Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Sabtu, 15 September 2012

PERUBAHAN DATA, JUMLAH TPS PILKADA KOTA BEKASI DITAMBAH

Ketua KPU Kota Bekasi, Tubagus Hendy Irawan, mengatakan hasil verifikasi Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Bekasi menunjukkan peningkatan. “Banyak calon pemilih yang belum masuk, maka setelah dimasukkan, dampaknya harus ada penambahan TPS,” tuturnya (14/9).

Oleh karena itu, menurutnya, lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada Kota Bekasi diprediksi bertambah hingga 150 TPS. Pasalnya, hasil verifikasi data jumlah pemilih, ada kenaikan dibanding data sebelumnya.

Pada Pemilukada 2008 dan juga Pileg tercatat ada 3.474 TPS yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Namun sekarang harus ditambah karena faktor geografis. “Misalnya terhalang tembok perumahan atau sungai, sehingga pemilih harus jalan memutar. Untuk mempermudah, TPS yang ditambah,” jelas Hendy.

Penambahan TPS juga dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mempermudah pemilih yang mengalami keterbatasan fisik. “Jangan sampai mereka kesulitan menuju TPS,” kata Hendy.

Setiap TPS, lanjut Hendy, akan melayani maksimal 600 pemilih. Sedangkan untuk kotak suara, Hendy mengatakan tiadak ada kendala karena yang lama masih bisa digunakan. “Jika ada kelebihan harus dibagi menjadi 2 TPS yang artinya ada penambahan,” jelasnya. (Coen).

Jumat, 14 September 2012

KGB GUGAT DISKRIMINASI SISTEM PENGGAJIAN GURU HONOR

Ketua Komite Guru Bekasi (KGB), Mukhlis Setiabudi, melihat masih terjadinya diskriminasi dalam sistem yang dibangun pemerintah daerah kota Bekasi. Dirinya, saat KGB mendatangi pemkot Bekasi, mencontohkan dengan sistem penggajian yang diterima oleh guru honor yang ada di kota Bekasi.

Apa yang dimaksud dengan dikriminasi itu adalah bentuk pembedaan pemberian besar tunjangan yang diterima setiap bulannya. Selain itu juga, dengan tunjangan-tunjangan lain berupa gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang selama ini diterima Tenaga Kerja Kontrak (TKK) . "Sebagai TKK tahun 2008, tunjangan yang kami terima setiap bulannya hanya Rp 300.000. Sementara TKK tahun 2010 besar tunjangannya mulai dari Rp 500.000 per bulan belum termasuk uang makan dan transportasi. Mereka juga dapat THR, sedangkan kami tidak," katanya (14/9).

Seeratus guru dan tenaga tata usaha honorer mendatangi pemkot Bekasi, Jumat (14/9/12), untuk mempertanyakan terjadinya diskriminasi yang mereka alami. Kedatangan mereka kali ini ditemui oleh Kepala Bidang Pembinaan Pegawai Badang Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi Rudi Sabarudin.


Selain itu, KGB juga mempertanyakan Surat Keputusan (SK) yang tak pernah diperpanjang rutin setiap tahunnya. Padahal TKK tahun 2010, SK-nya selalu diperpanjang setiap tahun. Sudah lebih dari 3 kali forum guru kota Bekasi mempertanyakan dan bahkan menyoal SK tersebut karena menjadi rujukan sistem pnggajian.

Selain itu, KGB juga mempertanyakan jumlah TKK yang akan diusulkan pengangkatannya menjadi CPNS pada tahun 2013. Sebab BKD pernah menyatakan akan mengusulkan 1.248 formasi saja, padahal masih ada 3.887 TKK yang menanti pengangkatan. "Jumlah yang diusulkan sangat jomplang, karena sisanya akan terus diliputi kecemasan karena ketidakjelasan waktu pengangkatan," kata Mukhlis.

KGB meminta BKD kota Bekasi mengusulkan formasi sesuai, TKK yang ada, KGB juga akan memperjuangkan nasib mereka ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pemerintahan (BPKP). "Audiensi dengan BPKP akan dilakukan untuk meyakinkan bahwa sekitar 1.700 guru dan tenaga tata usaha honorer anggota KGB yang bekerja sebelum tahun 2005 selama ini dibiayai APBD," kata Muklis lagi. (Coen).

RIKA MAU DIREMAS, ADIH BABAK BELUR

Seorang lelaki yang diduga sebagai pelaku penjambretan babak belur dikeroyok warga di JalanTeuku Umar, Kampung Sepatan, Kelurahan Sepanjang Jaya RT 02/01, Kota Bekasi, Kamis (13/9) pagi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 saat korban, Rika (24), hendak menuju sebuah toko sembako. Saat itu Rika dipepet pengendara motor. 

Rika mengira lelaki dengan sepeda motor itu hendak menanyakan alamat seseorang padanya. Ternyata ketika posisinya sudah didekatnya, tiba-tiba lelaki itu mengulurkan tangannya seakan hendak menjambret kalung emas yang dipakai Rika. 

Spontan Rika ketakutan dan meneriaki jambret lelaki bernama Adih Dumyati (24) yang naas karena terjatuh bersama motornya. Teriakan Rika membuat warga sekitar bereaksi setelah mendengan suaraterakan dari sumber suara yang tidak jauh dari mereka. 

Diduga karena kepanik pelaku, saat dikejar warga, lelaki Adih Dumyati terjatuh beserta sepeda motornya.  situasi yang memungkinkan warga untuk melampiaskan amarahnya, Adih pun dihajar massa.

Warga menghujani Adih Dumyati dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi hingga pelaku terkapar di jalanan. "Setelah diselidiki, pelaku hanya bermaksud meremas payudara korban," kata Kanit Reskrim Polsekta Bekasi Timur, Ipda Harry Gasgari. (Coen).

JURU PARKIR DITEMBAK ORANG TAK DIKENAL DI JATI SARI

Eman bin Sardi (23), seorang juru parkir, ditembak pengendara sepeda motor di Kampung Cakung Payangan, Kelurahan Jati Sari, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/9/2012) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban kini dirawat di RS Mitra Cibubur. Kejadian itu bermula ketika Eman melihat pertengkaran antara seorang pengendara sepeda motor dan dua orang pengendara sepeda motor yang berboncengan. Korban pun menghampiri dengan maksud mencoba melerai pertengkaran antara sesama pemotor tersebut. Tak disangka, pembonceng sepeda motor justru menembaknya dan kemudian melarikan diri. Peluru yang ditembakkan itu mengenai dada sebelah kanan Eman.(NAZ).

TRUK PENGANGKUT PAKAN TERNAK TERGULING DI DEPAN MEGA BEKASI

ANIMASI

Truk gandeng bermuatan ratusan karung tepung gandum untuk pakan ternak, terguling di depan Giant Mega Bekasi, Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/9) pagi. Tak ada korban jiwa maupun terluka. Satu yang pasti kejadian ini memacetkan arus lalu lintas hingga tiga kilometer.

Bermula ketika truk bernomor polisi L 9627 UA yang baru keluar dari tol menuju ke arah Pekayon. Tiba-tiba gandengan truk patah dan terguling. Yudo, sopir truk mengaku terganggu dengan truk pengangkut tanah yang kebut-kebutan. Ia berusaha menghindar dari truk tanah tersebut, namun tiba-tiba sambungan truk patah dan terguling.

Petugas dari Jasamarga langsung turun ke lokasi untuk membantu mengevakusi badan truk yang menutup jalan. Truk dipindahkan dengan menggunakan mobil derek. Kondisi tersebut telah telanjur membuat arus lalu lintas macet. Apalagi situasi bertepatan dengan jam berangkat kerja. (Ly).

Kamis, 13 September 2012

JAYA KOMARA TEWAS DALAM KAMAR TAHANAN

Tersangka pendiri Koperasi Langit Biru, Jaya Komara, yang menjadi tahanan titipan Polresta Tangerang Kota, tewas di dalam tahanan. Jaya Komara meninggal setelah sebelumnya sempat berbincang dengan tahanan lainnya.

Informasi awal tentang meninggalnya Jaya Komara diketahui dari 3 rekan satu selnya, Abar, Nurul Fahmi dan Pranto Siregar, yang ketika bangun sekira pukul 06:30 WIB mendapati Jaya Komara dalam kondisi tampak mata seperti tidur, namun ketika dibangunkan, Jaya Komara tidak bereaksi apapun sehingga 3 rekannya itu memberitahukan petugas Piket Jaga Tahanan.

Petugas Jaga Tahanan kemudian melakukan pemeriksaan bersama-sama dengan anggota SPK, dan Pawas Polres, mendapati posisi Jaya Komara tidak bernafas. Petugas piket pun kemudian menghubungi dokter Polresta Tangerang Kota, dr Anin Dyah,  untuk memeriksa Jaya Komara.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan Jaya Komara telah meninggal dunia, tampak mata dalam pemeriksaan tersebut tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik. Saat ditemukan, posisi Jaya Komara terlentang dengan kedua tangan merentang kanan dan kiri di samping tubuhnya. Petugas juga tidak menemukan benda-benda mencurigakan di sekitar korban.

Jaya Komara diperkirakan meninggal dunia sekira pukul 05:00 WIB. Dari keterangan sesama tahanan, sekira pukul 02:00 WIB, Jaya Komara masih melakukan aktifitas zikir. Dan pada pukul 03:00 WIB, ia juga masih berkomunikasi dengan tersangka Titi Suwito yang berada di samping sel Jaya Komara.

Pada pukul 04:30 WIB, Jaya Komara masih berkomunikasi dengan tersangka Entun dan pada pukul 05:00 WIB saat Piket Jaga Tahanan melakukan kontrol terhadap tahanan, melihat Jaya Komara dalam kedaan tidur, sama persis ketika ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jaya Komara menjadi tahanan titipan Polda karena terjerat kasus penggelapan uang nasabah Koperasi Langit Biru. Jaya Komara ditangkap kepolisian Tangerang bersama Polda pada Selasa 24 Juli 2012 silam di Purwakarta.

Jaya Komara ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 27 Juli 2012, kemudian dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri sejak tanggal 27 Juli hingga 1 Agustus 2012. Guna kepentingan penyidikan dan efektifitas waktu, kemudian penahanan Jaya Komara dialihkan ke Rutan Polresta Tangerang sejak 2 Agustus 2012 lalu. (PUSKOHUMPMJ).

BAYI DIBUANG ORANG TUANYA, DITEMUKAN WARGA DI GANG MAKAM

Seorang warga menemukan sesosok bayi terbalut kain sarung di Jalan Cipendawa RT 3 RW 2 Kampung Poncol, Gang Makam, Bojong Menteng, Rawalumbu Kota Bekasi, Kamis (13/9/2012), sekitar pukul 05.00. "Kondisi bayi masih hidup dan selamat," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bekasi Timur Inspektur Satu Hari Gaskari.

Bayi itu ditemukan oleh seorang warga yang sedang melintas. Bayi ditemukan berada di tepi jalan dan terbalut sarung. Temuan itu dilaporkan ke polisi pukul 08.00 WIB. "Bayi sementara ada di rumah bidan terdekat," kata Hari.

Saat coba dikonfirmasi  Dra. ARMITA, MM., Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Bekasi, tidak aktif ponselnya. Perayaan hari anak di kota Bekasi baru saja dilaksanakan Rabu (12/9) kemarin di balai Patriot, pusat pemerintahan Kota Bekasi. (Coen).