Halaman


Prabowo Subianto For Presiden

Minggu, 04 September 2011

KEBAKARAN HANGUSKAN 42 KIOS DI PASAR BANTAR GEBANG

Kebakaran menghanguskan 42 kios di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, Sabtu (3/9/2011) dini hari tadi. Kepala Seksi Humas Polsek Metro Bantargebang, Ajun Inspektur Satu Andi Zakaria menjelaskan, kebakaran terjadi sekira pukul 02:00 WIB kemarin. Api berhasil dipadamkan menjelang pukul 04:00 WIB oleh petugas pemadam kebakaran dibantu personel Polri dan TNI yang berkantor di seberang pasar dan warga serta pedagang. "Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun kerugian ditaksir lebih dari Rp 1 miliar" kata Andi. Kebakaran itu, lanjut Andi, masih diselidiki sumber dan sebabnya. "Dugaan sementara akibat korsleting listrik," katanya.

POSKO CHECK POINT BERHASIL TEKAN ANGKA KECELAKAAN SAMPAI 15 PERSEN

Dengan cara memindahkan anak maupun ibu dari pemudik sepeda motor ke armada bus yang disediakan polisi adalah salah satu upaya yang dilakukan posko check point yang didirikan kepolisian Polda Metro Jaya. Posko check point didirikan di daerah Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi dan Citra Raya Tangerang terbukti berhasil mengurangi angka kecelakaan pemudik. Dari awal memang didirikan check point adalah untuk mengurangi resiko kecelakaan pemudik akibat kelebihan penumpang maupun barang khususnya pengendara sepeda motor. Apalagi daerah Kedung Waringin merupakan perbatasan Bekasi dan Karawang, perjalanan yang cukup melalahkan bagi para pengendara sepeda motor. "Check point, adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang diakibatkan pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari dua orang," ujar Perwira Pos Pengamanan Check Point Kedung Waringin, Bekasi AKP Anton Elfrino Trisanto, Sik. Lebih lanjut, Anton menjelaskan selain menindak para sepeda motor yang berbocengan lebih dari dua orang, di Cek Point Kedung Waringin, Bekasi ini juga memberikan teguran kepada para pengendara sepeda motor yang membawa barang berlebih. "Banyak pula ditemukan para sebagian pemudik yang membawa anaknya yang masih balita, jadi ini sangat mengkhawatirkan kalau diteruskan," jelas Perwira yang juga menjabat sebagai Kanit Samsat Bekasi Kabupaten ini. Tak mudah begitu saja dalam mengimplementasikan upaya ini. Akan tetapi berkat kerja keras seluruh jajaran Polantas dan para stakeholders, berbagai hambatan pun dapat teratasi. "Pokoknya beraneka ragam alasan mereka (ibu dan anak) untuk tidak dipindah namun kami pun selalu berupaya. Kami menjelaskan bahwa ini demi keselamatan mereka. Selain itu ditempatkan juga Polwan (Polisi Wanita) dan Polki (Polisi laki-laki) yang bertampang humanis untuk membujuk mereka," ujar Anton. Di tempat yang sama , Kanit Patroli Polresta Bekasi AKP Hariyanto menjelaskan, dalam cek point di Kedung Waringin, Bekasi ini diberikan fasilitas seperti pemeriksaan kesehatan gratis, Consuling, pijat gratis, cuci helm hingga pembagian snak dan indomie. "Ada juga sebagian dari pada pemudik yang sadar sehingga tidak perlu diajak oleh petugas untuk masuk ke cek point. Banyak fasilitas untuk kepentingan mereka," ujarnya. Dari data posko check point di Kedung Waringin Bekasi ini, para pemudik dari mulai tanggal 25 s/d 29 Agustus 2011 telah memberangkatkan sekitar 11 Armada bus dengan jumlah 326 Penumpang, 138 orang dewasa atau ibu–ibu dan 188 Anak–anak. Sedangkan penindakan dengan tilang telah menindak 7 lembar tilang dan teguran 222. Sementara itu Kaposko Ketupat Jaya 2011 Kompol Herman Ruswandi, SH mengatakan perbandingan kecelakaan pada tahun lalu dengan tahun sekarang selama H-7 menjelang lebaran cukup signifikan yakni bisa menurun hingga 15 %. Oleh karenanya ini sebagai salah satu bukti konkret bahwa pendirian Check point di Kedung Waringin Bekasi termasuk berhasil. "Tahun lalu menyebabkan sekitar 25 orang meninggal namun tahun sekarang hanya 16 orang, sehingga jika diprosentasikan mengalami penurunan hingga 15 %," ujarnya. (Don).

GOVERNOR JAKARTA FLOW DIRECTLY BEHIND watchlist

Jakarta Governor Fauzi Bowo scheduled to monitor directly the reverse flow at Station Lebaran Pasar Senen, Central Jakarta, Sunday (4 / 9) at around 9:30 pm. Men are usually called Foke is scheduled to arrive at the station Monday at 9:30 pm accompanied by a number of staff. "Review the reverse flow," said Chief Information Officer of the Provincial Government of DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia via mobile phone short message or SMS in Sunday. In addition to the Senen Station, on the same day mustachioed man will also monitor the Terminal Pulogadung, East Jakarta. "But the Kampung Rambutan not so. Cuman Pulogadung Senen same," said grandson. Today is predicted as the peak reverse flow Lebaran. Tomorrow is considering many of the employees and staff will return to work. (Don).

OYK TARGETKAN TEMPAT KOS, KONTRAKAN DAN APARTEMEN

Tempat-tempat seperti terminal, permukiman padat, kolong jembatan, kos-kosan, kontrakan, apartemen, dan sebagainya akan menjadi sasaran Operasi Yustisi Kependudukan atau OYK. Target ini sama dengan setahun silam. Demikian penjelasan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemprov DKI Purba Hutapea di Jakarta, Ahad (4/9). Purba menambahkan tahun lalu ada ratusan pendatang yang sudah dipulangkan. "Ada 200 orang pendatang dipulangkan 2010. Berasal dari Jateng. Khususnya yang PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang tidak ada pekerjaan dan tempat tinggal," jelas Purba. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menggelar OYK. Operasi antara lain diperuntukan untuk menjaring warga yang tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta, namun bertempat tinggal di Ibu Kota. "Kita akan tetap melakukan operasi yustisi. 14 belas hari setelah H plus 7. Teknisnya diserahkan kepada wilayah kota, kecamatan, dan kelurahan," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Stasiun Senen, Jakarta, hari ini [baca: DKI Jakarta Akan Gelar Operasi Yustisi]. Foke pun mengatakan, jajarannya terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi warga Jakarta, asal memenuhi persyaratan yang ada. "Bagi mereka yang memiliki persyaratan itu tidak menjadi masalah. Silakan lapor dan jadi warga ibu kota dengan tangan terbukan, tapi bagi mereka yang tidak memiliki persyaratan mohon maaf akan diberikan sanksi, akan dibalikan ke kampung halaman," tegasnya. (Don).

HARI INI PUNCAK ARUS BALIK-MUDIK

Arus balik pemudik masih berlangsung. Diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada hari ini, Ahad (4/9). Hal ini dikarenakan berakhirnya cuti bersama dan banyak pemudik yang sudah mulai masuk kerja pada Senin besok. Di antara pemudik yang kembali, sejumlah pendatang baru juga berdatangan. Setidaknya seperti yang terlihat di Terminal Bekasi, baru-baru ini. Banyak pendatang baru yang datang ikut keluarga dan teman untuk mencoba mencari penghasilan di Bekasi dan sekitarnya. Nani (22), seorang di antara pendatang baru yang datang ke Bekasi. Dia ikut Rina, temannya, untuk bekerja. "Sudah lama ingin kerja di Jakarta, tapi baru sekarang kesampaian," ujar Nani, yang datang dari Ciamis, Jawa Barat. Sementara waktu, Nani akan tinggal di rumah majikan Rina. "Majikan saya juga sudah tahu kok. Kebetulan ada keluarganya yang cari orang untuk bantu-bantu," kata Rina. Sudah tiga tahun belakangan ini, Rina bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Pekayon, Bekasi Selatan. Yayat juga datang ke Bekasi dengan harapan bisa segera mendapat kerja. Sebenarnya, pemuda berusia 26 tahun itu, sudah pernah bekerja di Tangerang sebagai kuli bangunan. Namun karena proyeknya selesai, dia kembali ke Kuningan, Jabar. "Sekarang datang lagi. Siapa tahu bisa cepat dapat kerja. Kerja apa aja, yang penting kerja," kata Yayat, sambil berlalu. (Don).

180 PETUGAS DAPAT DISPENSASI BERKUMPUL DENGAN KELUARGA

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, memberikan waktu dispensasi kepada 180 petugas untuk berkumpul bersama keluarga merayakan lebaran. "Untuk penjagaan selama libur lebaran, sistem jaganya dilakukan bergilir agar pengawasan terhadap lalu lintas tetap terkendali. Jadi, ada dispensasi waktu sebentar," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang Selatan, Tito SW di Tangerang. Tito mengatakan, sistem penjagaan tersebut dimaksudkan agar petugas dapat berkumpul dengan keluarga dan melaksanakan lebaran. "Kami memahami, bila petugas juga ingin berkumpul dengan dengan keluarganya disaat lebaran. Maka, sistem jaganya pun digilir," katanya. Meski telah mendapatkan dispensasi waktu untuk melaksanakan lebaran dengan keluarga, namun bukan berarti tugas dilapangan terabaikan. Pasalnya, pengaturan lalu lintas selama lebaran tetap harus dilakukan pengawasan guna mengantisipasi terjadinya kemacetan atau hal lainnya. "Walaupun Kota Tangsel selama libur lebaran, lalu lintas tergolong lancar dan sepi, tetapi pengawasan selama libur lebaran tetap dilakukan," katanya. Apalagi, petugas tetap harus berada di poskotis yang telah dibuat untuk membantu pemudik maupun pengendara lainnya yang membutuhkan arahan. Delapan Poskotis yang telah didirikan tetap harus dilakukan penjagaan dan tidak boleh kosong. Karena, tetap dilakukan pengawasan," katanya. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang Selatan, telah melengkapi seluruh petugas dengan peralatan lalu lintas untuk meminimalisir kecelakaan atau kejadian lain. Peralatan lalu lintas tersebut seperti rompi yang akan memancarkan cahaya apabila terkena sinar, Handy Talky (HT) hingga lampu tangan. Dengan begitu baik siang maupun malam hari, pemudik dapat melihat dengan jelas petugas dan sebaliknya, petugas pun dapat mudah untuk melakukan pengaturan lalin. Selanjutnya, Dishubkominfo pun akan menempatkan tripon di beberapa titik kemacetan sebagai penanda perpisahan jalur di jalan yang sempit. "Rambu lalu lintas di Tangsel memang minim. Karena itu apabila pemudik ada yang kurang mengerti silahkan menanyakan pada petugas kami di lapangan," katanya. (Don).

DKPP TANGSEL HIMBAU TIDAK BERDAGANG DIJALUR KABEL

Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, Banten, mengimbau para pedagang di Pasar Ciputat tidak berjualan dijalur kabel Penerangan Jalan Umum. "Akibat pedagang berjualan di jalur kabel PJU, maka menyebabkan penerangan di wilayah sekitar tidak berfungsi," kata Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, Apih Ruhiyat di Tangerang, Minggu. Selain itu, dikatakan Apih, tidak berfungsinya PJU di Fly Over Ciputat, karena banyak kabel yang putus atau rusak. Kerusakan maupun putusnya kabel karena dilakukan pedagang pasar sekitar. "Karena mereka ingin mendapatkan aliran listrik secara gratis, maka kabel untuk PJU dimanfaatkannya dan merusak fasilitas yang ada," katanya. Namun, untuk proses perbaikan sendiri, diungkapkannya bila hal tersebut terkendala penyerahan aset. Pasalnya, PJU tersebut masih dalam aset Pemkab Tangerang. "Setelah aset tersebut diserahkan Pemkab kepada Pemkot Tangerang Selatan, maka perbaikan baru bisa dilakukan," katanya. Sementara itu, jumlah di Kota Tangerang Selatan terdapat 854 Penerangan Jalan Umum dengan rincian 85 persen dari total PJU yang ada menyala. Sedangkan sisanya atau 15 persen, masih dalam tahap perbaikan. Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, manargetkan perbaikan PJU selesai pada tahun 2012. Namun, meski ada 15 persen PJU yang rusak, penerangan di sejumlah jalan utama tidak mengalami kendala. Pasalnya, disamping PJU yang sudah aktif, tetap ada beberapa lampu yang berfungsi. Bahkan, kedepannya selain memperbaiki PJU di jalan utama, Pemkot Tangsel juga akan menghidupkan PJU di perumahan warga. (Don).