Minggu, 20 Mei 2012
EMPAT TAHUN MEMBANGUN CODE SMUTs, BERTERIMA KASIH PADA SEMUA PEMBACA
CODE SMUTs · Statistik › Pemirsa Mei 2008 – Mei 2012 (4 Tahun CODE SMUTs)Corong Demokrasi (CODE) Solidaritas Masyarakat untuk Transformasi Sosial (SMUTs) dibuka dari Indonesia sebanyak 43.930 kali, Amerika Serikat sebanyak 12.857 kali, Rusia 1.284 kali, Kanada sebanyak 540 kali, Jepang 248 kali, Jerman 182 kali, Malaysia 171 kali, Korea Selatan 129 kali, India 68 kali, Britania Raya 62 kali. Prancis, Swiss, Denmark, Arab Saudi, Singapura, Brunai dan barbagai negara dibelahan dunia jumlahnya di bawah Britania Raya.
Masih banyak kekurangan dan kelemahan di usia 4 tahun CODE SMUTs dalam penyajian dan share isi blogspot ini yang sering harus off akibat ketiadaan anggaran serta gangguan serta ancaman dalam perjalanannya. Cina sebagai contoh, negara yang memiliki penduduk semilyar orang jumlah pembacanya jauh di bawah Saudi Arabia yang kurang akrab dengan internet. Demikian pula dengan India yang memiliki penduduk 800 juta-an hanya 68 kali dan itupun baru akhir-akhir ini saja dibuka dari sana.
Fenomena menarik saat saya berkunjung ke BlitzMegaPlex siang hari minggu ini (20/5/2012), ada sekumpulan anak-anak dan 1 orang dewasa warga negara India yang tinggal di Kota Bekasi ternyata media blog mereka suka karena kaya akan informasi yang mereka butuhkan. 5 anak perempuan dan 4 anak laki-laki dari India tersebut di Indonesia ikut dengan orang tua mereka dan belajar di sekolah International yang ada di Jakarta. Mereka menggunakan internet untuk kepentingan social networking dan berselancar di dunia maya untuk mengetahui berbagai hal.
Terimakasih pada Haji Wahyu Prihantono, Rekson Sitorus SH., Dr. H. Rahmat Effendi, H. Mochtar Mohamad S. Sos., Heli Mulyaningsih, Hj. Dial Hasan, Hesti Widiastuti, A. Nurjanah, S. Rahma De'eng, Ronny Hermawan, H. Andi Zabidi, H. Ahmad Syaikhu, H. Yusuf Nasih, Heri Koeswara, H. Sutriono, H. Tumai SE., almarhum H. Azhar Laena, Yeni Meilani Bachtiar, Rachel Maryam Sayidin yang cantik, bapak Eep Saefullah Fatah dan ibu, bapak Dr. Indria Samego, Bapak Prof. Dr. Jimly Assidiqie, bapak Hamdan Zoelfa, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, H. Achmad Zulnaini dan teman-teman yg tidak bisa disebebut satu-persatu.
Terima kasih secara khusus pada Muhammad Arya Ramadhan, Ananda Diva Annisa Annaimah, Sri Setia Arafah dan Muhammad Abyan Najwan Fawwaz sumber inspirasi dalam berjuang dan berkreasi. Lalu untuk Haji Prabowo Subianto, ibu Waskita Rini, ibu Tina PIRA, Yeti Wulandari, Sukur Nababan, Prof Dr. Sri Bintang Pamungkas, Dita Indah Sari dan Andi Arief serta Bapak Presiden Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Ani Bambang Yudhoyono. Sukses untuk semua, semua untuk Indonesia Raya. (Don).
KPUD KOTA BEKASI PERSIAPKAN LAUNCHING PEMILUKADA
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi melakukan persiapan pelaksanaan Launching Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) Desember 2012. Terlihat para petugas tampak sibuk di halaman muka gedung Patriot, kantor Pusat Pemerintahan Kota Bekasi dengan memasang tenda dan spanduk untuk kegiatan launching besok (21/5/2012).
Kepala Sekretariat KPUD Kota Bekasi, Dadang Alamsyah, menjelaskan bahwa panitia mengundang lebih dari 700 orang pada kegiatan tersebut. "Launching dilakukan untuk mensukseskan kegiatan pelaksanaan pemilukada mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan pemilihan," katanya (20/5).
Acara launching sendiri dimeriahkan dengan gelas budaya Bekasi berupa tari-tarian seperti tari topeng, lawak dan lain-lan. Selain mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan pimpinan partai politik panitia juga mengundang KPUD-KPUD se-Jawa Barat.
Sementara itu ketua KPUD berharap kegiatan launching dapat disukseskan seluruh pihak yang berkepentingan di kota Bekasi. "Launching ini merupakan kegiatan besar yang dilakukan KPUD Kota Bekasi setelah pada tanggal 16 Mei lalu mengadakan koordinasi dengan lurah serta camat untuk pembentukan PPK dan PPS," kata Tubagus Hendy ketua KPUD kota Bekasi.
KPUD kota Bekasi pada tanggal 27 Mei nanti sudah membuka pendaftaran calon PPK dan PPS di sekretariat KPUD Bekasi, Jalan Djuanda 100. Sosialisasi sendiri, dikatakan Hendy, dilakukan jauh sebelum launching pemilukada dilakukan. Demikian juga sosialisasi pada para pemilih sudah dilakukan sejak lama.
Demikian juga dengan informasi pencalonan sudah mulai dipersiapkan oleh KPUD kota Bekasi yang juga termasuk calon perseorangan. "Sebab untuk calon perseorangan dibutuhkan verifikasi persyaratan yang seperti diketahui 3 persen, sehingga butuh waktu 2 minggu," kata Hendy yang mengakui keterbatasan anggaran memang menjadi persoalan tersendiri dalam sosialisasi. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
RAHMAT DIGANDENG PDI-P, DIAL TIDAK AMBISIUS
Beda Dr. H. Rahmat Effendi dengan Hj. Dial Hasan terletak pada komunikasi politik dan relationship kedua figure bakal calon Walikota/Wakil Walikota Bekasi. "Tolong tidak Berlebihan ya, biasa saja saya memang punya harapan, tapi tidak ambisius," kata Hj. Dial Hasan saat dikonfirmasi kans-nya untuk maju.
Sedangkan Dr. H. Rahmat Effendi beberapa waktu berkeyakinan dan optimis dengan hasil survey yang dilakukan Lembaga Survey Indobarometer (LSI). Namun karena masih menjabat sebagai walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi membatasi diri untuk bicara persiapan pencalonannya dalam pemilukada kota Bekasi.
Seperti diketahui, setelah gagal membangun komunikasi dan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Rahmat Effendi lebih sibuk dengan tugasnya mensosialisasikan pakta Integritas dan Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Daerah (LPPD) bersama M2R dan R saja. Angka Rp. 30 milyar sebagai "mahar" mungkin membuatnya trauma dengan pembicaraan koalisi yang banyak digagas saat ini.
Belum diketahui pasti, apakah penolakan atas angka yang fantastis tersebut membuat sang walikota mencari pilihan calon lain atau memang sedang memikirkannya saat ini (BELUM DIDAPAT PERNYATAAN RESMI). Proposal yang ditawarkan kubu PKS seperti berbanding terbalik dengan hasil survey yang dilakukan LSI dengan angka popularitas mencapai 70 persenlebih dan elektabilitas di atas 34 persen. "Langsung ditolak yang bersankutan," kata sebuah sumber.
Bila Dial masih menunggu hasil konvensi partainya, GERINDRA, yang belum selesai dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Rahmat Effendi sudah mendapatkan kabar baik dengan adanya selentingan kabar persetujuan dari DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Hanya saja komposisinya akan berbeda dengan Pemilukada 2008 yang memposisikan kader PDI-P sebagai calon Walikota dan kader Partai Golkar sebagai wakil walikota. "Pada pemilukada 2012 dibalik, Golkar Walikota dan PDI-P wakil walikotanya," tambah sumber lagi.
Janji akan ada bantuan dari Haji Prabowo Subianto merupakan sesuatu yang begitu ditunggu bagi kader-kader Partai GERINDRA yang akan maju dalam pencalonan. Namun berkah kemenangan pemilukada merupakan impian setiap tim sukses calon ketika ditawari koalisi dalam setiap pemilukada. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
PROF. SUHARDI NILAI HARI KEBANGKITAN NASIONAL SEBAGAI HARI BANGSA INDONESIA
Ketua Umum Gerindra, Prof. Suhardi mengeluarkan pernyataannya pada peringatan 20 Mei 2012. " Bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 104 tahun," katanya yang disampaikan melalui media social network (20/5) dini hari.
Menurut ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GERINDRA tersebut, momentum kebangkitan Nasional merupakan momentum strategis bagi bangsa Indonesia. Dirinya meminta kepada seluruh Keluarga Besar Partai GERINDRA untuk menjadikan sebagai momen mengembangkan semangat kemerdekaan.
Prof. Suhardi secara khusus menyampaikan pesan penting Partainya untuk menjadikan Hari kebangkitan Nasional sebagai hari yang selayaknya dikenang karena nilai sejarahnya. "Bagi kita Keluarga Besar Partai Gerindra, Kebangkitan Nasional adalah momentum yang sangat strategis dalam merebut kemerdekaaan, sehingga kita mampu menjadi bangsa yang merdeka," katanya.
Dalam amanatnya, Prof Suhardi juga berpesan tentang penanaman karakter bangsa. "Oleh karena itu, selaku Ketua Partai Gerindra, saya mengajak agar momentum Hari Kebangkitan Nasional di tahun 2012 ini, menjadi saat yang tepat untuk menjadikan kita sebagai bangsa yang mandiri, sejahtera, lahir mau pun batin serta bermartabat, Ini pantas jadi bahan renungan kita bersama," katanya.
Sebab, menururut sang profesor, apalah arti nya kita jadi bangsa yang merdeka, jika kita tidak mampu tampil menjadi bangsa yang sejahtera. "Mari kita buktikan bahwa Keluarga Besar Gerindra bakal mampu membuktikan nya. Salam Indonesia Raya," motivasinya pada seluruh kader partai GERINDRA. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
SBY DAN IBU ANY YUDHOYONO TABUR BUNGA DI TMP SEROJA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Seroja, Timor Leste, Sabtu (19/05). Tabur bunga ini dilakukan di tengah sengatan matahari guna menghormati pahlawan Indonesia yang gugur di Dili.
Sebelum ke TMP Seroja, Presiden SBY yang didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Timor Leste Alberto Xavier Pariera Carlos meletakkan karangan bunga ke Makam Santa Cruz. Makam Santa Cruz dan TMP Seroja hanya dipisahkan jalan selebar sekitar enam meter. Namun SBY dan Ibu Ani harus berjalan memutar sepanjang sekitar 150 meter untuk masuk melalui gerbang utama TMP Seroja.
Di TMP Seroja, Presiden meletakkan karangan bunga secara simbolis di empat makam. Keempat makam tersebut masing-masing milik almarhum Mayor Ginting, Kapten Margustaf, Wolo Wilem Riwu, dan Marzuki. Mereka ini gugur dalam tugas di Dili. (PolDotCOM).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Syafi'i Ma'arif Tentang Good Civilization, Kebangkitan dan Prinsip2
Saat menunggu pertandingan sepakbola final Liga Champion semalam, saya tanpa sengaja melihat tayangan TVRI yang bertajuk "Fokus Internasional". Acara tersebut dipandu oleh dua orang, yaitu: Saudara Agus Haryadi dan Deasy Indriyani. Dalam tayangan tersebut, keduanya mengajak para penonton untuk merenungkan makna perjuangan individu-individu para tokoh pemimpin dunia yang memegang teguh prinsip-prinsip kepemimpinan, yang dirumuskan secara universal merupakan amanah untuk membawa kebaikan dan tanggungjawab moril terhadap bangsa yang dipimpin. Kedua pemandu dengan bahasa yang sederhana serta tuturan kalimat yang runtut (”Salute untuk saudara Agus dan Deasy atas tampilannya yang sempurna”) mampu membuka imajinasi saya tentang para pemimpin negeri-negeri yang berperadaban tinggi ("Good civilization", seperti ungkapan Professor DR. Ahmad Syafi’i Ma’arif, nara sumber yang dimintai pendapatnya dalam sesi akhir acara).
Saya paham, kelihatannya TVRI, melalui kedua pemandu acara tersebut benar-benar ingin menyindir secara halus kondisi krisis kepemimpinan di Tanah Air, pada saat ini. Penggambaran tokoh Mahatma Gandhi dan Bung Karno, sebagai contoh dua orang pemimpin yang bersedia menanggung penderitaan saat memimpin, dibandingkan dengan tiga orang pemimpin dunia yang semata-mata hanya menggunakan kekuasaannya untuk bersikap otoriter, yaitu: Stalin, Idi Amin, dan Hitler, seolah-olah menegaskan bahwa Gandhi dan Soekarno, merupakan tipe pemimpin yang menggunakan umur hidupnya untuk berkorban demi kemerdekaan bangsanya dari penjajah negeri asing. Sikap berjuang menyuarakan demokrasi juga digambarkan melalui contoh pejuang demokrasi dari Myanmar: Aung San Su Kyi serta sosok Anwar Ibrahim, dari Malaysia.
Sikap mengakui ketidakpantasan yang dilakukan oleh beberapa kepala pemerintahan di Jepang, negara-negara Skandinavia, dan Jerman, juga menjadi contoh bahwa nilai-nilai moralitas yang dianut para pemimpin negeri tersebut telah mendarah daging dengan baik, sehingga tindakan yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin akan menjadi beban moral bagi pejabat yang bersangkutan. Sebagai contoh digambarkan saat presiden Jerman, Christian Wulff, terpaksa harus melepaskan jabatannya, gara-gara "terindikasi" telah mendapat perlakukan istimewa saat menjabat sebagai gubernur, yakni: mengajukan keringanan kredit rumah. Sikap para pemimpin pemerintahan Jepang yang dilandasi etos "Samurai" juga menjadi sumber inspirasi positif dalam sikap tanggung jawab dalam memimpin.
Dari benteng Vredeburg, jalan Malioboro, kedua penyiar tersebut lalu berkunjung ke kantor pusat Muhammadiyah Yogyakarta, di jalan KH. Achmad Dahlan untuk berbincang-bincang dengan Professor DR. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kedua pewawancara sangat "menggigit", demikian pula jawaban-jawaban yang diberikan oleh Buya Syafi’i. Seperti yang telah saya ketahui, bahwa mantan pemimpin Muhammadiyah tersebut sering menulis opini, yang senantiasa memberi pencerahan mengenai kondisi ideal dalam memimpin negeri plural seperti Indonesia.
Pertanyaan yang diajukan kedua pewawancara terlihat tetap dalam koridor "tantangan mewujudkan sosok pemimpin Indonesia yang mampu membawa perbaikan bagi Indonesia". Saya sempat ingat adalah ucapan Ahmad Syafi’i Maarif tentang Dwi Tunggal Soekarno Hatta, yang mengalami perpecahan pada tahun 1958. “Seandainya, kedua pemimpin itu tidak berpisah, saya yaqin Indonesia akan menjadi negara besar yang mempunyai peradaban lebih baik”. ”Soekarno sebagai orator terbesar abad 20, didampingi Hatta selaku pemikir strategis namun tidak sehebat Soekarno dalam membangkitkan semangat rakyat, adalah perpaduan sempurna untuk mewujudkan Indonesia menjadi besar”.
"Good civilization" akan dihasilkan oleh pemimpin yang mempunyai berperadaban tinggi, sebaliknya "bad civilization" akan dihasilkan oleh pemimpin yang berperadaban buruk. Tolok ukurnya terletak pada tujuannya saat menjadi penguasa. Apakah kekuasaannya hanya berorientasi pada kepentingannya pribadi ataukah kekuasaan yang berorientasi demi kepentingan bangsa dan negaranya.
TVRI merupakan salah satu agen perubahan peradaban bangsa menuju arah yang lebih baik, demikian ungkap Ahmad Syafi’i Ma’arif. Tayangan yang saya tonton semalam telah menegaskan bahwa stasiun televise yang dulu menjadi "corong" pemerintah, telah berubah menjadi sarana control bagi jalannya perubahan peradaban bangsa Indonesia menuju cita-cita nasional yang diikrarkan oleh para "founding father" bangsa Indonesia serta para tokoh pergerakan pada tahun 1908 dan 1928. (*)
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Sabtu, 19 Mei 2012
10 PERSEN KAMAR PERAWATAN RS SWASTA DIPERUNTUKKAN PASIEN TIDAK MAMPU
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menginstruksikan pengelola rumah sakit swasta setempat menyediakan 10 persen kamar perawatannya untuk memfasilitasi pasien dari kalangan warga tidak mampu.
"Kebijakan tersebut akan segera dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara Pemkot Bekasi dan seluruh rumah sakit swasta. Kami sudah meminta bagian hukum untuk membuat nota kerja sama itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nurchandrani di Bekasi, Jumat (18/5).
Menurut Anne, kerja sama antara Pemkot Bekasi dan rumah sakit swasta tersebut sebenarnya sudah pernah dibuat, namun belum memuat jumlah kamar perawatan secara detail.
"Saat ini perjanjiannya mengacu pada 10 persen dari kelas III akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu," kata Anne.
Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola rumah sakit swasta dan instruksi tersebut disambut secara positif. "Saat ini Bagian Hukum Pemkot Bekasi sedang merumuskan prosedur dan mekanismenya agar memudahkan masyarakat. Rencananya program ini akan diluncurkan pada 1 Juni mendatang," katanya.
Diharapkan, program ini bisa membantu dan melayani masyarakat yang tidak mampu di 12 kecamatan setempat. "Mudah-mudahan hal ini dapat meringankan beban masyarakat miskin agar tidak lagi mengeluh tentang tarif layanan kesehatan yang mahal," demikian Anne. (anT/dON).
Langganan:
Postingan (Atom)






