Alex Salim, Pengurus Partai GOLKAR Kota Bekasi, yakin pasangan Rahmat Effendi dan Akhmad Syaikhu akan didukung penuh warga Kota Bekasi pada pemilu Walikota/ Wakil Walikota Bekasi 16 Desember 2012. "Saya yakin karena baik Rahmat maupun Syaikhu dikenal dekat dengan semua unsur yang ada dimasyarakat Kota Bekasi," katanya saat ditemui di sekretariat Pasangan Rahmat Effendi-Akhmad Syaikhu, Jl. A. Yani.
Beberapa kejadian di pemilukada DKI Jakarta tidak membuat Tim sukses (Tim ses) Rahmat-Syaikhu was-was, justru Alex meyakinkan kedua orang yang diusung partainya sudah siap luar-dalam. "Rahmat dan Syaikhu jauh dari issue SARA, mereka secara pribadi memiliki kedekatan dengan komunitas-komunitas yang ada di Bekasi," katanya.
Menurut Alex, pluralitas selalu menjadi perhatian Rahmat Effendi dalam memimpin Kota Bekasi dan menjadi kepribadian sang walikota Bekasi tersebut. Demikian pula dengan Syaikhu, dikatakan Alex, baik saat masih menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi maupun menjadi anggota DPRD Jawa Barat, Syaikhu selalu berkegiatan dengan siapapun dan dari kalangan manapun.
Alex Salim malah mengingatkan seluruh warga kota Bekasi untuk menghapus kata minoritas dalam demokrasi pemilihan kepala daerah. "Sebaiknya kata minoritas dihapus dari kamus demokrasi kita, jadi jangan khawatir dengan issue, karena Rahmat dan Syaikhu sangat menjunjung tinggi pluralitas dalam masyarakat," katanya.
Sebagai kader partai GOLKAR, Alex justeru melihat Golkar memilih Syaikhu karena pribadinya yang baik dan mau bekerja keras untuk masyarakat. Perhatian Akhmad Syaikhu pada masyarakat, dikatakan Alex, sangat bagus untuk membangun masyarakat Kota Bekasi yang heterogen. Alex mengajak masyarakat kota Bekasi untuk melupakan dikotomi, karena menurutnya tidak ada minoritas dalam pemilukada kota Bekasi.
Terkait issue eksklusifnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), lagi-lagi pengurus DPD partai Golkar Kota Bekasi tersebut menunjuk pribadi Syaikhu yang terbuka dengan berbagai kalangan. "Pak Syaikhu selalu berkegiatan dengan siapa saja yang mau maju dan bermasyarakat, dengan Penyanyi jalanan, komunitas punk, warga dipelosok kampung dan tentu ibu-ibu majelis ta'lim, lalu mana yang eksklusif? Rahmat Effendi sudah tidak terhitung menghadiri pertemuan dengan ummat Nasrani, berdialog dengan pengurus klenteng,berbicara dengan perkumpulan warga Batak dan lainnya," kata Alex. (Don).
Senin, 24 September 2012
INPRES KENDARAAN DINAS NON SUBSIDI TIDAK DIINDAHKAN DI KAB BEKASI
Instruksi Presiden RI agar birokrasi di jajaran pemerintah di seluruh
Indonesia segera memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi atau
Pertamax ternyata tidak diindahkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Bekasi.
Demikian dikatakan Wastana, Ketua Umum Lembaga Strategis Penelitian dan Pengkajian Pembangunan Daerah (LSP3D).
Menurutnya, hal itu terbukti dengan tidak terpasangnya “Sticker Non Subsidi” di setiap kendaraan dinas Pemkab Bekasi dari pejabat eselon 4 hingga eselon 2, begitu juga kendaraan operasional.
Bahkan katanya, sebagian kendaraan dinas yang berplat merah, kini sengaja diganti menjadi kendaraan dinas berplat hitam. “Ini sudah tidak fair, BBM Subsidi milik rakyat bukan para pejabat,” tegasnya.
Dia berharap agar Bupati Bekasi tidak menutup mata terhadap para pejabat yang masih menggunakan BBM Subsidi dan memakai plat hitam pada kendaraan dinasnya. (bd)
Demikian dikatakan Wastana, Ketua Umum Lembaga Strategis Penelitian dan Pengkajian Pembangunan Daerah (LSP3D).
Menurutnya, hal itu terbukti dengan tidak terpasangnya “Sticker Non Subsidi” di setiap kendaraan dinas Pemkab Bekasi dari pejabat eselon 4 hingga eselon 2, begitu juga kendaraan operasional.
Bahkan katanya, sebagian kendaraan dinas yang berplat merah, kini sengaja diganti menjadi kendaraan dinas berplat hitam. “Ini sudah tidak fair, BBM Subsidi milik rakyat bukan para pejabat,” tegasnya.
Dia berharap agar Bupati Bekasi tidak menutup mata terhadap para pejabat yang masih menggunakan BBM Subsidi dan memakai plat hitam pada kendaraan dinasnya. (bd)
PERCEPAT E-KTP, DUKCAPIL KAB BEKASI PINJAM ALAT
Guna mempercepat proses perekaman pembuatan Kartu Tanda Penduduk
Elektrik (e-KTP) di wilayah Kabupaten Bekasi, Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi kembali meminjam alat
perekaman sebanyak 11 unit diantaranya 4 unit dari Kabupaten Cirebon, 2
unit dari Kabupaten Majalengka dan 2 unit dari Kementrian Dalam Negeri
(Kemendagri) melalui pihak ketiga. “Kita masih kurang alat perekam
sehingga masih harus meminjam ke wilayah lain, agar dapat mempercepat
proses perekaman e-KTP di wilayah Kabupaten Bekasi,” ungkap Kepala
Disdukcapil, Drs. H. Aspuri, M.Pd ketika dihubungi Koran Kota, Jum’at
(21/9).
Menurutnya, pada pertengahan Oktober 2012 mendatang, ditargetkan proses perekaman e-KTP di Kabupaten Bekasi harus segera selesai. Namun diakui, pihaknya masih ragu, karena kurangnya alat perekam yang ada. “Terus terang, kami masih banyak kekurangan alat perekam, sehingga kami masih perlu meminjamnya dari daerah lain,” terangnya.
Menurut Aspuri, sebenarnya pihak Kemendagri saat memberikan alat perekam hanya melihat jumlah kecamatan saja, bukan volume penduduk. Yang diberikan oleh Kemendagri 2 unit per kecamatan. “Kan ada kecamatan yang jumlah penduduknya padat, ada juga kecamatan yang jumlah penduduknya sedikit. Seharusnya dilihat dari jumlah penduduk,” keluhnya.
Sehingga bagi kecamatan yang jumlahnya penduduknya lebih padat, sangat kekurangan alat perekam seperti Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara bahkan Babelan, ungkapnya lagi. “Kami masih terus berusaha meminjam ke wilayah lain berkoordinasi pihak provinsi Jawa Barat,” katanya. (bd)
Menurutnya, pada pertengahan Oktober 2012 mendatang, ditargetkan proses perekaman e-KTP di Kabupaten Bekasi harus segera selesai. Namun diakui, pihaknya masih ragu, karena kurangnya alat perekam yang ada. “Terus terang, kami masih banyak kekurangan alat perekam, sehingga kami masih perlu meminjamnya dari daerah lain,” terangnya.
Menurut Aspuri, sebenarnya pihak Kemendagri saat memberikan alat perekam hanya melihat jumlah kecamatan saja, bukan volume penduduk. Yang diberikan oleh Kemendagri 2 unit per kecamatan. “Kan ada kecamatan yang jumlah penduduknya padat, ada juga kecamatan yang jumlah penduduknya sedikit. Seharusnya dilihat dari jumlah penduduk,” keluhnya.
Sehingga bagi kecamatan yang jumlahnya penduduknya lebih padat, sangat kekurangan alat perekam seperti Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara bahkan Babelan, ungkapnya lagi. “Kami masih terus berusaha meminjam ke wilayah lain berkoordinasi pihak provinsi Jawa Barat,” katanya. (bd)
PETAMBAK UDANG DAN BANDENG DI KAB BEKASI MENGALAMI KERUGIAN AKIBAT KEMARAU PANJANG
Sejumlah petambak udang dan bandeng di
Kampung Baru Setia Mekar, Desa Huripjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,
menderita kerugian akibat kekeringan selama musim kemarau tahun 2012.
"Sejak sebulan terakhir, air di tambak kami semakin menyusut akibat
kemarau panjang. Idealnya, kedalaman air tambak lebih dari satu meter,
tapi musim kering ini, ketinggian air hanya 50 centimeter," ujar Kasman
di Bekasi, Senin (24-9).
Menurut dia, hanya beberapa petambak di Kecamatan Babelan itu saja yang berani mengambil risiko menyebar benih udang pancet atau udang windu dalam jumlah banyak di saat kemarau ini. "Saya juga terpaksa menyebar benih udang karena tidak ada pekerjaan lain. Untung-untungan saja bisa panen tiga bulan lagi," katanya.
Dia mengaku telah menyebar sekitar 20 ribu benih udang windu yang di tambaknya yang berukuran 10 x 10 meter ini meski volume air tidak mencukupi. Pelepasan bibit ini, kata dia, sudah yang kesekian kalinya dilakukan selama musim kemarau 2012. Namun selalu saja gagal akibat pasokan air yang sangat minim. "Panen udang pancet ini dipengaruhi kondisi air. Kalau airnya cukup hasilnya, panennya lumayan banyak. Saya sudah merugi sampai jutaan karena musim kering ini," ujarnya.
Petambak udang lainnya, Agus, mengatakan, harga satuan benih udang windu Rp28 ribu. Dalam satu tambak, benih yang disebar paling sedikit 20 ribu ekor atau sekitar Rp560.000. "Jarang sekali ada petambak yang berani melepas benih udang hingga 200 ribu ekor dalam satu tambak, di saat musim kemarau ini, karena resiko gagalnya tinggi," katanya.
Setelah tiga bulan, kata dia, petambak dapat memetik hasilnya. Harga di pasaran berkisar Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Setiap satu kg berisi 45-50 ekor udang. "Ada yang kualitas super, satu kilo hanya berisi 15 ekor saja, harganya jualnya memang mahal," katanya.
Namun demikian, selama musim kemarau tahun ini, keuntungan tersebut tidak berlaku. Mayoritas penambak mengaku mengalami kerugian. "Kami sering gagal panen. Kadang-kadang baru berumur 1 atau 2 bulan, udang terpaksa dipanen lebih awal. Harga jual jauh merosot," ujarnya.
Petambak berharap, pemerintah daerah lebih peduli dengan memberikan bantuan pompa air di saat musim kemarau. Sebab, hampir 80 persen warga di wilayah setempat menggantungkan hidupnya sebagai petambak udang dan bandeng. (Coen).
Menurut dia, hanya beberapa petambak di Kecamatan Babelan itu saja yang berani mengambil risiko menyebar benih udang pancet atau udang windu dalam jumlah banyak di saat kemarau ini. "Saya juga terpaksa menyebar benih udang karena tidak ada pekerjaan lain. Untung-untungan saja bisa panen tiga bulan lagi," katanya.
Dia mengaku telah menyebar sekitar 20 ribu benih udang windu yang di tambaknya yang berukuran 10 x 10 meter ini meski volume air tidak mencukupi. Pelepasan bibit ini, kata dia, sudah yang kesekian kalinya dilakukan selama musim kemarau 2012. Namun selalu saja gagal akibat pasokan air yang sangat minim. "Panen udang pancet ini dipengaruhi kondisi air. Kalau airnya cukup hasilnya, panennya lumayan banyak. Saya sudah merugi sampai jutaan karena musim kering ini," ujarnya.
Petambak udang lainnya, Agus, mengatakan, harga satuan benih udang windu Rp28 ribu. Dalam satu tambak, benih yang disebar paling sedikit 20 ribu ekor atau sekitar Rp560.000. "Jarang sekali ada petambak yang berani melepas benih udang hingga 200 ribu ekor dalam satu tambak, di saat musim kemarau ini, karena resiko gagalnya tinggi," katanya.
Setelah tiga bulan, kata dia, petambak dapat memetik hasilnya. Harga di pasaran berkisar Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Setiap satu kg berisi 45-50 ekor udang. "Ada yang kualitas super, satu kilo hanya berisi 15 ekor saja, harganya jualnya memang mahal," katanya.
Namun demikian, selama musim kemarau tahun ini, keuntungan tersebut tidak berlaku. Mayoritas penambak mengaku mengalami kerugian. "Kami sering gagal panen. Kadang-kadang baru berumur 1 atau 2 bulan, udang terpaksa dipanen lebih awal. Harga jual jauh merosot," ujarnya.
Petambak berharap, pemerintah daerah lebih peduli dengan memberikan bantuan pompa air di saat musim kemarau. Sebab, hampir 80 persen warga di wilayah setempat menggantungkan hidupnya sebagai petambak udang dan bandeng. (Coen).
LELANG SECARA ELEKTRONIK KABUPATEN BEKASI
| No | Nama Paket | Dinas | HPS | Download Dokumen |
|---|---|---|---|---|
| |
Pembangunan Pagar SMPN 1 Tambun Utara | Dinas Pendidikan | 295,6 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Drum Band SMAN 1 Tambun Utara* | Dinas Pendidikan | 368,7 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Peralatan Marching Band SMAN 1 Cibitung* | Dinas Pendidikan | 368,7 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Drum Band SMKN 1 Tambelang* | Dinas Pendidikan | 368,7 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Drum Band SMAN 2 Tambun Utara* | Dinas Pendidikan | 368,7 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pembangunan 2 Lokal PKBM Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara | Dinas Pendidikan | 295,5 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 2 Tambun Selatan* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 2 Babelan* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 1 Pebayuran* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 1 Sukatani* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 2 Cikarang Utara* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 1 Cabangbungin* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMPN 3 Tarumajaya* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMPN 2 Tarumajaya* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMPN 1 Muaragembong* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 1 Babelan* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 1 Tarumajaya* | Dinas Pendidikan | 235 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Mebeulair SMAN 2 Tambun Utara* | Dinas Pendidikan | 470 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Pengadaan Meubelair SMAN 1 Tambun Utara* | Dinas Pendidikan | 376 jt | 24 Sep - 26 Sep 2012 |
| |
Peningkatan Jalan Kp. Jarakosta Rt 04/02 Desa Sukadanau | Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air | 386,5 jt | 19 Sep - 27 Sep 2012 |
CODE SMUTs TEMBUS 100 RIBU PENAYANGAN
Akhirnya Corong Demokrasi (CODE) Solidaritas Masyarakat untuk Transportasi Sosial (SMUTs) Riwayat penayangan sepanjang waktunya menembus angka 100.226 penayangan. Sebuah prestasi menggembirakan setelah 20 Mei 2012 lalu genap 4 tahun sebagai blog dan med-talk apresiasi-aspirasi.
Dalam data 10 besar negara yang sering membuka tercatat dalam tabulasi sebagai berikut; Indonesia 60.895 penayangan, Amerika Serikat 15.161 penayangan, Rusia sebanyak 3.929 penayangan, Kanada 540 penayangan, Jepang 393 penayangan, Jerman 266 penayangan, Britania Raya 261 penayangan, Malaysia 229 penayangan, Korea Selatan 169 pedayangan dan Prancis 87 penayangan.
| Sedangkan blackberry digunakan sebanyak 9.176 atau 11% dari keseluruhan para pembuka blog CODE SMUTs. Rata-rata para pembuka blog CODE SMUTs menggunakan aplikasi Windows, sebanya 60.813 penayangan atau 76% menggunakan aplikasi windows. | ||||||||||||||||||||||||
| Agak menggembirakan admin CODE SMTs adalah para pengguna android, dari tabulasi yang dilakukan Google, diketahui sebanya 1.832 penayangan atau 2% menggunakan sistem operasi android. Sistem operasi menggunakan Linux sebanyak 5.547 penayangan atau 6% dari keseluruhan riwayat penayangan CODE SMUTs. (Don). | ||||||||||||||||||||||||
KTL HASIBUAN DIHARAPKAN MINIMALISIR PELANGGARAN LALIN
Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Polresta Bekasi Kota dalam keterangan persnya menyatakan akan menjadikan Jalan Hasibuan sebagawai Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) di kota Bekasi. Setelah jalan Ahmad Yani dan Djuanda, Satuan lalu lintas
(Satlantas) Polresta Bekasi Kota menjadikan sepanjang jalan M Hasibuan,
Kota Bekasi menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Satlantas Polresta Bekasi Kota pun telah berkomitmen bersama seluruh
stakeholder pemangku kepentingan untuk bahu membahu membangun Jl
Hasibuan menjadi kawasan yang benar-benar tertib akan lalu lintasnya.
Hal itu dilakukan karena ada perubahan yang berarti dari penerapan KTL-KTL yang ada di Kota Bekasi dalam beberapa waktu. ”Sebelumnya, jalan Hasibuan menjadi penyumbang pelanggaran lalu lintas tertinggi di Bekasi Kota. Setelah kita merubahnya menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas, alhamdulilah ada perubahan yang signifikan. Selain jumlah pelanggaran dan kecelakaan yang menurun, pengguna jalan juga makin tertib,” kata Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi Santoso, Kamis (20/09/2012) saat meninjau lokasi KTL di Jalan Hasibuan.
Kasatlantas Polresta Kota Bekasi mengakui bahwa semua berkat kerja semua pihak yang berhubungan dengan KTL-KTL yang ada. ”Hasil positif tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholder, baik itu Dishub, Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Tata Air, Dinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum, dan tentunya juga masyarakat sebagai pengguna jalan. Terima kasih atas komitmennya menjadikan jalan Hasibuan lebih baik dan baik lagi,” kata Imam.
Hal senada juga diungkapkan Kadishub Bekasi Kota Supandi Budiman. Menurutnya, pihaknya juga berkomitmen tegas dalam menjadikan jalan Hasibuan menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas. “Bersama-sama Satlantas dan para stakeholder, kami terus melakukan upaya-upaya perbaikan, seperti membangun Ruang Henti Khusus (RHK), perawatan marka, pemasangan rambu, dan pembuatan yellow box. Dengan ini, selain fasilitas lalu lintas yang terus membaik, masyarakat juga kian disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan berkendara,” terangnya saat ditemui di Jl Hasibuan dalam rangka pemasangan rambu dan peninjauan lokasi KTL.
Demikian pula dikatakan Rosmadi Ediwijaya dari satpol PP yang terlibat aktif dalam penciptaan KTL-KTL di kota Bekasi. ”Kami juga melakukan penertiban pedagang dan serta pengamen di jalan. Untuk pengemis, kami tertibkan dengan menitipkannya ke panti sosial,” timpal perwakilan Satpol PP Rosmadi Ediwijaya.
Selanjutnya, selain membangun KTL, Satlantas Polresta Bekasi Kota bersama para stakeholder juga berupaya keras dalam menekan angka kecelakaan di area black spot Jl Siliwangi. Beberapa upaya-upaya signifikan pun telah ditempuh. Selain penambahan jumlah personil, Satlantas juga bekerja sama dengan Dinas Bina Marga dan Tata Air serta Dinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum untuk memperbaiki fasilitas jalan. ”Sepanjang jalan siliwangi, kini telah dibangun median jalan. Dengan adanya median jalan, sisi keamanan dan keselamatan berlalu lintas akan lebih meningkat. Selain itu, rambu bahaya dan penerangan juga makin baik,” ujar Kadis Bina Marga dan Tata Air H. Momon Sulaeman, Msi.
Selanjutnya, seluruh stakeholder pemangku kementingan lalu lintas ini berkomitmen untuk terus bahu membahu membangun KTL jalan Hasibuan dan kawasan Black Spot jalan Siliwangi menjadi lebih baik. Tidak hanya angka kecelakaan dan pelanggaran yang berkurang, namun dapat membudayakan disiplin dalam berlalu lintas. (Coen).
Hal itu dilakukan karena ada perubahan yang berarti dari penerapan KTL-KTL yang ada di Kota Bekasi dalam beberapa waktu. ”Sebelumnya, jalan Hasibuan menjadi penyumbang pelanggaran lalu lintas tertinggi di Bekasi Kota. Setelah kita merubahnya menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas, alhamdulilah ada perubahan yang signifikan. Selain jumlah pelanggaran dan kecelakaan yang menurun, pengguna jalan juga makin tertib,” kata Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi Santoso, Kamis (20/09/2012) saat meninjau lokasi KTL di Jalan Hasibuan.
Kasatlantas Polresta Kota Bekasi mengakui bahwa semua berkat kerja semua pihak yang berhubungan dengan KTL-KTL yang ada. ”Hasil positif tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholder, baik itu Dishub, Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Tata Air, Dinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum, dan tentunya juga masyarakat sebagai pengguna jalan. Terima kasih atas komitmennya menjadikan jalan Hasibuan lebih baik dan baik lagi,” kata Imam.
Hal senada juga diungkapkan Kadishub Bekasi Kota Supandi Budiman. Menurutnya, pihaknya juga berkomitmen tegas dalam menjadikan jalan Hasibuan menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas. “Bersama-sama Satlantas dan para stakeholder, kami terus melakukan upaya-upaya perbaikan, seperti membangun Ruang Henti Khusus (RHK), perawatan marka, pemasangan rambu, dan pembuatan yellow box. Dengan ini, selain fasilitas lalu lintas yang terus membaik, masyarakat juga kian disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan berkendara,” terangnya saat ditemui di Jl Hasibuan dalam rangka pemasangan rambu dan peninjauan lokasi KTL.
Demikian pula dikatakan Rosmadi Ediwijaya dari satpol PP yang terlibat aktif dalam penciptaan KTL-KTL di kota Bekasi. ”Kami juga melakukan penertiban pedagang dan serta pengamen di jalan. Untuk pengemis, kami tertibkan dengan menitipkannya ke panti sosial,” timpal perwakilan Satpol PP Rosmadi Ediwijaya.
Selanjutnya, selain membangun KTL, Satlantas Polresta Bekasi Kota bersama para stakeholder juga berupaya keras dalam menekan angka kecelakaan di area black spot Jl Siliwangi. Beberapa upaya-upaya signifikan pun telah ditempuh. Selain penambahan jumlah personil, Satlantas juga bekerja sama dengan Dinas Bina Marga dan Tata Air serta Dinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum untuk memperbaiki fasilitas jalan. ”Sepanjang jalan siliwangi, kini telah dibangun median jalan. Dengan adanya median jalan, sisi keamanan dan keselamatan berlalu lintas akan lebih meningkat. Selain itu, rambu bahaya dan penerangan juga makin baik,” ujar Kadis Bina Marga dan Tata Air H. Momon Sulaeman, Msi.
Selanjutnya, seluruh stakeholder pemangku kementingan lalu lintas ini berkomitmen untuk terus bahu membahu membangun KTL jalan Hasibuan dan kawasan Black Spot jalan Siliwangi menjadi lebih baik. Tidak hanya angka kecelakaan dan pelanggaran yang berkurang, namun dapat membudayakan disiplin dalam berlalu lintas. (Coen).
Langganan:
Postingan (Atom)



