Sabtu, 15 September 2012
DISDIK SEGERA EVALUASI KEPSEK SMPN 1 BABELAN
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi harus segera mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan.
Demikian ditegaskan H. Muhtadi Muntaha Lc, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, terkait penahanan ijasah dan raport sejumlah siswa SMPN 1 Babelan.
Dijelaskan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), pihaknya selalu mendapat pengaduan melalui SMS telepon selullarnya dari orang tua siswa tentang penahanan ijasah dan raport miskin di SMPN 1 Babelan tersebut. “Banyak SMS dari orang tua siswa yang mengadu tentang adanya penahanan ijasah dan raport,” ungkap Muhtadi.
Jika begini terus, Muhtadi khawatir, siswa miskin akan berhenti sekolah. “Kalau Kepala Sekolah itu tidak dievaluasi, saya khawatir akan banyak orang miskin yang stop sekolah,” tegasnya yang juga aktivis di sejumlah organisasi.
Seperti diberitakan Koran Kota edisi 101 lalu, sejumlah siswa tidak bisa mengambil ijasah dan raport saat mencapai kelulusan. Sehingga para siswa kesulitan untuk mengikuti jenjang sekolah berikutnya (hanya diberi foto kopi ijasah dan raport).
Salah satunya dialami siswi Nur SW lulusan SMPN 1 Babelan kelas 3 11 pada tahun 2012 ini. Hingga kini ijasah dan raportnya masih ditahan pihak SMPN 1 Babelan, hanya karena belum membayar biaya Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Buku Album Kenangan Siswa yang dikeluarkan pihak sekolah.
Padahal Nur SW, tergolong pintar namun dari keluarga yang tidak mampu, bahkan ayahnya sudah meninggal dunia beberapa tahun silam. Karena dia bisa lulus seleksi dan kini menjadi siswi SMKN 1 Kota Bekasi. (bd)
KORBAN PENEMBAKAN DI JATI SARI, DIRAWAT DI RS MITRA CIBUBUR
Niat Eman (27), karyawan toko material yang nyambi
menjadi polisi cepek alias Pak
Ogah, melerai cek-cok malah terkapar
bersimbah darah lantaran ditembak seorang pengendara sepeda motor yang
saat itu
terjadi cekcok mulut akibat bersenggolan dengan motor lain di depan
Perumahan
Dirgantara, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis
(13/9) sekitar pukul 23.00 Wib.
Luka
tembak di bagian dada kanan dengan peluru masih bersarang, membuat Eman
harus
mendapat perawatan di Rumah Skit (RS) Mitra Keluarga Cibubur. Sedangkan pelaku kabur setelah
menembak dirinya. Kini
kasus penembakan itu ditangani Polresta Bekasi Kota dan Polsek
Jatiasih.
Eman,
yang ditemui di RS Mitra Keluarga
Cibubur mengatakan, sekitar pukul 23.00 Wib, saat
ia mengatur arus lalu lintas di Jalan
Jatisari yang sedang dilakukan pengecoran jalan, tiba-tiba dua
pengendara
sepeda motor rebut, karena sepeda motor yang mereka tumpangi dari arah
berlawanan bersenggolan. Terjadi cekcok mulut hingga saling dorong.
Salah
satu pengendara yang didorong terjatuh. “Saya datang bermaksud
melerai. Tapi pengendara yang bertubuh tinggi besar malah marah,”terang Eman. “Elo nggak usah ikut
campur!,” hardik pelaku yang ditirukan korban. Saat Eman
terdiam. tiba-tiba si pengendara yang menghardik tadi mengeluarkan
senjata dari
dalam tas. Dorr.. sekali letusan mengenai dada kanan karyawan toko
material
ini.
Eman
tersungkur mengerang kesakitan. Sementara pengendara yang menembak
maupun yang
bertikai tadi malah kabur. Warga berdatangan menolong korban membawanya
ke RS
Mitra Keluarga Cibubur, karena kondisi Eman yang lemas, banyak
mengeluarkan
darah akibat luka tembak di bagian dada
sebelah kanan, Eman pun harus segera di operasi, namun pihak keluarga
Eman yang
memang tak mampu mendapatkan kendala mengenai biaya rumah sakit.
Pihak
rumah sakit meminta uang sebesar Rp. 14 juta untuk biaya operasi dan
hingga
kini belum di ketahui nasib Eman.
Sementara
petugas Polsek Jati Asih dan Polresta Bekasi Kota yang mendapatkan
laporan
tentang adanya penembakan tersebut , langsung mendatangi tempat kejadian
perkara (TKP) , petugas identifikasi Polresta Bekasi Kota langsung
melakukan
olah TKP, petugas kepolisian langsung memintai keterangan saksi-saksi.
Kasat
Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat yang langsung datang
ke TKP
mengatakan , hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus
penembakan
tersebut. Dikatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan jenis senjata
yang di
gunakan pelaku, karena peluru yang digunakan pelaku masih menempel di
dada
korban. (bd)
UNJUK RASA GABUNGAN DUKUNG BURUH PT. FAJAR PAPER
Ribuan buruh yang
tergabung dalam FKI KSPSI
Kabupaten Bekasi yang datang dari Jabotabek, Karawang dan bergabung
dengan
buruh PT. Fajar Paper yang terletak di Kampung Gardu
Sawah, Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang
Barat, Jum'at (14/9) menggelar aksi unjuk rasa sambil melakukan
orasi menggunakan pengeras suara di
gerbang masuk pabrik kertas tersebut.
Dengan adanya SP 1 dan dan SP 2 dari pihak management PT. Fajar Paper itu, akhirnya sebanyak 1.770 dari 2.200 karyawan yang tergabung dalam FKI KSPSI merasa dilecehkan oleh pihak management yang sudah mencampuri intern buruh, karena kepengurusan PUK akan berakhir pada 20 Desember 2012 mendatang.
Dengan adanya SP, katanya, berarti Ketua yang sudah berakhir masa jabatan sebagai Ketua PUK SPSI tidak diperbolehkan untuk mencalonkan diri menjadi pengurus SPSI. “Ini artinya pihak management PT. Fajar Paper sudah melecehkan organisasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI),” tegasnya seraya menambahkan, maka setiap perwakilan PUK dari seluruh kawasan industri yang berada di Kota dan Kabupaten Bekasi. Jakarta, Karawang dan Tangerang tumpah-ruah di PT. Fajar Paper.
Ketua
Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI PT. Fajar Paper, Kristiarso Trisunu
mengatakan,
unjuk rasa karyawan PT. Fajar Paper berawal dari adanya Surat Peringatan
(SP) I
dari pihak managemen PT Fajar Paper kepada Ketua PUK tanpa
ada alasan yang jelas.
Dengan adanya SP 1 dan dan SP 2 dari pihak management PT. Fajar Paper itu, akhirnya sebanyak 1.770 dari 2.200 karyawan yang tergabung dalam FKI KSPSI merasa dilecehkan oleh pihak management yang sudah mencampuri intern buruh, karena kepengurusan PUK akan berakhir pada 20 Desember 2012 mendatang.
Dengan adanya SP, katanya, berarti Ketua yang sudah berakhir masa jabatan sebagai Ketua PUK SPSI tidak diperbolehkan untuk mencalonkan diri menjadi pengurus SPSI. “Ini artinya pihak management PT. Fajar Paper sudah melecehkan organisasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI),” tegasnya seraya menambahkan, maka setiap perwakilan PUK dari seluruh kawasan industri yang berada di Kota dan Kabupaten Bekasi. Jakarta, Karawang dan Tangerang tumpah-ruah di PT. Fajar Paper.
Ini
merupakan
solidaritas buruh, ujar Kristianto, terhadap persoalan yang dihadapi buruh Pt. Fajar Paper, Bekasi. “Dengan
adanya masalah ini, akhirnya kami bongkar, bukan saja soal SP akan
tetapi
mengenai out sourching juga kami persoalkan. Kalau pihak management
tidak juga
mengindahkan permohonan kami agar mencabut SP, maka unjuk rasa ini akan
kami
gelar selama 1 bulan, sesuai dengan surat pemberitahuan unjukrasa kepada
pihak
Kepolisian mulai 14 September 2012 - 14 Oktober 2012,” terangnya seraya
mengatakan,
pihaknya akan membuat tenda untuk bermalam sampai tuntutannya
dikabulkan. Sementara itu, pihak managemen PT.
Fajar Paper
tidak berhasil dikonfirmasi. (bd)
SDN PASIR GOMBONG 01 TIDAK LAYAK DIGUNAKAN
Kondisi
bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasir Gombong 01 yang berada di
Kampung Darussalam RT. 03/02, Desa Pasirgombong, Kecamatan Utara, sangat
memprihatinkan. Padahal lokasi sekolah
itu berada di areal Kawasan Industri besar yang ada di Kabupaten Bekasi.
Selain
itu, sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 2.100 meter ini mengalami
kekurangan kelas. Terlihat dari 477 siswa tahun ajaran 2011/2012 harus
bergantian menggunakan kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar
(KBM).
Kepala
SDN Pasir Gombong 01, Sudarjat HS mengakui, SDN yang dipimpinnya dengan
tenaga
14 pegawai yang terdiri 6 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 8 orang pegawai
honor
itu kekurangan kelas dan juga membutuhkan perbaikan bangunan sekolah.
Dia
mengatakan, dengan banyaknya siswa yang belajar di sekolah ini, maka
pihaknya membuat
dua shift yakni shift pagi terdiri dari kelas 1, 2 dan 3 dan untuk shift
siang
terdiri dari kelas 4, 5 dan 6, untuk mengantisipasi agar semua kelas
mendapatkan waktu pengajaran.
Menurut
Sudrajat, pihaknya sudah mengusulkan penambahan ruang kelas dan juga
perbaikan
bangunan sekolah sejak tahun 2009 lalu. Namun hingga kini belum
teralisasi. “Kami
sudah usulkan ke dinas terkait, namun belum terealisasi,” papar
Sudrajat.
Dia
berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera merealisasikan
usulannya yang
sudah menjadi priortas kebutuhan.
Sekolah
yang memiliki 5 ruang kelas itu, sebagian lantainya sudah rusak. Bahkan
atapnya
pun sudah bolong. Apabila hujan turun, akan mengakibatkan air masuk ke
dalam
ruang kelas. Selain itu, para guru yang memanfaatkan ruang laboratorium
sebagai
ruang guru, karena tidak memiliki ruang khusus. Namun ada salah satu
bangunan
yang dinilai sangat memprihatinkan dengan kondisi rusak sampai tak
terpakai
dibiarkan begitu saja sejak tiga tahun yang lalu. (bd)
DINI HARI TADI GUDANG PENYUNTIKAN DI SETU KEBAKARAN
Kebakaran kembali terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kali ini, api
melalap habis sebuah gudang yang dijadikan tempat penyuntikan gas di
Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian
ini, meski api juga melalap dua rumah warga.
Kebakaran terjadi di Taman Rahayu, Kecamatan Setu, pada Sabtu (15/9) dinihari tadi. Saksi mata mengaku awalnya mendengar ledakan. Tak lama api dengan cepat membesar. Ledakan kembali terdengar beberapa kali.
Tak hanya menghanguskan gudang, api juga menyambar ke dua rumah warga yang terletak di dekat gudang. Dinas Pemadam Kebakaran Kota dan Kabupaten Bekasi menerjunkan sedikitnya lima unit mobil pemadam untuk memadamkan api.(DSY)
Kebakaran terjadi di Taman Rahayu, Kecamatan Setu, pada Sabtu (15/9) dinihari tadi. Saksi mata mengaku awalnya mendengar ledakan. Tak lama api dengan cepat membesar. Ledakan kembali terdengar beberapa kali.
Tak hanya menghanguskan gudang, api juga menyambar ke dua rumah warga yang terletak di dekat gudang. Dinas Pemadam Kebakaran Kota dan Kabupaten Bekasi menerjunkan sedikitnya lima unit mobil pemadam untuk memadamkan api.(DSY)
AWING AZiB SERAHKAN LAPORAN HARTA KEKAYAAN KE LHKPN-KPK
Calon Walikota Bekasi dari Partai Demokrat, Awing Asmawi, akhirnya menyerahkan Laporan Harta
Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pembrantasan Korupsi
(KPK), Jum’at (14/9/12).
Nilai LHKPN yang dilaporkan Rp. 60.552.531.251,90,- (Enam puluh miliar lima ratus lima puluh dua juta lima ratus tiga puluh satu ribu dua ratus lima puluh satu rupiah). Laporan itu disampaikan satu hari menjelang peenutupan penyerahan kelengkapan persyaratan calon walikota, yang jatuh Sabtu (15/9/12).
Awing Asmawi mengemukakan lebih rinci kekayaannya sebagai berikut, harta tidak bergerak Rp. 52.000.000.000, harta bergerak Rp. 1.005.000.000, uang tunai keluarga Rp. 6.619.531.251,92, piutang sebesar Rp 2.000.000.000, dan memiliki total hutang sebesar Rp. 1.072.000.000. “Hutang yang saya miliki hutang dengan keluarga dan kartu kredit. Yang dapat saya bayar kapan saja, “kata Awing.
Calon Walikota berkepala botak itu mengaku lega setelah menyelesaikan semua berkas adminitrasi verifikasi faktual pencalonan kepada KPUD. “Pemberkasan cawalkot sudah selesai semua. Hari ini , saya bersama tim menyerahkan berkas kekayaan saya kepada KPK. Saya tinggal menunggu penetapan dari KPUD kota bekasi, “ kata Awing.
Penyerahan LHKPN tentu tak sekedar persyaratan saja. tapi tujuannya untuk mengetahui pertambahan kekayaan penyelenggara negara, apakah pertambahan kekayaan itu diperoleh dengan cara yang halal atau justru dari hasil korupsi. Seharusnya Awing menyerahkan harta kekayaan kepada KPK dengan formulir B (laporan perubahan) tidak dengan formulir A (laporan keseluruhan).
Pada tahun 2008, pernah melaporkan harta kekayaan kepada KPK. “Idealnya, saya hanya mengisi form B bukan form A. Karena saya pernah melaporkan hal yang saama pada tahun 2008. Sayangnya, data kekayaan saya di KPK hilang. Sehingga saya harus melaporkan ulang harta kekayaan saya, “kata Awing lagi. (Coen).
Nilai LHKPN yang dilaporkan Rp. 60.552.531.251,90,- (Enam puluh miliar lima ratus lima puluh dua juta lima ratus tiga puluh satu ribu dua ratus lima puluh satu rupiah). Laporan itu disampaikan satu hari menjelang peenutupan penyerahan kelengkapan persyaratan calon walikota, yang jatuh Sabtu (15/9/12).
Awing Asmawi mengemukakan lebih rinci kekayaannya sebagai berikut, harta tidak bergerak Rp. 52.000.000.000, harta bergerak Rp. 1.005.000.000, uang tunai keluarga Rp. 6.619.531.251,92, piutang sebesar Rp 2.000.000.000, dan memiliki total hutang sebesar Rp. 1.072.000.000. “Hutang yang saya miliki hutang dengan keluarga dan kartu kredit. Yang dapat saya bayar kapan saja, “kata Awing.
Calon Walikota berkepala botak itu mengaku lega setelah menyelesaikan semua berkas adminitrasi verifikasi faktual pencalonan kepada KPUD. “Pemberkasan cawalkot sudah selesai semua. Hari ini , saya bersama tim menyerahkan berkas kekayaan saya kepada KPK. Saya tinggal menunggu penetapan dari KPUD kota bekasi, “ kata Awing.
Penyerahan LHKPN tentu tak sekedar persyaratan saja. tapi tujuannya untuk mengetahui pertambahan kekayaan penyelenggara negara, apakah pertambahan kekayaan itu diperoleh dengan cara yang halal atau justru dari hasil korupsi. Seharusnya Awing menyerahkan harta kekayaan kepada KPK dengan formulir B (laporan perubahan) tidak dengan formulir A (laporan keseluruhan).
Pada tahun 2008, pernah melaporkan harta kekayaan kepada KPK. “Idealnya, saya hanya mengisi form B bukan form A. Karena saya pernah melaporkan hal yang saama pada tahun 2008. Sayangnya, data kekayaan saya di KPK hilang. Sehingga saya harus melaporkan ulang harta kekayaan saya, “kata Awing lagi. (Coen).
KERUSAKAN JARINGAN, PELAYANAN PEMBUATAN SIM TERHAMBAT
Kerusakan jaringan pusat komputer mengganggu layanan pengurusan surat
izin mengemudi (SIM) di Polres Kota Bekasi Kota, Jawa Barat. Gangguan
juga terjadi pada Kamis (13/9/2012) dan Jumat (14/9/2012).
Gangguan itu memaksa ratusan orang yang sudah meluangkan waktu untuk melengkapi dokumen pengurusan mendapatkan SIM terpaksa gigit jari dan pulang dengan tangan hampa. Tidak sedikit pengurus SIM yang sampai meminta cuti dari pekerjaan, tetapi gagal mendapatkan SIM.
Keterangan dari Polres Kota Bekasi Kota menyebutkan, gangguan layanan SIM akibat kerusakan pada komputer pusat data serta gangguan pada mesin foto. Dengan demikian, warga tidak dapat mengurus SIM baru atau memperpanjang SIM yang habis masa berlakunya.
Disayangkan oleh warga, gangguan itu tidak diberitahukan secara luas. Polres Koa Bekasi Kota hanya menempelkan kertas bertuliskan pengumuman di depan pintu yang mengarah ke bagian pengurusan SIM. Kertas karton itu cuma bertuliskan "Komputer SIM Sedang Dalam Perbaikan, Masih Rusak, Trims".
Pengumuman ini dinilai warga tidak memadai. Hingga pukul 23.00 WIB, petugas piket Polres Kota Bekasi Kota yang dihubungi belum bisa memastikan apakah pelayanan SIM sudah bisa dilaksanakan lagi pada Sabtu (15/9/2012). (Coen).
Gangguan itu memaksa ratusan orang yang sudah meluangkan waktu untuk melengkapi dokumen pengurusan mendapatkan SIM terpaksa gigit jari dan pulang dengan tangan hampa. Tidak sedikit pengurus SIM yang sampai meminta cuti dari pekerjaan, tetapi gagal mendapatkan SIM.
Keterangan dari Polres Kota Bekasi Kota menyebutkan, gangguan layanan SIM akibat kerusakan pada komputer pusat data serta gangguan pada mesin foto. Dengan demikian, warga tidak dapat mengurus SIM baru atau memperpanjang SIM yang habis masa berlakunya.
Disayangkan oleh warga, gangguan itu tidak diberitahukan secara luas. Polres Koa Bekasi Kota hanya menempelkan kertas bertuliskan pengumuman di depan pintu yang mengarah ke bagian pengurusan SIM. Kertas karton itu cuma bertuliskan "Komputer SIM Sedang Dalam Perbaikan, Masih Rusak, Trims".
Pengumuman ini dinilai warga tidak memadai. Hingga pukul 23.00 WIB, petugas piket Polres Kota Bekasi Kota yang dihubungi belum bisa memastikan apakah pelayanan SIM sudah bisa dilaksanakan lagi pada Sabtu (15/9/2012). (Coen).
Langganan:
Postingan (Atom)




