Kepala Bidang Tata Air dinas Bina Marga Tata Air (BIMARTA) kota Bekasi,
H. Nurul Furqon mengingatkan bahwa keluhan warga yang selama ini masuk
melalui SMS Center kepada Walikota dan Kepala dinas membutuhkan
realisasi. "Oleh sebab itu sangat bergantung dari bagian perencanaan,
apakah apa yang dikomplain warga diagendakan tidak pada anggaran biaya
tambahan Kota Bekasi," katanya (7/9).
Menurutnya, baik
pemeliharan maupun peningkatan saluran setiap tahunnya harus tetap
dilakukan karena akan menimbulkan problem jika tidak diselesaikan. Hanya
saja, Furqon menjelaskan, anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut
tersedia atau tidak, mengingat ketersediaan anggaran Pendapatan dan
belanja Daerah (APBD) kota Bekasi masih sangat terbatas jumlahnya.
Dirinya
mencontohkan, beberapa titik pekerjaan yang dilakukan oleh dinas
Bimarta Kota Bekasi beberapa waktu lalu baru seminggu diselesaikan sudah
banyak keluhan warga masyarakat Bekasi kepada dinas. Itu disebabkan
karena kondisi yang ada saluran cepat penuh dan cenderung
mengkhawatirkan warga masyarakat, apalagi saluran yang belum diperbaiki
yang jumlahnya banyak.
Furqon masih memikirkan bagaimana formula
penyelesaian banyaknya keluhan warga masyarakat atas berbagai problem,
baik kerusakan maupun kendala yang ditemukan warga masyarakat. "Semua
amat tergantung dari bidan perencanaan untuk memikirkan problematika
dilapangan, kalau ditanya ABT akan ada atau tidak, tolong tanyakan ke
bagian perencanaan," katanya.
Keterbatasan anggaran ditengarai menjadi penyebab banyaknya pekerjaan normalisasi dan perawatan saluran drainase di Kota Bekasi tidak dapat dilakukan. "Perbaikan sangat tergantung anggaran, kalau tidak ada bagaimana kita bisa lakukan perbaikan," kata Furqon soal ada tidaknya anggaran di APBD-P, Anggaran Biaya Tambahan (ABT). (Don).
Jumat, 07 September 2012
ENDANG BACHRUDIN; PENGHIJAUAN AGAR KOTA BEKASI TIDAK GERSANG
Penghijauan yang dilakukan Pemkot Bekasi dan organisasi bukalam Pada
tahun 2009 di Jalan Ngurah Rai, Bekasi, akhirnya dapat tumbuh dengan
baik. Lebih dari seribu pohon yang di tanam sepanjang median tengah
jalan tersebut kini tumbuh setinggi 1,5 meter dan tampak rapi berjejer
menghiasi jalan.
Awalnya, menurut Endang Bachrudin pengurus Bukalam, jalan sepanjang 1,5 KM tersebut tidak ada tanaman peredam polutan baik disisi kanan-kiri, maupun di median tengah jalan. "Setelah dIdiskusikan, Bukalam mendapat kepercayaan dari di Lingkungan hidup, sekarang Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (BPLH), jalan tersebut ditanami bibit mahoni," katAnya.
Tanpa adanya tanaman-tanaman yang dapat mengurang polusi asap buang kendaraan, menuaut Endang, kota Bekasi akan semakin panas dan gersang. Gerakan global warming yang digerakkan Bukalam di Kota Bekasi, dapat membantu pemerintah kota yang kesulitan mengontrol pencemarAn udara.
Masih minimnya ruang terbuka hijau diwilayah kota Bekasi menggerakkan Bukalam untuk memulai gerakan penghijauan dan perawatan lingkungan kota dengan kegiatan sederhana. "Kami juga membersihkan bantaran kali, penataan lingkungan pemukiman dan berbagai kegiatan pendidikan pada masyarakat Bekasi secara sederhana," kata Endang. (Don).
Awalnya, menurut Endang Bachrudin pengurus Bukalam, jalan sepanjang 1,5 KM tersebut tidak ada tanaman peredam polutan baik disisi kanan-kiri, maupun di median tengah jalan. "Setelah dIdiskusikan, Bukalam mendapat kepercayaan dari di Lingkungan hidup, sekarang Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (BPLH), jalan tersebut ditanami bibit mahoni," katAnya.
Tanpa adanya tanaman-tanaman yang dapat mengurang polusi asap buang kendaraan, menuaut Endang, kota Bekasi akan semakin panas dan gersang. Gerakan global warming yang digerakkan Bukalam di Kota Bekasi, dapat membantu pemerintah kota yang kesulitan mengontrol pencemarAn udara.
Masih minimnya ruang terbuka hijau diwilayah kota Bekasi menggerakkan Bukalam untuk memulai gerakan penghijauan dan perawatan lingkungan kota dengan kegiatan sederhana. "Kami juga membersihkan bantaran kali, penataan lingkungan pemukiman dan berbagai kegiatan pendidikan pada masyarakat Bekasi secara sederhana," kata Endang. (Don).
KEKERINGAN ANCAM GAGAL PANEN PETANI BABELAN
Para petani yang
berada di dua desa di wilayah Kecamatan Babelan resah. Pasalnya ratusan lahan persawahan
di Desa Buni Bakti dan Kedung Jaya itu terancam gagal panen akibat kekeringan. Sehingga
para petani di desa itu sangat membutuhkan air untuk mengairi sawahnya.
Kadus Bendon dari Desa Buni
Bakti Kecamatan Babelan yang dikonfirmasi wartawan menjelaskan, saat ini lahan persawahan di wilayahnya sedang
mengalami kekeringan, sehingga diperkirakan dapat menyebabkan gagal panen.“Kalau usia padi dibawah 50
hari, maka akan mati karena mengalami kekeringan,” katanya, Kamis (6/8).
Kadus Bendon dan para petani
lainnya mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera melakukan
normalisasi saluran irigasi di wilayah itu.“Kalau Bupati sayang dengan
warganya, kami sangat berharap agar memperhatikan nasib petani dengan sesegera
mungkin memperbaiki saluran irigasi di wilayah ini,” pintanya.
Dia mengeluh, kalau di
wilayah Babelan tidak akan ada lagi areal persawahan. Karena katanya, master
plan yang ada di Kabupaten Bekasi untuk wilayah Babelan sudah menjadi “zona
coklat” (area perumahan). “Kami khawatir kalau di Babelan sudah tidak ada
lagi areal persawahan,” keluhnya.
Sementara itu Riadi, petugas
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian wilayah Babelan ketika
dikonfirmasi membenarkan adanya kekeringan di dua desa yang ada di Kecamatan
Babelan. Dia juga membenarkan, kini
lahan persawahan seluas 450 hektar di wilayah itu rawan terancam kekeringan. Dirinya
khawatir kalau kekeringan ini terus berlanjut akan mengakibatkan gagal panen
yang akan berdampak negatif terhadap ekonomi petani di wilayah Babelan. (bd)
Rabu, 05 September 2012
KAPOLRES DEPOK; DEPOK TIDAK IDENTIK DENGAN TERORISME
Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Kapolres Depok, dalam keterangan pers-nya mengatakan bahwa penangkapan terduga pelaku tindak terorisme di
wilayah Depok,
pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian semacam ini tidak
kembali terulang. Tetapi Mulyadi menolak jika Depok disebut
sebagai tempat bagi pelaku teroris untuk bersembunyi.
Menurut Kapolres Depok, kejadian yang terjadi di Depok merupakan sebuah kebetulan, karena keluarga pelaku tinggal di Depok. "Kalau keluarganya di Cibinong ya dia ke Cibinong, kalau keluarganya ke Bogor ya dia ke Bogor, jadi gak seperti itulah," tutur Mulyadi.
Mulyadi mengatakan sudah dilakukan persiapan sejak dua minggu yang lalu terkait keamanan pada saat warga mudik dan juga mengenai pendatang yang masuk ke Depok. Pihaknya memang telah mengantisipasi pendatang yang datang menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Sudah dilakukan oleh Kapolres, camat-camat diundang, jajaran kesektoran, Kodim, Koramil, security perumahan juga sudah kita undang," ujar Mulyadi.
Kapolres tetap mengakui bahwa kenyataannya, Firman memang berada dan tertangkap di wilayah Depok, sehingga pihaknya akan meningkatkan peran intel dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kejadian semacam ini. "Ya ini memang sudah fakta dilapangan. Kita upayakan peningkatan peran intel, kerjasama dengan pemkot, camat, lurah dan perangkat lainnya, jadi jangan sampai keluar bahasa kecolongan," tandas Mulyadi. (Coen).
Menurut Kapolres Depok, kejadian yang terjadi di Depok merupakan sebuah kebetulan, karena keluarga pelaku tinggal di Depok. "Kalau keluarganya di Cibinong ya dia ke Cibinong, kalau keluarganya ke Bogor ya dia ke Bogor, jadi gak seperti itulah," tutur Mulyadi.
Mulyadi mengatakan sudah dilakukan persiapan sejak dua minggu yang lalu terkait keamanan pada saat warga mudik dan juga mengenai pendatang yang masuk ke Depok. Pihaknya memang telah mengantisipasi pendatang yang datang menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Sudah dilakukan oleh Kapolres, camat-camat diundang, jajaran kesektoran, Kodim, Koramil, security perumahan juga sudah kita undang," ujar Mulyadi.
Kapolres tetap mengakui bahwa kenyataannya, Firman memang berada dan tertangkap di wilayah Depok, sehingga pihaknya akan meningkatkan peran intel dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kejadian semacam ini. "Ya ini memang sudah fakta dilapangan. Kita upayakan peningkatan peran intel, kerjasama dengan pemkot, camat, lurah dan perangkat lainnya, jadi jangan sampai keluar bahasa kecolongan," tandas Mulyadi. (Coen).
SINDIKAT RAMPOK KONTAINER DIRINGKUS RESERSE POLRESTA BEKASI KOTA
Satuan reserse kriminal
polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, berhasil mengungkap dan menangkap sindikat
kawanan perampok spesialis truk kontainer yang berisikan muatan elektronik
hingga susu bayi dan susu kemasan. Para perampok dalam menjalankan aksinya
menggunakan dua orang wanita dibawah umur untuk menggoda sopir dan kernet truk container.
Fidia dan Henica dua
gadis yang masih di bawah umur adalah dua dari sepuluh anggota sindikat kawanan
perampok spesialis truk kontainer yang berhasil diungkap dan ditangkap oleh
satuan reserse kriminal polresta Bekasi Kota. Penangkapan kelompok perampok
dilakukan polisi pada selasa malam kemarin, 4/9/2012, di sebuah rumah kos di
wilayah Kranji, Bekasi.
Sepuluh anggota kelompok
perampokan ini adalah spesialis truk kontainer yang berisikan muatan barang
elektronik, makanan ringan, popok bayi, tekstil, teh, hingga susu kemasan dan
susu bayi. “Truk container yang dirampok
merupakan kendaraan pelintas jalur tol Jakarta-Cikampek, tol Serang-Merak, tol Jagorawi,
tol Jati Asih dan tol Bekasi Barat,” kata Kompol Taufik Hidayat, Kepala
Satuan (Kasat) Reserse Polresta Bekasi
Kota (5/9).
Kasat reskrim polresta Bekasi
Kota mengatakan, sindikat perampokan spesialis truk kontainer di dalam jalur
tol ini adalah target operasi yang telah lama satuan reserse kriminal buru dan
kejar. Kelompok ini berhasil di amankan dan ditangkap pada selasa malam kemarin
di sebuah rumah kos di wilayah Kranji saat para pelaku sedang bersiap melakukan
aksinya terhadap truk bermuatan susu.
Dalam menjalankan
aksinya, para pelaku menggunakan bantuan dua gadis yang masih berada dibawah
umur yang juga ikut diamankan untuk menggoda sopir dan kernet container. “Pelaku
penggoda berpura-pura untuk menumpang pada truk sasaran yang sedang
beristirahat di pinggiran tol ataupun area istirahat, sedangkan pelaku lain
mengikuti truk dan memulai aksinya ketika dua gadis pancingan tersebut meminta
berhenti di lokasi yang ditentukan untuk buang air kecil,” kata Taufik.
Taufik menambahkan, penggerebekan
dan penangkapan yang dilakukan petugas satuan reserse kriminal polresta Bekasi Kota
berhasil mengamankan satu unit mobil box berisikan barang-barang curian yang
diambil dari dalam container, serta satu unit mobil operasional pelaku yang
juga berisikan barang curian. “Ditemukan satu pucuk senjata api mainan dan satu
unit truk kontainer yang dibawa oleh para pelaku,” jelasnya.
Kini satuan reserse
kriminal polresta bekasi kota tengah melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku
lainnya. Kasus ini kini dalam penanganan satreskrim polresta Bekasi Kota. (Coen).
ROHIM MINTAREJA; PEMKAB BEKASI AKAN FASILITASI PEMBINAAN MANAJERIAL PEDAGANG PASAR
Asosiasi Pedagang
Pasar Tradisonal Bekasi, Jawa Barat, meminta pemerintah setempat
memberikan pinjaman modal dan pembinaan manajerial bagi para pelaku
usaha kecil demi pengembangan usaha.
"Selama ini pedagang kecil jarang mendapat perhatian pemerintah
daerah sehingga pedagang lebih memilih untuk mengembangka usahanya
sendiri," kata Pengurus APPT Bekasi, Imam Gozali, di Bekasi, Rabu (5/9/2012).
Menurut dia, pemerintahan Kabupaten Bekasi hanya sebatas memfasilitasi keberadaan kios bangunan yang digunakan untuk berdagang, itupun pedagang harus membelinya terlebih dahulu. "Selama ini pemerintah hanya memfasilitasi dengan membangun pasar, itupun harus dibeli dulu kiosnya oleh pedagang, tidak secara gratis," katanya.
Imam menyarankan, agar pemerintah memberikan pembinaan terhadap pedagang kecil yang tersebar di beberapa pasar tradisional yang saat ini jumlahnya mencpai 11 pasar di 23 kecamatan dengan jumlah pedagang total mencapai 15 ribu orang. "Kami sangat berharap agar pedagang diberikan pembinaan usaha dan pengelolaan keuangan yang baik," katanya.
Menurut Imam, kelemahan pedagang kecil kerena mereka masih berkutat pada manajemen keuangan. Sehingga, taraf perekonomiannya sulit meningkat. "Kalau kami perhatiakan saat ini, nyaris tidak ada pembinaan secara manajerial terhadap pedagang, padahal mereka sangat membutuhkannya untuk memperkuat sektor bisnis yang digeluti," katanya.
Secara terpisah, Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, menyambut positif kritikan itu dalam rangka memberikan pelayanan publik yang lebih baik lagi.
Menurut Rohim, perhatian pemerintah terhadap pedagang kecil sangat besar. Salah satunya direalisasikan dengan revitalisasi Pasar Cikarang yang diagendakan berlangsung pada tahun ini. "Dengan revitalisasi ini, tidak akan ada lagi pedagang yang tumpah hingga ke jalan-jalan. Semuanya akan kita fasilitasi," katanya. (Ant/AMar).
Menurut dia, pemerintahan Kabupaten Bekasi hanya sebatas memfasilitasi keberadaan kios bangunan yang digunakan untuk berdagang, itupun pedagang harus membelinya terlebih dahulu. "Selama ini pemerintah hanya memfasilitasi dengan membangun pasar, itupun harus dibeli dulu kiosnya oleh pedagang, tidak secara gratis," katanya.
Imam menyarankan, agar pemerintah memberikan pembinaan terhadap pedagang kecil yang tersebar di beberapa pasar tradisional yang saat ini jumlahnya mencpai 11 pasar di 23 kecamatan dengan jumlah pedagang total mencapai 15 ribu orang. "Kami sangat berharap agar pedagang diberikan pembinaan usaha dan pengelolaan keuangan yang baik," katanya.
Menurut Imam, kelemahan pedagang kecil kerena mereka masih berkutat pada manajemen keuangan. Sehingga, taraf perekonomiannya sulit meningkat. "Kalau kami perhatiakan saat ini, nyaris tidak ada pembinaan secara manajerial terhadap pedagang, padahal mereka sangat membutuhkannya untuk memperkuat sektor bisnis yang digeluti," katanya.
Secara terpisah, Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, menyambut positif kritikan itu dalam rangka memberikan pelayanan publik yang lebih baik lagi.
Menurut Rohim, perhatian pemerintah terhadap pedagang kecil sangat besar. Salah satunya direalisasikan dengan revitalisasi Pasar Cikarang yang diagendakan berlangsung pada tahun ini. "Dengan revitalisasi ini, tidak akan ada lagi pedagang yang tumpah hingga ke jalan-jalan. Semuanya akan kita fasilitasi," katanya. (Ant/AMar).
PERNYATAAN KOALISI WARGA MENGGUGAT
Dengan Menyebut Nama Tuhan Yang Maha Besar, yang terpopuler Hanya Debu!
Sejak awal kita melihat tidak trasparannya pihak BPKP Wilayah Jawa Barat, Kejagung dan Pemkot Bekasi dalam kasus dugaan korupsi pasar baru, kami berdialog dan menyimpulkan penegakan hukum di Bekasi mandek dan diabaikan. Pejabat yang sudah berulang-ulang diperiksa di Kejagung seperti Sekretaris Daerah Kota Bekasi dll. tidak pe
rnah jujur mengakui ke publik, bagaimana dan apa sebenarnya yang terjadi dengan "revitalization project" Pasar Baru Bekasi.
Untuk mengakui bahwa sudah diperiksa saja enggan! Bagaimana kota Bekasi bisa maju dipimpin orang-orang seperti itu? Begitu juga pihak Kejagung yang terkesan jalan di tempat seakan tidak bertaring untuk kasus yang sempat mengganggu konsentrasi masyarakat dalam partisipasi jalannya Pembangunan.
Ada apa? Beberapa diantara praktisi hukum pesimis masalah revitalisasi Pasar Baru bisa dituntaskan oleh Kejagung!
Akan jauh lebih lebih baik masalah tersebut diambil alih atau supervisi Komisi Pemberantasa Korupsi saja, biar proses yang seperti "sandiwara" ini dapat memperoleh kepastian hukum. Tolak gerakan RE main Mata! Tolak sesumbar Gombal "penyanyi" melankolis apel senin pagi! Bekasi Bangkit Tanpa Korupsi! Lawan! Lawan! Lawan! Hidup Kaki Lima! Hidup Becak! Hidup Buruh! Kota Tanpa Kekerasan! Kota Tanpa Kemerosotan!
Ttd.
Hitler P. Situmorang
Juru Bicara Koalisi WARGA MENGGUGAT
Untuk mengakui bahwa sudah diperiksa saja enggan! Bagaimana kota Bekasi bisa maju dipimpin orang-orang seperti itu? Begitu juga pihak Kejagung yang terkesan jalan di tempat seakan tidak bertaring untuk kasus yang sempat mengganggu konsentrasi masyarakat dalam partisipasi jalannya Pembangunan.
Ada apa? Beberapa diantara praktisi hukum pesimis masalah revitalisasi Pasar Baru bisa dituntaskan oleh Kejagung!
Akan jauh lebih lebih baik masalah tersebut diambil alih atau supervisi Komisi Pemberantasa Korupsi saja, biar proses yang seperti "sandiwara" ini dapat memperoleh kepastian hukum. Tolak gerakan RE main Mata! Tolak sesumbar Gombal "penyanyi" melankolis apel senin pagi! Bekasi Bangkit Tanpa Korupsi! Lawan! Lawan! Lawan! Hidup Kaki Lima! Hidup Becak! Hidup Buruh! Kota Tanpa Kekerasan! Kota Tanpa Kemerosotan!
Ttd.
Hitler P. Situmorang
Juru Bicara Koalisi WARGA MENGGUGAT
Langganan:
Postingan (Atom)






