Kamis, 02 Agustus 2012
KEJUTAN DARI DPRD DAN KOMPOR LOG MENJUAL AZAB
Berita DPRD DAN EKSEKUTIF DIMINTA KONSEKUEN; REKOMENDASI PEMERIKSAAN DENGAN MAKSUD TERTENTU ATAU PENUHI SARAN AUDIT BPK dengan isi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi diminta untuk melakukan penyelidikan dugaan adanya korupsi pada pelaksanaan penyelengga pemerintahan daerah ternyata memang sangat disukai. Terbukti mampu bertahan di 5 besar tangga laman terpopuler CODE SMUTs dalam waktu 1 bulan lebih.
Besarnya harapan masyarakat akan perubahan kepemimpinan daerah dan sistem yang stagnan mungkin menjadi pemantik dengan banyaknya pembaca laman. Kedua, ini juga membuktikan pada brutus sesungguhnya! Justeru mereka yang meleleh ilernya terbantahkan bahwa blog CODE SMUTs tidak ada yang buka dan membaca berita yang disajikan tiap hari.
Kenapa PKS GAMANG, GOLKAR HANYA TERTARIK AKHMAD SYAIKHU tiba-tiba naik dan masuk 5 besar terpopuler dan sempat memuncaki tangga terpopuler CODE SMUTs? Berita Partai Golongan Karya (Golkar) disipulkan hanya tertarik dengan menyatakan hanya tertarik pada figure Ahmad Syaikhu bukan menjadi alasan utama kenapa berita ini banyak dibaca. Kerinduan pada sosok Syaikhu dan keingin-tahuan pemnbaca tentang jaringan dan koneksi koalisi partai justru yang banyak membuat pembaca membuka laman ini.
Dan yang terheboh minggu ini dengan langsung menyodok ke posisi ketiga adalah berita PARIPURNA DAN MENOLAK DIFOTO. Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Selasa, 31 Juli 2012 lalu secara umum dipaparkan apa saja yang disampaikan dalam paripurna tersebut. Lalu kemungkinan ekspresi berlebihan Dr. Rahmat Effendi membuat orang ingin mengetahui ceritanya. Apakah adegan itu, dan juga foto tentunya, mirip dengan koleganya (Walikota Semarang; suap DPRD Semarang) dengan bu Lisbeth semirip petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KOMPOR-LOG (BUKAN MONOLOG LHO) MENGGUGAH AZAB (ANDI ZABIDI) - ROUND TWO, menjadi berita terpopuler ke-empat di CODE SMUTs, sebuah gagasan untuk memekikkan semangat pada mantan bos GAPEKNAS Kota Bekasi tersebut hanya dengan membuat tulisan serius, tapi santai. Tentang Andi Zabidi alias AZAB yang banyak bercerita tentang situasi Bekasi tempo dulu dengan segala keragamannya, Bekasi dulu yang jauh dari kondisi seperti sekarang ini.
Agak meriah juga dengan masuknya; KASATPOL PP MINTA LINGKUNGAN PEMKOT MENJADI CONTOH.
Kepala staf Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Drs. Edy Rosadi M. Si., meminta kepada pegawai pemkot Bekasi agar menjadi contoh bagi masyarakat/ warga kota Bekasi. Berita ini masuk terpopuler kelima. Semoga dengan publikasi 5 besar ini pak Edy Rosadi membaca sehingga "tekanan" anak-anaknya (SatPol PP) pada peliputan CODE SMUTs dapat dihapus dari agenda pikiran mereka. Salam. (Don).
Rabu, 01 Agustus 2012
PARIPURNA DAN MENOLAK DIFOTO
Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Selasa, 31 Juli 2012 dihadiri 34 orang anggota DPRD dengan rincian yang tidak hadir; Sakit 3 anggota, Izin 5 anggota dan sisanya (8 anggota dengan keterangan lain-lain).
Sidang paripurna dipimpin Andi Zabidi SE., pimpinan DPRD yang hadir Sutriono S. Pd., dan Yusuf Nasih S. Sos., M. Si.
Paripurna kali ini dalam laporan badan anggaran dan pembacaan draft Raperda yang dibacakan dibacakan Rinto perwakilan Badan Anggaran dari fraksi PKS Serta Supriyanto M. Si.
Peraturan Anggaran dan perda terkait penyelesaian anggaran Tahun 2011 dengan pendahuluan dan dasar hukum. Draf raperda, susunan personalia DPRD dengan UU 32 tahun 2004 sebagai landasan hukum.
Selanjutnya juga disampaikan Sistem aplikasi pertanggungjawaban dalam satu tahun anggaran.
Dasar hukum berlandaskan UU no 2 tahun 1997. Raperda pertanggungjawaban; rapat kerja tahun anggaran, IHP BPK, Rapat anggaran dengan SKPD terkait, Konsultasi keputusan Jawa Barat dibaca secara lengkap.
Hasil pembahasan tahun anggaran 2011 sendiri terdiri dari Laporan realisasi dan neraca.
Laporan realisasi anggaran 2011 sebagai berikut; pendapatan Rp. 2.220.351.556.783,36. Lalu kegiatan Belanja daerah sebesar Rp. 1.981.344.801.647. Disampaikan pula Surplus anggran tahun 2011 sebesar Rp. 239.006.755.136,36 dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 39.618.269.822,25.
Dalam Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun 2011 tercatat sebesar Rp. Rp. 278.625.024.958,61.
Seusai Rapat Walikota Bekasi enggan difoto karena sedang menjelaskan satu tema tertentu dengan Lisbeth Monliner terkait pertanyaan wakil rakyat dari Partai Damai Sejahtera (PDS) tersebut. (Don/ Choen).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
PASAR SEBAGAI PUBLIC SERVICE DAN PENGAWASAN MELEKAT RETRIBUSI
Sutriono S. Pd., Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, mengingatkan eksekutif bahwa Pasar sebagai Tata Ruang Publik yang semestinya menjadi bagian dari area public service. "Makanya seperti terminal, stasiun dan RSUD, pasar harus mencerminkan sebuah etalase pemerintahan," katanya mengenai kondisi pasar di kota Bekasi.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Kota Bekasi tersebut justru melihat pasar-pasar yang ada memang harus ditata agar tidak ruwet, semrawut atau Kotor. "Kita harus bisa mengharmonisasi dan juga bisa mensinergikan para pedagang yang lemah dengan dengan pemodal karena itu adalah tugas pemerintah," ujar Sutriono.
Ditambahkannya, sebagai pribadi maupun pemimpin di masyarakat kota Bekasi tidak menginginkan revitalisasi yang dilakukan akan memberatkan dan menjadi beban para pedagang kecil seperti kaki 5. Sutriono, tanpa mau menunjuk kota atau kabupaten mana, menunjukkan keberhasilan-keberhasilan dalam penataan pasar tradisional dengan adanya sinergi tersebut.
Mantan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Bekasi tersebut menambahkan, bahwa tidak mesti menghitung keuntungan secara materi seperti yang biasa dilakukan dan terjadi. "Ada banyak keuntungan yang tidak bisa dihitung secara materi, misalnya, kepuasan rakyat kecil," kata Sutiono.
Sementara itu haji Rosihan Anwar anggota fraksi partai Golkar Kota Bekasi meminta masyarakat untuk mengetahui secara jelas mana pasar yang dikelola pihak ketiga dan pasar yang dikelola pemerintah. Ketika masyarakat tahu, menurutnya, akan lebih mudah bagi masyarakat untuk memberi masukan pada pemerintah daerah akan berbagai kekurangan dalam pengelolaan pasar. "Baik pasar yang dikelolan Pemerintah maupun yang dikelola pihak ketiga," katanya.
Selain itu anggota Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Bekasi tersebut berharap DPRD Kota Bekasi lebih responsif untuk melakukan pengawasan dan kontrol atas perkembangan pasar-pasar yang ada. Menurut Walikota Bekasi, saat ini 95% pasar di kota Bekasi dikelola pihak ketiga. Artinya hanya 3 pasar dari 14 pasar yang ada di wilayah kota Bekasi saat ini.
Bentuknya, menurut Rosihan, DPRD harus lebih sering melakukan kegiatan on the spot dengan tetap didasarkan laporan dan usulan yang masuk ke DPRD Kota Bekasi terkait pengelolaan pasar yang ada. "Misal soal retribusi, kalau pasar itu dikelola pihak ketiga, tidak boleh ada pengutipan retribusi kecuali yang dilakukan pihak ketiga, kalau tidak berarti sudah terjadi pelanggaran," kata wakil rakyat dari Bekasi Timur tersebut. (Don).
TAK PERLU SURAT KAJARI, PLT KADIS TARKIM KABUPATEN URUSAN NENENG
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang, Hermanto SH., mengingatkan bahwa Porkas Harahap sudah menjadi tersangka sehingga terkait persoalan administratif jabatan diserahkan pada bupati Bekasi. "Terserah bupati Bekasi akan lakukan apa pada Porkas, karena Porkas sudah menjadi tersangka," kata Hermanto SH (1/8).
Hal itu dikatakan Kajari Bekasi menjawab pertanyaan wartawan tentang surat Kajari yang dikatakan Bupati akan menjadi landasan formal untuk proses pergantian pejabat di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Bekasi. Kajari sama sekali tidak menanggapi tentang sikap bupati yang menjadikan surat Kajari sebagai landasan formal penugasan Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Tarkim Kabupaten Bekasi.
Porkas sendiri sempat ditahan 2 hari oleh kejaksaan negeri Cikarang seusai pemeriksaan pada dirinya terkait pembangunan Dipo Arsip Kabupaten Bekasi. "Tolong jangan dipelintir ya pernyataan saya, bukan dilepas, tapi dialihkan," kata Hermanto SH.
Kejaksaan negeri Cikarang, menurut Hermanto SH., bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dan profesional dalam menjalankan tugas. Dirinya berharap agar kerja profesional yang dilakukan kejaksaan dapat diimbangi dengan pemberitaan yang profesional dan tidak memunculkan kesimpang-siuran.
Terkait justifikasi Bupati butuh surat Kajari untuk melegitimasi proses pergantian pejabat terkait, Hemanto SH. Tak bergeming, dengan menyerahkan sepenuhnya pada bupati Bekasi karena itu hak prerogratifnya. "Nggak perlu karena kebijakan itu ada disana, terserah Bupati Bekasi mau mengapakan si Porkas atau mengganti dengan pejabat baru," katanya. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
BELAJAR MELAKUKAN PERUBAHAN SOSIAL
"Indepth Report"
Oleh: Firdaus Cahyadi, Yayasan SatuDunia
Perubahan Sosial, Bagaimana Melakukannya? Perubahan adalah sebuah keniscayaan di dunia ini. Bahkan ada yang bilangbahwa tidak ada yang tetap di dunia ini, yang tetap adalah perubahan itu sendiri.Namun, persoalannya kemudian adalah bagaimana memulai sebuah perubahan,termasuk sebuah perubahan sosial.Seringkali perubahan sosial diawali dengan sebuah perubahan prilaku darisekelompok orang yang kemudian menjadi sebuah bola salju yang tidak bisadibendung. Jika demikian halnya maka, menggerakan orang untuk mendukung sebuahperubahan sosial menjadi penting. Dari sinilah kemudian muncul sebuah istilahkampanye. Tujuan dari sebuah kampanye adalah sebuah perubahan prilaku. Misalnya,kampanye tentang Keluarga Berencana (KB). Kampanye KB mengajak orang yangbelum ber-KB menjadi bergabung dalam progam KB.
Belajar dari Kisah Kampanye Perbaikan Gizi dari Vietnam Dalam sebuah buku yang berjudul Switch (Switch, Mengubah Situasi Ketika Perubahan Sulit Terjadi oleh Chip Heath & Dan Heath. Penerbit,Gramedia Pustaka Utama, 2010), Chip Heath & Dan Heath menuliskankisah menarik mengenai kampanye perbaikan gizi di Vietnam. Pada tahun 1990-an,Jerry Sternin sedang bekerja di Save The Childreen. Ia kemudian diminta membukacabang baru di Vietnam.Di Vietnam Jerry harus bertugas untuk memerangi masalah kekurangan gizipada anak-anak. Ia memiliki waktu enam bulan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebelum berangkat ke Vietnam ia membaca hampir semua literatur mengenaipersoalan kurang gizi.Pada umumnya literatur terkait persoalan gizi mengungkapkan bahwa kekurangan gizi disebabkan oleh sanitasi yang buruk, kemiskinan, akses terhadap air bersih yang minim dan kurangnya pengetahuan penduduk pedesaan yang miskinterhadap persoalan gizi.Menurut Sternin itu semua adalah analisa yang benar, tapi tidak berguna. "Jutaan anak yang kurang gizi di Vietnam tidak bisa menunggu hingga penyebab darikurang gizi tersebut teratasi,” katanya.
Ia sadar, ia tidak mampu menyelesaikan semuapenyebab dari permasalahan kurang gizi tersebut. Ia menyadari memiliki sumberdayayang terbatas.Lantas, bagaimana cara Sternin melakukan kampanyenya? Sternin pergi kepedesaan. Ia menemui ibu-ibu di pedesaan itu. Ia membagi ibu-ibu itu dalam beberapakelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta menimbang berat badan danmengukur tinggi badan setiap anak di desa tersebut. Selanjutnya data yang diperolehdikumpulkan dan dibahas bersama.Pada saat pembahasan data tersebut, Sternin bertanya kepada Ibu-ibu, “Apakah ibu-ibu menemukan keluarga yang sangat-sangat miskin namun memiliki anak yang lebih sehat dan besar daripada kebanyakan anak disini?”.
Ibu-ibu itu ternyata menemukan adanya keluarga yang sangat-sangat miskin didesa tersebut yang ternyata memiliki anak yang jauh lebih sehat dibandingkan lainnya.
“Kalau begitu mari kita lih at apa yang mereka lakukan.”
Keluarga miskin yang bisa memiliki anak sehat itu, oleh dalam buku Switch, disebut sebagai titik terang.
Sternin dan ibu-ibu pun bersama-sama mengunjungi titik terang tersebut. Mereka mengamati apa yang dilakukan oleh keluarga titik terang itu sehingga dapat memiliki anak yang sehat. Berdasarkan pengamatan mereka, ternyata sang ibu di keluarga titik terang itu menyuapi anaknya empat kali sehari.
Sementara ibu-ibu yang lain menyuapi anaknya hanya dua kali sehari. Namun total porsi makanan yang diberikan kepada anaknya oleh ibu di titik terang dengan ibu-ibu lainya, hanya disebar di empat kali penyajian). Kenapa ini sebuah temuan yang menarik?
Ternyata menyuapi anak dua kali sehari dengan porsi besar oleh kebanyakan ibu-ibu adalah sesuatu yang keliru.
Hal itu disebabkan karena perut seorang anak tidak dapat mengolah makanan sebanyak itu sekaligus. Temuan lain yang menarik lainnya adalah, ternyata ibu di titik terang memberikan makan anaknya dengan jenis-jenis makanan yang beragam.
Ibu di titik terang mengumpulkan udang dan kepiting air tawar dari sawah. Setelah dimasak, ibu di titik terang itu, menambahkannya ke dalam nasi buat anak-anaknya.
Padahal selama ini, ibu-ibu yang lain menganggap udang dan kepting bukan makanan yang layak untuk anak-anak. Bukan hanya itu, ibu di titik terang juga menambahkan daun ubi ke dalam nasi anak-anaknya.
Padahal LAGI ibu-ibu pada umumnya menilai daun ubi sebagai makanan kelas bawah. Setelah mendapatkan pencerahan dari hasil kunjungan ke rumah Ibu di titik terang, Sternin mengajak ibu-ibu tersebut mengorganisir sebuah kelompok-kelompok memasak bersama.
Setiap hari, secara bergiliran, mereka berkumpul di salah satu rumah anggota kelompok untuk melakukan masak bersama. Ibu-ibu yang datang kerumah salah satu keluarga itu masing-masing harus membawa udang, ketam dan daunubi. Dan mereka pun memasak bersama untuk dihidangkan ke keluarga masing-masing. Apa yang menarik dari proses ini? Ibu-ibu mengalami sendiri memasak makanan bergizi bagi anak. Proses ini merupakan praktik dari hasil kunjungan dan pengamatannya ke rumah ibu yang menjadi titik terang sebelumnya. Ibu-ibu tadi merasakan bahwa cara untuk membuat anak mereka menjadi sehat tidaklah sulit.Setelah banyak ibu yang melakukan sesuatu untuk perbaikan gizi anaknya, maka adasemacam 'tekanan sosial’ pada ibu-ibu lainnya untuk bergabung.
Apakah cara Sternin untuk memecahkan persoalan kurang gizi pada anak dipedalaman Vietnam itu berhasil? Enam bulan setelah kedatangan Sternin di pedalamanVietnem itu, 65% anak telah memperoleh asupan gizi yang lebih baik. Bahkan penelitidari School of Public Health yang datang ke Vietnam menemukan bahwa anak-anakyang belum lahir ketika Sternin meninggalkan desa itu ternyata sama sehatnya dengananak-anak yang telah mengalami 'intervensi’ program perbaikan gizi oleh Sterninsecara langsung.
Apa ini artinya? Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perubahanyang diawali oleh program perbaikan gizi oleh Sternin telah melekat.Jika diringkas, perubahan yang dilakukan Sternin memiliki pola sebagai berikut:Pertama, menemukan titik terang di desa tersebut. Kedua, melicinkan jalan bagi praktikyang telah ditemukan di titik terang tersebut oleh kelompok-kelompok lainnya denganmetode praktik sendiri. Ketiga, menularkan praktik-praktik di titik terang itu ke kelompok-kelompok lainnya.
Belajar dari Pikul, NTT Mencari sebuah titik-titik terang yang dilakukan Sternin di Vietnam untuk sebuahperubahan juga dilakukan oleh Pikul di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. MenurutDirektur Knowledge Management Pikul Torry Koeswardono saat wawancara via skypedengan SatuDunia pada akhir tahun 2011 mengatakan bahwa Pikul adalah sebuahorganisasi yang menjadi simpul dari penciptaan pengetahuan baru untuk pemenuhanhak dasar yang dilakukan oleh banyak pihak terutama mereka di akar rumput.
“Cara melakukannya adalah lewat dokumentasi dan publikasi murah meriah(internet) serta event-event pembelajaran yang akan sela lu dibuat oleh pikul,” tulis Torry dalam skypenya,“
Pikul juga mendorong penciptaan pengetahuan baru denganpemberian grant kepada para aktor yang sedang melakukan perubahan dikampungnya,”
“Hasilnya cukup baik,” jelas Torry. Para aktor yang dijaring membuka diri untuk menceritakan apa yang menjadi pengalaman terbaik mereka berinovasi. Bisa dilihat di website, cerita-cerita aktor itulah yang kita kumpulkan.
“Tugas saya adalah membacacerita itu dan memetakannya sehingga terbentuk semacam body of knowledge darikisah sukses atau unik,” tulisnya.
Adapun event-event pembelajaraan yang hingga kini masih digunakan Pikuluntuk pembelajaraan adalah dengan membangun lingkar belajar.
“Kita menyebutnya Lingkar Belajar Komunitas Bervisi,” tulisnya,
“Sudah 5 kali kami lakukan sepanjangtahun 2010-2011. Sebanyak dua kali di kupang, 1 kali di alor, 1 kali di solor, 1 kali di adonara,”
Wawancara via Skype dengan Direktur Knowledge Management Pikul Torry Koswardono, 2011.
Pikul menggunakan pendekatan appreciative inquiry dan asset based approach. “Semacam gathering dari mereka yang sedang melakukan perubahan dan merekadiminta untuk membagi pengetahuan dan membuat semacam "pasar" agar terjadikoneksi di antara para aktor ini untuk memperbesar perubahan,” tulisnya.
(*).
EKO IRAWAN LIFTER INDONESIA RAIH MENDALI PERUNGGU
Un Guk Kim DPR Korea merayakan dengan medali emas, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera dari Kolombia dengan medali perak, dan Irawan Eko Yuli Indonesia dengan medali perunggu di podium setelah Angkat Berat 62kg pria di Hari 3.
Tanda terkait
POLSEK SERPONG TANGKAP PEMBOBOL ATM
Setelah buron lebih dari satu bulan akhirnya aparat Polsek Metro Serpong berhasil menangkap pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA senilai Rp 600 juta di Mall WTC Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (30/7/2012). Dua dari tiga tersangka yang tertangkap itu adalah AS dan SG. Sementara RZ masih buron.
"Keduanya ditangkap di dua tempat berbeda. AS ditangkap di kediamannya di rumah susun Jamsostek Batu Besar Batam, Kepulauan Riau. Sementara SG ditangkap di wilayah Serpong," kata Kapolsek Metro Serpong, Komisaris Nico Andreano Setiawan, Rabu (1/8/2012).
Selain menahan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan uang tunai Rp7 juta serta menyita masing-masing satu unit sepeda motor dan televisi. "Berdasarkan keterangan saksi mata yang mengetahui aktivitas tersangka, kami akhirnya berhasil menangkap tersangka AS. Selanjutnya, setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap SG," jelas Nico.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, lanjut Nico, Kamis (19/7/2012) jajaran Satreskrim Polsek Metro Serpong melacak keberadaan pelaku ke Batam. Selanjutnya, Minggu (22/7/2012) sekira pukul 09:30 WIB, AS dibekuk.
"Setelah diperiksa, tersangka mengakui perbuatannya. Dia juga mengakui kalau perncurian itu bersama dua orang temannya berinisial RZ dan SG. Dari informasi itu, maka kami mengejar dan menangkap SG," tambah Nico. (Metro.II).
Langganan:
Postingan (Atom)




