Sabtu, 19 Mei 2012
PEMKOT BEKASI AJUKAN LOAN KE WORLD BANK UNTUK TPA SUMUR BATU
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, berencana akan mengajukan pinjaman dana kepada Bank Dunia untuk membiayai pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Bantargebang.
"Kami memang berniat menjadikan pengelolaan sampah di TPA Sumurbatu menjadi industri sampah daur ulang layaknya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Junaedi, di Bekasi, Jumat.
Menurut Junaedi, bantuan Bank Dunia sangat diperlukan guna mencegah peristiwa longsor yang mengakibatkan seorang pemulung di wilayah setempat tewas pada Kamis (17/5).
"Kebetulan Bank Dunia punya punya program di bidang sampah," katanya.
Menurut dia, TPA Sumurbatu bisa menjadi sentra industrialisasi sampah dengan merubah paradigma TPA menjadi TPST yang memiliki tekhnologi canggih. (ElSyaf/Ant). WORLG
OPINI CODE; Demi Kehormatan, RE-DH Selayaknya Terwujud Indahnya, Bapak-Ibu bukan Ibu-Bapak?
Jangan putar balikkan berita, Jangan Jungkir Balikkan Berita. Sebuah syair yang pagi ini nikmatnya disantap bareng sebatang rokok dan cahaya matahari pagi yang menyehatkan badan. Semua menjadi charger bagi kehidupan yang terus berputar.
Membaca dan menikmati surat-surat elektronik yang sarat makna, membuat kita kenyang juga mabuk dengan perbendaharaan kata (baik lama dan yang diperbarui). Sebuah kejujuranlah yang mampu membuat kita mampu menyimpan seluruh file kata dalam filing cabinet memory kita yang sangat kecil kapasitasnya.
Menyimak apa yang dilakukan Dr. H. Rahmat Effendi dan Hj. Dial Hasan, master tekhnik, membuat saya kenyang dengan semua kebetulan. Kebetulan kader GOLKAR dan pernah sangat lama di partai Beringin tersebut, kebetulan basic-nya pengusaha, kebetulan sama-sama nyalon pada pemilukada Kota Bekasi dan banyak kebetulan yang lain.
Harry Burton adalah perusahaan asing yang pernah ditukangi Dr. Rahmat, membekali diri dengan sekolah tekhnik membuatnya pas dengan reparasi AC dan bengkel las. Cukup lama menjadi wakil rakyat Bekasi Selatan dan Jati Asih adalah kekuatan sang Doktor untuk mewujudkan harapan banyak kadernya yang bermimpi dipimpin seorang berilmu serta menemu-kenali kota kelahirannya.
Dial Hasan Memiliki banyak perusahaan pengadaan yang membuatnya hidup lebih lepas dengan persoalan menuntaskan cita-citanya sekolah jauh-jauh di UI. Dikenal sangat dekat dengan anak-anak muda yang berfikiran progresif membuatnya kaya akan pengetahuan tentang situasi dimana dia tinggal. Anak anggota DPR RI, Didi Khadijah Hasan, ini puas dengan pergaulan wakil rakyat karena sejak awal 80-an sudah membantu ibunya menjadi supporting system baik di DPR RI maupun di Jawa Timur, daerah pemilihan Hj. Didi Khadidjah Hasan.
Lalu kenapa harus malu untuk jujur pada masyarakat kota Bekasi kalau mereka memang ada apa-apa dan berencana untuk memadu-serasikan figure laki-perempuan? Sudahlah, capek kalau hanya menganalisa "pertengkaran" itu untuk menaikkan "rasa" cinta untuk membangun pemerintahan dengan pengetahuan yang kalian miliki dan mewujudkan idealnya pasangan ya seorang laki-laki sebagai "bapak" dan perempuan sebagai "ibu".
acuan lain adalah kriteria yang lebih lama tinggal di Kota Bekasi. Sampai saat ini informasi yang saya dapatkan, Dr. H. Rahmat Effendi tinggal di Bekasi sejak lahir, 3 Februari 1964. Sedangkan Hj. Dial Hasan tinggal di Bekasi kisaran tahun 1997-1998 saat ia pindah dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Hj. Dial Hasan Sendiri lahir tahun 1968, bekerja menjadi salah satu pemimpin di PT. Lintang Dwi Citra, dengan 6 putra-putri. Tinggal di Cening Ati yang tepat berada di depan kampus utama Universitas Assyafi'iyah, Jati Waringin, pondok Gede Kota Bekasi.
Dial merupakan ketua Forum Perempuan Bekasi (FPB) yang baru saja memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), makan bersama sayur Gabus Pucung di halaman Bekasi Cyber Park (BCP). Sedangkan Rahmat Effendi merupakan ketua Angkatan Muda Pembangunan Indonesia dan aktif di Masyarakat Kerukunan Gotong Royong (MKGR).
Baik Doktor Rahmat maupun Hj. Dial Hasan sama-sama memiliki talenta dalam memimpin serta memiliki ciri sebagai tekhnokrat. Kesimpulan kenapa keduanya tegang, tapi saling mengisi dapat dibaca dari spanduk Dial yang bertuliskan Indonesia membutuhkan pemimpin yang berwibawa dan tegas. Saat sosialisasi itu dilakukan Rahmat Effendi sedang memimpin dengan tegas pemkot Bekasi yang "smaput" akibat banyaknya pemeriksaan oleh aparat hukum.
Saat Dial Hasan men-sosialisasikan pemimpin amanah dan daerah yang aman serta nyaman, Rahmat Effendi turun langsung untuk mengamankan daerah konflik di Rawa Bambu. lalu dalam berbagai kesempatan Rahmat Effendi mengingatkan pada masyarakat kota Bekasi bahwa Kota Bekasi membutuhkan pemimpin yang amanah. Secara tidak langsung juga spanduk-spanduk Dial mendukung aparatur hukum mempercepat proses pembersihan kasus-kasus yang belum selesai agar citra birokrasi Kota Bekasi Amanah dapat diterima masyarakat. Jadi RE-DEAL? (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
RETNO WIDIYANTI; BEKASI MENJADI TEMA BESAR ABANG-MPOK KABUPATEN BEKASI
Abang dan Mpok Kabupaten Bekasi, yang grand finalnya akan dilakukan tanggal 7 Juli 2012 saat ini sedang dilakukan persiapan dengan baik dengan menyiapkan perangkat untuk kegiatan tersebut. Diterangkan Retno Widiyanti selaku panpel kegiatan Abang dan mpok Kabupaten Bekasi tahun 2012 saat ditemui di sekretariat panitia, Balai PWI perwakilan Bekasi-Rawa Tembaga.
Retno Widiyanti secara khusus menyampaikan bahwa Tema Budaya Bekasi, nilai-nilai kedaerahan dan geografi kabupaten secara khusus dijadikan ruh pada gelar pemilihan kali ini agar Budaya Bekasi dapat menjadi perhatian masyarakat Bekasi. Kegiatan ini sendiri nantinya juga terdiri dari beberapa pelatihan yang diperuntukkan pada para peserta dengan pembekalan keahlian pada abang dan Mpok Bekasi.
Ada sekitar 200 peserta yang akan mengikuti seleksi abang dan Mpok sebelum nantinya menyisakan hanya 40 pasangan saja untuk fase pemilihan abang dan mpok. "Akan ada fase wawancara dan seleksi lainnya sebelum sampai masa grand final pemilihan abang dan mpok kabupaten Bekasi," kata Retno(17/5).
Selain itu para peserta pemilihan abang dan mpok juga akan diperkenalkan beberapa tempat yang menampilkan dan kondisinya masih kental dengan citra kabupaten Bekasi, seperti Muara Gembong. Tempat tempat lain yang mungkin akan digunakan sebagai lokasi kegiatan adalah Museum Juang Bekasi yang berada di Tambun.
Sedangkan untuk pelaksanaan dengan konsep indoor akan dilakukan di Onsu Gran Wisata yang lokasinya sangat strategis dan modern. "Kita menggunakan 2 konsep, Indoor dan out door, termasuk kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi," kata Retno. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
CCTV UNTUK MINIMALISIR TINDAK KEJAHATAN DI KABUPATEN BEKASI
Kepolisian wilayah Kabupaten Bekasi Jawa Barat telah melakukan himbauan kepada seluruh pengelola minimarket untuk menggunakan CCTV guna memproses tindakan kejahatan yang marak terjadi. "Himbauan CCTV dan tehnik bottom keseluruh minimarket telah dilakukannya," kata Kapolresta Bekasi Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, Kamis 17 Mei 2012.
Wahyu mengatakan, sosialisasi himbauan itu sudah diterapkannya melalui jajaran Polresta Bekasi. "Jadi, masing-masing Polsek telah mengundang para pengelola untuk melakukan hal tersebut," katanya.
Meski belum menjabarkan data-data (sensus) secara rinci, namun ada beberapa minimarket yang telah memasang alat perekam tersebut. "Jumlah minimarket diwilayah Kabupaten Bekasi, kurang lebih 400 pengelola diantaranya sudah menggunakan CCTV," terangnya.
Wahyu menambahkan, maraknya pelaku kejahatan dengan menggunakan sejata api diwilayahnya, secara kwantitas tidak terlalu banyak. Meski begitu, penggunaan CCTV dapat mempermudah petugas kepolisian untuk mempercepat respon. "Jadi, petugas dapat mengetahui cepat kemudian langsung datang, selain patroli rutin pada jam-jam tertentu (rawan)," tutup Wahyu. (DMa/Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
RESOLUSI DAMAI GALIAN TANPA IZIN DAN GANGUAN PADA KENDARAAN DINAS SATPOL PP
Resolusi dan rokonsiliasi antara pemerintah Kota Bekasi dengan Pengelola lahan Galian tanpa izin di Pondok Melati terjadi. Dikatakan Sudiana kepala Bagian Hukum, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi saat dikonfirmasi, bahwa pengelolaan disepakati akan menjadi status quo sampai adanya persetujuan dari warga.
Sudiana menambahkan, perdamaian antara pemerintah kota Bekasi dengan pemilik lahan dilakukan untuk membuat suasana kondusif karena warga disekitar galian rata-rata tidak setuju. "Kalau pemerintah prinsipnya galian tersebut tidak memiliki izin dan meminta pada pengelola agar mengurus izin sesuai ketentuan yang berlaku," katanya (17/5).
Lokasi galian yang berada di daerah Bulak Tinggi arah pasar Kecapi tersebut ditolak warga karena mengakibatkan banyak dampak, baik kebisingan maupun polusi. Warga sepanjan jalan yang dilewati merasa keberatan dengan keberadaan galian golongan C tersebut.
Padahal BPPT kota Bekasi saat ini sudah menunjukkan visinya Pelayanan yang Cepat mudah dan transparan. Calo benar-benar diperangi dengan motto "Ingin mudah hindari calo" dan memburi ruang bagi pengguna jasa perizinan untuk menyampaikan aspirasi bila dirasa tidak puas dengan pengurusan perizinan langsung di BPPT kota Bekasi atau SMS center 081311110180.
Selanjutnya pemerintah kota Bekasi bersepakat untuk berdamai atas ganguan yang dialami kendaraan dinas Satuan Polisi Pamong Praja. Status Quo sendiri karena pihak pengelola galian sampai saat ini belum mengantongi izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) kota Bekasi. "Sampai sekarang galian golongan C tersebut tidak mengantongi izin," kata Sudiana.
Walau demikian Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi, tidak menjawab saat dikonfirmasi perihal Pondok Melati. Ketiga Nomornya dimatikan semua selama lebih dari 24 jam, dan hanya menghidupkan sesekali sampai pagi ini (19/5) menghidupkan nomornya, 0816721404. (Don).
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Rabu, 16 Mei 2012
COBA CODE JUJUR : TIDAK ADA REALISASI PROGRAM ATAU KITA BUTUH DATA
Berita tentang Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang dalam organisasi dulu sampai sekarang disebut Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kota Bekasi saat ini banyak disorot karena dianggap copy paste dari laporan sebelum-sebelumnya, membutuhkan kejujuran dengan memadu-sepadankan kondisi rencana serta realisasi anggaran kegiatan. Maka, apa yang dilakukan oleh beberapa daerah termasuk provinsi Jawa Barat lumayan tepat dengan meminta Badan Perencanaan Pembangunan daerah (BAPPEDA) untuk menjadi penanggung-jawab penyusunan LKPj.
Dengan demikian bukan saja membangun opini dan kesan buruk apa yang dipahami oleh publik tentang pertanggungjawaban serta berharap keterlibatan publik untuk juga mengukur serta membuktikan realisasi yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mari tinggalkan pola menjatuhkan kredibilitas pemerintahan daerah hanya dengan bermodal argumentasi, kebiasaan yang dilakukan untuk menggoyang orang tertentu, karena itu tidak membantu banyak untuk sebuah niat belajar bersama organisasi masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.
Misal, Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) Tahun Anggaran bagaimana pelaksanaannya dengan membuka semua file yang dimiliki SKPD masing-masing. apa saja, kapan, berapa, dimana dan uraian berupa hasil memang benar-benar merupakan apa yang direalisasikan (baik financial maupun kegiatan). Bagaimana dengan goal dari perencanaan yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota Bekasi.
Lalu bagaimana pula dengan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU APBD) Tahun Anggaran, yang sepertinya disoal,
apakah dapat dijadikan sebagai pijakan untuk melakukan cek LKPj secara lebih detail/ teliti. Lalu otentisitas data yang dipaparkan dalam LKPj membutuhkan pengujian agar benar-benar dapat membuat masyarakat menjadi jelas kenapa belum, sedang dan akan dilakukan ke depan.
Sehingga tanpa ada data, fakta dan otentisitas bukti kita tidak dapat menyatakan sebuah program gagal, tidak berhasil, under-prestasi dan disclamer. Kecuali terjadi korupsi, tidak ada realisasi atau penyelewengan berat yang berakibat pada kerugian negara/masyarakat baru program tersebut dapat dinyatakan gagal. Semoga kita makin hati-hati dengan kata-katan tersebut, karena lebih sering menyebutnya akan membuat masyarakat hancur hatinya dan apatis terhadap berbagai kegiatan pembangunan. Apa yang kita butuhkan ada pembangunan berbasis partisipatori, mengedepankan partisipasi masyarakat (mulai dari persiapan dan pelaksanaan).
Terserah kita semua, sebuat cita-cita untuk menciptakan Civil Society Organization (CSO) yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perkembangan zaman dan pembangunan dimasyarakat. Tentunya semua dituntut untuk akuntable dan transparan dalam menyampaikan fakta agar cita-cita tersebut dapat terwujud sebagaimana mestinya di kota Bekasi. (By: Dony SMUTs).
USTADZAH HJ. ATIFAH HASAN MEMBUKA DIRI UNTUK PEMILIHAN PEMIMPIN KOTA BEKASI
Ustadzah Atifah Hasan membuka diri untuk dapat bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat agar kota Bekasi dapat memikliki pemimpin yang terbaik dan Amanah. Pemimpin Badan Kontak Majlis Ta'lim (BKMT) kota Bekasi tersebut yakin akan lahir pemimpin yang adil dan amanah untuk membangun kota Bekasi menuju Baldatun Thayibatun Wa Rabbun ghafur.
Sosok yang sangat identik dan bahkan mirip seperti pemimpin pusat BKMT Prof Dr Hj. Tuty alawiyah tersebut berharap masyarakat kota Bekasi dapat serius dan cerdas dalam menentukan pemimpinnya. BKMT Kota Bekasi dengan segala potensinya mendorong seluruh anggota BKMT untuk berpartisipasi menentukan pemimpin bagi masyarakatnya.
Hj Atifah Hasan tampak pula karakter kenegarawanan, walau dirinya menegaskan bahwa tidak berminat dan sepenuhnya hidupnya dihibahkan untuk dakwah. Berbicara mantaf, seperti Prof Tuty alawiyah, Hj. Atifah Hasan sangat sedih karena kjesadaran untuk memilih pemimpin yang terbaik di masyarakat semakin menurun. Tingginya angka tidak memilih dan minimnya sosialisasi tentang pemilihan ulang pemimpin membuatnya secara keras menghimbau agar masyarakat tidak hanya kecewa ketika sudah selesai pemilihan.
Perempuan buatnya merupakan sosok edukator, pengasuh dan pembimbing masyarakat yang harus diberi ruang lebih besar serta mendapatkan dukungan dari penmerintah. "karena ditangan perempuan nasib bangsa ini berada, indahnya dunia karena ada perempuan, suramnya dunia karena perempuan tidak diberi tempat semestinya," kata Hj. atifah Hasan.
Dirinya berharap dapat bertemu dengan semua calon yang nantinya akan maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah. Banyak hal yang akan dirinya sampaikan mulai dari niat sampai dengan visi calon kepala/wakil kepala daerah yang hanya bisa dilakukan dengan dialog.
Soal kepemimpinan Dr. H. Rahmat Effendi, menurutnya, Walikota Bekasi sekarang tersebut bagus dan potensinya ada untuk membangun kotya Bekasi. "Saya siap bekerja sama dengan siapapun, baik itu calon laki-laki maupun perempuan yang akan maju," kata Hj. Atifah lagi. (Don).
Langganan:
Postingan (Atom)





