Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Selasa, 11 Oktober 2011

Rp. 12 MILYAR UNTUK LAHAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KOTA TANGGERANG

Sempat terseok-seok agar dapat mewujudkannya, akhirnya Pemkot Tangerang segera membangun Rumah Sakit Umum (RSU) di lahan fasos-fasum Modern land seluas 1,5 hektar dengan anggaran Rp. 65 miliar. Kabar ini disambut positif banyak warga Kota Tangerang. “Ya, sebaiknya segera bangun RSU yang nantinya bisa dimanfaatkan keluarga miskin dan rentan miskin pemegang Kartu Multi Guna untuk berobat gratis di rumahsakit ini,” kata Nana, warga Babakan, kemarin. Ditambahkan Maman, warga lainnya, selama ini program KMG sesekali mendapat hambatan dari beberapa RSU swasta rujukan yang enggan melayani pasien miskin, padahal biaya peratawan KMG dijamin Pemkot Tangerang. “Dengan adanya RSU, pasien KMG pasti dilayani dengan baik.” katanya. Kepastian pembangunan RSU ini diinformasikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang Wibisono, kemarin. Dituturkan telah disepakati Pemkot Tangerang, DPRD dan pengembang akan membangun RSU di lahan itu. Detail engineering design (DED)-nya tengah dimatangkan dan anggarannya telah disiapkan. Tinggal pembangunannya di awal 2012 Eddy HAM, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, mengatakan dengan memanfaatkan lahan fasos- fasum Modernland Pemkot menghemat Rp. 12 miliar untuk pembebasan lahan. “Hanya saja perlu dipikirkan model bangunan RSU-nya dibangun vertikal atau horizontal, mengingatkan lahannya hanya 1,5 hektar.” katanya.(Don).

TIGA KASUS KORUPSI KOTA BEKASI BERLANJUT SAMPAI VONIS

Kasus korupsi di Kota Bekasi, Jawa Barat ternyata meningkat selama tahun ini. Kenaikannya mencapai dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kasus korupsi yang ditangani Kejari Bekasi pada 2010 lalu hanya ada 5 kasus. “Dari lima kasus itu, tiga kasus berlanjut sampai tahap persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dua kasus masih berlanjut sampai tahun ini,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bekasi Andre Abraham. Sementara pada tahun ini, kasus korupsi di Kota Bekasi naik dua kali lipat hingga mencapai 10 kasus. “Tiga kasus diantaranya sudah sampai vonis, tiga lagi siap disidangkan, tiga kasus masih tahap penyidikan dan satu kasus sedang dalam proses persidangan,” kata Andre. Dari 10 kasus yang ada, diantaranya kasus suap Staf Ahli Walikota Agus Sofyan. Kasus korupsi yang melibatkan kalangan birokrat dan swasta untuk tahun ini memang berimbang. Untuk instansi pemerintahan, kasus terbanyak dugaan korupsinya ada di Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi. “Ini lantaran banyaknya kegiatan tender proyek sehingga dugaan korupsi memang sangat besar di instansi ini,” tutur Andre. Laporan yang masuk soal korupsi memang diakui Andre, banyak diterima Kejari Bekasi. Tetapi yang murni memerangi korupsi hanya sedikit. “Laporan lainnya lebih cenderung bermotif balas dendam karena gagal dalam tender sehingga melaporkan instansi terkait. Makanya kami juga tidak sembarang menindaklanjuti laporan yang masuk. Harus ada bukti,” katanya. Sayangnya, pihak Kejari seringkali kesulitan mengusut dugaan korupsi ini karena sulit mengakses dokumen dan data lengkap guna mendukung pengungkapan kasus. “Kewenangan Kejari memang terbatas sehingga banyak pemilik dokumen yang masih enggan memperlihatkan dan menyerahkan data yang kami butuhkan,” lanjutnya. (Don).

MASSA PENDUKUNG MOCHTAR MOHAMAD MEMBLUDAK DI SIDANG VONIS HARI INI

Ratusan pendukung Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Muhammad memenuhi Pengadilan Negeri (PN) Bandung, termasuk Ruang Kresna yang menjadi tempat digelarnya sidang putusan kasus korupsi, Selasa (11/10/2011). Mochtar yang terlihat menggunakan kemeja merah marun tersebut masuk ruang sidang sekitar pukul 10.45 WIB dengan pengawalan ketat dari petugas kejaksaan dan polisi. Raut wajah Mochtar pun terlihat tenang ketika masuk ke ruang sidang yang sudah disesaki massa pendukungnya. Massa pun membeludak hingga ke luar ruang sidang. Mereka berdesakan ingin masuk melihat sidang putusan orang nomer satu di Kota Bekasi ini, sehingga harus dibatasi oleh petugas. Salah seorang warga bekasi sengaja datang ke Bandung untuk melihat langsung pemimpinnya itu disidang. "Saya sengaja datang dari Bekasi ke sini. Itu kan wali kota kita sebagai warga Bekasi," Yatti (40) seorang warga bekasi di PN Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/10/2011). Dia beserta puluhan ibu-ibu lainya itu berangkat dari Bekasi pada pukul 07.00 WIB. "Saya dukung Pak Mochtar untuk bebas," jelas dia. Saat inim Ketua Majelis Hakim Azharyadi tengah membacakan berkas putusan dengan menggunakan pengeras suara hingga terdengar ke luar ruang sidang. (Don).

DP4 KABUPATEN BEKASI BELUM DISERAHKAN KE DISDUKCAPIL

Data Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat disimulasikan di DPRD Kabupaten Bekasi, sebelum secara resmi diserahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi, 17 Oktober nanti. Pada simulasi di DPRD itu sejumlah anggota dewan, antaranya Rohim Mintareja, menanyakan apakah namanya sudah masuk dalam DP4. Kepala Seksi Evaluasi Data Disdukcapil, Drs Hanief Zulkifli kemudian meminta alamat Rohim lengkap sampai RT-nya. Data itu kemudian dicek di database penduduk melalui online komputer. Nama Rohim pun muncul di database tersebut. Menurut Hanief, per 6 Oktober 2011 hak pilih sementara yang ada di DP4 tercatat sebanyak 1.764.992 orang. DP4 ini, sebut Hanief, akan dibagikan sampai ke tingkat RT. Jumlah RT di Kabupaten Bekasi ada 6.618 tersebar di 5 kelurahan dan 182 desa. (Don).

SIDANG VONIS WALIKOTA NON-AKTIF BEKASI DIJAGA POLISI DAN WATER CANON

Sebuah mobil water canon dari Polrestabes Bandung disiagakan di depan Gedung Pengadilan Tipikor Bandung, jelang sidang vonis terhadap Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad, Selasa. Pantauan di Gedung Pengadilan Tipikor Bandung, ratusan polisi tampak berjaga-jaga di desekitar Gedung Pengadilan Tipikor. Beberapa spanduk dukungan berukuran sekitar 0,5 x 3 meter terhadap Mochtar Mohammad terpasang di sekitar Gedung Tipikor Bandung. Salah satunya spanduk putih yang memajang foto Moctar Mohammad bertulis "H. Mochtar Mohammad Pahlawan Perubahan dan Pembaharuan di Kota Bekasi" terdapat di atas pos pengamanan Gedung Tipikor Bandung. Sidang vonis terhadap terdakwa perkara korupsi yang juga Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohammad akan dilaksanakan Selasa (11/10). Jaksa Penuntut Umum sendiri menuntut Mochtar Mohammad dengan hukuman 12 tahun penjara, serta diwajibkan membayar dengan Rp. 300 juta, serta harus membayar biaya pengganti Rp. 639 juta atas korupsi dana pos makan dan minum (Mamin) di APBD Pemkot Bekasi tahun anggaran 2009. Mochtar Mohammad didakwa melakukan tindak pidana korupsi Dana Makanan dan Minuman pada APBD Tahun Anggaran 2009 dalam kegiatan silaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat secara rutin. Selain itu, Mochtar juga didakwa melakukan tindakan gratifikasi dalam kasus suap terhadap BPK Jawa Barat sebesar Rp. 200 juta. Dengan harapan bisa mendapatkan penilaian pengelolaan keuangan daerah dari Wajar dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar tanpa Pengecualian (WTP). Kasus lain yang menjerat terdakwa ialah upaya suap terhadap panitia Piala Adipura sebesar Rp. 500 juta. (Don).

Minggu, 09 Oktober 2011

ATUT+KARNO HARAP DUKUNGAN WARGA KABUPATEN TAGGERANG DI TANGGAL 22 OKTOBER

Pasangan calon Guberur dan Wakil Gubernur Banten Nomor 1 lakukan kampanye damai di lapangan Rajeg dengan mengerahkan massa 15 ribu lebih. Pasangan Hj. Ratu Atut Chosiah dan Rano Karno menggoyang Kabupaten Tanggerang bukan hanya dengan massa yang luar biasa banyak, tetapi kehadiran juru kampanye nasional dan artis ibu kota membuat kampanye pertama Ratu Atut dan Rano Karno menggairahkan masyarakat kabupaten Tanggerang ditengah teriknya matahari. Sejumlah juru kampanye tingkat pusat hadir dalam kegiatan kampanye awal pasangan nomor 1 tersebut. Selain Ebi Jauhari selaku jurkam daerah, hadir menyampaikan orasinya diantaranya Ahmad Muzani wakil ketua DPP Partai Gerindra, Ade Komarudin DPP Partai Golkar dan Dedy "Mi'ing" Gumelar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dalam pesan kampanyenya, Ebi Jauhari mengingatkan seluruh masyarakat kabupaten Tanggerang agar memilih pasangan Nomor 1. "Ibu Hj. Ratu Atut Chosiah bukan orang baru. Dia bear-benar the real Gubernur, jadi mari dukung pasangan Ratu Atut dan Rano Karno pada pilkada Banten tanggal 22 Oktober 2011 nanti." Sedang Ahmad Muzani mengingatkan pada seluruh massa yang datang di lapangan Rajeg untuk memilih pasangan Nomor 1. Selain karenna sudah teruji, menurut Muzani, Ratu Atut sudah berhasil membangun Banten dengan banyaknya jalan dan sekolah terbangun dengan baik. "Itu kenapa Pak Prabowo Subianto mendukung pasangan Ratu Atut dan Rano Karno." katanya. Kampanye di lapangan Rajeg juga menghadirkan artis ibukota yang menjadi idola masyarakat. Disesi awal Andi Rif menggoyang pendukung Atut+Karno dengan tembang Andai Jadi Raja. Setelah Andi Rif, pendukung pasangan nomor satu Ayu Ting Ting menggairahkan para pendukung dengan tembang Keong Racun dan Mencari Alamat. Denada tampil Menghibur dengan beberapa lagu yang salah satunya Terajana. Pasha Unggu tampil pada kesempatan sebelum Ratu Atut dan Rano Karno menyampaikan pesannya dihadapan para pendukung. Maha Dewi akhirnya menutup kegiatan kampanye di Rajeg. Rano Karno dalam sambutan didepan massa pendukung meminta massa untuk memilih pasangan nomor satu. Dirinya berjanji akan memajukan provinsi Banten, akan memajukan kabupaten Tanggerang. "Kita akan memajukan Rajek, Kresek, dan semua daerah di Kabupaten Tanggerang. Atut meminta masyarakat Kabupaten memenangkan pilgub dengan prosentase yang besar. Atut berterimakasih kepada seluruh partai pendukung yang bergabung dalam koalisi pendukung pasangan nomor 1. "Mari kita rapatkan barisan dan kita menangkan pasangan nomor 1 dengan mencoblos nomor 1 pada tanggal 22 Oktober nanti." Kata Atut. Dalam kesempatan kampanye tersebut juga diperagakan simulasi cara mencoblos dalam pemilu kepala daerah. Dengan menggunakan galah yang lumayan panjang, Atut dan Rano mencoblos gambar pasangan nomor satu di atas panggung.

PEDUKUNG OPTIMIS RATU ATUT DAN RANO KARNO AKAN MENANG SATU PUTARAN

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggerang, Hendra, optimis pasangan Ratu Atut dan Rano Karno akan memenangkan pilgub hanya dengan satu putaran. Optimisme tersebut dengan melihat pengalaman Ratu Atut yang sudah memimpin provinsi Banten dan membangunnya sampai sekarang " Dapat kita lihat pembangunan di provinsi Banten sudah mulai merata." kata Hendra diselasela kegiatan kampanye pasangan Ratu Atut dan Rano Karno di Lapangan Rajeg, Kabupaten Tanggerang (9/10). Hendra yakin upaya yang dilakukan Hj. Ratu Atut Chosiah akan lebih maksimal dalam membangun Banten pada periode ini. Sudah ada pegalaman membuat Hendra percaya bahwa upaya untuk meeruskan pembangunan seperti yang sudah dirasakan masyarakat Kabupaten Tanggerang. Selain infrastruktur baik jalan, jembatan, bangunan sekolahan dan kantor pemerintah sudah semakin baik, dapat dilihat perkembangan sumber daya manusia dapat dilihat dengan cepat penigkatannya. Sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanggerang dari partai Gerindra, Hendra, melihat apa yang dilakukan Ratu Atut diwaktu kedepan akan lebih keras memperjuangkan kepentingan masyarakat Banten. Ibu Hj. Atut terbukti banyak membantu petani, nelayan, pedagang kecil dan masyarakat tidak mampu menjadi lebih berdaya. " Semua dapat dilihat dari antusiasme masyarakat Kabupaten Taggerang yang datang di kampanye Rajeg." katanya. Militasi kader-kader yang dimiliki Partai Gerindra adalah salah satu alasan dirinya optimis dapat memenangkan pasangan Ratu Atut+Rano Karno dapat memenangkan pilgub dalam satu putaran. Belum lagi didukung partai-partai yang bergabung dalam koalisi partai pendukung pasagan tersebut. "Berdasarkan pengalaman yang lalu di pilkada Banten, belum pernah ada putaran kedua dalam pemilihan. Selalu satu putaran sudah bisa diketahui pemenangnya." kata Hendra. (Don).