye saja, tapi saat mengisi pembangunan yang dianggap minoritas dalam masyarakat harus dilibatkan untuk partisipasi dalam pembangunan sehingga tidak muncul ketimpangan dimasyarakat. Siapapun walikota yang terpilih harus mampu menyatukan," kata Dudung Abdul Gopar
Tidak ada kata lain, dikatakan Dudung, pemerintah dalam hal ini kepala daerah harus turun langsung mengajak masyarakat melakukan perannya dalam pembangunan wilayah. "Jangan kalau mau pemilu datang ke gereja, tapi kebijakannya setelah itu tidak berpegang pada keberagaman dan cenderung hanya slogan," katanya sambil menghitung prosentase dukungan berdasar rekam jejak.
Dia mencontohkan dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi yang eksistensinya baik. Organisasi tersebut, menurutnya, diharapkan dapat menyatukan seluruh potensi keberagaman. "Toleransi, saling menghormati, kerja sama dan kekuatan perbedaan dikonsolidasikan agar masyarakat dapat hidup rukun serta damai," kata Dudung. (Don).
Menurut Dudung, pemerintah daerah harus mengayomi seluruh masyarakat kota Bekasi dengan pembangunan yang dilakukannya. Seperti diketahui, masih ada dikotonomi dalam masyarakat yang mengakibatkan benih perpecahan justeru lahir sesudah pemilu kada.
Salah satu contoh adalah rantai konflik pasca pemilukada 2008, mulai dari peristiwa Ciketing Udik sampai dengan Rawa Bambu yang bergejolak dan menjadi perhatian nasional. "Pemerintah Kota Bekasi dibawah kepala daerah terpilih nanti, tidak hanya merangkul minoritas saat jelang dan saat kampanye saja, tapi saat mengisi pembangunan yang dianggap minoritas dalam masyarakat harus dilibatkan untuk partisipasi dalam pembangunan sehingga tidak muncul ketimpangan dimasyarakat. Siapapun walikota yang terpilih harus mampu menyatukan," kata Dudung Abdul Gopar
Tidak ada kata lain, dikatakan Dudung, pemerintah dalam hal ini kepala daerah harus turun langsung mengajak masyarakat melakukan perannya dalam pembangunan wilayah. "Jangan kalau mau pemilu datang ke gereja, tapi kebijakannya setelah itu tidak berpegang pada keberagaman dan cenderung hanya slogan," katanya sambil menghitung prosentase dukungan berdasar rekam jejak.
Dia mencontohkan dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi yang eksistensinya baik. Organisasi tersebut, menurutnya, diharapkan dapat menyatukan seluruh potensi keberagaman. "Toleransi, saling menghormati, kerja sama dan kekuatan perbedaan dikonsolidasikan agar masyarakat dapat hidup rukun serta damai," kata Dudung. (Don).
BURUH PT PAS DATANGI DISNAKER KOTA BEKASI MINTA TERBUKA SOAL SURAT PERUSAHAAN
Ratusan buruh PT. Prasarana Alam Segar (PAS) kembali datangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Bekasi pada senin siang. Mereka meminta Disnaker kota Bekasi membuka hasil pembicaraan yang dilakukan Dinas dengan pihak perusahaan terkait Kontrak.
Kedatangan 500 lebih buruh perusahaan yang memproduksi mie sedap tersebut untuk meminta dinas terbuka menyampaikan hasil pembicaraan yang dilakukan mengenai kontrak dan kesejahteraan buruh. "Kami datang dari serikat dan pekerja kontrak, kami ingin mengetahui isi surat yang dicek disnaker kota Bekasi," kata Rizal salah satu tenaga kerja kontrak mengungkapkan kegiatan cek lapangan yang dilakukan disnaker kota Bekasi (25/9).
Buruh PT. PAS ingin mengetahui isi surat tersebut karena menyangkut nasib lebih dari seribu orang tenaga kerja kontrak yang dipekerjakan PT. PAS. Kepastian yang diharapkan buruh terancam tertunda, disayangkan oleh buruh PT. PAS, karena petugas disnaker kota Bekasi hanya beralasan karena adanya berita duka salah satu pegawai di dinas.
Buruh PT. Pas mendesak dinas untuk segera menyampaikan isi surat yang berisi kepastian perusahaan tentang kerja kontrak di perusahaan tersebut. Beberapa kali buruh PT. PAS lakukan mogok kerja dan unjuk rasa di depan pabrik, kantor dinas dan juga mendatangi DPRD Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dilakukan secara maraton dan sampai dengan 25 September 2012, buruh PT. PAS belum mendapatkan kepastian. "Kami minta dinas segera memberitahukan hasil dari lapangan, dan kami minta hari ini ada informasi yang jelas," kata Rizal. (Don).
Kedatangan 500 lebih buruh perusahaan yang memproduksi mie sedap tersebut untuk meminta dinas terbuka menyampaikan hasil pembicaraan yang dilakukan mengenai kontrak dan kesejahteraan buruh. "Kami datang dari serikat dan pekerja kontrak, kami ingin mengetahui isi surat yang dicek disnaker kota Bekasi," kata Rizal salah satu tenaga kerja kontrak mengungkapkan kegiatan cek lapangan yang dilakukan disnaker kota Bekasi (25/9).
Buruh PT. PAS ingin mengetahui isi surat tersebut karena menyangkut nasib lebih dari seribu orang tenaga kerja kontrak yang dipekerjakan PT. PAS. Kepastian yang diharapkan buruh terancam tertunda, disayangkan oleh buruh PT. PAS, karena petugas disnaker kota Bekasi hanya beralasan karena adanya berita duka salah satu pegawai di dinas.
Buruh PT. Pas mendesak dinas untuk segera menyampaikan isi surat yang berisi kepastian perusahaan tentang kerja kontrak di perusahaan tersebut. Beberapa kali buruh PT. PAS lakukan mogok kerja dan unjuk rasa di depan pabrik, kantor dinas dan juga mendatangi DPRD Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dilakukan secara maraton dan sampai dengan 25 September 2012, buruh PT. PAS belum mendapatkan kepastian. "Kami minta dinas segera memberitahukan hasil dari lapangan, dan kami minta hari ini ada informasi yang jelas," kata Rizal. (Don).
KEPALA-KEPALA SKPD KOTA BEKASI KOMITMEN LAKSANAKAN PROGRAM, BILA TIDAK MUNGKIN AKAN DITINJAU
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, meminta kepala-kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bekasi untuk memikirkan masak-masak pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kota Bekasi. "Saya meminta kepala-kepala SKPD untuk jujur menyatakan mampu atau tidak dalam penyerapan anggaran, kalau tidak maka kepala SKPD terkait tidak mampu memanage anggaran," katanya.
Dirinya mencontohkan apa yang terjadi di dinas Bangunan dan Kebakaran (Bangkar) dengan kegiatan yang 40%, menurut Sekda, tidak akan mampu terserap. Akhir-akhir ini dikatakannya banyak keluhan datang dari SKPD-SKPD terkait untuk realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Rayendra, kepala SKPD seharusnya mampu melihat kemungkinan pelaksanaan anggaran belanja dengan berbagai pertimbangan yang ada. "Kan kelihatan nih, kalau tidak memungkinkan suatu proyek untuk dilaksanakan karena ENAM PULUH hari kerja, sementara masa pelelangan tiga minggu, Desember harus diselesaikan, kalau tidak uang tidak bisa dicairkan," katanya hal keluhan waktu.
Hal serupa disampaikan Momon, Rp. 108 milyar yang dialokasikan untuk biaya kegiatan di APBD- perubahan diakuinya cukup berat dengan melihat waktu. Namun sesuai koordinasi dengan Sekda, ketua TAPD Kota Bekasi, Dinasnya berkomitmen melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai kemampuan.
Momon menyampaikan pesan Rayendra, bahwa SKPD-SKPD yang ada harus berusaha dan bekerja secara maksimal. "Soal Pembangunan daerah, harus berusaha dan bekerja secara maksimal. Sebenarnya saya yang ditakutkan ada ABT, saat ini baru pembahasan," katanya mengurai mulai asistensi sampai evaluasi gubernur.
Sementara Ir. Syafrie Nasution mengakui agak berat untuk dapat menyelesaikan target tertentu terkait penyerapan anggaran. Banyaknya proyek masih dalam tahan lelang dan mepetnya waktu menjadi kendala secara umum pelaksanaan pembangunan 2012. "Kalau yang besar kan bisa dilihat sendiri, gedung pusat pemkot Bekasi 10 lantai dan stadion, 10 lantai saja baru selesai AanWijzing-nya," kata kepala Dinas Bangkar Kota Bekasi tersebut.
Sedangkan Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Sutriono, mengakui adanya keluhan tersebut. Namun dirinya secara tersirat dan tersurat melihat komitmen SKPD-SKPD dilingkungan pemkot Bekasi untuk komitmen melaksanakan pembangunan sesuai APBD yang disepakati.
Secara umum, Sutriono mengingatkan bahwa DPRD sejak awal sudah sesuai dengan alur penganggaran yang ditentukan. "DPRD untuk penetapan APBD akhir Desember saja sudah diketuk palu," katanya.
Hanya, diakuinya, ada beberapa yang tidak siap dilaksanakan seperti bantuan provinsi dan bantuan dari pemerintah pusat. "Tapi prinsipnya SKPD-SKPD ini bertanggungjawab pada anggaran-anggaran yang telah ditetapkan, untuk anggaran yang tidak bisa digunakan silahkan ditinjau ulang," kata Sutriono (25/9). (Don)
Dirinya mencontohkan apa yang terjadi di dinas Bangunan dan Kebakaran (Bangkar) dengan kegiatan yang 40%, menurut Sekda, tidak akan mampu terserap. Akhir-akhir ini dikatakannya banyak keluhan datang dari SKPD-SKPD terkait untuk realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Rayendra, kepala SKPD seharusnya mampu melihat kemungkinan pelaksanaan anggaran belanja dengan berbagai pertimbangan yang ada. "Kan kelihatan nih, kalau tidak memungkinkan suatu proyek untuk dilaksanakan karena ENAM PULUH hari kerja, sementara masa pelelangan tiga minggu, Desember harus diselesaikan, kalau tidak uang tidak bisa dicairkan," katanya hal keluhan waktu.
Hal serupa disampaikan Momon, Rp. 108 milyar yang dialokasikan untuk biaya kegiatan di APBD- perubahan diakuinya cukup berat dengan melihat waktu. Namun sesuai koordinasi dengan Sekda, ketua TAPD Kota Bekasi, Dinasnya berkomitmen melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai kemampuan.
Momon menyampaikan pesan Rayendra, bahwa SKPD-SKPD yang ada harus berusaha dan bekerja secara maksimal. "Soal Pembangunan daerah, harus berusaha dan bekerja secara maksimal. Sebenarnya saya yang ditakutkan ada ABT, saat ini baru pembahasan," katanya mengurai mulai asistensi sampai evaluasi gubernur.
Sementara Ir. Syafrie Nasution mengakui agak berat untuk dapat menyelesaikan target tertentu terkait penyerapan anggaran. Banyaknya proyek masih dalam tahan lelang dan mepetnya waktu menjadi kendala secara umum pelaksanaan pembangunan 2012. "Kalau yang besar kan bisa dilihat sendiri, gedung pusat pemkot Bekasi 10 lantai dan stadion, 10 lantai saja baru selesai AanWijzing-nya," kata kepala Dinas Bangkar Kota Bekasi tersebut.
Sedangkan Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Sutriono, mengakui adanya keluhan tersebut. Namun dirinya secara tersirat dan tersurat melihat komitmen SKPD-SKPD dilingkungan pemkot Bekasi untuk komitmen melaksanakan pembangunan sesuai APBD yang disepakati.
Secara umum, Sutriono mengingatkan bahwa DPRD sejak awal sudah sesuai dengan alur penganggaran yang ditentukan. "DPRD untuk penetapan APBD akhir Desember saja sudah diketuk palu," katanya.
Hanya, diakuinya, ada beberapa yang tidak siap dilaksanakan seperti bantuan provinsi dan bantuan dari pemerintah pusat. "Tapi prinsipnya SKPD-SKPD ini bertanggungjawab pada anggaran-anggaran yang telah ditetapkan, untuk anggaran yang tidak bisa digunakan silahkan ditinjau ulang," kata Sutriono (25/9). (Don)
Senin, 24 September 2012
LELANG SECARA ELEKTRONIK KOTA BEKASI
| No | Nama Paket | Agency | HPS | Download Dokumen |
|---|---|---|---|---|
| |
Pekerjaan Pengadaan Pallet | Pemerintah Kota Bekasi | 270 jt | 21 Sep - 6 Oct 2012 |
| |
Pekerjaan Pengadaan Alat-Alat Farmasi (Cold Chain) | Pemerintah Kota Bekasi | 230,9 jt | 21 Sep - 6 Oct 2012 |
| |
Pengadaan Alat Kesenian Tradisional | Pemerintah Kota Bekasi | 280 jt | 19 Sep - 27 Sep 2012 |
| |
Penataan Lapangan Olahraga RW.16 Kel. Aren Jaya | Pemerintah Kota Bekasi | 208,7 jt | 17 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Penataan Lapangan Besar RW.17 Kel. Jatirahayu | Pemerintah Kota Bekasi | 303,1 jt | 17 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Lanjutan Pembangunan Perkantoran Jalan. A. Yani No.1 Kota Bekasi (Multiyears) | Pemerintah Kota Bekasi | 105,5 M | 17 Sep - 25 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Alkes, Alat Laboratorium dan CSSD | Pemerintah Kota Bekasi | 14,4 M | 19 Sep - 29 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Alat Peraga Matematika SDN | Pemerintah Kota Bekasi | 1,4 M | 18 Sep - 24 Sep 2012 |
GALIAN LIAR DI SUKA SARI PASTI DITUTUP
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah
(BPLHD) Kabupaten Bekasi, H. Juhandi menegaskan, galian C yang terletak
di Desa Suka Sari, Kecamatan Serang Baru sudah dipastikan akan ditutup,
apabila tidak dilengkapi ijin.
Pihaknya bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi segera menutup penambangan pasir di wilayah Serang Baru. “Kami sudah melakukan rapat koordinasi untuk penutupan galian pasir di Kecamatan Serang Baru,” tegas Juhandi.
Juhandi menambahkan, pihaknya dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait lainnya, kemarin telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa lokasi penambangan pasir. Dari Sidak itu, pihaknya memutuskan untuk menutup semua galian pasir yang terbukti merusak lingkungan, katanya, Kamis (20/9).
Galian pasir yang berada di sejumlah lokasi di Kecamatan Serang Baru ini menurutnya, akibat kurangnya pengawasan dari pihak Trantib Kecamatan. “Seharusnya ketika melihat ada kegiatan penambangan pasir yang memang tidak memiliki izin, segera berkoordinasi dengan BPLHD, jangan dibiarkan. Sehingga pada akhirnya merusak ekosistem yang berada di wilayah tersebut,” jelasnya.
Lokasi penambangan pasir yang berada di sekitar pemukiman penduduk diakui Juhandi, memang membuat lingkungan disana terlihat banyak empang-empang raksasa bekas penambangan pasir yang ditinggal begitu saja oleh pengusaha, setelah pasirnya habis disedot. Sedangkan empang-empang itu mencapai kedalaman lebih dari 50 meter. “Kalau tidak segera ditutup, lingkungan disana akan semakin parah,” ungkapnya. (bd)
Pihaknya bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi segera menutup penambangan pasir di wilayah Serang Baru. “Kami sudah melakukan rapat koordinasi untuk penutupan galian pasir di Kecamatan Serang Baru,” tegas Juhandi.
Juhandi menambahkan, pihaknya dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait lainnya, kemarin telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa lokasi penambangan pasir. Dari Sidak itu, pihaknya memutuskan untuk menutup semua galian pasir yang terbukti merusak lingkungan, katanya, Kamis (20/9).
Galian pasir yang berada di sejumlah lokasi di Kecamatan Serang Baru ini menurutnya, akibat kurangnya pengawasan dari pihak Trantib Kecamatan. “Seharusnya ketika melihat ada kegiatan penambangan pasir yang memang tidak memiliki izin, segera berkoordinasi dengan BPLHD, jangan dibiarkan. Sehingga pada akhirnya merusak ekosistem yang berada di wilayah tersebut,” jelasnya.
Lokasi penambangan pasir yang berada di sekitar pemukiman penduduk diakui Juhandi, memang membuat lingkungan disana terlihat banyak empang-empang raksasa bekas penambangan pasir yang ditinggal begitu saja oleh pengusaha, setelah pasirnya habis disedot. Sedangkan empang-empang itu mencapai kedalaman lebih dari 50 meter. “Kalau tidak segera ditutup, lingkungan disana akan semakin parah,” ungkapnya. (bd)
Langganan:
Postingan (Atom)

