Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Senin, 21 Mei 2012

Regional General Election Commission (Election Commission) Bekasi Launching Election of Regional Head (Election) Bekasi 2012;

Regional General Election Commission (Election Commission) conducts Bekasi city Launching of Regional Head General Election (Election) Outdoor activities; Patriot Hall, Central Bekasi City Government No.1 Ahmad Yani road. After the apples of National Awakening Day in Patriot Plaza, the City Government Office Bekasi, attended by local officials as well as elements of the leadership of the Regional Council, Election Commission officially to launch the Bekasi General Election in December 2012. Start At 09:30 pm (05/21/2012), Election Commission told the public that the election has already begun the selection of Bekasi city mayor and vice mayor of Bekasi which will be held Sunday, December 16, 2012. RT and RW attended the forum as the city of Bekasi, community leaders and religious figures, Political Leadership, Leadership Youth Organization, the Organization of Women Leaders, commander of 0507, the Police, Prosecution, leaders and legislators Bekasi. Tubagus Hendy as the chief city KPUD Bekasi on the opportunity to express gratitude to all parties present at the Launching Pemilukada. "Appreciation highest in Dr. H. Rahmat Effendi who was helping, until the MoU between the governments of the city of Kota Bekasi and KPUD Bekasi for Grant funds will be signed May 16 last," he said (21/5). Pemilukada estimated Rp. 26 billion itself is still felt bad for the sake of greater socialization and implementation phasing pemilukada 2012. Hendy added, this time with KPUD Desk Election Need to prepare a variety of opening and registration relating to the stages pemilukada. Implementation phases, stages pemilukada Bekasi own city has already begun with signing of the MoU and Perwal and Integrity pact with the city government KPUD Bekasi (16/5). "Further KPUD has implemented the formation of coordination with the CDC and USP Camat and cleavage (16/5), Pemilukada Launching today (21/5), and PPK and PPS registration on May 27 and a range of activities suitable pemilukada stages," he said. KPUD head of West Java Province, Yayat Supriatna, at the occasion expressed the response wrapper on the city KPUD Bekasi in pemilukada complete selection of Mayor and Vice Mayor Bekasi. "From the city of Bekasi leakage pemilukada estimates are for needs assistance from local government budget Bekasi very helpful. Estimated by determining the quality of performance I am pemilukada," he said. KPUD head of West Java Province, Yayat Supriatna, at the occasion expressed the response wrapper on the city KPUD Bekasi in pemilukada complete selection of Mayor and Vice Mayor Bekasi. "From the city of Bekasi leakage pemilukada estimates are for needs assistance from local government budget Bekasi very helpful. Estimated by determining the quality of performance I am pemilukada," he said. Yayat proud city pemilukada Bekasi implementation have been conducted since a long time ago to prepare guidelines do KPUD pemilukada tekhnis implementation. Further emphasized by the head of West Java KPUD, there is an extraordinary commitment to complete the selection of the district head / vice principal at City Bekasi district. Yayat proud city of Bekasi implementation of the election has been made since long ago carried Election Commission to prepare technical guidelines for the implementation of the election. Confirmed again by the chairman of the Election Commission of West Java Province, there is a tremendous earnestness to prepare for local elections / deputy head of the Jakarta City area. Without the Lord's decision preceded, Yayat illustrate, Bekasi city election will be qualified with the Election Commission's readiness to really look at the voter registration process, the understanding of the total population by the number of voters something very different. "With good preparation and consolidation, will determine the implementation of the election and candidate requirements must be observed very well," he explained. West Java KPUD hope KPUD City Bekasi more detail memperhatika phasing processes in the implementation of the City pemilukada Bekasi. Yayat display, KPUD Bekasi city should pay attention once independent verification of candidates, voting process, because the consequence of the need to manually count a long time span. Meanwhile Bekasi Mayor, Dr. H. Rahmat Effendi, when asked KPUD Launching responded and all elements involved to make the day Resurrection National 2012. "It must be firmly fixed on the rise values ​​as embodiment of national values ​​of Pancasila democracy because pemilukada From the people by the people and for the people," he said. Direct election held throughout Indonesia since 2005, judged as the embodiment of Pancasila democracy. Rahmat Effendi hopes KPUD Bekasi notice, election-related assistance grant funds, Rp. 26 billion could be used in accordance with the provisions and is therefore a desire Reprentasi of the public, in order to know the implementation of the election and who was involved. Launching the celebrated Mask Dance Entertainment Blantek, Lawak Betawi, Entertainment Music Band attended D'Roses, H. Andi Zabīdī as Chairman of the Regional Representatives Council Bekasi, Commissioner Pol Priyo Widiyanto, Chaldean 0507 Bekasi, Bekasi district attorney representative. "We bring together the perception of the implementation of the election as expected Bekasi made the city better," said Dr. Rahmat Effendi. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Minggu, 20 Mei 2012

EMPAT TAHUN MEMBANGUN CODE SMUTs, BERTERIMA KASIH PADA SEMUA PEMBACA

CODE SMUTs · Statistik › Pemirsa Mei 2008 – Mei 2012 (4 Tahun CODE SMUTs)Corong Demokrasi (CODE) Solidaritas Masyarakat untuk Transformasi Sosial (SMUTs) dibuka dari Indonesia sebanyak 43.930 kali, Amerika Serikat sebanyak 12.857 kali, Rusia 1.284 kali, Kanada sebanyak 540 kali, Jepang 248 kali, Jerman 182 kali, Malaysia 171 kali, Korea Selatan 129 kali, India 68 kali, Britania Raya 62 kali. Prancis, Swiss, Denmark, Arab Saudi, Singapura, Brunai dan barbagai negara dibelahan dunia jumlahnya di bawah Britania Raya. Masih banyak kekurangan dan kelemahan di usia 4 tahun CODE SMUTs dalam penyajian dan share isi blogspot ini yang sering harus off akibat ketiadaan anggaran serta gangguan serta ancaman dalam perjalanannya. Cina sebagai contoh, negara yang memiliki penduduk semilyar orang jumlah pembacanya jauh di bawah Saudi Arabia yang kurang akrab dengan internet. Demikian pula dengan India yang memiliki penduduk 800 juta-an hanya 68 kali dan itupun baru akhir-akhir ini saja dibuka dari sana. Fenomena menarik saat saya berkunjung ke BlitzMegaPlex siang hari minggu ini (20/5/2012), ada sekumpulan anak-anak dan 1 orang dewasa warga negara India yang tinggal di Kota Bekasi ternyata media blog mereka suka karena kaya akan informasi yang mereka butuhkan. 5 anak perempuan dan 4 anak laki-laki dari India tersebut di Indonesia ikut dengan orang tua mereka dan belajar di sekolah International yang ada di Jakarta. Mereka menggunakan internet untuk kepentingan social networking dan berselancar di dunia maya untuk mengetahui berbagai hal. Terimakasih pada Haji Wahyu Prihantono, Rekson Sitorus SH., Dr. H. Rahmat Effendi, H. Mochtar Mohamad S. Sos., Heli Mulyaningsih, Hj. Dial Hasan, Hesti Widiastuti, A. Nurjanah, S. Rahma De'eng, Ronny Hermawan, H. Andi Zabidi, H. Ahmad Syaikhu, H. Yusuf Nasih, Heri Koeswara, H. Sutriono, H. Tumai SE., almarhum H. Azhar Laena, Yeni Meilani Bachtiar, Rachel Maryam Sayidin yang cantik, bapak Eep Saefullah Fatah dan ibu, bapak Dr. Indria Samego, Bapak Prof. Dr. Jimly Assidiqie, bapak Hamdan Zoelfa, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, H. Achmad Zulnaini dan teman-teman yg tidak bisa disebebut satu-persatu. Terima kasih secara khusus pada Muhammad Arya Ramadhan, Ananda Diva Annisa Annaimah, Sri Setia Arafah dan Muhammad Abyan Najwan Fawwaz sumber inspirasi dalam berjuang dan berkreasi. Lalu untuk Haji Prabowo Subianto, ibu Waskita Rini, ibu Tina PIRA, Yeti Wulandari, Sukur Nababan, Prof Dr. Sri Bintang Pamungkas, Dita Indah Sari dan Andi Arief serta Bapak Presiden Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Ani Bambang Yudhoyono. Sukses untuk semua, semua untuk Indonesia Raya. (Don).

KPUD KOTA BEKASI PERSIAPKAN LAUNCHING PEMILUKADA

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi melakukan persiapan pelaksanaan Launching Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) Desember 2012. Terlihat para petugas tampak sibuk di halaman muka gedung Patriot, kantor Pusat Pemerintahan Kota Bekasi dengan memasang tenda dan spanduk untuk kegiatan launching besok (21/5/2012). Kepala Sekretariat KPUD Kota Bekasi, Dadang Alamsyah, menjelaskan bahwa panitia mengundang lebih dari 700 orang pada kegiatan tersebut. "Launching dilakukan untuk mensukseskan kegiatan pelaksanaan pemilukada mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan pemilihan," katanya (20/5). Acara launching sendiri dimeriahkan dengan gelas budaya Bekasi berupa tari-tarian seperti tari topeng, lawak dan lain-lan. Selain mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan pimpinan partai politik panitia juga mengundang KPUD-KPUD se-Jawa Barat. Sementara itu ketua KPUD berharap kegiatan launching dapat disukseskan seluruh pihak yang berkepentingan di kota Bekasi. "Launching ini merupakan kegiatan besar yang dilakukan KPUD Kota Bekasi setelah pada tanggal 16 Mei lalu mengadakan koordinasi dengan lurah serta camat untuk pembentukan PPK dan PPS," kata Tubagus Hendy ketua KPUD kota Bekasi. KPUD kota Bekasi pada tanggal 27 Mei nanti sudah membuka pendaftaran calon PPK dan PPS di sekretariat KPUD Bekasi, Jalan Djuanda 100. Sosialisasi sendiri, dikatakan Hendy, dilakukan jauh sebelum launching pemilukada dilakukan. Demikian juga sosialisasi pada para pemilih sudah dilakukan sejak lama. Demikian juga dengan informasi pencalonan sudah mulai dipersiapkan oleh KPUD kota Bekasi yang juga termasuk calon perseorangan. "Sebab untuk calon perseorangan dibutuhkan verifikasi persyaratan yang seperti diketahui 3 persen, sehingga butuh waktu 2 minggu," kata Hendy yang mengakui keterbatasan anggaran memang menjadi persoalan tersendiri dalam sosialisasi. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

RAHMAT DIGANDENG PDI-P, DIAL TIDAK AMBISIUS

Beda Dr. H. Rahmat Effendi dengan Hj. Dial Hasan terletak pada komunikasi politik dan relationship kedua figure bakal calon Walikota/Wakil Walikota Bekasi. "Tolong tidak Berlebihan ya, biasa saja saya memang punya harapan, tapi tidak ambisius," kata Hj. Dial Hasan saat dikonfirmasi kans-nya untuk maju. Sedangkan Dr. H. Rahmat Effendi beberapa waktu berkeyakinan dan optimis dengan hasil survey yang dilakukan Lembaga Survey Indobarometer (LSI). Namun karena masih menjabat sebagai walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi membatasi diri untuk bicara persiapan pencalonannya dalam pemilukada kota Bekasi. Seperti diketahui, setelah gagal membangun komunikasi dan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Rahmat Effendi lebih sibuk dengan tugasnya mensosialisasikan pakta Integritas dan Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Daerah (LPPD) bersama M2R dan R saja. Angka Rp. 30 milyar sebagai "mahar" mungkin membuatnya trauma dengan pembicaraan koalisi yang banyak digagas saat ini. Belum diketahui pasti, apakah penolakan atas angka yang fantastis tersebut membuat sang walikota mencari pilihan calon lain atau memang sedang memikirkannya saat ini (BELUM DIDAPAT PERNYATAAN RESMI). Proposal yang ditawarkan kubu PKS seperti berbanding terbalik dengan hasil survey yang dilakukan LSI dengan angka popularitas mencapai 70 persenlebih dan elektabilitas di atas 34 persen. "Langsung ditolak yang bersankutan," kata sebuah sumber. Bila Dial masih menunggu hasil konvensi partainya, GERINDRA, yang belum selesai dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Rahmat Effendi sudah mendapatkan kabar baik dengan adanya selentingan kabar persetujuan dari DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Hanya saja komposisinya akan berbeda dengan Pemilukada 2008 yang memposisikan kader PDI-P sebagai calon Walikota dan kader Partai Golkar sebagai wakil walikota. "Pada pemilukada 2012 dibalik, Golkar Walikota dan PDI-P wakil walikotanya," tambah sumber lagi. Janji akan ada bantuan dari Haji Prabowo Subianto merupakan sesuatu yang begitu ditunggu bagi kader-kader Partai GERINDRA yang akan maju dalam pencalonan. Namun berkah kemenangan pemilukada merupakan impian setiap tim sukses calon ketika ditawari koalisi dalam setiap pemilukada. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

PROF. SUHARDI NILAI HARI KEBANGKITAN NASIONAL SEBAGAI HARI BANGSA INDONESIA

Ketua Umum Gerindra, Prof. Suhardi mengeluarkan pernyataannya pada peringatan 20 Mei 2012. " Bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 104 tahun," katanya yang disampaikan melalui media social network (20/5) dini hari. Menurut ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GERINDRA tersebut, momentum kebangkitan Nasional merupakan momentum strategis bagi bangsa Indonesia. Dirinya meminta kepada seluruh Keluarga Besar Partai GERINDRA untuk menjadikan sebagai momen mengembangkan semangat kemerdekaan. Prof. Suhardi secara khusus menyampaikan pesan penting Partainya untuk menjadikan Hari kebangkitan Nasional sebagai hari yang selayaknya dikenang karena nilai sejarahnya. "Bagi kita Keluarga Besar Partai Gerindra, Kebangkitan Nasional adalah momentum yang sangat strategis dalam merebut kemerdekaaan, sehingga kita mampu menjadi bangsa yang merdeka," katanya. Dalam amanatnya, Prof Suhardi juga berpesan tentang penanaman karakter bangsa. "Oleh karena itu, selaku Ketua Partai Gerindra, saya mengajak agar momentum Hari Kebangkitan Nasional di tahun 2012 ini, menjadi saat yang tepat untuk menjadikan kita sebagai bangsa yang mandiri, sejahtera, lahir mau pun batin serta bermartabat, Ini pantas jadi bahan renungan kita bersama," katanya. Sebab, menururut sang profesor, apalah arti nya kita jadi bangsa yang merdeka, jika kita tidak mampu tampil menjadi bangsa yang sejahtera. "Mari kita buktikan bahwa Keluarga Besar Gerindra bakal mampu membuktikan nya. Salam Indonesia Raya," motivasinya pada seluruh kader partai GERINDRA. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

SBY DAN IBU ANY YUDHOYONO TABUR BUNGA DI TMP SEROJA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Seroja, Timor Leste, Sabtu (19/05). Tabur bunga ini dilakukan di tengah sengatan matahari guna menghormati pahlawan Indonesia yang gugur di Dili. Sebelum ke TMP Seroja, Presiden SBY yang didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Timor Leste Alberto Xavier Pariera Carlos meletakkan karangan bunga ke Makam Santa Cruz. Makam Santa Cruz dan TMP Seroja hanya dipisahkan jalan selebar sekitar enam meter. Namun SBY dan Ibu Ani harus berjalan memutar sepanjang sekitar 150 meter untuk masuk melalui gerbang utama TMP Seroja. Di TMP Seroja, Presiden meletakkan karangan bunga secara simbolis di empat makam. Keempat makam tersebut masing-masing milik almarhum Mayor Ginting, Kapten Margustaf, Wolo Wilem Riwu, dan Marzuki. Mereka ini gugur dalam tugas di Dili. (PolDotCOM). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Syafi'i Ma'arif Tentang Good Civilization, Kebangkitan dan Prinsip2

Saat menunggu pertandingan sepakbola final Liga Champion semalam, saya tanpa sengaja melihat tayangan TVRI yang bertajuk "Fokus Internasional". Acara tersebut dipandu oleh dua orang, yaitu: Saudara Agus Haryadi dan Deasy Indriyani. Dalam tayangan tersebut, keduanya mengajak para penonton untuk merenungkan makna perjuangan individu-individu para tokoh pemimpin dunia yang memegang teguh prinsip-prinsip kepemimpinan, yang dirumuskan secara universal merupakan amanah untuk membawa kebaikan dan tanggungjawab moril terhadap bangsa yang dipimpin. Kedua pemandu dengan bahasa yang sederhana serta tuturan kalimat yang runtut (”Salute untuk saudara Agus dan Deasy atas tampilannya yang sempurna”) mampu membuka imajinasi saya tentang para pemimpin negeri-negeri yang berperadaban tinggi ("Good civilization", seperti ungkapan Professor DR. Ahmad Syafi’i Ma’arif, nara sumber yang dimintai pendapatnya dalam sesi akhir acara). Saya paham, kelihatannya TVRI, melalui kedua pemandu acara tersebut benar-benar ingin menyindir secara halus kondisi krisis kepemimpinan di Tanah Air, pada saat ini. Penggambaran tokoh Mahatma Gandhi dan Bung Karno, sebagai contoh dua orang pemimpin yang bersedia menanggung penderitaan saat memimpin, dibandingkan dengan tiga orang pemimpin dunia yang semata-mata hanya menggunakan kekuasaannya untuk bersikap otoriter, yaitu: Stalin, Idi Amin, dan Hitler, seolah-olah menegaskan bahwa Gandhi dan Soekarno, merupakan tipe pemimpin yang menggunakan umur hidupnya untuk berkorban demi kemerdekaan bangsanya dari penjajah negeri asing. Sikap berjuang menyuarakan demokrasi juga digambarkan melalui contoh pejuang demokrasi dari Myanmar: Aung San Su Kyi serta sosok Anwar Ibrahim, dari Malaysia. Sikap mengakui ketidakpantasan yang dilakukan oleh beberapa kepala pemerintahan di Jepang, negara-negara Skandinavia, dan Jerman, juga menjadi contoh bahwa nilai-nilai moralitas yang dianut para pemimpin negeri tersebut telah mendarah daging dengan baik, sehingga tindakan yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin akan menjadi beban moral bagi pejabat yang bersangkutan. Sebagai contoh digambarkan saat presiden Jerman, Christian Wulff, terpaksa harus melepaskan jabatannya, gara-gara "terindikasi" telah mendapat perlakukan istimewa saat menjabat sebagai gubernur, yakni: mengajukan keringanan kredit rumah. Sikap para pemimpin pemerintahan Jepang yang dilandasi etos "Samurai" juga menjadi sumber inspirasi positif dalam sikap tanggung jawab dalam memimpin. Dari benteng Vredeburg, jalan Malioboro, kedua penyiar tersebut lalu berkunjung ke kantor pusat Muhammadiyah Yogyakarta, di jalan KH. Achmad Dahlan untuk berbincang-bincang dengan Professor DR. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kedua pewawancara sangat "menggigit", demikian pula jawaban-jawaban yang diberikan oleh Buya Syafi’i. Seperti yang telah saya ketahui, bahwa mantan pemimpin Muhammadiyah tersebut sering menulis opini, yang senantiasa memberi pencerahan mengenai kondisi ideal dalam memimpin negeri plural seperti Indonesia. Pertanyaan yang diajukan kedua pewawancara terlihat tetap dalam koridor "tantangan mewujudkan sosok pemimpin Indonesia yang mampu membawa perbaikan bagi Indonesia". Saya sempat ingat adalah ucapan Ahmad Syafi’i Maarif tentang Dwi Tunggal Soekarno Hatta, yang mengalami perpecahan pada tahun 1958. “Seandainya, kedua pemimpin itu tidak berpisah, saya yaqin Indonesia akan menjadi negara besar yang mempunyai peradaban lebih baik”. ”Soekarno sebagai orator terbesar abad 20, didampingi Hatta selaku pemikir strategis namun tidak sehebat Soekarno dalam membangkitkan semangat rakyat, adalah perpaduan sempurna untuk mewujudkan Indonesia menjadi besar”. "Good civilization" akan dihasilkan oleh pemimpin yang mempunyai berperadaban tinggi, sebaliknya "bad civilization" akan dihasilkan oleh pemimpin yang berperadaban buruk. Tolok ukurnya terletak pada tujuannya saat menjadi penguasa. Apakah kekuasaannya hanya berorientasi pada kepentingannya pribadi ataukah kekuasaan yang berorientasi demi kepentingan bangsa dan negaranya. TVRI merupakan salah satu agen perubahan peradaban bangsa menuju arah yang lebih baik, demikian ungkap Ahmad Syafi’i Ma’arif. Tayangan yang saya tonton semalam telah menegaskan bahwa stasiun televise yang dulu menjadi "corong" pemerintah, telah berubah menjadi sarana control bagi jalannya perubahan peradaban bangsa Indonesia menuju cita-cita nasional yang diikrarkan oleh para "founding father" bangsa Indonesia serta para tokoh pergerakan pada tahun 1908 dan 1928. (*) Live from BlackBerry® on AHA - I like it!