Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Senin, 18 Juni 2012

SEKDA KOTA BEKASI TEMPEL STRIKER NON SUBSIDI DIKENDARAAN DINASNYA

Pemerintah Kota Bekasi gerakkan penggunaan striker untuk kendaraan dinas pemerintah agar menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi seusai apel upacara senin pagi di depan plaza Patriot. Penempelan striker berwarna orange sendiri langsung dilakukan oleh sekretaris daerah (sekda) kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji yang menempelkan striker ke kaca depan dan belakang mobil dinasnya B 1546. Dalam kesempatan itu Sekda Kota Bekasi menerangkan bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan pemerintah kota Bekasi akan diberikan 5 striker untuk sementara waktu. "Nantinya dengan redaksi atau tulisan yang sementara akan dibuat menggunakan lambang daerah, untuk sementara baru 250 striker yang ditempel dikendaraan kepala dinas, kabid dan kasi," kata Rayendra. Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No.12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan BBM bersubsidi. Pada tahap pertama, kebijakan tersebut dimulai pada kendaraan instansi pemerintah kota Bekasi dimulai hari ini/ per 1 Juni 2012. Hanya saja, Rayendra berharap kesadaran dari para pejabat pemerintah kota Bekasi untuk mematuhi peraturan yang ada disamping penggunaan striker. Pembatasan konsumsi BBM bersubsidi itu merupakan implementasi dari Peraturan Presiden No 15/2012 yang bertujuan meredam lonjakan konsumsi BBM bersubsidi. "Kalau tidak punya nurani, bagaimana kita berharap pejabat untuk dapat menjadi contoh di masyarakat," kata Rayendra. Namun Rayendra hanya menghimbau karena sampai saat ini aturan tentang sangsi belum ada dan baru berencana untuk menyebar surat surat edaran ke stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) yang ada di kota Bekasi. (Don).

Jumat, 15 Juni 2012

TNI MANUNGGAL KB DICANANGKAN KODIM 0507

Kodim 0507/Bks bersama Pemda Kab. Bekasi mencanangkan kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan TA 2012. Kegiatan terpadu antara instasi TNI, Pemerintah Kabupaten Bekasi ini didukung masyarakat dan LSM bertujuan meningkatkan kualitas dan akses keluarga. Sekaligus, untuk memberdayakan potensi ekonomi keluarga guna meningkatkan pengetahuan dan mempercepat institusi masyarakat dalam penangganan program keluarga berencana. “Selain kegiatan pencanangan TMKK 2012 Kab Bekasi, juga pendataan keluarga 2012 dan memperingati Hari Keluarga Nasional ke XIX. Kami ucapkan terima kasih kepada instansi pemerintah dan warga masyarakat yang berpartisipasi membantu dan mendukung kegiatan ini,” kata Dandim 0507/BKS Letkol Arm Dedi Nurhadiman S.IP di lapangan Kec Serang Baru Kab Bekasi Jumat (15/6/12). Menurut Dandim, kegiatan bakti Sosial ini bekerjasama dengan Dian Mandiri dengan kegiatan pelayanan akseptor KB sebanyak 700 orang. Juga pembagian sembako, bantuan kursi roda, pengobatan gigi serta penyerahan piala lomba pengelola program KB Terbaik. “Kodam Jaya tetap mendukung program Pemerintah dan membantu meringankan beban Pemerintah melalui program kegiatan terpadu,” tukasnya. Acara dihadiri dr Hj Neneng Hasanah Yasin Bupati Kab Bekasi Kapolres Bekasi, Kajari Bekasi, Kepala Pengadilan Kab Bekasi, Kepala Kementrian Agama Kab Bekasi, para unsur Muspida, para unsur Muspika daerah Bekasi, Kasiter Korem 051/Wkt, kaur Opini Pendam Jaya. (nhy).

BERINTERNET SECARA SEHAT MENURUT WALIKOTA BEKASI

Walikota Bekasi, Dr H Rahmat Effendi mengatakan upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan visi Bekasi yang cerdas, sehat dan ihsan, memandang perlu adanya upaya semua pihak mendampingi anak dalam berinternet secara sehat dan aman sebagai upaya mereka mendalami dunia informasi sekarang ini. “Guru, orang tua dan masyarakat harus juga mendampingi anak dalam memperoleh informasi dari internet , sehingga situs-situs yang menampilkan pornografi, perjudian, sadism, dan rasialisme kemudian orang tua mengarahkan nak-anak kepada pencarian informasi yang positif”, Kata Walikota Bekasi pada pembukaan Seminar Nasional Pendidikan dan Internet Sehat bagi guru dan PNS Pemkot Bekasi di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (14/6). Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai pukul 14.00 WIB, Kamis (14/5), di Hotel Grand Cempaka Putih ini, diikuti 100 peserta, yang terdiri dari 85 orang guru SD – SLTA yang berasal dari Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Prov DKI, Prov Banten, Prov Jawa Barat, Prov Jawa Tengah dan 15 orang aparatur Pemkot Bekasi, serta dihadiri oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi Herry Koswara dan Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda 2) Setda Kota Bekasi Drs. Nandi Surjakandi, CES. Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi global, diibaratkan koin yang memiliki dua sisi, satu sisi memberikan manfaat positif, satu sisi lagi memberikan dampak negatif. Selain mencari informasi, data, gambar, informasi lain, hingga permainan online yang merangsang logika berfikir anak. Walikota juga menekankan agar pada pemantauan dari guru dan orang tua tersebut tidak membatasi anak-anak dalam mengembangkan dirinya. “Oleh karena itu, sebagai orang tua dan pendidik, kita diharapkan lebih bijaksana dalam memberikan pengawasannya dan bimbingannya kepada anak”, Kata Walikota. Peran guru yang diharapkan sekarang ini untuk pengawasannya yaitu membangun karakter siswa dengan mengajarkan sikap dan membangun karakter, seperti sopan santun, tegur sapa, cara bertindak, tetapi juga membangun karakter terhadap ilmu. “Contohnya dengan mengikuti perkembangan (Teknologi Informasi Komputer)TIK, guru bisa mendorong murid dapat berkreativitas dan berkarya di bidang TIK”, lanjut Walikota Bekasi. Sementara itu, Kepala Bagian Telematika Setda Kota_Bekasi Dra. Sri Sunarwati, MSi selaku Ketua Panitia, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan citra internet sebagai media pendidikan dan hiburan bagi dunia pendidikan dan keluarga, memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi guru dan orangtua, mengupayakan peningkatan penetrasi internet di Indonesia dan mendukung edukasi sejak dini tentang self-censorship ala internet sehat kepada anak-anak dan keluarga. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai pukul 14.00 WIB, Kamis (14/5), di Hotel Grand Cempaka Putih ini, diikuti 100 peserta, yang terdiri dari 85 orang guru SD – SLTA yang berasal dari Pemkot_Bekasi, Pemkab_Bekasi, Prov DKI, Prov Banten, Prov Jawa Barat, Prov Jawa Tengah dan 15 orang aparatur Pemkot_Bekasi, serta dihadiri oleh Komisi D DPRD Kota_Bekasi Herry Koswara dan Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda 2) Setda Kota_Bekasi Drs. Nandi Surjakandi, CES. Turut pula hadir sebagai narasumber, yaitu Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo RI, Maria F Barata, pakar internet Indonesia Ono W Purbo, penggiat internet sehat Donny BU dan pakar pendidikan dan penulis aktif di berbagai komunitas online Wijaya Kusumah. (RE).

AMIT RIYADI; UMKM TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI DINAMIKA EKONOMI MASYARAKAT

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi Amit Riyadi mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Koperasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan masyarakat. “Sampai saat ini, UMKM dan Koperasi menjadi sangat penting keberadaannya dalam menopang perekonomian rakyat,” katanya saat melakukan dialog Interaktif di Radio Dakta, Bekasi, Kamis (14/6). Walaupun, diakui, memang masih ada kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM yaitu masalah permodalan, karena merupakan bagian penting dan berpengaruh besar. Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Narlisman Nahar mengatakan, promosi dan pembinaan UMKM terus digalakkan dalam meningkatkan kualitas produk agar mampu meningkatkan pangsa pasar. “Dengan memacu peningkatan kualitas, diharapkan produk-produk UMKM dapat lebih bersaing lagi dengan usaha yang sudah mapan,” katanya. Setiap hasil produk dari para pelaku UMKM di Kota Bekasi akan dimasukan ke dalam koperasi yang ada di Kota Bekasi, sehingga para pelaku UMKM tidak perlu takut lagi bahwa hasil produknya tidak terpromosikan karena Pemerinrah, dalam hal ini Disperindkop Kota Bekasi, akan memfasilitasi hal tersebut. (d).

Kamis, 14 Juni 2012

DR. RAHMAT APRESIASI MESIN PENGERUK RAKITAN SISWA SMKN 2 BEKASI

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyampaikan apresiasinya terhadap mesin pengeruk sampah aliran sungai yang dirakit siswa SMKN 2 Kota Bekasi. "Mesin yang dipamerkan ini masih perlu penyempurnaan. Kalau sudah disempurnakan dan kapasitasnya sudah lebih besar, kami (Pemerintah Kota Bekasi) siap menjadi pembeli pertamanya," kata Rahmat saat meninjau stand SMKN 2 Kota Bekasi dalam ajang Education Expo di Blu Plaza, Rabu. Menurut dia, mesin tersebut adalah kreativitas yang lahir dari kepedulian pelajar terhadap lingkungan dengan cara menciptakan sesuatu yang berguna mengatasi permasalahan sampah di Kota Bekasi. Mesin pengeruk sampah tersebut dirancang untuk digerakkan dengan tenaga angin. Mesin tersebut nantinya ditaruh di kali untuk mengeruk sampah yang mengapung bahkan yang sudah mengendap di dasar kali. "Kali sering kali dijadikan tempat menampung sampah yang akhirnya bermuara ke pintu air. Kehadiran sampah itu menghambat aliran air hingga akhirnya mengakibatkan banjir. Hal tersebut pula yang akhirnya melatarbelakangi pembuatan mesin ini," kata Rebo, pengajar di SMKN 2 Kota Bekasi. Selain mesin pengeruk sampah tersebut masih banyak karya dan prestasi lain yang turut dipamerkan dalam acara tersebut. Sekitar 50 stand yang diisi sekolah dari berbagai tingkatan, baik dari negeri maupun swasta, membuka informasi sekaligus berpromosi kepada warga hingga Sabtu (16/6). "Mudah-mudahan melalui acara ini warga yang kebetulan akan menyekolahkan anaknya tahun ini mendapatkan wawasan dan pengetehauan seputar sekolah-sekolah yang ada di Kota Bekasi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Encu Hermana. (ANT)

PROYEK GORONG-GORONG HARUS DIEVALUASI MENYELURUH

Pemerintah Kota Bekasi akan mengevaluasi projek pelebaran gorong-gorong saluran Duren Jaya yang mengakibatkan tanggul saluran air Rawa Baru di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, ambles. Apabila batas waktu pemeliharaan menjadi kewajiban pengembang telah terlewati, maka perbaikan yang tengah dilakukan sekarang akan ditanggung pembiayaannya oleh Pemkot Bekasi. "Itu peristiwa luar biasa yang terjadi di luar dugaan kami. Kalau memang kewajiban pengembang projek tersebut sudah lewat masa berlakunya, biar perbaikan didanai pos dana tak terduga," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (13/6/12). Berdasarkan pantauan, pada Rabu (13/6), belasan pekerja masih memperbaiki bagian dasar saluran Rawa Bambu yang ambles. Untuk tetap mengalirkan air dari arah hulu, dipasang pipa berdiameter kurang lebih 12 inchi sepanjang 30 meter. "Kalau alirannya ditutup sama sekali, bisa meluber. Sementara sawah di bagian hilir yang selama ini teraliri air dari saluran ini bisa kering," kata Jasman, pegawai Dinas Bina Marga dan Tata Air (Bimarta) Kota Bekasi yang mengawasi pengerjaan di lokasi. Tanggul saluran dan bagian dasar saluran Rawa Baru tersebut ambles pada Sabtu (10/6/12). Hal tersebut sudah yang ketiga kalinya terjadi sejak pelebaran gorong-gorong sipon Duren Jaya pada tahun 2011. Jasman belum mengetahui pasti penyebab amblesnya saluran tersebut. Ia hanya menduga, tanah labil di sekitar lokasi turut andil mengakibatkan terjadinya amblesan ini. Demikian pula dengan pengerjaan pelebaran gorong-gorong yang menyalurkan air berdebit tinggi dari Duren Jaya ke Kali Lengkak. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun sama-sama menduga tingginya debit air yang dialirkan dari Duren Jaya turut berperan mengambleskan saluran. Debit air yang tinggi perlahan menggerus lapisan tanah di sekitar saluran. Tanah yang labil dengan mudah tergerus hingga akhirnya ambles. Agar hal seperti ini tak terus berulang, Rahmat pun meminta pengerjaan projek ini turut dievaluasi. Rahmat meminta pengerjaannya dilakukan sebaik mungkin. "Di bawahnya semestinya dipasang turap sebagai pondasi supaya tidak tergerus," katanya. (Bor).

DEDE YUSUF BERI APRESIASI HASIL SURVEY LSI

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf memberikan apresiasi positif terhadap hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan posisinya di urutan sebagai kandidat calon Gubernur Jabar terpopuler pada Pilkada 2013. "Saya memberi apresiasi positif dan menghargai hasil survei yang dilakukan LSI yang menempatkan saya di posisi pertama calon Gubernur terpopuler menghadapi pilkada Jabar tahun 2013," katanya di Ambon, Rabu. Dede Yusuf berada di Ambon dalam rangka bertemu dan memberikan dukungan bagi kontingen daerahnya yang sedang berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Tingkat Nasional, 8--15 Juni 2012, mengakui LSI sebagai salah satu lembaga memiliki kredibilitas terukur dalam melakukan survei di semua provinsi, termasuk Jawa Barat. Namun, dia menegaskan, belum terlalu memikirkan langkah ke depan karena ingin memfokuskan perhatiannya menyelesaikan sisa tugas dan tanggung jawabnya sebagai Wakil Gubernur Jabar periode 2008-2013. "Saya ingin fokus dan konsentrasi menyelesaikan masa akhir tugas sebagai Wagub Jabar dan belum terlalu memikirkan langkah ke depan, termasuk mengurus urusan partai Demokrat," katanya. Tentang sinyalemen akan digandeng partai besar seperti Golkar, Dede Yusuf menegaskan, tidak ingin berandai-andai. "Silahkan saja jika ada partai besar yang menggandeng saya untuk maju pada Pilkada Jabar. Saya juga belum memiliki kendaraan atau partai mana pun," ujarnya. Sedangkan menyangkut keberadaan Partai Demokrat yang saat didera isu kadernya terlibat kasus korupsi, Dede Yusuf mengakui, semua partai besar yang pernah berkuasa di tanah air pernah mengalami masa-masa tersebut. "Semua partai besar pernah mengalami masalah seperti ini dan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Tetapi eksistensi partai besar tersebut masih tetap solid dan mendapat dukungan masyarakat, termasuk melahirkan kader dan pemimpin-pemimpin terbaik di daerah maupun bangsa dan negara," tandasnya. Ia pun mengisyaratkan masyarakat Jabar lebih dewasa dalam menentukan pilihan politiknya dengan memilih pemimpin berkualitas dan bertanggung jawab saat Pilkada 2013 mendatang. Sebelumnya, LSI mengeluarkan hasil survei yang dilakukan pada 15-21 Mei 2012 yang menempatkan kandidat calon gubernur dari Partai Demokrat, Dede Yusuf, berada di posisi teratas dengan 41,4 persen, mengungguli sejumlah calon lainnya seperti Ahmad Heryawan (Gubernur saat ini), Irianto MS Syafiuddin, Tantowi Yahya, Rieke Diah Pitaloka, Dada Rosada, Rahmat Yasin, Aang Hamid Suganda, Dedi Gumelar, Primus Yustisio, Dedi Supardi, Racher Maryam dan Nurul Arifin. "Dede Yusuf meraih 41,4 persen. Lawan terberat adalah incumbent Ahmad Heryawan dengan raihan di bawah angka 10 persen, diikuti Tantowi Yahya (5,9 persen), dan Rieke Dyah Pitaloka atau Oneng (5,7 persen). Selebihnya di bawah 1%," ungkap Direktur PT Citra Komunikasi LSI, Toto Izul Fatah. Pengumpulan data dilakukan pada 15-21 Mei 2012 dengan mengambil 440 responden awal. Metode sampling memakai multistage random sampling dengan sistem wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Dari hasil survei itu, lanjut Toto, ada sejumlah alasan Dede Yusuf berpotensi menang dalam Pilgub Jabar 2013 mendatang, diantaranya Dede Yusuf unggul pada semua segmen pemilih mulai dari jenis kelamin, agama, usia, suku, pendidikan, pendapatan, dan profesi. "Alasan selanjutnya berdasarkan pemilih partai, Dede Yusuf tetap yang paling dipilih publik karena paling populer dan disukai," katanya. Meningkatnya popularitas Dede cukup mengejutkan dan bisa saja memunculkan perdebatan. Pasalnya, LSI melakukan survei dalam waktu relatif singkat, hanya seminggu, dan melibatkan sekitar 400 orang saja. Sebelumnya, Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan survei serupa. Respondennya jauh lebih banyak, yakni sejumlah 2.633 orang dan tersebar di 26 kabupaten/kota di Jabar. Survei pun memakan waktu lebih lama, dua minggu, yakni sejak Februari hingga awal Maret 2012. Hasilnya juga menempatkan Dede Yusuf di peringkat pertama calon paling populer, kendati prosentasenya tidak sebesar yang dirilis LSI. Hasil survei PK2S Unpad menempatkan Dede pada posisi terpopuler dengan 34,3 persen, disusul Ahmad Heryawan (19,7 persen) dan Irianto MS Syafiuddin dengan 8,3 persen. (KR-JA/R010) Live from BlackBerry® on AHA - I like it!