Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Kamis, 26 April 2012

RAYENDRA KELUHKAN PEMBERITAAN WARNA-WARNI

Sekda kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, memberikan keterangan pers terkait pemberitaan kejadian di resto Warna-Warni, Tambun. "Kenapa pemberitaan yang buruk-buruk saja yang selalu disuguhkan, kapan saya bisa bekerja kalau begini?" Katanya di ruangan Asisten I (25/4). Rayendra menampik adanya pembantingan alat tempat minum saat kejadian yang membuat Nicodemus Godjang melaporkan kejadian ke Unit Pelaporan Polda Metro Jaya. Keterangan dari sekda Kota Bekasi tersebut, hanya air yang tumpah saat Dr. H. Rahmat Effendi berdiri dan tidak sengaja. Dirinya berharap agar pemberitaan media massa tidak berlebihan terkait kejadian tersebut. Kejadian yang terjadi saat Plt Walikota Bekasi menghadiri pertemuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) benar-benar membuat pemerintah Kota Bekasi bertanya, apa sebenarnya yang terjadi. Dalam keterangannya Rayendra menjelaskan bahwa kehadiran Nico diacara tersebut tanpa adanya undangan resmi dari instansi terkait, Dinas Perindustruian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop). Rayendra menyampaikan missed informasi soal pesan dalam BBM yang disebar tentang keberadaan Nico sebagai salah satu pembicara. Dinas Perindagkop tidak mengundang Pimpinan koran harian lokal di Bekasi dengan penjelasan bukti surat undangan. "Dalam undangan resmi yang saya tanda-tangani tidak ada nama Nico di dalamnya," kata Rayendra mencoba meyakinkan seluruh wartawan yang hadir pada konferensi pers pukul 10.00 WIB tersebut. Selain Sekda kota Bekasi, keterangan pers juga dihadiri Kasubag Humas Setda kota Bekasi, Kepala dinas Perindagkop dan kabid UMKM dinas perindagkop. Kepala dinas Perindagkop, Amit Riyadi, berharap media mau mempromosikan UMKM di kota Bekasi agar dapat berkembang dengan baik. Bahkan Amit Riyadi setuju dengan usulan Sekda kota Bekasi agar ada coffee morning, diskusi pembangunan daerah antara pemerintah dan awak media di kota Bekasi. "Potensi UMKM di kota Bekasi sangat besar, saya menyayangkan pemberitaan yang muncul hanya menyoroti accident di Warna-Warni saja, sedangkan informasi tentang kegiatan tersebut tidak ada," katanya. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

BOC KONSOLIDASI DENGAN JAJARAN MUSPIDA KAB. BEKASI

Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Bekasi Organisasi Center (BOC) menggelar konsolidasi bersama dengan jajaran Muspida Kabupaten Bekasi. Langkah itu dilakukan, guna menciptakan Bekasi yang aman, kondusif dan berwibawa. Ketua Presidium BOC Hamirul S Piola mengatakan, konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda kerja organisasi. Sesuai dengan visi dan misi organisasi, BOC akan menciptakan wilayah Kabupaten Bekasi menjadi aman, kondusif dan berwibawa. "Karena itu, kami bersama jajaran Muspida ingin membangun wilayah yang berkesinambungan yang didalamnya dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan," kata Piola. Program pertama yang akan dilakukan BOC yakni, dengan melakukan uji coba peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui potensi-potensi wilayah, seperti pemberdayaan industri. "Di sinilah kami akan bekerjasama, sehingga program kesejahteraan ekonomi masyarakat bekasi terbangun," jelasnya. Kegiatan yang diikuti oleh 54 organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat itu mendapat apresiasi positif dari Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi. Pemerintah Daerah akan melakukan beberapa pembinaan-pembinaan secara berkelanjutan terhadap organisasi yang telah terdaftar di pemerintahan. "Kami apresiasikan semua elemen masyarakat yang tergabung didalam organisasi. Jadi, kedepannya tidak ada lagi organisasi yang berprilaku anarkis," kata Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Atang Hermansyah. (Dma/Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Rabu, 25 April 2012

NICO LAPOR POLDA ATAS PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN PLT WALIKOTA

Acara temu pengusaha kecil dan menengah kota Bekasi dengan Plt. Walikota di resto Warna-Warni Tambun, berubah menjadi ketegangan. Entah karena kekesalan yang terpendam pada diri Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi, pada pribadi dan media Lokal Bekasi Ekspres berujung pada pembantingan botol minuman di lokasi pertemuan. Hal itu diakui Nico Demusgodjang, pimpinan Bekasi Ekspres, yang mengaku hadir karena ada undangan pejabat dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) kota Bekasi. "Saya hadir dalam acara tersebut karena diundang salah satu kepala bidang Dinas Perindagkop," kata Nico saat dikonfirmasi (24/4). Dirinya menjelaskan, bahwa kehadirannya tidak terlepas dari kolom UKM yang ada di Koran yang dirinya pimpin. Kolom tersebut, menurutnya, berisi interaksi dunia usaha kecil dan menengah yang dibuat untuk meningkatkan iklim usaha para pengusaha UKM kota Bekasi. Dirinya menceritakan awal kejadian tidak mengenakkan yang dialaminya di depan ratusan pengusaha UKM serta para pejabat Pemkot Bekasi di resto Warna-Warni. "Salaman juga belum, tiba-tiba Rahmat Effendi membanting botol ke meja," kata Nico yang menyaksikan botol yang dibanting retak dan air isi botol mengenai Kepala Dinas Perindagkop, Amit Riyadi. Rahmat Effendi, diterangkan Nico, berteriak dan menunjuk dirinya seraya mengatakan "Bekasi Ekspres Nantang Berantem Gua". Berbagai ungkapan tidak jelas, sebagai wujud kemarahan, dilontarkan calon walikota menggantikan H. Mochtar Mohamad. Saat dikonfirmasi, Nico dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya untuk melaporkan kejadian tidak menyenangkan yang dirinya terima. "Saya on the way ke polda metro jaya untuk melaporkan kejadian, jadi tidak benar informasi adanya pertemuan lanjutan pasca kejadian," kata Nico yang menampik informasi orang dekat Rahmat Effendi tentang adanya pertemuan Nico dengan Plt. Walikota pasca kejadian. Sementara itu Amit Riyadi selaku pimpinan Dinas Perindagkop selaku tuan rumah acara menyatakan tidak benar adanya undangan untuk Nico. "Tidak ada undangan untuk Nico, nanti saya akan jelaskan hal itu lebih lanjut pada seluruh media," katanya via telpon. Sedangkan Dr. H. Rahmat Effendi saat dikonfirmasi via phone cell-nya tidak menjawab, pesan singkat pun tidak membalas dan hanya ketika diinformasikan dikirimi email ke re_030264@yahoo.com baru menjawab "Kenapa?". Wartawan yang berkumpul untuk rencana pers comference di kantor pemkot Bekasi pun dibuat kecewa karena dirinya tidak datang dan tanpa ada penjelasan soal kejadian tersebut. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

PANGDAM JAYA PIMPIN APEL DANRAMIL DAN BABINSA

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris membuka Apel Danramil dan Babinsa jajaran Korem 051/Wijayakarta, Kodam Jaya/Jayakarta TA. 2012 bertempat di Aula Wijayakarta Makorem 051/Wkt Jl. Niaga Raya No.1 Jababeka Cikarang Baru Bekasi, Selasa (24/4). Acara tersebut dihadiri, Danrem 051/Wkt, Asintel Kasdam Jaya, Aster Kasdam Jaya, Kapendam Jaya, para Dandim jajaran Korem 051/Wkt serta para Danramil dan Babinsa peserta Apel. "Melalui Apel Danramil dan Babinsa Kita Tingkatkan Kemampuan Aparat Satkowil dalam Penyelenggaraan Binter guna Tercapainya Tugas Pokok Kodam Jaya" , Kata Pangdam Jaya. Apa yang disampaikan Mayjend Waris merupakan misi yang menjadi inti tema pada acara apel Danramil dan Babinsa serta penyematan tanda peserta apel oleh Danrem 051/Wkt Kolonel inf Supartodi SE MSi TA. 2012. Dengan menggunakan Pakaian Dinas Lapangan/ PDL Loreng NKRI, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris dalam sambutannya menyampaikan bahwa Apel Danramil dan Babinsa ini bertujuan untuk membekali para Danramil sebagai ujung tombak terdepan Binter yang merupakan fungsi utama TNI AD agar dapat melaksanakan pembinaan satuan dengan baik, dipadukan dengan Lima Kemampuan Teritorial yang harus dimiliki yaitu kemampuan temu cepat dan lapor cepat, “Quick to see, quick to said, quick to act ”, kemampuan penguasaan wilayah, kemampuan perlawanan rakyat dan kemampuan komunikasi sosial. Sebagai prajurit, anggota Koramil harus memiliki sikap Teritorial yang merupakan wujud nyata penghayatan dan pengamalan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam bentuk tingkah laku dan cara bergaul, yang kesemuanya itu diaplikasikan secara langsung dilapangan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang timbul diwilayah. Apel Danramil dan Babinsa ini juga diharapkan dapat membangun wawasan, soliditas dan profesionalisme insan Teritorial dalam menjalankan tugasnya sebagai Aparat Kewilayahan yang dapat diandalkan dan menjadi wahana komunikasi yang efektif antara pimpinan dengan yang dipimpin. Dalam rangka mewujudkan kesamaan Visi, Persepsi dan Interprestasi tentang pelaksanaan tugas di lapangan terutama dalam melaksanakan kebijakan komando atas, baik yang bersifat internal yaitu meningkatkan disiplin dan profesionalisme sebagai insan Teritorial maupun eksternal, dalam rangka membantu Pemda dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan kesejahteraan masyarakat. Pembekalan materi yang diberikan oleh para asisten sesuai bidangnya agar para Danramil dan Babinsa dapat mengaplikasikan secara nyata dilapangan guna mencapai tujuan sebagai aparat teretorial. "Saya harapkan kepada seluruh Danramil untuk tetap melanjutkan serta meningkatkan upaya-upaya pemantapan stabilitas wilayah masing-masing dengan melakukan kegiatan sosialisasi Deradikalisasi Terorisme di wilayah tanggung jawabnya agar tercipta ketenangan dan kedamaian di Masyarakat," kata Pandam Jaya. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

Selasa, 24 April 2012

SISWI SMPN 1 TAMBUN TIDAK BISA UN KARENA TIPUS

Siswi Kelas III SMPN 1 Tambun Selatan terpaksa tidak dapat mengikuti pelaksanaan ujian nasional (UN) di hari pertama. Dikarenakan, kesehatannya yang kurang membaik. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, Slamet Supriadi, Senin (24/04). "Sakit yang dideritanya semacam penyakit tipes dari keterangan keluarga siswa itu," tutur Slamet, meski belum bisa memberikan keterangan secara lebih jelas terkait siswi tersebut. Kendati begitu, siswi ini akan mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada Senin (30/04) pekan depan. "Ujian susulan akan dilaksanakan pekan depan di SMPN 2 Tambun Selatan sebagai sub Rayon setempat. Soal yang akan diujiankan berbeda dengan ujian nasional," terangya. Peserta ujian nasional di SMPN Tambun Selatan berjumlah 305 siswa dengan Jumlah ruangan yang digunakan sebanyak 16 rombongan belajar. Satu ruang kelas besar diisi sebanyak 20 siswa. "Alhamdulillah, pelaksanaan UN sudah berjalan dengan lancar," tuturnya. (Dma/Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

KARYAWAN SUZUKI KEMBALI DESAK KENAIKAN GAJI TAHUN 2012

Ribuan karyawan PT Suzuki menutup jalan Diponogoro KM 38 Tambun Selatan, hingga memacetkan sepanjang 1 kilometer. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karyawan yang menuntut kenaikkan gaji 2012. Penutupan jalan satu arah itu berlangsung di depan PT Suzuki Tambun Selatan, sejak pukul 09.00 WIB hingga saat ini. Para kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi Jalur Tambun Selatan menuju Kota Bekasi menggunakan jalur sebaliknya. Tuntutan aksi karyawan PT Suzuki Indo Mobil itu terkait kenaikkan gaji 2012 yang belum dilaksanakan pihak manajemen perusahaan tersebut. "Gaji yang belum dibayar perusahaan terhitung sejak bulan Januari sampai April 2012," kata Agus Wiyanto salah satu karyawan PT Suziki Indomobil, Senin (24/04). Menurutnya, tuntutan gaji itu merupakan hak dari karyawan. Pasalnya, sudah ada ketentuan kesepakatan UU Tenaga Kerja Tahun 2003 tentang kenaikan upah didasari oleh inflasi dan PA (gaji keseluruhan). Kesepakatan UU Tenaga Kerja itu berupa penetapan kenaikan sebesar Rp. 435.000 ditambah inflasi ditambah PA. "Perusahaan hanya menyanggupi fletnya saja yakni Rp. 435.000, sedangkan karyawan meminta keseluruhannya," terangnya. Total keseluruhan yang telah disepakati antara Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Metal karyawan PT Indomobil yakni sebesar Rp 630.000. "Hal itu yang belum disepakati manajemen perusahaan," katanya. Ia mengatakan, perusahaan menginginkan adanya standar gaji yang sama dengan masa kerja dibawah lima tahun . Sedangkan, rata-rata karyawan dengan masa kerja 16 tahun. "Karyawan meminta dibedakan gaji sesuai dengan masa kerja," katanya. (Dma/Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!

EVALUASI KINERJA BELUM SEMUA SKPD LAPORKAN

Data hasil evaluasi kinerja pegawai yang di serahkan Badan Kepgawaian Daerah (BKD) kota Bekasi pada tanggal 20 April 2012 belum semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dikatakan Ferdhie selaku Kepala Sub Bidang (Kasubid) Dokumentasi dan Informasi BKD kota Bekasi saat ditemui di ruangan Bidang Administrasi Pegawai BKD kota Bekasi. Saat ini hanya SKPD-SKPD yang baru menyerahkan hasil evaluasi yang dilaporkan pada Plt. Walikota Bekasi terkait kinerja Pegawai sesuai Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 2 tahun 2012. "SKPD-SKPD yang sudah melaporkan saja yang kami laporkan ke Plt. Walikota," kata Ferdhie (23/4). Setiap SKPD berbeda tekhnis pelaporannya, Ferdhie menjelaskan, bagi yang memiliki Unit-unit kerja Tekhnis mereka melaporkan sendiri ke BKD. Ada beberapa SKPD, menurut Ferdhie, yang memiliki unit kerja yang tekhnis di bawah dengan evaluasi di unit-unit tersebut secara langsung. Oleh karenanya pelaporan hasil evaluasi mereka lakukan sendiri ke BKD sebagai hasil evaluasi kerja di unit-unit SKPD. Dan BKD nantinya, terang Ferdhie, akan melakukan verifikasi hasil evaluasi kinerja yang dilakukan. Karena belum semua SKPD melakukan laporan evaluasi kinerja, BKD Kota Bekasi menunggu laporan keseluruhan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan. Seperti diketahui Plt Kepala BKD kota Bekasi, Fadlin Kamal, pernah menyampaikan bahwa April 2012 saat dilakukan evaluasi kinerja pegawai di seluruh SKPD. Hal senada dikatakan Cucu M. Syamsudin, kepala Inspektorat Kota Bekasi, saat dihubungi melalui SMS ke phone cell-nya beberapa waktu lalu. "Belum semua data hasil evaluasi kinerja dilaporkan," demikian SMS kepala Inpektorat wilayah Kota Bekasi. (Don). Live from BlackBerry® on AHA - I like it!